NovelToon NovelToon
Aunty, Kesepian

Aunty, Kesepian

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Berondong / Balas Dendam
Popularitas:51.3k
Nilai: 5
Nama Author: Shoffan Rahman

Kisah ini hanyalah fiktif belaka. Bila ada kesamaan nama, tempat atau yang lainnya, penulis mohon maaf.

Devina pov

Devina, itu namaku. Dan dengan nama ini aku mencoba menerjang hidup bagaikan badai lautan ini. Menjadi seorang janda yang harus membesarkan seorang anak sendirian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shoffan Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Setelah selesai berdandan, Devina dan Lissa langsung pamit ke ibu Devina untuk pergi jalan-jalan. Mereka berdua terlihat mengenakan pakaian yang serasi satu sama lain. Tentu hal itu menjadi perhatian setiap orang yang melihatnya. Terlebih pesona Devina yang kini sudah menjadi single mother kerap kali membuat para lelaki semakin gencar mendekatinya. Kalau kata orang-orang, perawan memang menawan, tapi yang janda lebih menggoda.

Devina sendiri tidak bisa menampik begitu saja peryataan tersebut. Karena memang setelah bercerai dengan Erpan beberapa bulan yang lalu, sudah banyak sekali pria yang mencoba mendekatinya. Namun tentu saja semuanya ditolak oleh Devina lantaran masih belum bisa melupakan kesedihan akibat kelakuan mantan suaminya, Erpan.

"Ma, kita ke mana dulu?" Tanya Lissa dengan raut wajah antusiasnya setelah mereka berdua masuk ke dalam salah satu taksi.

"Anak mama mau ke mana dulu? Taman atau mall? Katanya mau beli boneka yang banyak." Terang Devina sambil mengelus kepala Lissa pelan. Meski sudah secara resmi cerai dari suaminya, Devina tidak sama sekali merasa kekurangan finansial. Bahkan setelah bercerai ia tak pernah sekali pun meminta harta gono-gini. Hal itu tentu saja karena kedua orang tua Devina memanglah orang berada sejak dari dulu. Sedangkan Erpan hanyalah orang biasa yang bisa naik daun karena menikah dengan Devina.

Memang terlihat seperti manusia tidak tahu diri. Tapi Devina menghargai keputusan Erpan yang sudah berani mengungkapkan kenyataan padanya meski sudah terpaut beberapa tahun lamanya. Devina juga sudah merelakan Erpan sepenuhnya meski luka yang ditorehkan oleh pria itu tetap membekas hingga kini.

"Aku mau beli boneka dulu, Ma. Sekalian liat-liat mall. Udah lama kita gak ke sana." Balas Lissa memasang mata puppy eyes nya yang membuat Devina begitu gemas melihatnya. Ditambah dengan pipi gemoy Lissa, membuat Devina tak kuat bila tak mencubit pipi anaknya. "Sakit mama."

"Hehehe, maaf. Abisnya kamu tuh bikin mama baper terus. Yaudah kita ke mall dulu beliin kamu boneka." Devina memberikan kebebasan pada anaknya bila menginginkan sesuatu. Tentunya sesuai dengan yang bisa Devina penuhi. Untungnya selama ini Lissa tidak pernah meminta sesuatu yang aneh padanya. Paling mungkin hanya ketika Erpan masih menjadi suaminya. Waktu itu Lissa meminta adik kepada Devina.

Tak begitu lama, taksi yang ditumpangi oleh Devina dan Lissa sampai di sebuah mall besar di tengah kota. Devina langsung membuka pintu mobil lalu keluar dari taksi di susul dengan Lissa yang langsung berlari keluar menuju mall meninggalkan Devina di belakang.

"Lissaa,,, pelan-pelan!" Teriak Devina karena kaget melihat anaknya langsung berlarian keluar. Baru saja diteriaki oleh mamanya, Lissa yang terlalu antusias hingga berlari, lupa untuk melihat ke arah depan. Anak perempuan itu ternyata terlalu senang sampai tidak melihat bahwa di depannya seorang pria sedang berdiri. Pria itu pun menoleh ke arah Devina yang barusan meneriaki anaknya itu.

"Aaaww,,," Pekik Lissa terjatuh ke jalan. Mulanya Lissa hanya terdiam setelah terjatuh. Tapi ketika ia melihat telapak tangan sedikit lecet, Lissa tak bisa lagi membendung air matanya. 'Ma,,, mama,,,, Aaaa,,"

"Aduh anak mama. Kamu gak papa, kan? Cup, cup, cup. Jangan nangis ya. Anak mama kan kuat masak jatuh dikit nangis sih." Devina dengan sigapnya berlari ke arah Lissa dan menggendongnya. Tak lupa pula ia melihat ke arah telapak tangan anaknya itu. "Hush,,, udah mama tiup. Jangan nangis lagi ya."

"Devina?!" Ucap pria itu ketika Devina menggendong Lissa. Nampaknya pria itu kenal dengan Devina. Sedangkan Devina yang sedang menenangkan Lissa, mau tak mau mendongkak melirik ke arah pria itu. Betapa terkejutnya dia ketika tahu siapa pria di depannya itu.

"Kamu?!"

1
meris dawati Sihombing
manggil ibu, atau mama sehhh..
rina banjarmasin
Luar biasa
Diah Anggraini
ka blm di lanjut ya
Diah Anggraini
ka
blm di lanjut ya
Diah Anggraini
blm di lanjut ya Ka
Diah Anggraini
ka blm di lanjut juga ya
Diah Anggraini
ka lanjutin donk
Diah Anggraini
bagus
Diah Anggraini
ka saya tunggu kelanjutan nya ya..
saya berharap devina sama Daniel jadian aja
Diah Anggraini
maachi ya Ka udah di lanjutin.. saya seneng deh bacanya
Muawanah
mampir nieh
Diah Anggraini
ka.. ko blm di lanjut
Diah Anggraini
ka..
blm di lanjut ya
Diah Anggraini
ka lanjut donk
Diah Anggraini
ka
blm di lanjut ya
Diah Anggraini
ka.. blm di lanjut ya
Diah Anggraini
ka blm di lanjut ya
Diah Anggraini
ka.. blm di lanjut ya
Bunda Anieta
kurang suka sm Devina krn sikap nya yg mudah ke hasut...tanpa pernah cari tau Raka tp dia percaya, smDaniel yg terus2n nolong dia dan anak nya sekali di bilang jelek sm Raka dia lgsg percaya dan berubah tanpa cari tau dl...harus nya di bikin pinter bukan nya kl udh gagal itu harus lebih teliti dan hati2 dlm bertindak...saran aja ya thor...aq lebih suka devina sm Daniel si udh ketauan tulus dr awal g ky Raka yg modus ngancurin dr awal
Diah Anggraini
ka blm di lanjut ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!