NovelToon NovelToon
Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Balas Dendam / Keluarga & Kasih Sayang / Detektif / Teen School/College / Romansa-Teen school / Masalah Pertumbuhan / Tamat
Popularitas:71.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tika77h

" Tanda tangani surat pengalihan perusahaan Wisesa Grup, kalau tidak mau, kalian semua akan kami siksa "Gertak Vera, ibu tiri Hardiansyah.
Dengan disaksikan istrinya Kiara, Hardiansyah menandatangani pernyataan penyerahan pengelolaan perusahaan.
Juna menantu Hardiansyah mendengar dibalik pintu baja, ia bersembunyi di lorong bersama Alissa istrinya yang baru melahirkan satu minggu.
Aruna Putri Permana yang baru berusia satu minggu dibawa Jono dan Isah, supir serta pengasuh setia keluarga Hardiansyah, mereka telah menunggu Juna yang lewat lorong di rumah kecil disebelah rumah utama sampai dua jam tak kunjung datang, sehingga mereka berpendapat kalau keluarga Hardiansyah telah dibunuh maka untuk menyelamatkan Aruna sebagai keturunan Wisesa, Jono dan Isah lari ke Jogja.
AFfandra cowok tampan anak Ferdiansyah harus pindah sekolah ke Jogja di SMA Aruna sekolah bahkan sekelas dengan Aruna.
Tasya, ikut pindah ke sekolah Ffandra dan sekelas dengan Ffandra juga Runa.
Penasaran? baca ya cerita ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika77h, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22 Di kira Arine

Siang itu baik Runa maupun bunda sama bapak bisa tertidur lelap, sedang Tasya menikmati mie instan rebus batan sendiri dengan gerabah kotor berserakan baik di meja makan sama di meja dapur.

" Biarin gerabah kotor, juga mangkuk sama gelas aku tinggal di meja makan," gerutu Tasya, ia betul betul sangat dongkol karena keluarga Pak Jono malahan terlihat mendukung hubungan Runa dengan Ffandra.

" Aku sudah memberitahu bu Isah kalau Ffandra miliknya, bahkan keluarga kedua belah pihak sudah sepakat untuk menikahkannya," Tasya ngomong sama Dani, Sesil juga Bu Isah beda beda, itulah makanya Runa jadi tanda tanya besar pada cerita Tasya ke Sesil.

Malampun tiba, Pak Jono mengajak jalan kaki keluar untuk cari makan yang tak jauh dari rumah, rumah makan sederhana cuman banyak yang datang, sengaja tidak mengajak Tasya, tetapi Aruna tetap tidak tega,

" Sya, mau cari makan cuman jalan kaki, hanya kamu mau enggak habis makanan kampung," diajak baik baik sama Aruna dia melengos, dan tak mau menjawab,

" Na, ditinggal saja, dibaiki juga sulit, harusnya kita bersikap bagaimana padanya," rasa dongkol di daadaa Ffandra yang telah bertumpuk tumpuk semakin ia males untuk peduli padanya, Ffandra dan Pak Jono berjalan bareng sedang Bunda menggandeng Aruna, agak lumayan jarak tempuhnya, sehingga sampai ke warung makan semua lauk pauk yang tersaji di meja besar menggugah selera makan.

" Sate ati sama empelanya enak," celethuk Ffandra.

" Warungnya sederhana tetapi konsumennya banyak," tandas Aruna,

" Mungkn karena murah," ucap Pak Jono.

" Tasya di belikan nasi bungkus siapa tahu dia mau memakannya," ucap Bunda.

" Iya bund, kita juga enggak kesalahan dengan memberi makanan," ucap Aruna, Ffandra diam menikmati nasi dengan lauk ala khas Jawa Tengah, bunda membayar dengan membeli gudeg dan lauk yang lain untuk makan besok.

" Bunda, besok untuk sarapan pagi bikn nasi goreng saja," pinta Aruna, Bunda mengangguk.

Sementara Tasya keluar membawa mobil untuk cari makanan, dia tahu empat orang masuk ke warung sederhana, dan rasanya enggan untuk berhenti, ia menuju gerai roti selera, setelah mengambil roti dan minuman, ia menju ke kasir.

" Mba, aku yang punya gerai roti ini, aku beri kartu namaku," Tasya tak ingin membayar.

" Mba, maaf ini kami hanya menjalankan tugas, tetap harus bayar, mas Ffandra sama orangtuanya juga tetap bayar kok," ucap kasir, Tasya mau ngotot saja sampai terjadi percecokan di kasir dan pelayan yang lain memanggil satpam.

" Mba kamu mobilnya buatan Eropa, masak harga roti itu cuman tidak ada 50 ribu tak mau bayar, apa lagi wanita cantik, apa tidak malu dengan pengunjung lain,"ucap Satpam.

" Maaf kalau enggak mau bayar keluar saja Mba, diluar Mba sedang ditunggu orang berseragam," kata Satpam

" Maksudnya apa Mas?" tanyanya.

" Mba keluar saja lebih jelas, aku tidak punya wewenang," Tasya keluar dengan terpaksa membayar roti, karena dari pagi ia hanya makan mie instan rebus, dan cemilan yang sengaja oleh Aruna di letakkan di toples beling di meja bale, batinnya menggerutu saat ia harus bayar roti dan minuman, apalagi orang orang pada bilang

" Cantik cantik beli roti enggak mau bayar, mobilnya saja merk Eropa tentu uangnya banyak," Tasya dongkol daadaanya sampai ia melotot pada mereka, dan wajah tak memliki rasa malu pun keluar.

" Anda namanya Tasya Rupa T?"

" Ya betul, ada apa pak," Tasya yang perutnya kosong bahkan dari tadi cacing cacing diperut lagi ngantri untuk di kasih makan.

" Sini aku yang bawa mobilmu," pria berseragam meminta kunci mobil dengan nada tegas, dengan tangan gemetar ia menyerahkannya.

" Mba duduk disebelah, silahkan sambil makan roti, perutmu dari tadi bunyi terus," ucap pria berseragam, karena Tasya benar benar lapar iapun menggigit roti sampai habis.

" Ini aku mau di bawa kemana?"

" Nah kesini mba," pria itu masuk ke halaman kantor polisi.

" Kok aku dibawa kesini kesalahanku apa?"

" Nanti kamu tahu kesalahan fatalmu, yang mencelakakan orang," tandas pria berseragam polisi yang menjemutnya, dan ia di bawa ke dalam, ditunjukkan kesalahannya, bukti nya belum ditunjukkan dan kebetulan pelanggarannya sudah masuk ke wilayah Jawa Tengah.

" Aku tidak terima, tuduhan ini fitnah, pak memang banyak orang yang iri melihatku sehingga banyak orang berusaha menfitnahku," cerocos Tasya tak bisa di jeda.

" Tetap kami menahan anda, karena anda salah."

" Itu fitnah," lengkingan suara Tasya menekakan telinga para abdi negara yang ada di ruang itu.

" Ingin tahu buktinya?" dan salah satu polisi menyetel video yang sudah dikirim pelapor, yang melaporkan empat orang pemlik mobil, hanya paman Jono yang tak melaporkan karena dicegah Aruna.

Sementara itu di rumah Aruna orang orang bertanya tanya kemana Tasya pergi karena sampai larut malam tak juga pulang tetapi mereka tak mau menghubunginya.

" Jangan di hubungi, toh ia sudah besar!" sergah Ffandra, mereka masuk ke kamar masing masing untuk beristirahat, dan mereka tak menggubris pada Tasya.

Tasya sendiri menghubungi Papanya Ffandra,

" Sya, maaf aku tak berani membantu kamu karena kamu jelas jelas bersalah, aku tak mau terlbat dalam hal ini, karena yang di rugikan tidak mau terima, harusnya kamu menghubungi orangtuamu, maaf ya jangan libatkan kami," suara papanya Ffandra disana.

Ia selama ada Tasya menjadi repot, kadang menjadi ribut dengan istrinya gara gara soal kecil.

" Mas, kamu tidak tegas pada orangtuanya, kalau saat itu kamu keberatan agar Tasya tidak di rumah kita, tdak menjadi seperti ini, kini malah anak kita yang ngalah tidak bersama kita," protes Mamanya Ffandra setiap ia kangen sama Ffandra yang masih butuh perhatian mereka.

" Kamu selalu menyalahkanku terus Ma, aku juga kesal dengan mereka," dan keributan ini yang akhirnya Ferdi mending berada di gerai roti atau ketempat usaha yang lain setelah jam kantor, pulang selalu larut malam.

Sebenarnya Tasya pernah mendengar keributan Ferdi dan istrinya, tetapi ia dalam hati malah semakin senang, bahkan Tasya berpikir tak baik pada pasangan suami istri itu,

" Hmmm, mereka kayanya akan mengakhiri rumah tangganya," batin Tasya.

****

Pagi hari Aruna sama Ffandra bersepeda ke kota berdua, keduanya tak memikirkan tentang Tasya.

" Sarapan dulu, biar semangat," pinta Bunda, mereka menuruti sarapan nasi goreng dengan minum air putih, juga makan buah.

Dan dengan menggunakan training mengayuh sepeda ke pusat kota yang mulai ramai dikunjungi orang karena hari Minggu.

Ffandra tak mau jauh jauh saat mengayuh sepeda dari Aruna, ia selalu ada di sebelahnya, apalagi setelah berada di kota Ffandra yang berharap Aruna membuka hati untuknya selalu di dekatnya sehingga orang yang lihat menganggap mereka sepasang kekasih.

Beda dengan Aruna, ia memang belum bisa memasukkan salah satu nama di hatinya ia hanya ingin menjalin persahabatan dulu, soal jodoh belum kepikiran, toh ia masih masih muda baru berumur 17 tahun, tapi ia sungguh belum ingin membelenggu hati dan otaknya dengan cinta.

" Pulangnya kita cari makan Na," Ffandra tak lagi meminta Aruna untuk membalas cintanya, ia tahu jawaban Runa tentu selalu sama.

" Ffand, aku belum bisa, aku tak mau sakit karena cinta, bla baa bla," Ffandra sudah tak lagi membicarakan lagi tentang love baik saat bareng kaya sekarang atau lewat pesan pesan, yang terpenting ia sebisa mungkin selalu memerhatikannya bahkan melindungi, dan lainnya.

" Haai Arine, jam berapa dari rumah kok sepagi ini sudah nyampai di setengah kota?" seru seorang cewek dengan keluarganya, Aruna bingung dapat pertanyaan sok akrab, apalagi pipinya sampai di cubit cubit segala.

" Arine si cowok satunya di kemanain, sudah ganti lagi nih," bisik cewek itu, Aruna bahkan Ffandra bengong, tapi Aruna lama lama nyahut juga biar cewek di depannya tak malu.

" Enggak kok, cowok yang mana?" sengaja ia tak menyebut namanya.

" Itu lho yang kulitnya tak seputih cowok ini, tamvaan juga kok," Ffandra hatinya bergemuruh mendengar Aruna bersama cowok lain, perih kaya diiris iris silet.

" Emmmm kini aku tahu kenapa Aruna tak mau menerima cintanya ternyata dia sudah punya cowok diam diam dibelakangku," batinnya, wajah Ffandra seketika menjadi panas, mungkin kalau a sempat ngaca warnanya memerah kaya kepiting rebus.

" Mba, namanya siapa?, nada suara Ffandra terdengar suara dengan sambil nahan getaran di dalam hatinya.

" Uuummm, Adeli," tangannya diulurkan pengin kenalan juga,

" Uuuummm, Ffandra," telapak tangannya sempat berkeringat dingin, sementara Aruna berusaha agar dia tak malu karena kecelik dikiranya Arine temannya, ia memposisikan sebagai Arine.

" Kamu SMA nya mana mba Adeli?"

" Lho masa apa dia enggak cerita, aku satu klas donk dengannya," tandas cewek bernama Adile.

" Abis aku juga baru kenal cewek disampingku, sehingga belum sempat tanya SMA nya," ucap Ffandra, akhirnya Adeli menyebutkan SMAnya, dan kini wajah Ffandra terasa aliran darah yang tadinya memanas sedikit demi sedikit bergerak mendingin.

" Tapi, ngomong ngomong kamu dengan cowoknya kaya bersaudara, kakaknya mungkin mays Ffandra ya," tandas Adeli, keduanya beradu mata, Ffandra kalau sempat beradu mata jantungnya kaya mau copot.

" Iya betul, saudara satu kakek," asal ngomong si Aruna padahal ia bohong.

" Emmmm kini aku jadi sering berbohong pada orang," gerutunya di hati.

" Adel, ayuk Mama mau jalan lagi ke depan," sambil tersenyum Mamanya dengan berucap,

" Arine, " sama tangannya mencubit tangan Aruna.

" Yuk aku duluan kesana," ajak Adeli, Aruna dengar omongan Mamanya sayup sayup karena bersamaan suara celotehan orang orang disekitarnya

" Kamu jangan kaya Arine lho, baru saja klas 10 beberapa bulan sudah ganti pacar lagi."

" Dia masih saudara kok Mam."

" Mama nasehatin kamu masih abg jangan pacaran dulu, kaya Arine, dia bisa kebablasen lho," jelas kata kata Mamanya karena mereka akhirnya berhenti di depan Runa sama Ffandra, mereka kayak sengaja biar Aruna jelas mendengarnya, cuman Aruna bertanya tanya tentang nama Arine yang mirip dengannya sampai Adeli teman satu kelas saja tak bisa membedakannya.

Rombongan empat cowok lewat di depan Aruna sama Ffandra, matanya terbelalak melihat Aruna, Ffandra langsung tanggap terus merengkuh pinggang Aruna, dan dia tak melepaskan tangan Ffandra yang melingkar di pinggang, sebab Aruna sedikit miris juga terutama pada salah satu cowok, yang mengepal tangannya kaya menahan marah ke Ffandra, sorot matanya saja menghujam tak bersahabat.

1
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄
....
Diana Taslim
good
Tika77h
biasanya begitu, yg pendiam jd bulian teman teman
aruna bodoh semakin diam semakin di bully karena di anggap lemah klu harus berani melawan jadi gregetan sama si aruna
Tika77h: terimakasih kasih komennya, beri komen serta like dari setiap Epesosode jangan lupa ya, juga likenya.
total 1 replies
rini wijayanti
semangaaat ....
Tika77h: makasih readerku, kasih comen di episode nya bu rin, kita bisa saling berchat tentang cerita di episode itu. thanks ya.
total 1 replies
Tika77h
karena mereka sedang dalam persembunyian di samping itu Vera tak ingin keluarga Hardiansyah muncul kembali di percaturan bisnis. Vera hanya ingin bahwa pewaris Wisesa adalah Vera, bukan dr keturunan Tari, ibu Hardiansyah.
Herawati Setiamiharja
knp juna n alisa ga mau jujur yaa.... kpd arine n alfin
SugaryHeaven
Terima kasih author...stelah baca chapter ini saya dapat ilmu baru lagi mantap.....
Tika77h: tengki comennya, semoga cerita ku bisa menghibur reader, selalu coment dan apapun coment nya yg penting untuk peningkatan karya, insya Allah, author suka saja
total 1 replies
Tika77h
terimakasih comennyya
Tika77h
hehehe, terimakasih komen nya,
Shinta Teja
jangan2 si fandra adik nya Aruna lagi...
Herawati Setiamiharja
lama2 ngebosenin.... ceritanya diulang2 terus
Herawati Setiamiharja
lama lama jenuh jg yaa ceritanya itu2 az
Tika77h: terimakasih koment yg bagus untuk peninhkstan tulisanku
total 1 replies
Tika77h
kann kaget, orang sejak kecil tahu nya orang tua kandung nya Jono sama Isah, seketika hrs ngakuin Alissya sm Juna, ya hati nya kacau dan perlu proses, apalagi selama 17 thn tdk pernah mengenal nya, dgn tiba tiba datang langsung bilang orang tua kandung, tentu yg oleng dan terluka tdk hanya aruna tp nenek Sanif juga keluarga Jono dan Isah, krn tahunya Aruna anak Jono dan Isah.
Aruna sama Ferdi dan Mia, di mulai dgn keakraban sm Jono dan isah, juga Ffamdra, sehingga hati nya sudah tertata, bahkan sebelum ketemu Juna sama Alissa, Aruna tidak tahu kalau mereka masih saudara.
Herawati Setiamiharja
kok sifat aruna jelek bgt yaa.... ke tasya az dia mau maafin n mau nrima laaahh ini ke org yg lbh tua kok ga mau nrima
Tika77h: thanks you Mba Herawati, komen nya, aku suka banget pd komen komen kyk mba Hera, aku jd sll nyambung.
total 1 replies
Tika77h
hahaha, habis orang pasrah ya gitu biasanya kok, apalagi merasa hidup sendiri, sebrlum hati runa mrngakui pd Alissa dan Juna sbg orang tua kandung.
Herawati Setiamiharja
aahhh lebay bgt seh si aruna. apa iya ada org sebaik aruna. masa seh aruna mendiamkan sj tasya yh sdh menduplikatkan kunci kamar rumahnya aruna. itukan tindak pidana. ya thor jgn spt sinetron dong..... lembek bgt aruna nya
adalahdarling
Ceritanya bagus, kok, thor. Jangan lupa perhatiin tanda baca ya, hehe.. Fighting fighting kakak author‾
Tika77h: aku suka pada komen komen readerku, semua tentu untuk perbaikan penulisanku, dan aku trntu bersha mematuhi aturan, terutama pd penyusunan kalimat maupun tanda baca. cuman tsnda baca pd dialog atau chat, telfon aku masih belum percaya diri, artinya betulkah tanda baca untuk chat dsb benar pd penulisanku, klo reader ada yg tahu. Hehehe.
total 2 replies
margoandme
Aku kepo banget lanjutannya gimana Thor! Plis jangan lama-lama ya!
Tika77h: Iya nih, sdah ngapdate lagi barusan, semoga seneng baca karya karya ku, biar aku sll semangat berkarya, selamat ngebaca!
total 1 replies
Prasetya Wibowo
makasih Thor udah up lagi makin seruu ceritanya
Tika77h: aku jadi semangat buat cerita, dan semoga cerita ku bisa menghibur .
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!