Elden Caster. Pengusaha sebuah Group Imperial terbesar di negaranya, pria yang terkesan dingin, dan juga menyeramkan. Hingga suatu saat, hatinya yang dingin itu mencair ketika bertemu dengan seorang gadis. Siapakah gadis itu? Hingga mampu membuat orang yang terkenal kejam dapat luluh dengan mudahnya. Temukan jawabannya di 'Dont Give Me Hope!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyushine / Widi Az Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dont Give Me Hope Bagian 22
"Untuk segalanya." Gumam EL
"Yang berlalu biarlah berlalu. Dari pada sibuk memusingkan masa lalu, bukankah lebih baik memikirkan masa depan?" Timpal Ashley seraya menyimpan gelas susu tersebut di atas nakas.
"Astaga, ternyata kau sudah tidak sabar ya menjalani masa depan bersamaku." Godanya seraya mencolek dagu gadis tersebut.
"Tuan Caster, jika tidak ada hal penting lagi, sebaiknya anda segera keluar dari kamar ini, karena aku lelah, dan ingin beristirahat." Titahnya yang kemudian membaringkan tubuhnya.
Tidak mendengar perintah darinya, dengan inisiatifnya, EL langsung berbaring di sisi gadis tersebut. Terkejut akan sikapnya, lekas membuat Ashley bangun.
"Apa yang kau lakukan? Aku kan memintamu untuk keluar." Tuturnya seraya mendorong-dorong tubuh EL. Lalu, pria itu memegang pergelangan tangan gadisnya, dan menarik dia ke dalam dekapannya, hingga membuat gadis itu pun kembali berbaring.
"Kau tidak berhak mengusirku dari kamar ini nona Francia. Villa ini milikku, dan mau dimana aku berada, itu hakku."
"Tapi, kita tidak boleh seperti ini."
"Kenapa tidak boleh? Kita hanya tidur, dan tidak melakukan hal yang lainnya. Ah, atau kau ingin hal yang lebih terjadi ya? Tidak ku sangka, ternyata fikiranmu sangat mesum."
"Aku tidak memikirkan apapun."
"Baguslah. Yasudah, selamat tidur." EL mematikan lampu tidurnya yang berada di dekatnya, setelah itu ia kembali memeluk gadisnya.
Hari semakin larut, dan sampai saat itu, Ashley masih belum memejamkan matanya. Ingin rasanya melepaskan dekapan pria itu, namun dekapan tersebut terasa sangat erat.
Tidak pernah terbayang sedikit pun olehnya jika hal seperti ini akan terjadi padanya. Pertama kali bertemu dengannya sebagai Elden, Ashley begitu membencinya, dan siapa sangka jika orang tersebut adalah orang yang selama ini ia tunggu.
"Erian, maksudku EL. Kau sudah benar-benar terlelap ya?" Bisik gadis itu.
"Ada apa?" Gumamnya yang masih memejamkan matanya.
"Tidak jadi."
"Tidurlah. Ini sudah sangat malam, dan tidak perlu memikirkan apapun. Jika kau tidak tidur, aku takut akan menyerangmu nanti."
"Aku segera tidur." EL kembali mendekapnya, dan Ashley mulai memejamkan matanya secara perlahan.
Matahari telah kembali. Saat itu keduanya masih enggan untuk membuka matanya. Kini, Ashley tidur membelakangi pria tersebut, dan EL yang menyadari jika gadisnya tidak berada dalam dekapannya, ia pun membuka matanya, dan kembali memeluknya dari belakang.
Merasakan sebuah tangan melingkar di tubuhnya, lekas membuat Ashley membuka matanya. Dia baru ingat, jika semalam dirinya tidur bersama dengannya.
"Selamat pagi." Gumam EL dengan suara seraknya, dan gadis itu segera membalikkan tubuhnya.
"EL, Diane menandatangani kontrak untuk sebuah film, dia ingin aku yang menjadi penata riasnya disana, dan proses syuting akan di lakukan di Swiss."
"Aku tidak mengizinkanmu pergi." Sahut EL yang masih enggan membuka matanya.
"Tapi, aku sudah menyetujuinya. Lagi pula, kau kan tahu jika ini merupakan hal yang aku suka." Gerutu Ashley yang membuat Elden langsung menghela nafasnya.
"Baiklah kau boleh pergi. Tapi, dengan satu syarat."
"Apa?" Ashley mulai bertanya-tanya, dan Elden menyunggingkan senyum jahatnya.
"Menjadi pasanganku di pesta ulang tahun perusahaan malam ini."
"Hanya itu?" Sahut Ashley, dan pria itu mengangguk pelan. "Baiklah, aku akan datang bersamamu." Lanjutnya lagi, kemudian membuat pria tersebut memeluknya seraya menyunggingkan sebuah senyuman yang mencurigakan.
•••
Malam telah tiba. Saat itu, Ashley masih belum keluar dari dalam kamarnya, ia bahkan mengunci kamar tersebut agar Elden tidak masuk sembarangan.
Dengan gusar pria itu menunggunya, namun gadis tersebut terus berkata hampir selesai. Acara juga sudah hampir dimulai, meski tak masalah ia datang terlambat, namun itu tidak akan menyenangkan.
Pintu kamar terbuka, Elden yang sedang memunggungi kamar tersebut pun langsung berbalik ketika mendengar suara decitan yang berasal dari pintu.
Ashley keluar dari sana menggunakan dress birumuda dengan sebuah crown berukuran mini yang ia selipkan di riasan rambutnya, dan di tambah dengan high heels berwarna soft pinknya.
Tampilan Ashley kali ini sungguh memukau, dan terlihat begitu elegant. Elden yang melihatnya pun tak mampu mengalihkan pandangannya.
"Kenapa diam saja? Bukankah tadi kau bilang sudah hampir terlambat?" Sahut Ashley seraya melambaikan tangannya di hadapan wajah pria tersebut.
"A-ah kau benar. Ayo berangkat." Tuturnya yang langsung berjalan menuju garasinya, dan tanpa di sadari, wajah Elden terlihat memerah pada saat itu.
Bersambung ...
Aku tunggu kedatangan kk di karya aku ya
"Kamu matahari dan aku bulan" dan
"Siren or Human"
Semangat🥰
readermu rindu akan ceritamu thor,,,, 🤗🤗🤗