Ch.1-107 Arc 1 : Amanat Sang Raja Racun✓
Ch.108-200 Arc 2 : Rencana Besar✓
--
Vian Matawijaksana, seorang Tuan muda dari keluarga konglomerat terpandang. Merasa bosan karena merasa telah memiliki segalanya.
Seorang pemuda yang bahkan belum berusia 18 tahun, pandai dalam hampir segala bidang.
Vian merasa dunia tempat dia tinggal saat ini sangat kecil dan membosankan.
Sampai suatu hari, pemuda itu menemukan berita tentang game Martial Art's Online yang baru saja rilis pada kala itu.
Sebuah Game yang awalnya dia anggap sebuah pelampiasan dan pelarian dari kehidupan di dunia nyata, namun perlahan, game tersebut ternyata akan merubah dirinya dan dunia nyata, ke arah yang tidak pernah terduga sama sekali.
*Memiliki unsur overpower yang berlebihan (katanya)
--
Gabungan Genre Rpg.lit x Xuanhuan
Terinspirasi dari shujinkouron
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.22 Disergap oleh Empat Assasin
"Siapa kalian!? Keluarlah!" Seru Wu Ming sambil mengarahkan serangganya memeriksa sekitar.
Empat sosok segera muncul mengelilingi Wu Ming, Shu dan Linlin.
Pakaian Empat sosok tersebut sangat tertutup dan memakai masker untuk menutupi identitasnya.
"Wah-wah, seperti yang kuduga melawan Alchemist racun memang sangat merepotkan. Serangga-seranggamu itu sangat merepotkan walaupun tidak terlalu beracun." Ucap Assasin Pria dengan tenang.
"Siapa kalian dan apa yang kalian inginkan?" Ucap Shu menatap tajam pada Assasin disekelilingnya.
"Kami dari Sekte Harimau Putih ditugaskan oleh Patriark untuk membunuh Putri Linlin. Aku harap kalian tidak menghalangi kami dan segera pergi selama aku tidak berubah pikiran." Ucap Pria Assasin tersebut dengan nada sinis.
"Tuan..." Linlin menjadi sangat takut bahwa Wu Ming dan Shu akan menyerahkannya dari pada melawan Empat Assasin Misterius ini.
"Tenanglah Linlin, tidak akan kubiarkan mereka menyakitimu." Ucap Wu Ming tersenyum lembut.
"Terima kasih Tuan." Linlin menjadi tenang dan berusaha membantu Shu dan Wu Ming menghadapi Assasin dihadapan mereka.
Meskipun Linlin selalu berada di Sektenya sebelum pergi ke Desa Pemula untuk merekrut anggota berbakat, Linlin sudah menguasai beberapa Ilmu Bela Diri sekte terutama jurus Api Phoenix Sekte mereka.
Linlin memiliki Lv 35 namun statusnya setara dengan Pemain tanpa Job Lv45 karena dirinya memiliki garis keturunan Phoenix.
"Hahaha, dasar bodoh, kalian lebih memilih mati bodoh dari pada pergi dari sini dengan tubuh utuh." Ucap Assasin Wanita dengan dingin.
"Kalianlah yang akan menyesal karena telah berusaha membunuhku!" Seru Linlin menatap tajam para Assasin.
"Tidak perlu banyak bicara lagi, mari kita selesaikan misi kita." Assasin Paruh Baya langsung melemparkan Pisau ke arah Linlin.
Shu menangkap Pisau itu dan melemparkannya kembali ke Assasin Paruh Baya, Assasin lainnya ikut bergerak.
Assasin Gadis kecil dan Assasin Pria menghadapi Wu Ming, sedangkan Assasin Paruh Baya dan Assasin Wanita menghadapi Shu bersama Linlin.
Assasin Gadis kecil adalah pengguna dua belati, dia menyerang Wu Ming dari jarak dekat sedangkan Assasin Pria ahli dalam menanam jebakan.
Wu Ming kesulitan menghindari serangan Assasin Gadis kecil dan menerima beberapa luka sayatan ditubuhnya.
"Dia lebih cepat daripada Shu." Gumam Wu Ming sambil memegangi luka sayatan di pundaknya.
Wu Ming melirik Assasin Pria yang selama ini terus berpindah tempat dan melemparkan jebakan disekitar Wu Ming.
Wu Ming segera mengambil Tongkat Tujuh Racun dan menggunakan Skill. "Poison Doll! Insecticide!"
-
[Skill Summon[Poison Doll]
Memanggil boneka beracun yang dapat dikendalikan jarak jauh.
MP: Tergantung jenis Boneka yang dipanggil.
[Boneka Warga Lv1]
HP: 100
Damage: 10-30
MP: 20/Menit
-
[Skill Summon [Insecticide]
Memanggil sejumlah serangga beracun menggunakan Mana.
MP: Tergantung jenis serangga.
CD: Tidak ada.
[Serangga Beracun Lv5]
HP: 50
Damage : 50-100 [Racun Lv1]
Racun Lv1 [1HP/detik]
MP: 20
-
Level Produksi Wu Ming masih Level 2 membuatnya hanya dapat memanggil Boneka dan Serangga beracun paling lemah, namun itu cukup untuk menjalankan rencananya.
Wu Ming memanggil lima Boneka Kayu dan Belasan serangga beracun.
"Heh! Apa yang kau dapat lakukan dengan pasukan lemah itu?" Assasin Pria tertawa keras melihat Wu Ming hanya memanggil Boneka dan Serangga yang bahkan bisa mereka bunuh dengan satu jari.
Boneka-boneka Wu Ming berlari mengelilingi Wu Ming membuat wajah Assasin Pria memburuk.
"Ai! Hentikan boneka itu! Dia bisa merusak jebakanku." Assasin Pria segera maju menyerang Boneka Kayu Wu Ming namun tidak bisa menghentikan semuanya.
Wu Ming mengambil tombak dan menyerang Assasin Pria yang tidak ahli dalam pertarungan jarak dekat selama Assasin Gadis kecil mengurus Boneka Kayu Wu Ming lainnya.
"Sial, sial, sial! Kenapa dia bisa menggunakan Tombak!?" Ucap geram Assasin Pria sambil memegangi lengannya yang terkena serangan Wu Ming.
Wu Ming tidak membiarkan Assasin Pria mengambil jarak darinya, Wu Ming terus mengejar Assasin Pria sampai dia merasakan bahaya dari arah belakangnya.
"Cih, dia sangat cepat." Wu Ming berbalik dan langsung menyambut serangan Assasin Gadis dengan tombaknya.
Wu Ming dan Assasin Gadis kembali bertukar serangan, kali ini Wu Ming tidak membiarkan Assasin Gadis itu mendekatinya membuat pertarungan keduanya berimbang.
Disisi lain Shu sedang menghadapi Assasin Pria paruh baya dan Assasin Wanita sambil melindungi Linlin.
Linlin membantu Shu dengan menyerang menggunakan Api Phoenix membuat Assasin Wanita ataupun Assasin Paruh baya tidak bisa menyerang Shu bersama-sama.
"Ri, cepat bunuh gadis itu sebelum ada orang lain yang datang." Seru Assasin Paruh baya yang bernama Baoyu.
"Aku tau! Tapi pria ini tidak membiarkanku!" Balas Ao Richa dengan kesal.
"Pergilah sekarang sebelum ku gunakan Skill yang akan membuat kalian menyesal karena telah memilih kami sebagai musuh." Ucap Shu dingin namun nafasnya terputus-putus karena terlalu banyak terkena serangan Kedua Assasin di hadapannya saat melindungi Linlin.
"Heh! Melihat kondisimu sekarang akan sangat bodoh bagi kami jika memilih mundur setelah semua ini." Balas Baoyu tersenyum dingin, dia memiliki kecepatan yang lebih rendah dari Shu namun berkat pengalamannya, pergerakan Shu dapat ditebak dengan mudah.
"Cih, kalian yang memaksa! Devil Samurai Transform!" Tubuh Shu segera di penuhi oleh aura merah darah, Topeng iblis tiba-tiba muncul menutupi wajah Shu.
"Dia... Apa Job yang dia miliki?" Ucap Assasin Wanita dengan waspada.
"Ini akan menjadi merepotkan, Ri bantu aku menghadapinya." Baoyu langsung menyerang Shu menggunakan Pedang lenturnya, serangan pedang lentur Baoyu sangat cepat sampai tidak bisa dilihat oleh mata telanjang.
Shu menghilang dari pandangan sebelum muncul di belakang Baoyu dan melancarkan tebasan di punggung Baoyu.
Klang!
Shu terkejut karena punggung Baoyu sangat keras dan langsung mengetahui Baoyu menggunakan perisai baja di pundaknya untuk mengantisipasi kejadian ini.
Baoyu kembali menyerang Shu namun Shu bergerak sangat cepat sampai Pedang Lentur Baoyu terlihat sangat lambat.
Tubuh Baoyu segera penuh dengan luka tebasan Shu yang beracun, namun Baoyu seperti tidak terpengaruh sama sekali akan racun Shu dan terus menyibukan Shu menggunakan Skill-skillnya.
"Ri! Serang Linlin sekarang." Seru Baoyu selagi menyibukan Shu.
Ao Richa langsung bergerak menyerang Linlin menggunakan cambuknya yang dilapisi racun.
pliss dijawab/Frown/
hmmmm... 😩😩😩😩😩😩😩