sejatinya tidak ada wanita manapun yang mau dimadu,
Nadila Fitria seorang janda yang terpaksa harus menikahi sahabat mendiang suaminya untuk menutupi rasa malu keluarga,
Dan Galang Hendriansyah harus menutupi pernikahan sirinya dengan Nadila demi bisa melanjutkan rencana pernikahannya dengan Alika Pratiwi,
Rasa bersalah Galang atas kematian sahabatnya yang spontan menyelamatkan nyawanya membuatnya dilema,
sanggupkah Galang bersikap adil, karena sejatinya tidak ada yang dapat menimbang keadilan itu,
sanggupkah Dila merebut hati suami siri nya itu,dan bagaimana sikap alika jika tahu dirinya ternyata istri kedua meskipun hanya pernikahannya yang dilegalkan,,,,
akankah mereka mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupannya
***masih tahap revisi ya guys****
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariska raza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tak bertulang
"apa yang kamu lakukan....."suara Alika terdengar begitu lantang
"aku ingin memelukmu sayang,,,,"
"aku tidak ingin kau menyentuhku....pergi"
"maaf... apakah sudah tidak ada ampunan untukku"
Alika terus berusaha melepaskan diri dari Kungkungan laki-laki didepannya tapi tetap saja sulit,dipalingkan wajahnya kesisi kanan.
diciumnya seluruh wajah cantik itu dilihatnya perlahan air mata ikut menetes dari sudut matanya, diusapnya lembut bulir itu lalu diciumnya kedua kelopak mata wanita cantik di hadapannya
"maaf membuatmu menunggu...maaf sudah membuatmu kecewa"terus diciumnya wajah itu tapi tak ada respon dari empunya wajah.lalu perlahan disesapnya bibir dengan perona merah muda itu....tetep tak berbalas hingga ia sekali lagi berujar "maaf"
sekuat tenaga didorongnya tubuh kokoh dihadapannya itu hingga hampir terjungkal ke belakang
"jangan menyentuhku jika terpaksa,aku tidak akan memberikan tubuhku untuk orang yang pura-pura bersikap manis di depanku"ia bangkit dan hendak berjalan ke luar, belum dua langkah dia berjalan tangannya dipegang erat oleh laki-laki itu.dia berjongkok di depan Alika sambil memegang kedua tangan wanita itu
"apakah kamu tidak ingin mendengar penjelasan ku" alika menggeleng "sayang... bahkan kamu juga bisa merasakan setiap didekatmu benda tak bertulang ini pasti menegang, apakah kau pikir aku tidak tersiksa..."Alika tak bergeming mendengar ocehannya bahkan ia masih memalingkan wajahnya
"aku takut menyakiti mu sayang...." tidak mungkin dia berani mengatakan yang sebenarnya
"cukup mas kau membuatku seperti wanita yang tidak tahu diri,kau membuatku merutuki tubuhku"
"aku minta maaf sayang, tolong maafkan aku... kalau kamu tidak mau memaafkan ku maka aku akan tetap diposisi ini"dia menopang tubuhnya dengan kedua kaki ditekuk kebelakang tapi tangannya tetap memegang rrat tangan Alika
"silakan...."Alika mencoba melepaskan tangannya tapi tetap tidak bisa "mas kamu menyakitiku... lepaskan" tangannya terlepas tapi justru tubuhnya yang digendong oleh suaminya itu dibawanya ke atas ranjang
diciumnya lagi wajah itu,,,,tak mendapat penolakan lalu diciumnya bibir itu, disesapnya lalu digigit kecil bibir itu agar sedikit terbuka setelahnya dijelajahinya dengan bibir dan lidahnya cukup lama hingga ia merasa Alika sedikit kesusahan bernafas lalu dilepaskannya pagutannya.... dibisikkan ditelinga Alika"aku sangat mencintaimu sayang, maukah menjalankan ibadah dengan ku"
anggukan kepala Alika membuat Galang yang sudah menahan diri selama ini akhirnya memberanikan diri melakukannya ditepisnya jauh-jauh rasa bersalah itu.lalu dilumatnya lagi bibir Alika kali ini ia mendapat balasan, Alika juga ikut mentautkan lidahnya dengan lidah suaminya
tangan Galang sudah berada di gundukan gunung kembar istrinya itu, dilepaskannya baju yang membingkai tubuh indah sang istri ,nampak sekarang tubuh bagian atas istrinya itu lalu diremasnya hingga desa#han lolos dari bibir yang sedang berpagutan itu.dilepaskannya pagutan bibir dengan istrinya lalu ia beralih ke sumber sesapan didua gunung kembar itu,
.......................
hari sudah beranjak sore pasangan yang tengah tenggelam dalam indahnya surga dunia itu masih berbaring lelah diatas ranjang.menyelimuti tubuh polosnya dengan selimut
"sayang terimakasih ya..... maafkan aku yang beberapa hari ini mengabaikan mu"diusapnya lembut pipi mulus istrinya itu
"jangan dibahas lagi....aku lapar apa mas tidak lapar?"
"aku lapar dan makanan ku ada dihadapan ku sekarang"seraya tersenyum nakal kearah istrinya
"iiiiihhh gak ya aku mau makan berat" lalu beranjak bangkit belum lagi ia berdiri ia sudah meringis kesakitan di bagian inti bawahnya "aaaaakkkhh"
Galang yang melihat istrinya kesakitan akhirnya menggendongnya
"maaf sayang aku menyakiti mu....."
"cukup mas jangan katakan maaf lagi...."
ni sedang rilis baru "BUKAN SEKEDAR WANITA SIMPANAN" lanjut baca ya kak