Aisyah adalah wanita yang sudah menikah namun pernikahan nya gagal di tengah jalan hanya karena dia mengindap penyakit yang mematikan sehingga dia memilih untuk pergi.
saat dia sendiri datang lah seseorang yang selalu ada di sampingnya , meski pria ini lebih muda dari nya.
kebenaran terungkap saat Aisyah di nyatakan sembuh namun hatinya mulai berubah, siapa yang akan di pilih Aisyah, akan kah dia kembali pada suaminya atau dia malah memilih pria lain yang berada disampingnya saat ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hafni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cinta tak pernah salah
Fahri menelpon Aida ingin mencari tahu keberadaan nya.
" hallo Aida , kamu dimana ?"
" tumben kamu mencari ku Fahri , aku pindah rumah sama suami ku dan Aisyah"
" ya emang di mana ? boleh aku kesana ?"
" boleh "
jawab Aida dengan singkat dan Aida mengirim kan alamat nya.
" aku ingin lihat ekspresi wajah mas Yusuf saat bertemu dengan Fahri, pasti bakalan seru nih "
gumam Aisyah sambil tersenyum sinis sendiri.
" akhirnya siap juga kita beres beres sayang , coba aja kalau kita bisa punya seorang anak di rumah ini pasti gak akan sunyi kan ?"
" kan masih ada kesempatan untuk tahun depan kita punya anak mas "
kata Aida yang tiba-tiba berada diantara Yusuf dan Aisyah.
" i...i..ya mas ,Aida benar "
jawab Aisyah agak gugup.
" bentar ya mas , Aisyah buatkan minum untuk kalian "
" iya , makasih sayang "
Aisyah pun kebelakang buat air teh untuk mereka bertiga.
" assalamualaikum "
ada yang memberi salam.
" wa'alaikumsalam , biar aku saja mas yang membuka pintu nya "
kata Aida sambil bangun dan menuju ke pintu.
" Fahri ? masuk lah "
" iya makasih, selamat ya atas kepindahan rumahnya "
" iya masuk lah"
Fahri pun masuk dan melihat Yusuf yang duduk di sofa
" apa kamu akan berdiri terus dia situ ?"
tanya Yusuf dengan santai.
" begini cara kamu menyambut tamu Yusuf ?"
Aida melihat ekspresi perang di wajah kedua pria ini tiba tiba Aisyah pun muncul dengan membawa tiga cangkir teh. dan melihat Fahri membuat Aisyah tidak nyaman.
" duduk lah Fahri ?"
kata Aida.
Aisyah dan Fahri pun saling bertatapan mata namun Aida menyadarkan Aisyah bahwa minum nya kurang satu.
" Aisyah minum nya kurang satu "
" oh maaf , Fahri minum saja punya ku "
mendengar kata-kata itu dari Aisyah Yusuf semakin kesal sehingga menyodorkan minuman punya dirinya untuk Fahri.
" minum punyaku saja, biar aku dan Aisyah membagi minuman segelas berdua, bukankah saling berbagi dengan istri sendiri akan mendapatkan pahala "
" iya mas Yusuf benar"
jawab Aisyah.
Aida yang berada diantara mereka pun merasa sedih karena dia selalu tak pernah dianggap oleh Yusuf.
" aku kebelakang dulu ya ?"
kata Aida dengan ekspresi wajah yang sedih.
" mas , ngobrol lah dulu dengan Fahri ya, Aisyah ingin kebelakang juga "
Yusuf hanya mengangguk.
" sampai kapan aku harus hidup dalam bayangan suami ku sendiri "
ucap Aida sendiri sambil menangis. Aisyah merasa kasian pada Aida ," mungkinkah cinta Aida ke mas Yusuf lebih besar dari pada cinta ku pada mas Yusuf ?"
bisik Aisyah dalam hati.
" kenapa kamu selalu datang pada kami ?!"
tanya Yusuf dengan kesal.
" apa aku tidak boleh bersilaturahmi ?"
"kamu tidak pernah dianggap oleh istri ku, jadi jangan banyak berharap!"
" kurasa kamu belum begitu mengenal istrimu Yusuf"
" apa maksudnya Fahri, jadi kamu mau bilang kalau kamu lebih tau Aisyah di banding kan aku suaminya ? hah jangan membuat mual dengan omongan mu itu Fahri, karena lebih dulu mengenal istri ku di bandingkan kamu !"
" Aida , aku minta maaf ya jika sikap kami membuat mu sakit hati"
" kenapa kamu minta maaf Aisyah? bukannya ini yang kamu inginkan?"
" tidak Aida ,aku ingin kalian bersama malam ini "
" hah, lucu sekali ya , jelas jelas kalau mas Yusuf tidak bisa menerima ku bagaimana mungkin dia mau meniduri ku ?"
" aku akan membantu mu Aida "
tengaskan Aisyah pada Aida , kalau Aisyah akan membantu Aida mendapatkan mas Yusuf..
bersambung...