Menikah hal yang tidak pernah terbesit dalam benak Elvira Nararya, seorang CEO bernama Khuza Gautama mengambilnya sebagai teman hidup karena inside pemerkosaan, alasan yang mendasar Khuza ingin menikahi Elvira adalah untuk menutupi aib perusahaan.
Namun seiring berjalannya waktu, Elvira akhirnya tahu bahwa semuanya hanyalah sandiwara, Khuza memperkosanya karena ingin mendapatkan keturunan, sebab kekasihnya yang berstatus model terkenal itu tidak ingin mengandung dan merusak penampilannya.
Elvira yang sudah tahu kebenarannya diam-diam mengikuti sandiwara mereka dan berpura-pura tidak tahu apa-apa tentang hidupnya yang hanya di jadikan taming, lebih tepatnya alat untuk mendapatkan keturunan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hildayanti intan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
membuat Melodi Cemburu
"Elvi..?" Lirih Khuza.
"Iya kak".
"Sial.. mengapa sekarang aku ingin sekali mencium-nya, bahkan aku merindukan erangan-nya yang memanggil nama ku dengan suara seksinya". Batin Khuza.
"Hmm kau... kau sangat cantik sayang". Khuza meraih pinggang Istri-nya lalu memberikan satu kecupan di bibirnya.
"Kak jangan mencium ku dulu, nanti make up ku berantakan".
"Salah sendiri Menggoda ku".
"Hah!, Siapa yang menggoda kakak, kakak sendiri yang datang memeluk ku". Sebal Elvi.
"Ha-ha-ha iya kakak cuma bercanda kok, jangan sebal lagi kamu cantik tau nggak, nanti jangan jauh-jauh oke". Mereka berjalan beriringan dari dalam kamar menuju mobil.
Yirus yang melihat hal itu sedikit bahagia namun juga merasa kasian pada Elvi, Yirus tau Sangat tau bahwa Khuza hanya bersandiwara saja.
"Silakan tuan dan Nyonya Elvi". Yirus membuka pintu untuk mereka.
"Trimakasih Yirus". Ucap Elvi dengan senyuman, meskipun usia mereka sangat jauh namun Yirus tetap ingin Elvi memanggilnya dengan biasa, layaknya atasan dan bawahan, meskipun Yirus sendiri adalah tangan kanan Khuza yang sudah di anggap paman.
Mobil tiba di balai Kartini.
Khuza turun dari atas mobil sembari menggandeng dan membantu Istrinya turun dari atas mobil.. deretan Kamara mulai mengarah kepada mereka, Elvi sedikit risih dengan hal itu namun berusaha tetap tenang.
"Santai saja sayang, aku ada di sisi mu". Entah itu sandiwara yang Khuza buat di hadapan paparasi agar terlihat mesra dengan Elvi, ataukah memang ia tulus.
"Hmm maafkan aku kak, aku hanya tidak terbiasa dengan kamera". Bisik Elvi yang berada di dalam dekapan suami-nya.
"Kau akan segera terbiasa sayang.. ayo kita masuk melangkah pelan-pelan saja".
Mereka berdua masuk ke dalam gedung, beruntung parasi yang seperti tawon itu tidak sampai masuk ke dalam gedung, hanya beberapa kamera siaran langsung saja yang ada disana.
Tidak lama acara pun segera di mulai, deretan model dengan perhiasan menjuntai dipergelangan tangan, jari tangan, leher, junga telinga mereka pamerkan semua yang mereka punya, Sangat cantik dan elegan.
Dengan sikap manja Elvi menyentuh tangan suami-nya yang melingkar sempurna di pinggang-nya, tidak ada waktu lagi untuk malu-malu, Elvi harus berani menampakkan kepada media kemesraanya bersama Khuza, Elvi hanya memiliki beberapa bulan dari sekarang dan jika sikapnya masih polos dan biasa maka rencananya akan berantakan.
Khuza merasakan sedikit getaran di tubuh-nya saat Elvi dengan gelagat manja dalam pelukan-nya, Khuza melihat banyak perubahan pada diri tIstrinya, wajah yang selama ini tunduk dan enggan untuk di lihat kini mulai pede, Elvi bahkan tidak segan-segan untuk memamerkan kemesraan mereka di depan umum, hal yang membuat Melodi panas seketika Melihat kemesraan itu.
"Sial, ****** itu sekarang sudah sangat berani ternyata, jika kau tahu suami mu hanya berpura-pura maka kau pasti akan sangat malu dasar tidak tahu diri". beribu umpatan yang Melodi lontar kan pada Elvi.
"Mari kita bersaing Melodi, dan kita lihat sampai sejauh mana kau akan menahan rasa sakit di permainkan!" Batin Elvi
Mereka duduk di meja tamu VVIP yang telah di persiapkan tidak jauh dari tempat dimana melodi duduk, tentu Khuza dan Melodi sudah mempersiapkan ini Semua untuk mengatur rencana.
"Aduh sayang jangan nendang-nendang mama ya". Sedikit berakting Elvi mengelus perutnya berpura-pura bahwa anaknya menendang.
"Ada apa El?".
"Nggak tahu nih kak, tiba-tiba Deby Nya nendang-nendang gitu".
Khuza mengulurkan tangan-nya menjamah perut Elvi dengan lembut, meskipun Elvi tahu Khuza sangat tersiksa, wajah-nya sedikit kaku, tangan-nya juga bergetar menyentuh perut Elvi, mungkin itu karena ada Melodi yang memperhatikan mereka, entahlah mungkin saja pertentangan batin tengah terjadi dalam diri Khuza dan mungkin dia meresa bersalah atau entalah hanya dia yang mengetahui semuanya.
"Jagoan papa lagi main ya di sana, perut mama sampai Sakit loh karena ulah mu, diam-diam ya papa nggak tega lihat mama kesakitan". Sungguh Elvi sangat terharu mendengar ucapan Khuza.
"Iya pa, aku kan anak pintar". Elvi menirukan suara anak kecil, yang sukses membuat Khuza terseyum.
"Kak? Wajah kakak pucat juga berkeringat, kakak sakit?". Dengan lembut Elvi menyeka keringat di pelipis Khuza, hal itu sukses membuat Melodi terbakar amarah, sama seperti Khuza tubuh-nya bergetar hanya karena sentuhan Elvi.
"Aku baik-baik saja El, mungkin AC nya saja yang kurang dingin".
"Ah begitu ya kak". Elvi terseyum, dia sendiri tahu sebenarnya Khuza sedang bersiteru dengan perasaann-ya.
"Hmm aku tinggal sebentar ke toilet ya, nggak pa-pa kan?".
"Nggak pa-pa kak".
Selanjutnya Khuza segera pergi ke toilet setelah mendapat kode dari Melodi Lewat sorotan matanya, jelas Elvi tahu akan hal itu karena diam-diam dia melihatnya sendiri, dan benar saja setelah kepergian Khuza ke toilet Melodi juga ikut bangkit dari tempatnya menuju toilet.
"Aku tidak boleh menyerah, rencana ini harus berjalan !". Batin Elvi seraya mengepalkan tangan-nya.
Sementara di depan Toilet Elvi dan Khuza secara diam-diam mereka bertemu.
"Aku muak ya lihat kemesraan kalian seperti itu, jangan-jangan kamu sudah mulai suka lagi sama dia". Kesal Melodi.
"Itu tidak mungkin sayang, aku hanya sedang menjalankan rencana kita, kan kamu sendiri yang bilang kalau aku harus bisa menjadi suami ideal untuknya".
"Iya juga sih aku hampir lupa".
"Ya sudah kamu sudah tau kan, jangan marah-marah lagi, aku kembali ke sana dulu takutnya ada yang lihat kita disini".
"Tapi sayang, Bagaimana dengan perhiasan itu aku mau tahu nggak". Melodi mulai meranjuk manja.
"iya kamu bisa pilih perhiasan mana yang kamu mau, besok aku transfer uangnya".
"Benar?, Makasih sayang". melodi memeluk Khuza sesaat lalu melepaskan-nya.
"Ya sudah aku pergi duluan, nanti baru kamu". Akhirnya Khuza melangkah pergi dari sana.
Khuza tiba di meja tempatnya dan Elvi tadi, namun Elvi tidak ada di sana, kemana dia pergi, Khuza mengalihkan pandangan-nya ke seluruh tamu yang datang hingga lama dia melihat Elvi sedang mengobrol dengan orang yang tidak asing di hadapan Khuza, Ya sekarang Elvi sedang mengobrol dengan Alya.
"Ya sudah lah mungkin mereka butuh waktu untuk mengobrol, sudah lama juga mereka tidak bertemu". Batin Khuza.
sementara Itu Elvi dan Alya sedang mengobrol ringan..
"Elvi kenalkan ini suami Mbak namanya mas Bayu". Alya memperkenalkan suami-nya pada Elvi sesuai janjinya tadi.
"Hmm Elvira". Elvi menjabat tangan Bayu dengan senyuman.
"Kau Istrinya Khuza?.. hmm kau sangat cantik". Puji Bayu.
Bersambung...
author bisa tidak membedakan mana salah, mana benar, author tau tidak apa itu kesalahan selingkuh
*seorang wanita masih berstatus istri tapi berhubungan dengan pria lain
*seorang lelaki mendekati dan berhubungan dengan wanita bersuami
*seorang wanita masih berstatus istri tapi malah merencanakan pernikahan dengan pri lain
*seorang wanita berstatus istri tapi bermesraan dan kontak fisik dengan lelaki lain
*seorang istri yang melaknat suaminya tapi dia lebih menjijikan, munafik
bahkan pelacur sekalipun saat sudah menikah dia menghormati ikatan pernikahannya dan statusnya sebagai istri
maka kesimpulan nya pemeran utama wanita lebih hina dari pada pelacur
dan yang membuat novel ini egois semua kelakuan novel ini membenarkan semua kelakuan istri dan PEBINOR
sekian Terima kasih
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪