NovelToon NovelToon
ROTI BAKAR

ROTI BAKAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:724.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: BundaDM

sebuah karya tentang perjuangan wanita dengan latar belakang yang berbeda.

ada masa lalu yang sulit terhapus menyisakan tangis, duka serta trauma di generasi selanjutnya.

para wanita-wanita hebat dimasanya, berjuang dengan cara yang berbeda tapi demi satu tujuan yaitu bahagia.

sanggupkah wanita-wanita ini melewati semuanya?

cekidot ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BundaDM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

* Slice 22, Berubah

Setelah situasi bisa dikendalikan, Rian sudah tidur dan semua kembali ke kamar masing-masing.

"Mas Dafi .. tangannya pake plester ya, tadi kan sempat kena pinggiran lemari mainan Rian" saran Pak Dzul sebelum masuk kamar.

"Iya Yah ... ini mau ke kamar buat pake plester" jawab Dafi.

"Ya udah ... tidur sana, Fajar bilangin jangan tidur malam-malam, besok pagi kita kan mau jogging ke taman kota" ingat Pak Dzul.

"Iya ... " jawab Dafi.

Pak Dzul dan Bu Fia masuk ke kamar. Setelah membersihkan diri, mereka kembali ke tempat tidur. Pak Dzul kembali menagih keinginannya untuk bermesraan sama Bu Fia. Bu Fia pun melayani suaminya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Bu Fia menyadari kalo suaminya juga membutuhkan pemenuhan kebutuhan batin kalo pulang ke Jakarta. Pulang setiap dua Minggu sekali memang terkadang berat untuk pria beristri, tapi sudah menjadi keputusan bersama mereka melewati long distance married, udah berjalan dibulan keempat dan masih ada delapan bulan lagi kedepannya dengan hubungan berjarak seperti ini.

"Pokoknya Ayah janji ya, ga ada lagi wanita lain dihati Ayah selain Bunda" ucap Bu Fia menegaskan dipelukan suaminya.

"Ada Bun ... bukan Bunda doanglah, ada satu lagi wanita yang selalu mengisi hati Ayah" kata Pak Dzul masih memeluk istrinya.

"Siapa?" tanya Bu Fia terpancing emosi.

"Ibu ... kan beliau wanita juga kan ?" canda Pak Dzul.

"Ihhh ... Ayah mah gitu" ucap Bu Fia merajuk sambil mencubit tangan Pak Dzul .

Ketika sedang kembali bermesraan, Dafi mengetuk pintu kamar orang tuanya lagi. Pak Dzul yang membukakan pintu, kemudian Dafi masuk menghampiri Bundanya di tempat tidur.

"Kenapa Mas Dafi?" tanya Bu Fia sambil memeluk Dafi.

"Bun, Mas lupa sampein ke Bunda. Mumpung Mas ingat ya udah bilang ke Bunda. Hari Jum'at nanti ada acara sehari bersama Ibu di sekolah ... Bunda bisa ijin kerja kan?" tanya Dafi.

"Ga bisa Mas, Kamis aja Bunda mau tugas keluar kota. Ribet juga ya sekolah di model sekolah internasional gitu. Banyak acara-acaranya daripada belajarnya" kata Bu Fia kesal.

"Kan memang konsepnya anak dan Ibu harus bisa saling membantu dalam belajar, Ayah rasa udah benar pilihan kita buat menyekolahkan Mas Dafi disana. Liat aja banyak prestasi yang diraihnya lagi, diluar akademik tentunya, kalo akademik mah jangan dibilang deh, sampe lemari belajarnya penuh sama piala. Mas Dafi belakangan ini juga makin bisa banyak menjawab sendiri pertanyaannya sedari kecil ... Ya ga Mas?" Kata Pak Dzul.

"Iya Yah ... Mas senang sekolah disana. Semuanya enak. Gurunya asyik, temannya baik, fasilitas sekolah oke dan suasana belajarnya juga pas sama maunya Mas. Bahkan sekarang bisa ikut kelas mengaji tambahan disana. Kan Mas males main bola tuh kalo jam istirahat, jadi pergi ke musholla aja, belajar sholat sama ngaji disana, yang ngajar kan penjaga sekolah Yah" jelas Dafi semangat.

"Gapapa Mas Dafi ... siapa pun yang ngajar selama baik, kamu terima aja. Jangan liat siapa yang menyampaikan, tapi lihat dan dengarkan apa yang dia sampaikan" nasehat Pak Dzul.

"Jadi Bunda ga bisa? Dafi ga usah masuk ya hari Jum'at, buat apa coba kalo ga ada Bunda" kata Dafi sambil jalan menuju pintu dengan wajah kecewa.

"Maaf ya Mas Dafi, Bunda ga bisa ijin" ucap Bunda menyesal.

"Gapapa deh, nanti Mas ijin aja ke Bu Guru" jawab Dafi.

"Mas ... nanti ya Ayah kasih tau lagi, Ayah mau ngobrol sama Bunda dulu. Lagipula udah malam. Mas harus tidur. Hari Jum'at masih lama, nanti Ayah atur sama Bunda" jawab Pak Dzul.

Setelah Dafi keluar kamar, kembali Pak Dzul ngobrol sama Bu Fia. Bu Fia males-malesan denger ocehan Pak Dzul yang panjang lebar, makanya beliau pun sambil tiduran dan merem matanya saat mendengarkan.

"Bun ... anak-anak kita makin besar, Ayah juga ga bisa di Jakarta terus, tau sendiri kan Ayah ada kemungkinan banyak berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Kenapa Bunda ga resign aja. Dampingin anak-anak kita, Ibu kan ga selalu sama kita, bisa aja nanti ke rumah anaknya yang lain. Coba deh pikir, Ayah kan juga ga selalu weekend pulang ke Jakarta. Bunda juga sibuk sama kerjaan. Saat anak-anak libur sekolah malah Bunda kadang baru pulang dari luar kota, udah cape dan ga bisa main sama anak-anak. Penghasilan Ayah kan cukup Bun, kita juga punya kost-kostan yang lumayan buat nambah-nambah dapur ngebul. Sekarang waktunya kita urus investasi dunia akhirat kita, golden age anak-anak adalah sesuatu yang ga bisa kita ulang. Keempat anak kita ga bisa kita pukul rata. Mungkin Mas Dafi dan Fajar bisa melewati lima tahun pertama kehidupannya dengan baik. Tapi untuk Rian dan Izma tampaknya beda sama kedua anak tertua kita. Ibu sudah tua, ga bisa kita andalkan buat mengurus anak-anak. Ibu disini hanya sekedar untuk mengawasi aja. Kalo Ayah ga bisa hadir tiap hari memeluk anak-anak, Bunda harus bisa mengisi kekosongan itu. Tapi kenyataannya Bunda malah makin asyik mengejar karier sampe naik jabatan seperti sekarang ini" papar Pak Dzul.

"Yah ... kayanya udah sering ya kita bahas tentang hal ini. Adanya kita berantem doang ujung-ujungnya. Please deh Yah, Bunda udah kerja jauh sebelum kenal sama Ayah. Inilah dunia yang Bunda idamkan sejak dulu, bisa mandiri secara finansial, bisa menjadi diri Bunda tanpa bayang-bayang nama besar Ayah. Anak-anak selama ini ga ada masalah yang berarti, toh sekarang udah ada tiga pengasuh khusus buat ngurus empat anak kita. Almarhum Ibu dulu pernah berpesan, wanita harus mampu berdiri diatas kaki sendiri. Kita ga tau apa yang terjadi kedepannya, jadi apapun nanti kita sebagai wanita harus siap" ucap Bu Fia.

"Maksudnya gimana ya Bun? kok malah do'a yang jelek buat hubungan kita. Maksudnya kalo Ayah meninggal gitu?" protes Pak Dzul.

"Bunda sama Ibu udah mengalami pahitnya hidup Yah, makanya jangan sampe kita dan anak-anak ngalamin kaya Bunda dulu" kata Bu Fia sambil menarik selimut kemudian mencoba tidur.

"Tapi kan ga bisa menyamakan keadaan. Kita punya takdir yang berbeda dari orang tua kita. Bukan karena Bunda dari keluarga yang ga lengkap membuat Bunda waspada juga khawatir mengalami hal serupa sama Ibu. Mungkin saat Bapak meninggalkan kalian, semua belum tercukupi dengan baik hingga kalian mengalami kesengsaraan. Tapi sekarang kan beda Bun ... kalo Ayah meninggal, kan ada harta yang Ayah tinggalkan buat anak-anak, ada juga uang pensiun walaupun ga besar. Ayah juga sudah ikutkan anak-anak semua asuransi pendidikan" jelas Pak Dzul.

Bu Fia malah tertidur pulas saat Pak Dzul masih serius bicara.

Pak Dzul duduk di balkon depan kamarnya. Dia mengingat tiga belas tahun lampau, saat berjumpa sama Bu Fia pertama kalinya. Cinta pada pandangan pertama benar-benar diperjuangkan sama Pak Dzul. Bu Fia inilah cinta pertama baginya yang saat itu sudah berusia cukup untuk menikah. Dengan penuh perjuangan meyakinkan orang tuanya dan orang tua Bu Fia, sampe akhirnya mereka bisa menikah. Bu Fia dengan segala kekerasan hatinya pun luluh sama kasih sayang Pak Dzul. Wajar memang Bu Fia sangat hati-hati sama laki-laki, Ibunya ditinggal sama Bapaknya sejak Bu Fia masih kecil. Kepergiannya pun tanpa pamit, kalo menurut Ibu, Bapaknya pergi karena banyak menipu orang, daripada masuk penjara, beliau memilih kabur. Ga tau lagi nasibnya seperti apa, karena Ibunya Bu Fia ga mendengar lagi kabar tentang mantan suaminya.

Akhirnya mereka hidup dengan belas kasihan orang dan keluarga. Ibunya meresmikan perceraian tanpa Bapaknya Bu Fia tau. Setahun kemudian, Ibunya Bu Fia menikah kembali, awal-awalnya mereka bahagia, tapi ternyata Bapak tirinya buaya, beliau memperkosa asisten rumah tangganya sendiri yang membuat asisten rumah tangga tersebut tewas bunuh diri di rumah mereka.

Ibunya akhirnya mengalami perceraian buat kedua kalinya, beliau membawa Bu Fia remaja balik kampung ke rumah keluarganya. Karena kecerdasan Bu Fia, dia mendapatkan beasiswa bidik misi untuk orang kurang mampu ditingkat SMK. Menjadi lulusan terbaik di SMK membuat Bu Fia mendapatkan panggilan kerja dari sebuah perusahaan di Jakarta.

Minimnya pengetahuan tentang dunia kerja membuat Bu Fia ga curiga saat menjadi korban penipuan. Modusnya akan kerja sebagai administrasi disebuah perusahaan retail terbesar di tanah air, nyatanya malah akan menjadi korban penjualan manusia. Beliau berhasil kabur dan melanjutkan hidup menjadi cleaning service hingga akhirnya bertemu Bapaknya Pak Dzul, orang yang berjasa dalam hidupnya.

Setelah menikah, kariernya makin cemerlang dan sebelum akhir hayat Ibunya, Bu Fia masih sempat membelikan rumah serta pergi ke tempat wisata yang diinginkan Ibunya.

Pak Dzul mendekati Bu Fia yang sudah tertidur pulas, mencium keningnya dan merapikan selimut di tubuh Bu Fia.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Perkembangan Qeena makin menunjukkan peningkatan progress yang lebih baik. Kulitnya udah tampak lembab ga sekering dulu, rambutnya pun sudah tumbuh lebat (tadinya tipis banget malah cenderung botak), berat badannya naik terus sudah 3 bulan terakhir ini.

Pak Dzul memberikan uang bulanan ke Nuha buat membelikan makanan yang bergizi buat Qeena. Hubungan Pak Dzul dan Nuha pun sudah semakin akrab. Bersama Nuha, Pak Dzul seperti ketemu kaca. Nuha dengan segala pemikirannya persis dengan kepribadiannya. Walaupun Nuha ga bersekolah tinggi, tapi dia rajin baca buku dan koran serta menonton berita. Pak Dzul juga sangat ngiri liat perlakuan Nuha ke Qeena, dengan segala keadaan, Nuha mampu memberikan limpahan kasih sayang sama Qeena. Berbeda dengan Bu Fia sekarang, anak-anak udah ga punya quality time sama Bundanya. Beberapa kali Dafi melewatkan acara sekolah dan perlombaan karena ketidakhadiran sang Bunda. Neneknya mau dampingin, tapi Dafi udah ga mau.

Dafi kembali keperangai lamanya yang suka mengurung diri di kamar. Fajri dan Rian pun makin seenaknya main tanpa ada yang bisa kontrol, beberapa kali Nenek harus ngobatin anak orang karena mereka melempar bola ke orang lain atau bertengkar yang menyebabkan jadi luka.

Nenek Sri juga gantiin kaca tetangga yang pecah karena tendangan bolanya Fajar. Mereka juga lebih suka makan makanan junk food dan frozen food karena ga diarahkan buat makan sayur sama pengasuhnya. Izma pun terlihat seperti seorang princess, sangat dimanja karena anak perempuan satu-satunya.

Persahabatan Qeena dan Fajar berlanjut sampai Qeena lulus SD dan Fajar saat ini sudah kelas 2 SMA (selisih usia mereka 5 tahun).

Kematian Mak Leha yang membuat Nuha memutuskan balik lagi ke Wonogiri. Kios ini dijual sesuai wasiat Mak Leha. Uangnya dibagi tiga, buat Nuha dan dua orang yang dulu bekerja sama Mak Leha.

Saat kematian Mak Leha, Pak Dzul dan Nenek Sri yang mengurus semua hingga dimakamkan tepat disebelah makam suaminya. Nenek Sri sebenarnya melarang Nuha balik ke kampung dan akan membantu Nuha usaha di Jakarta. Tapi kali ini desakan orang tuanya ga mampu ia lawan. Sudah cukup Nuha hidup di Jakarta dan menolak ajakan orang tuanya balik kampung, sekarang orangtuanya sudah sakit-sakitan, saatnya mengurus mereka. Qeena akan melanjutkan sekolah di Desa.

1
palupi
terimakasih 💐💕🙏
palupi
tuh... makanya dengerin, tobat gitu...
saya maksudnya yg disuruh dengerin ... suruh tobat... 🤭🤭
Bunda DM: hehehe
total 1 replies
palupi
sampe disini kok jadi penasaran banget sama yg duduk disebelah yg nyinyir mulu. itu siapa sih thor... mosok lek sri. lhaaa... sopo maneh lek sri, author bingung dong 😂😂😂
Bunda DM: kayanya tokoh film kali ya
total 1 replies
Aisyah Azka
salam kenal min 😍🙏🙏 balaraja nya dimana belah mana nya
Bunda DM: ga disana, cuma pernah aja kesana jenguk saudara
total 1 replies
Aisyah Azka
lah balaraja tangerang mah lumayan sih deket parung panjang tau gak thor?? asli saya disitu cuman saya udh nikah dan menetap di jakarta
Bunda DM: justru blm pernah ke Parung panjang, jadi ga paham
total 1 replies
taqi hilmy
altet juga ya kak Acik dan alung
Cila Oktavi
Luar biasa
Bunda DM: Alhamdulillah.. makasih udh baca
total 1 replies
taqi hilmy
Kecewa
Bunda DM: makasih sdh membaca, kecewa wajar karena selera tiap org berbeda
total 1 replies
taqi hilmy
Buruk
Bunda DM: makasih sudah mampir dan baca, sehingga bisa menilai buruk novel ini
total 1 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Semoga keluarga imah gila kayak iyus juga
❤Rainy Wiratama Yuda❤️: Habisnya geregetan bund..
total 2 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Ahahaha... gemes kan jadinya 😂😂😂
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Wah... Dafi gak asyik nih..
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Saat baca judul, kirain Iyus yang bakal lewat, eh ternyata anak yang dinanti2 yg harus pergi.. ya sabar ya mas Dafi dan Qeena
Bunda DM: lagi diuji
total 1 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Setelah dibuat nangis2 di part sebelumnya, sekarang jadi ketawa. Salam ya mas Anjasmara hehe...
Bunda DM: disini mah lengkap segala rasa pokoknya
total 1 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Cerita yang sangat bagus, tidak bisa ditebak jalan ceritanya, seru pokoknya..
Bunda DM: Alhamdulillah.. terima kasih udh mampir, mgkn bs baca karya saya lainnya
total 1 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Ini zahwa maunya apa sih !! 😡😡😠
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Dua kali dibuat shock saat baca cerita ini, pertama kepergian pak Dzul dan sekarang mas Rian. Husnul Khatimah ya mas Rian..
Bunda DM: aamiin
total 1 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Ya Allah.. orang baik memang lebih dicintai Allah, sehingga lebih cepat dipanggil karena Allah juga rindu dengan pak Dzul. Husnul Khatimah pak Dzul.
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Keren...
Bunda DM: makasih udh baca
total 1 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Si Iyus kapan kena azab nya ya ?
❤Rainy Wiratama Yuda❤️: Yup... sedang otw ini bund.. gercep ini bacanya, nyesal kenapa baru ketemu sekarang hehe... pdhal sudah dari 2021 ya..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!