NovelToon NovelToon
Muara Hati

Muara Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:378k
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Tak selamanya menikah karena dijodohkan orangtua membuat hidup rumah tangga jadi terasa berat dijalani.

Meski sebelumnya telah memiliki pasangan masing-masing, namun nyatanya menikah adalah bukan hanya tentang kita ingin dengan siapa, namun juga orangtua merestui atau tidak.

Via dan Rifal mungkin salah satunya, yang belajar banyak hal setelah menikah karena perjodohan. Yuk ikuti kisah manisnya... ❤️

visual Rifal & Via diambil dari drakor im not a robbot ya.. 🙏
author bucin dengan pasangan Yo Seung Ho dan Chae So Bin, jadilah menulis ini. Love Seung Ho.. ❤️❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Kebetulan

Pagi-pagi sekali Ayah Via sudah berangkat ke kantor, sepertinya ada rapat dadakan, biasalah paling nasabah bermasalah atau apa Via juga tidak begitu paham urusan pekerjaan Ayahnya di Bank.

Mbok Nah tampak menyiapkan nasi goreng desa favorit Via. Nasi goreng yang hanya menggunakan bumbu sederhana dan tanpa campuran kecap maupun saus. Pasangan nasi goreng desa kesukaan Via adalah telur orak-arik dan kerupuk kulit.

"Mbok."

Via memanggil Mbok Nah agar asisten rumah tangganya itu duduk di dekatnya.

"Nanti siang habis kuliah, aku mau latihan sebentar sama teman-teman."

Kata Via.

"Lho, latihan apa?"

Tanya Mbok Nah curiga.

Via menyendok nasi gorengnya lalu melahapnya.

"Nge band Mbok."

"Ealah dalah."

Mbok Nah menabok Via sampai membuat Via yang sedang mengunyah nasi gorengnya jadi terkejut dan keselek.

Uhuk... Uhuk... Uhuk...

"Duh maaf Non, maaf, habis Non bikin kaget si Mbok."

Mbok Nah menepuk-nepuk punggung Via agar batuknya mereda.

"Haduh Mbok... Mbok... yang bener aja, ngga kebayang kalo aku lagi makan rambutan."

Kata Via, membuat Mbok Nah tertawa.

Via kemudian meneguk satu gelas air putih, lalu melanjutkan omongannya yang sempat terputus.

"Aku cuma nolongin Satria saja Mbok, kasihan dia sudah terima Job, tapi gitarisnya enggak bisa tampil,"

Kata Via.

"Duh, nanti kalau Ayah sampai tahu bisa gawat Non."

Mbok Nah tampak begitu cemas.

"Makanya, nanti Mbok bantu mikir alasannya biar pas Via tampil Ayah nggak tahu."

"Aduuuh, si Non ini, sukanya berbagi penderitaan."

Keluh Mbok Nah, Via cekikikan.

"Yah gimana lagi Mbok, aku kan dermawan."

Via melanjutkan acara sarapannya, setelah itu ia pamit kuliah pada Mbok Nah. Karena motor jadul milik Ayah yang biasa Via pakai masih di bengkel, maka Via memakai taksi saja.

Di perjalanan menuju kampus, Satria menelfon Via lagi, tampaknya ia khawatir Via akan berubah pikiran.

"Tenang aja, aku akan usahakan bisa tampil."

Kata Via saat Satria menelfon.

"Thanks Vi. Aku padamu deh pokoknya."

Ujar Satria.

"Padamu negeri."

Sahut Via. Satria tertawa.

"Oh yah, kita bawain lagu siapa sih?"

Tanya Via akhirnya.

"Kita bawain lagu Kahitna sama lagu Kla Projeck."

"Gila, lagu lawas semua?"

Tanya Via.

"Yo i, lagu yang enak didengar dan romantis kata yang punya hajatan."

Via mantuk-mantuk.

"Nanti aku jemput jam berapa Vi?"

Tanya Satria.

"Jam dua belas juga aku udah selesai."

Kata Via.

"Hmm... Oke deh."

"Nanti kabarin saja kalau sudah mau keluar kelas."

Pesan Satria.

"Bereees..."

Tutup Via sebelum pembicaraan mereka di telfon berakhir.

Via memasukkan hp nya ke dalam tas selempang kebesarannya, setelah itu memilih menikmati suasana jalanan Jogja pagi itu.

**-------**

Rifal keluar dari kamarnya menenteng ransel, ia turun ke lantai satu melewati ruang makan di mana keluarganya baru saja menyelesaikan sarapan.

"Tidak sarapan dulu Fal?"

Tanya Ibu pada Rifal yang ngeloyor saja.

"Nanti gampang sarapan di kantin Bu."

Sahut Rifal tanpa menoleh dan keluar dari rumah menuju mobilnya.

Ia sedang malas bicara dengan keluarganya, terutama dengan Ayahnya yang memperlakukan Dewi dengan buruk.

Rifal naik ke dalam mobil. Hari ini Ayahnya akan ke tempat usahanya dengan mobilnya sendiri, Indri yang sekolahnya satu jalur dengan Ayah juga berangkat dengan Ayahnya.

Rifal melajukan mobilnya, untuk menjemput Dewi agar bisa berangkat ke kampus bersama.

Rifal baru keluar dari komplek perumahannya saat hp nya di saku jaket bergetar. Takut itu dari Dewi, Rifal segera mengambil hp nya.

Sekilas ia melihat nama Satria di layar.

"Ngapain nih cecunguk."

Gumam Rifal.

Ia kemudian mengangkat telfon Satria.

"Kenapa Sat?"

Tanya Rifal begitu telfon Satria ia angkat.

"Eh Fal, kamu siang bisa nolongin aku sebentar nggak?"

Tanya Satria.

Rifal mengenal Satria sekitar satu tahun lalu, saat Rifal pacaran dengan sepupu Satria.

"Ah kebiasaan, nelfon kalo lagi butuh doang."

Kata Rifal berseloroh.

"Sialan."

Satria tertawa.

"Gimana, bisa nggak?"

Tanya Satria.

"Ya minta tolong apa dulu."

Sahut Rifal.

"Besok aku mau manggung di acara Ultah, ni gitaris aku lagi berhalangan, jadi aku minta tolong gitaris lama aku, dia cewek, harusnya aku jemput dia siang ini ke tempat latihan, tapi Mbak Sari tiba-tiba minta aku nganterin anaknya les dulu, Mbak Sari lagi banyak pesanan kue."

Terang Satria panjang lebar.

"Hmm... Emang mau dijemput di mana dan di bawa ke mana?"

Tanya Rifal akhirnya.

Satria menyebutkan salah satu kampus. Rifal mengangguk setuju.

"Nanti aku kasih nomer ponsel temen yang harus kamu jemput, biar kamu ngga bingung."

Kata Satria.

"Oke oke ..."

Sahut Rifal.

Setelah panggilan telfon berakhir, Rifal segera menambah kecepatannya untuk bisa segera sampai ke rumah Dewi.

Di rumahnya Dewi terlihat mondar-mandir, ia menunggu kedatangan Rifal menjemput dirinya.

Dewi kembali mematut diri tatkala terdengar mobil parkir di luar, dan benar saja Rifal yang datang.

Dewi langsung memoles lagi bibirnya, menyisir lagi rambut panjang lurusnya.

Ibunya Dewi yang tadi sedang menyapu di lantai depan langsung menyambut kedatangan Rifal.

Mereka berbincang cukup lama, hingga akhirnya Dewi muncul dengan penampilan yang cantik.

"Yuk Fal."

Kata Dewi pada Rifal.

Sejak peristiwa kemarin petang, entah kenapa hati Dewi kini seperti benar-benar tercuri oleh Rifal.

Rifal mengangguk, lalu pamit pada Ibunya Dewi.

"Fal, nanti pulangnya aku mau belanja sama Nela, ngga apa kan kalo kita ngga bisa jalan pulang bareng dulu?"

Tanya Dewi saat mereka sudah duduk di dalam mobil dan Rifal sudah bersiap melajukan mobilnya.

"Ngga perlu di antar?"

Tanya Rifal curiga. Tumben.

Dewi menggeleng.

"Ngga usah, aku pergi berdua dengan Nela."

Kata Dewi.

"Hmm... Ya sudah, terserah saja,"

Putus Rifal.

Lagipula jika boleh jujur, Rifal paling tidak suka menemani cewek pergi ke mall.

Rifal memasuki pelataran parkir di kampus. Ia turun dan Dewi juga menyusul turun.

"Nanti kabarin ya kalo udah mau pergi."

Pesan Rifal.

Dewi pun mengangguk.

Rifal dan Dewi berpisah di depan gedung hukum.

Sementara Rifal masuk ke dalam kelas, Dewi memilih berjalan bersama beberapa teman yang sesama jurusan.

Rifal baru akan duduk di mejanya saat hp nya bergetar dan tampak pesan dari Satria.

Rifal membaca pesan Satria di mana di sana jelas tertulis nama dan alamat kampus Via.

Begitu melihat nomor Via yang juga dikirimkan oleh Satria, Rifal buru- buru menelfon.

"Apaan?"

Tanya Satria yang sepertinya sedang mengendarai motor.

"Eh Sat, ini beneran Via kan, yang harus aku jemput?"

Tanya Rifal memastikan.

"Yah Fal."

Jawab Satria.

"Oh oke."

Kata Rifal.

"Kenapa Fal?"

Tanya Satria.

"Ngga apa Sat, aku cuma rasanya udah kenal aja sama Via ini."

Tutur Rifal.

"Oooh..."

Satria mantuk-mantuk.

**-------**

1
Koirul Rahman
aKu baru coba baca satu karya tp kisahnya bagus banget.. alurnya udah kaya kisah nyata.recommended deh pokoknya kakak author kita satu ini.
meris dawati Sihombing
Mengunci pintu thorr bukan mengancing pintu...sekedar koreksi
Hari Yatno
kalo wong jowo bibi jdi bulek lho .wkwkwkwk
falea sezi
g suka deh cium2 terus dih dpet bekas dewi donk nela
novita setya
RIP for dewi
novita setya
ibu mertua yg langka..buuuaaaiikk bgt. smga baik2 trs ya mantu & mertua
novita setya
q mw yg dlm negri aja. produk lokal. pribumi asli💞
novita setya
diskusikan dg pasangan baiknya gmn. krn nikah bukan buat main2 apalagi oper2an pasangan..kek kredit rmh aja. smga via hamil jd bayu mundur & menyadari keadaan
novita setya
rifal dilema ya..baiknya jujur aja krn perasaan bs dtg kpn saja. biar bayu ga berharap. mending skt skrg seblm berjuang drpd nti yakan rifal. via wes tibo tresno marang sliramu lho fal..
novita setya
smga lain waktu lain kisah visual tokoh pakai produk dlm negri yg ga kalah rupawan. cintai produk dlm negeri😁
novita setya
wes sekarepmu wi..sak bahagiyamuuu. nek ra bahagiyaa yoo nasibmuu😁
novita setya
hamboook kono mencolot ko montor mabur sisan..guayaamuu wi wi keduwuren. kesampluk helikopter mawut kw
novita setya
Luar biasa
novita setya
mb dewi sitik2 nesu..nek nesunan cpt isdet ra sido dadi sultanawati
novita setya
waaah bayanganku visual tokoh anak negeri..eeeh tau2 dr sonooo. ywlah terserah othore wae
novita setya
nek isin numpak ojek mbokyo numpak kebo wii..uwong koq ngadi2
novita setya
hooh bu..pekok buangeet
novita setya
😂😂😂😂..bisa aja emaak
Rami Martha
Waaaahhhh
ya jelas to ceritanya masih berhubungan dgn novel mistis yg judulnya Zizi maupun Pandawa
wong emang othor nya sama kok 😅
oh iya Thor di sini banyak bgt foto para tokoh nya
tapi kenapa kok di cerita Pandawa ga ada sh
padahal saya kan pengen liat anaknya Zizi bontot dan kakak nya
pasti unyu unyu banget deh 😅😅😅
Cila Mici: wkwkwk ini novel satu2nya yg aku kasih banyak foto krn halunya memang sama pasangan itu
total 1 replies
Srihayati Yati
Luar biasa
Cila Mici: hehhee terimakasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!