REVISI!
Sasha Jessica Tom adalah anak sulung dari keluarga Tom. Terlilit utang dengan mafia besar membuat Sasha harus banting tulang untuk melunasi utang keluarganya.
Hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya dan segala keterpaksaan yang harus ia pertimbangkan, akhirnya Sasha menyerahkan dirinya untuk menjadi seorang selir untuk seorang presdir.
Semua kontrak sudah ia tanda tangani selama ia menjadi seorang selir, namun untuk tidak pernah menaruh perasaan kepada presdir itu sudah tidak bisa Sasha taati.
Sasha mulai mencintai seseorang yang tidak seharusnya ia cintai. Perbedaan kasta membuat Sasha sadar bahwa perasaan ini hanya akan melukai dirinya sendiri.
Note : Buang buruknya dan ambil baiknya (jika ada)
Happy Reading :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MilkyWay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[22] Dania
"Namaku Dania. Aku punya hak disini. Siapa kau ******?" Ucap Dania pada Sasha.
Para pelayan disana takut apa yang akan terjadi di rumah ini. Baru saja tuan mereka memulai lembaran baru dengan perempuan baru dalam hidupnya. Namun Dania kembali kesini dengan tidak tau dirinya.
"Dania?" Lirih Sasha.
Dania memperlihatkan seringainya. Melihat penampilan Sasha yang berada jauh daripada dirinya. Walaupun belum mengenalnya perempuan di depannya ini, Dania bisa menyimpulkan bahwa Sasha bukan siapa-siapa di rumah ini.
Dania melangkahkan kakinya menaiki tangga. Ia sengaja sedikit menyenggol Sasha agar Sasha jatuh dari tangga.
Crakk
Sasha berhasil menahan tubuhnya, namun kakinya rasanya sakit sekali karena terkilir. Sasha tidak bisa menghentikan Dania menuju lantai dua.
"Zico!" Teriak Sasha memanggil Zico. Mendengar itu membuat Dania menghentikan langkahnya dan menatap Sasha.
"Hey, kau sedang berteriak? Mencoba mencari perhatian?" Tanya Dania berbalik menghampiri Sasha. Ia berbicara sembari mendorong-dorong pundak Sasha.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Zico melihat Dania yang sudah berada di rumah ini. Ia terkejut dengan kedatangan Dania yang begitu tiba-tiba.
"Zico, kenapa kau biarkan perempuan tidak sopan ini berada di rumah ini. Kehadirannya menggangguku, sebaiknya kau segera mengusirnya" Perintah Dania pada Zico.
Zico menatap tajam ke arah Dania dan memperlihatkan seringai di wajahnya, "Kau yang seharusnya pergi dari sini! Kau siapa? Pergi ke neraka dengan selingkuhan mu itu. Dan kau menyebut Sasha apa? Perempuan tidak sopan? Hey ******, kau tahu perempuan di depan kau itu adalah istri Arion. Sebaiknya kau minta maaf padanya" Teriak Zico pada Dania yang sudah membuat kegaduhan di rumah ini.
Dania melongo tidak percaya. Tidak mungkin Arion akan menikah lagi. Pria itu benar-benar mencintainya hingga rela menunggu dirinya.
"Kau berbohong kan?" Sangkal Dania pada Zico. Ia menatap bergantian Sasha dan Zico yang berada di depannya.
"Security!! Bawa perempuan ini keluar! Jangan pernah biarkan dia masuk lagi ke rumah ini" Seru Zico pada penjaga keamanan di depan rumahnya.
Dania langsung ditarik paksa oleh dua orang penjaga rumah. Ia masih belum bisa mempercayai bahwa Arion akan menikah lagi.
"Zico, bantu aku. Kakiku sangat sakit, sepertinya terkilir" Rengek Sasha dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya. Kakinya begitu sakit dan sangat sulit berdiri.
Zico langsung menggendong Sasha menuju mobil. Ia akan segera membawa Sasha ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan Sasha tidak berhenti meringis kesakitan.
...***...
Setelah mendapatkan perawatan pada kakinya, Sasha hanya diam duduk di ranjang pasien. Otaknya kembali pada kejadian tadi, ia takut kehadiran Dania akan membuat hubungannya dan Arion menjadi buruk.
"Arion" Sasha memeluk suaminya itu saat Arion sudah sampai di ruangannya. Ia menangis di pelukan Arion. Ia sangat khawatir dengan kehadiran Dania dalam pernikahannya.
"Apa Dania melukaimu?" Arion menjauhkan tubuhnya dari Sasha. Menatap istrinya dari atas sampai bawah mastikan tidak ada luka yang diberikan Dania pada istrinya.
"Dia tiba-tiba masuk ke rumah. Aku sangat takut saat dia mencoba mendorong ku daei tangga" Adu Sasha pada Arion.
Arion mengepalkan kedua tangannya. Ia tidak terima perlakuan Dania pada Sasha. Keselamatan Sasha dan bayinya sudah menjadi prioritas utama Arion saat ini. Ia tidak akan segan-segan membalas perbuatan Dania pada istrinya.
"Aku akan mencari Dania" Ucap Arion hendak pergi meninggalkan Sasha. Namun Sasha segera menahannya, ia tidak mau Arion bertemu dengan perempuan itu.
"Jangan. Aku tidak mau kau bertemu dengannya. Aku tidak suka kau bertemu dengannya lagi" Ucap Sasha menahan Arion.
"Sayang, aku tidak bisa membiarkan dia menyakitimu" Ucap Arion khawatir pada Sasha. Namun Sasha tetap saja menggeleng tidak setuju. Ia kembali memeluk Arion erat agar lelaki itu tidak pergi dari tempat ini.
"Biar Zico saja yang mengurusnya, kau tetaplah disini. Aku tidak bisa berjalan. Apa kau akan membiarkanku sendirian disini?" Ucap Sasha memperlihatkan kakinya yang sudah diperban pada Arion.
Arion tersenyum tipis, bahkan di situasi seperti ini Sasha masih bisa bersikap manja padanya. SasHa yang sekarang benar-benar berbeda dari Sasha yang ia kenal sebelum ini.
Arion melepaskan pelukannya, ia berjongkok di menyamakan tingginya dengan perut Sasha, " Sayang, jaga mommy mu ini baik-baik, okay? Bilang Daddy jika seseorang mencoba melukainya" Ucap Arion mengusap perut Sasha.
Arion memeluk pinggang Sasha. Di rahim Sasha sedang tumbuh seorang baby buah cintanya dengan Sasha. Ia harus menjaganya hingga baby itu lahir ke dunia ini.
...***...
Setelah mengantarkan Sasha pulang, Arion dan Zico kembali ke kantor untuk membicarakan permasalahan yang sedang terjadi. Arion tidak ingin berlarut-larut dalam masalah seperti ini.
"Kenapa Dania bisa kembali ke rumah?" Tanya Arion pada Zico.
Zico menggelengkan kepalanya tidak tahu. Zico tidak tau apa yang terjadi hingga Dania bisa kembali ke kota ini setelah sekian tahun pergi tanpa kabar.
"Aku tidak tahu. Dia tiba-tiba sudah berada di rumah. Dia juga memarahi Sasha. Aku tidak tahu darimana dia datang"Jelas Zico pads Arion.
Arion mencoba bersikap lebih tenang sekarang. Ia tidak bisa bersikap seenaknya pada Dania karena perempuan itu adalah seseorang hang keras kepala. Dia tidak begitu mudah untuk mengikuti kemauan orang lain.
"Aku ingin suruhan mu kembali bekerja mengawasi Dania. Aku tidak meu sedikit pergerakannya terlewatkan. Aku tidak mau dia menyakiti Sasha. Cukup hari dia membuat kaki Sasha terluka dan jika besok dia kembali lagi dan menyakiti Sasha, aku tidak akan memberi ampun padanya" Ucap Arion tegas.
Zico sedikit terkejut dengan perubahan yang dialami oleh Arion. Secepat itu kah cinta Sasha bisa merubah hati dan pikiran Arion. Tapi perubahan yang seperti inilah yang ditunggu Zico pada Arion. Ia senang sepupunya ini bisa menemukan perempuan yang baik dalam hidupnya.
"Kau membuatku berubah pikiran, aku sudah tidak menyesal lagi mengenalkan Sasha padamu. Ia sudah berhasil mengubah dirimu" Ucap Arion tersenyum tipis pada Arion.
Arion ikut tersenyum, ia mengerti maksud Zico. Sejak dulu hingga sekarang, Zico adalah orang yang tidak pernah mendukung hubungannya dengan Dania.
"Terimakasih sudah membawakan seorang malaikat padaku. Sasha berhasil membuatku mencintainya hanya dalam waktu satu malam. Dan dia mulai menyadarkan ku saat aku mulai membuka hatiku untuknya" Ucap Arion berhasil membuat Zico tertawa.
Entah sejak kapan Arion Wilson, sepupunya ini bisa merangkai kata indah untuknya. Hal itu belum pernah terjadi seumur hidup Zico.
"Hey jangan berbicara seperti itu padaku. Aku sangat geli mendengarnya" Ucap Zico masih tertawa terbahak-bahak.
Arion yang kesal melempari Zico dengan dokumen-dokumen yang ada di atas mejanya, " Dasar brengsek!" Ucapnya ikut tertawa.