NovelToon NovelToon
Kisah Arga Season 2

Kisah Arga Season 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:200.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yuli sumarni

Nama gue Zahra pindahan dari Jakarta ke Bandung, semenjak perusahaan Bokap gue bangkrut akhirnya gue dan keluarga putuskan sekolah di Bandung dan menemukan cinta sejati gue di Bandung. yang susah banget meluluhkan hati pria ini sampai gue bisa mendapatkan hatinya. cinta gue penuh rintangan yang harus kita berdua hadapi.. mau tau lanjut ceritanya mampir dulu yuk ke cerita yuli cinta cowok dingin.
happy reading ya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli sumarni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22

" Aku harus gimana sayang? kamu bawa pergi aku aja yah!" sahut gue.

"Kamu ikut aku yah!" ajak Bima.

Cinta gue dan Bima benar-benar gila, orang menyangka kita budak cinta, tapi kata Bima ini bukan budak cinta, tapi perjuangan cinta. Sesulit apa pun, segila apa pun jika mau bersama-sama ya harus mau berjuang.

"Ini kan rumah aku sayang? kamu mau apa?" tanya gue.

"Sssttt.... kamu diam yah!" Bima menyuruh gue buat diam dan Bima sambil mengucap salam.

"Begini nih Mah, kelakuan anak kamu, kabur. Datang lagi sama temannya ini!" sahut Bokap gue.

"Om, tante, saya datang kesini, cuma mau bilang tolong jangan jodohkan Zahra dengan orang yang gak dia suka! itu sama aja Om mau jual anak Om sendiri!" sahut Bima.

"Eh, kamu ngapain ikut campur urusan keluarga saya bocah! ini Nak, cowok yang kamu pilih? songong sama orang tua? ucap Bokap gue.

"Maaf Om, bukan saya songong, tapi saya membela yang benar! Zahra punya hak buat nentuin pilihannya, saya cinta sama Zahra Om! emang sekarang saya belum punya apa-apa, karena status masih sekolah, tapi nanti saya janji bakal bahagiakan Zahra Om, jadi tolong Om, jangan pisahkan saya dengan Zahra!" ucap Bima ke Bokap gue.

"Ah, gila!" Bokap gue langsung pergi ke kamarnya.

"Tante bakal selalu dukung Bima dengan Zahra, tapi ingat harus sekolah dulu, sampai kalian sukses!" sahut Nyokap gue ke Bima dan gue.

Gue benar-benar salut dengan Bima, dia berani mengatakan ke Bokap gue, semoga Bokap gue sadar dan mau mengerti.

****

Hari ini, Bima tidak memberi gue kabar. Biasanya dia datang buat berangkat sekolah bareng. sesampai di sekolah Bima pun tidak ada dan bel pun masuk berbunyi. Bu Sarmi masuk kelas sambil membawa kabar duka, Ibunya Bima telah meninggal dunia.

Dada gue sakit dan berlinang air mata mendengar kabar duka itu. Sepulang sekolah gue langsung berlari ke rumah Bima bersama Manda, Santi dan Rio. Dimas pun sudah ada di rumah Bima.

"Sayang kamu yang tabah yah! semoga amal Ibu kamu di terima di sisinya." Ucap gue sambil menghapus air mata Bima yang menangis di pusara makam Ibunya.

"Aku sebatang kara sekarang, udah gak punya siapa-siapa lagi." Sahut Bima.

"Kata siapa? kamu masih punya aku, aku bakal selalu temanin kamu suka maupun duka!" gue berusaha menenangkan Bima.

"Lo masih punya kita-kita kok Bim, anggap kita semua saudara lo!" sahut Rio.

****

Akhirnya, kita semua pulang dari makam Ibunya Bima, yang lainya pamit pulang. Sedangkan gue masih menemani Bima.

"Kamu makan yah! biar kamu gak sakit." Gue menyuruh Bima untuk makan.

"Kamu juga makan, pasti kamu lapar pulang sekolah." Bima menyuapi gue dengan mata berlinang.

"Jangan sedih lagi yah!" gue menghapus air mata Bima.

Gak lama gue pun pulang, karena hari sudah hampir magrib. Gue pun sampai di rumah, untungnya Bokap tidak ada di rumah. kalau ada, pasti bawel. Gue menceritakan semua ke Nyokap gue tentang Bima.

****

Pagi pun cepat berlalu, kebetulan ini hari Minggu. Gue mau temanin Bima. Gue pun pamit ke Nyokap gue untuk ke rumah Bima.

"Sayang, pagi-pagi udah datang? bawa apa lagi repot-repot." Sahut Bima tersenyum.

"Aku bawa bubur dua, kita makan yuk! ha? suara siapa yang ngorok kencang banget sayang?" tanya gue sambil menengok ke dalam.

"Dimas, dia nemanin aku di sini! aku kesepian, aku panggil aja Dimas buat nginap di sini! ha-ha-ha..." aku aja gak bisa tidur, dengar Dimas ngorok kencang."

"Syukurlah, ada yang menemani kamu! aku bawa bubur cuma dua, gimana dong?" sahut gue sambil memegang dua kantong bubur ayam.

"Gak apa-apa, kita makan semangkok berdua aja gimana? yang satunya buat Dimas, kasihan dia." Jawab Bima.

"Boleh juga, he-he-he." Sahut gue sambil tertawa.

Gue dan Bima pun makan di balai depan rumah Bima. Tiba-tiba Dimas bangun dan meledek gue dan Bima.

"Aduh, aduh! mesranya euy, semangkok makan berdua, jadi kangen si Neng saya mah." Ucap Dimas sambil tersenyum membayangkan Manda.

"Dimas, makan gih! aku beli bubur buat kamu !" sahut gue.

"Ara beliin buat saya? aduh hatur nuhun ya, jadi merepotkan." Sahut Dimas.

"Gak ngerepotin kok, kamu kan udah mau temanin Dimas, sana makan! nanti dingin gak enak." Gue menepak Dimas.

Tiba-tiba Lilis datang membawa sarapan untuk Bima. Gue cemburu di situ, tapi Bima menolaknya.

"Bima, kamu teh udah sarapan? ini aku bawa makanan buat kamu!" Lilis sambil melirik ke arah gue.

"Wah, repot-repot segala Lis, aku udah makan ini di bawain sama pacar aku! kenalin Zahra!" Bima mengenalkan gue dan Lilis, tapi gak tahu kenapa Lilis gak mau berjabat tangan dengan gue, meskipun gue cemburu, tapi gue masih niat baik mau berjabat.

"Kenapa sih tuh cewek, sombong banget! masih mending aku mau berjabat sama dia, kalau tahu begitu, ogah!" sahut gue kesal dan marah.

"Udah, udah!" sahut Dimas.

"Tahu ah, awas!" gue berdiri dan cemberut sambil memegang bambu.

"Dih, marah yah? kalau marah cantik banget bikin gemes, kalau masih marah aku klitikin nih!" Bima meledek dan menggelitiki gue.

"Ikh... udah! udah! geli tahu." Sahut gue yang terpaksa tersenyum.

"Udah dong marahnya!" Bima melirik ke gue.

"Aku gak marah, kamu janji yah!" gue menunjukan kelingking gue ke Bima.

"Janji apa?" Bima tersenyum.

"Janji jauhin Lilis! kalau di kasih makanan jangan mau! janji!" sahut gue.

"Iya, janji." Sahut Bima tersenyum.

****

Waktu cepat berlalu, gue dan Bima mengikuti ujian akhir, Alhamdulillah 100% anak-anak lulus semua. Semua anak-anak berbahagia dengan kelulusannya. Gak lupa anak-anak pun banyak yang mencoret-coret baju mereka.

"Alhamdulillah ya sayang, kita semua lulus, aku semakin takut nih buat tunangan dengan Tio." Sahut gue sambil melamun.

"Enggak! itu gak akan terjadi, kamu tenang aja yah!" Bima memegang kepala gue.

"Kamu gimana tawaran untuk bea siswa ke london? apa kamu ambil?" tanya gue cemas ke Bima.

"Enggak aku ambil, aku gak mau ninggalin kamu, nanti kamu malah di nikahin si Tio lagi." Jawab Bima.

"Maafin aku yah, padahal ini kesempatan kamu, tapi kamu malah memilih aku." Jawab gue merasa bersalah.

"Gak apa-apa sayang, aku ingin kerja aja." Jawab Bima.

"Besok kita pindah ke Jakarta, kamu kuliah di Jakarta!" sahut Bokap gue.

"Enggak Pah, Zahra tetap di sini! kuliah di sini juga bagus." Bantah gue.

"POKOKNYA KAMU HARUS PINDAH KE JAKARTA!" Bokap gue tegas dan membentak gue.

"ZAHRA GAK MAU! GAK MAU!" gue langsung masuk kamar dan menangis.

Papah tuh egois, kemauannya harus di turutin. kemauan Papah itu, menyiksa batin gue.

*BERSAMBUNG*

1
🐧ᵉᶜ✿Bunda Elsha Chacha🐧
lah koq udah tamat KK yul
yuli novelis🕊🕊: Iya bunda tamat hehe🥰🥰
total 1 replies
TereLea(♥ω♥ ) ~♪
dobel like kaka
V᭄ᭃ͢dєͮvͥiͤl₲₲»̶̳͓✧ᴾᴳ ⃫⃟ ⃟⅌
next
Dodi Fernando
Semangat terus gak bosan💪❤️❤️❤️
yuli novelis🕊🕊: makasih semangatnya 🙂🙏
total 1 replies
Bima
Tamat? semangat terus ya keren abis ceritanye👍👍👍
yuli novelis🕊🕊: Makasih semangatnya 🙂🙏
total 1 replies
Mulyati Yati
Endingnya bagus keren👍👍👍

tetap semangat ya neng💪💪
yuli novelis🕊🕊: Iya mah makasih udah ikutin terus kelanjutannya ya Mah, makasih juga semangatnya 🙂
total 1 replies
nda suryadi
ditunggu kelanjutannya kak Yuli...💪💪💪💪🥰🥰🥰
yuli novelis🕊🕊: Makasih nda, di tunggu kelanjutannya ya nda semoga gak bosan🙂🙏
total 1 replies
Bima
Semangat terus di tunggu lanjutnye 👍👍👍
yuli novelis🕊🕊: Makasih semangatnya ya, jangan bosan🥰🙏
total 1 replies
ig@imaaa_ayuuu
Ceritanya seru, keren 👍 Semangat trs Kak🥰💪
yuli novelis🕊🕊: Semangat juga buat karya kamu ya💪💪
total 1 replies
Mulyati Yati
Semoga terbongkar kebusukan Rani, semangat ya neng keren saya suka💪👍
yuli novelis🕊🕊: Makasih semangatnya mah semoga gak bosan🥰🙏
total 1 replies
Dodi Fernando
Semangat terus keren banget gak bosen ❤️❤️❤️❤️
yuli novelis🕊🕊: Makasih semangatnya semoga gak bosan 🥰🙏
total 1 replies
V᭄ᭃ͢dєͮvͥiͤl₲₲»̶̳͓✧ᴾᴳ ⃫⃟ ⃟⅌
titip jempol
yuli novelis🕊🕊: Makasih ya
total 1 replies
Aldekha Depe
yuhuuuu depe kembali berisik. semangat semangat semangat💪💪💪
yuli novelis🕊🕊: Makasih semangatnya kak, semangat juga buat karyanya 💪💪
total 1 replies
ig@imaaa_ayuuu
Lanjut Kak Yul, semangat trs 🥰💪
yuli novelis🕊🕊: Semangat juga buat karyanya ya💪💪
total 1 replies
ig@imaaa_ayuuu
Keren 👍👍
yuli novelis🕊🕊: Makasih Risma🥰
total 1 replies
Bang Regar
like 👍 next kak
Bima
Semangat keren👍👍👍
yuli novelis🕊🕊: makasih semangat nya Semoga gak bosan ya🥰🙏
total 1 replies
Dodi Fernando
Semangat terus aku gak bosan ceritanya 👍💪🥰💪
yuli novelis🕊🕊: Alhamdulillah makasih semangatnya semoga gak bosan🥰🙏
total 1 replies
Mulyati Yati
lanjut neng, gregetan dengan Rani kapan kebongkarnya semoga cepat terbongkar kasihan Askia. semangat neng lanjut👍👍👍
yuli novelis🕊🕊: Ikutin terus kelanjutannya ya mah semoga gak bosan makasih semangatnya 🥰🙏
total 1 replies
TereLea(♥ω♥ ) ~♪
semangat kak yul sayang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!