Sejatinya pernikahan dilakukan karena adanya rasa cinta dan sayang diantara keduanya . Kamu dan pasanganmu haruslah memiliki ikatan secara batin dan lahir supaya dapat mengarungi rumah tangga dengan kesetiaan , kesabaran dan ketulusan .
Namun apa jadinya jika dua insan di persatukan dalam pernikahan karena adanya kesalah pahaman.
Itulah yang terjadi pada gadis cantik yang bersekolah menengah akhir harus disatukan dalam ikatan pernikahan dengan seorang pria dewasa darinya hanya karena kessalah pahaman.
Aleni Maulik Sifa nama seorang gadis cantik dan manis berumur 17 tahun , gadis sederhana yang tinggal bersama Ayah kandung , Ibu tiri dan kakak tiri yang sangat mengerikan untuk Aleni .
Karena satu kejadian dimana saat pria dewasa itu menolong Aleni yang sedang dalam keadaan yang berbahaya , namun karena fitnah seseorang Aleni dan pria dewasa itu harus terpaksa menikah atas dasar ke salah pahaman.
Apakah pernikahan mereka dapat berjalan langgeng atau sebaliknya ..?
Simak terus yaaa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MedianaNana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Apa dia kata ?
“ HAH “ Arjune di buat melongo saat mendengar tuduhan ibu mertua nya pada nya yang berpikir ia akan menggarap istri kecil nya dengan paksa padahal kepikiran aja gak pikir Arjune .
“ Bu ko bicara seperti itu sih gak sopan tau kalau pun iya itu urusan mereka Bu “. Tegur ayah Aris pada Istrinya .
“ Maaf ya Ibu hanya gak tega sama Al kalau itu benar adanya harus nya kan nak Arjune bisa sedikit bersabar “. Jawab Bu Iva dengan nada yang masih menyudutkan Arjune .
Arjune yang mendengar ucapan Bu Iva langsung menggaruk rambutnya yang tak gatal kesal dan gemas juga atas tuduhan itu .
“ Bu , Saya gak ada maksa apapun pada Aleni , Bahkan saat Aleni bermimpi menangis dan berteriak Saya masih tertidur dan kalau masalahnya karena saya tidak pakai baju itu karena Saya merasa kepanasan dengan suhu kamar disini “. Jelas Arjune pada Mertuanya yang hanya menganggukkan kepala nya .
Ya saat arjune merebahkan tubuhnya di kasur ia masih mengenakan kaos nya namun satu jam berbaring arjune sama sekali tak bisa
memejamkan matanya karena kepanasan maklum di kamar aleni hanya tersedia kipas
angin helikopter yang berputar di atas langit langit dan itu tidak cukup untuk Arjune yang biasa nya memakai AC .
“ Iya maaf nak Arjune minggu lalu AC di kamar Leni di copot dan sampai sekarang belum di pasang kembali “. Ucap Ayah Aris dan Arjune pun hanya manggut manggut saja masih dengan membelai rambut Aleni di dekapannya .
“Yasudah kalau memang tidak terjadi apa apa Ayah dan Ibu pamit keluar , kalian silahkan lanjutkan lagi istirahatnya .” pamit Ayah Aris
dan bergegas membalikkan tubuh menuju pintu dengan menarik lengan Istrinya .
“ Ayo Bu keluar besok lagi jangan ngomong sembarangan , ingat “. Omel Ayah Aris pada Ibu Iva di balik pintu kamar yang sudah tertutup
rapat .
Mengetahui kedua orang tuanya sudah meninggalkan kamar nya , Aleni yang sedari tadi berpura pura memejamkan matanya di dekapan hangat sang suami langsung kesal dan langsung mencubit kulit dada Arjune saat menyadari jika Suaminya ternyata bertelanjang dada .
“ Aduuuh sakit , Apa apaan sih ?”.pekik Arjune saat merasa kulit dada nya sakit karena cubitan dan langsung menjauhkan tubuh Aleni dari
tubuhnya .
“ Bapak yang apa apaan , ngapain juga gak pakai baju atau jangan jangan …” jawab Aleni pada Arjune yang tampak kesal .
“ Kamu tau gak kamar mu ini panas serasa di oven Saya dan buang jauh jauh pikiran kotor mu …. “. Ucap Arjune tak mau kalah .
“ Kalau panas kenapa gak di besar kan volume kipasnya hem tuh di sana saklar nya “.ujar Aleni seraya menunjuk tombol untuk mengatur temperatur kipas angin .
“ Mana Saya kepikiran , Saya gak biasa pakai barang beginian asal kamu tau “. Jawab Arjune sengit .
“ Ta…. “ Saat Aleni akan menyahut tiba tiba langsung terhenti .
“ DIAM , Saya mau tidur ngantuk jadi jangan berisik “. Hardik arjune setelah selesai menaikan temperatur kipas angina helikopter dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur membelakangi Aleni usai memakai kembali kaos nya .
“ Huh sombong “. Umpat Aleni dan ikut merebahkan tubuhnya di kasur .
**********
Pagi harinya Aleni yang sudah biasa bangun saat mendengar azan subuh berkumandang pun mulai membuka dan mengerjap mata serta
merenggangkan badannya .
Matanya melirik sosok pria yang terbungkus selimut dengan rapat membuat Aleni menggelengkan kepala nya “ Kata nya kepanasan giliran sekarang selimutan rapet udah kaya lontong “. Cibir Aleni dan langsung beranjak bangun untuk menunaikan sholat subuh tanpa membangunkan suaminya .
Aleni yang usai menunaikan ibadah subuh langsung berjalan menuju dapur berniat membantu Ibu nya memasak .
Bu Iva yang menyadari kedatangan seseorang di belakangnya langsung menoleh “. Sudah selesai sholat Al ?”. tanya Bu Iva .
“ Sudah Bu “. Jawab Aleni .
“ Ingin sekali rasanya membalas perbuatan putra mu dengan melampiaskan semuanya pada mu Bu tapi melihat sikap baik mu pada ku rasanya hati ini tak mampu hingga akhirnya hanya bisa berdoa semoga tangan Tuhan yang
membalas perbuatan putra mu dengan setimpal .” gumam Aleni dalam hati dengan
tatapan yang tertuju pada Bu Iva .
“ Hei Al ko malah ngelamun sih ?”. ucap Bu Iva membuat Aleni tersadar .
“ Eh em apa Bu ?”. tanya Aleni tak mengerti dan Bu Iva hanya menggelengkan kepalanya .
“ Bu sini biar aleni bantu “. Kata Aleni dengan menerima wadah berisi bawang putih dan bawang merah serta cabai untuk di ulek Aleni
supaya menjadi bumbu nasi goreng untuk menu sarapan nanti .
“ Al , beneran kan kamu gak di paksa Suami mu ?”. tanya Bu Iva kepo .
“ Gak Bu , Ibu kan tau pernikahan kita itu beda dari pernikahan kebanyakan “. Jawab Aleni dengan malas .
Setelah 30 menit berkutat dengan dapur akhirnya menu sarapan sudah tersaji rapi di meja makan .
“ Al sana biar Ibu teruskan ,katanya kamu sudah masuk sekolah lagi bersiap sana sekalian bangunkan suami mu “. Kata Bu Iva pada Aleni yang mengangguk patuh dan menyerahkan sisa pekerjaan pada Ibu nya berlalu pergi ke kamar nya .
“ ceklek “
Aleni membuka pintu kamarnya dan langsung tersentak saat melihat ternyata seorang pria sudah berpenampilan rapi di depan lemari .
“ Bapak sudah rapi baru mau di bangunin “. Ucap Aleni seraya masuk ke dalam kamar .
“ Telat “. Jawab Arjune singkat dengan wajah datar nya .
“ Iya maaf “, cicit Aleni berjalan menuju lemari untuk mengambil baju ganti dengan perasaan berdebar karena belum terbiasa satu kamar dengan seorang pria apalagi pria itu sebenarnya guru baru di sekolahnya .
“ Saya gak mau di sekolah orang orang tau kalau kita sudah menikah , bertingkah lah seperti biasa nya seolah tak terjadi apa apa … “
celetuk Arjune pada Aleni yang berdiri diam di depan lemari seraya meremas handel pintu lemari dengan perasaan yang berdenyut bukan karena ada perasaan
“ Memang nya Bapak pikir Saya akan bertingkah seolah pengagum anda kah sama seperti mereka yang menurut saya lebai , Ingat Pak bukan hanya anda yang tak menginginkan pernikahan ini terjadi jadi anda tak perlu
khawatir .” jawab Aleni dengan tenang menahan rasa kesal di hati pada pria angkuh
yang sialnya kini Suaminya .
“ Oh bagus kalau seperti itu “. Ucap Arjune datar .
***********
Kini semua sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati sarapan sebelum melakukan aktivitasnya masing masing .
“ Yah ada yang Arjune ingin bicarakan “. Ucap Arjune setelah selesai dengan sarapannya dan meneguk separuh kopi buatan Aleni .
“ Silahkan nak Arjune “. Jawab Ayah Aris , Ibu Iva dan Aleni hanya diam menyimak .
“ Yah Bu , Arjune ingin minta ijin sama Ayah Ibu untuk membawa Aleni yang kini sudah menjadi Istri saya tinggal di rumah saya “. Ujar Arjune dengan serius .
“ Secepat itu ?”. tanya Bu Iva .
Arjune menganggukkan kepala nya “. Iya Bu karena Saya tak tega membiarkan Papah tinggal sendirian di rumah “. Jawab Arjune dengan tegas .
“ Ayah mengijinkan nak Arjune karena faktanya memang Leni kini tanggung jawab mu jadi kamu berhak untuk membawanya kemana pun kamu pergi tapi satu pinta Ayah tolong perlakukan nya dengan baik jangan sakiti hati dan fisiknya “. Sahut Ayah Aris yang hanya di angguki Arjune pasalnya ia pun tak tau akan seperti apa rumah tangga nya itu .
“ Kapan memang nya ?”. tanya ayah lagi .
“ Nanti siang akan ada supir yang menjemput di rumah ini maka dari itu Saya minta Aleni untuk cepat berkemas sepulang sekolah nanti maaf saya tidak bisa jemput bukan karena tak sopan tapi karena Saya ada kerjaan di
tempat lain selain sekolah “. Jawab Arjune dengan melirik Aleni dengan maksud
Aleni paham maksudnya .
“ Oh iya gak apa apa nak biar nanti Aleni di bantu Ibu untuk berkemas .”. ujar Ayah Aris yang langsung di angguki Arjune .
Saat sedang berbincang tiba tiba mereka mendengar suara motor berhenti di depan rumah .
“ Biar Aleni lihat siapa yang datang “. Ucap Aleni dan langsung berlalu menuju pintu namun sebelum membuka pintu Aleni mengintip dulu dari korden untuk melihat tamu itu .
Seketika Aleni di buat panik karena melihat tamu yang sedang membayar tukang ojek itu yang tak lain sahabatnya Rina .
“ Aduuuh bisa gawat kalau Rina lihat ada guru itu disini bisa panjang urusan nya “. Gumam Aleni menutup kembali korden dengan cepat
berbalik menuju ruang makan untuk mengambil tas nya dan berpamitan .
“ Siapa yang datang Al ko gak di ajak masuk ?”. tanya Bu Iva sambil menoleh ke belakang aleni .
“ Em Rina , Bu … Gak katanya ia buru buru mau bareng berangkat sekolah sama Al jadi Al pamit berangkat ya “. Jawab Aleni sambil meraih punggung tangan kedua orang tuanya mencium dengan takzim hingga saat ada
di hadapan Arjune tanpa ragu Aleni langsung mengambil tangan Arjune dan mengecup punggung tangan Suaminya dengan takzim .
“ Loh ko gak bareng Nak Arjune aja kan kalian satu tujuan “. Celetuk Bu Iva .
“ Gak Bu , Aleni bareng sama Rina kasian dia udah nungguin di depan “. Jawab Aleni setelah menjawab ia pun langsung berlari keluar rumah membuat Ayah geleng kepala .
“ Maaf atas sikap kekanakan Leni ya nak Arjune “. Kata Ayah Aris .
“ Santai aja Yah “. Jawab Arjune .
“ Kalau kalian sudah di sana sering sering kunjungi kami ya nak “. Pinta Ayah Aris pada Arjune .
“Pasti lah Yah “. Jawab Arjune meyakinkan .
Aleni yang keluar dari dalam garasi langsung mengeluarkan motor kesayangan nya dari dalam garasi saat melihat sahabatnya akan masuk ke dalam halaman rumah seketika langsung berteriak .
“ RIN GAK USAH MASUK , TUNGGU DI LUAR AJA NIH GUE UDAH NGELUARIN MOTOR BIAR KITA CEPET BERANGKAT “. Teriak aleni dan dengan cepat menghidupkan motor trail nya .
“ Biasa aja kali Al gak usah pake toak gitu “. Omel Rina saat Aleni sudah mendekati dirinya dengan menaiki motor kesayangan nya sambil
mengamati wajah sahabatnya yang masih sedikit sembab .
“ Al lo gak apa apa . kemarin kenapa ?”. tanya Rina dengan khawatir .
“ Iya makanya buruan naik biar cepet gue ceritanya “. Jawab Aleni dengan tak sabar membuat Rina paham dan akan membonceng motor sahabatnya namun saat akan naik tiba tiba mata Rina melihat motor yang tampak asing di garasi rumah sahabatnya yang hanya terlihat body belakangnya saja .
“ Eh tunggu Al , itu motor siapa ?” tanya Rina .
Duh mampus jangan sampe Rina kenal motor Pak guru itu .
“ Ih Rina buruan itu motor temen si Irvan kali gak peduli gue , Udah buruan naik atau gue tinggal nih ya dan lo gak akan pernah dengar
cerita gue kemarin “. Kata Aleni dengan mengancam sahabatnya itu agar tidak
semakin kepo dengan motor hitam itu .
“ Eh iya iya maaf ayo ….”. jawab Rina dan langsung membonceng dan motor pun langsung keluar dari halaman rumah .
********************
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Kok gak UP lagi yaa
penasaran kelanjutannya