NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Presdir

Terjerat Cinta Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:745.3k
Nilai: 5
Nama Author: yulia.l

Karya pertama.
Masih tahap revisi.
Banyak typo bertebaran.



Hana seorang gadis yang cantik dan lembut, dirinya harus berurusan dengan Reihan, pria yang mencintainya tapi tidak suka di bantah.



Nb: Aku buat ceritanya enggak berat-berat tapi ringan dan datar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia.l, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 20.

Jam 9 malam Reihan sudah berada di mansion nya, tepatnya di dalam kamarnya. Setelah mengganti bajunya dengan baju santai, Reihan langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Untuk sejenak ia ingin mengusir lelahnya dengan istirahat, sebab kemarin malam ia habiskan waktu tidurnya untuk menjaga Hana yang sedang sakit. Tapi itu tidak menjadi masalah baginya apapun akan ia lakukan demi Hana.

Juna juga sudah memberi kabar melalui jo kalau kesehatan Hana sudah lebih baik dan itu membuat Reihan bisa bernafas dengan lega.

**

Pagi pun tiba.

Setelah tadi malam Hana puas menangis di pelukan Kakaknya, tapi tidak pagi ini. Ia memutuskan untuk membuang kesedihannya. Ia teringat kata-kata dari sang Kakak bahwa samudera itu luas, masih banyak yang harus ia jalani di dunia ini. Tapi kalau air mata sudah jatuh, tetap saja judulnya cengeng... hehe...

"Semangat! semangat! Begitu saja sudah menyerah kau Hana," ucapnya berbicara di depan cermin.

Pagi ini Hana dan Kakaknya memutuskan untuk berziarah ke makam sang Ibu, karena hari ini tepat 8 tahun Ibunya pergi untuk selama-lamanya, di mana saat itu umur Hana masih 15 tahun.

Rasanya baru kemarin dirinya kehilangan sosok Ibunya, Ibu yang begitu lembut. Ya, Hana begitu mirip dengan Ibunya, Ibu yang selalu menyayangi kedua anaknya namun pergi meninggalkan mereka berdua untuk selamanya.

"Han, kamu sudah siap?" tanya Juna sambil melirik jam di tangannya.

"Iya Kak, ayo berangkat." jawab Hana.

Mereka berdua memasuki mobil, lalu Juna segera menghidupkan mesin kendaraannya dan mobil pun berjalan menuju tempat pemakaman umum.

Di perjalanan.

"Kak, lihat. Di sebrang jalan ada toko bunga. Ayo kita mampir dulu untuk membelinya," ucap Hana sembari menunjuk toko bunga yang beraneka warna.

Juna pun menepikan mobilnya. "Han, kamu tunggu di mobil saja, biar Kak Juna yang keluar membeli bunganya." pinta Juna kepada adiknya.

"Oke," jawab Hana sambil mengangguk.

Juna segera keluar dari mobil lalu memasuki toko bunga. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Hana melihat Kakaknya keluar dari toko itu dan kembali masuk ke dalam mobil.

"Wah... bunga mawar putih kesukaan Ibu. Sini Kak, biar aku yang pegang bunganya." Hana mengambil bunganya lalu di ciumnya bunga itu, bunga kesukaan sang Ibu.

"Kamu itu persis kayak ibu ya Dek... Sama-sama menyukai bunga mawar putih." ucap Juna yang melihat Hana memeluk bunga di dekapannya.

"Iya... Aku sangat suka." jawab Hana.

Mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju makam.

Setelah sampai di makam sang Ibu, Hana menaruh seikat bunga mawar putih kesukaan Ibunya tepat di atas batu nisannya. Mereka berdua memanjatkan do'a untuk sang Ibu agar tenang di alam sana. Setelah selesai berdo'a, Juna mengajak adiknya kembali ke rumah karena dia pun harus berangkat ke kantor.

"Han, ayo kita pulang. Kakak juga harus pergi ke kantor untuk menggantikan Reihan karena pagi ini pangeranmu itu akan ke bandara." ajak Juna.

Hana di buat terkejut oleh ucapan Juna. "Apa? jadi benar dia mau ninggalin aku, Kak?" tanya Hana tidak percaya.

"Iya, dia mau pergi." jawab Juna.

"Antar aku ke sana, Kak..." pinta Hana sambil menggoyang-goyangkan lengan Juna.

"Yaudah ayo! mumpung Kak Jun lagi baik hati." ajak Juna kepada adiknya.

Juna mengendarai mobilnya dengan begitu santai hingga membuat Hana kesal dan tidak sabar.

"Kak.... bisa cepat tidak sih bawa mobilnya, nanti keburu dia pergi,"

"Dia siapa....?" tanya Juna berusaha menggoda adiknya.

"Pangeran!" jawab Hana ketus.

"Biasanya juga kamu suka marah kalo Kak Jun ngebut, takut di razia polisi gitu..." sindir Juna.

"Itu beda lagi urusannya, Kak... Ayo cepat."

"Oke deh Nyonya Reihan...."

"Dih! segala...."

Saat ini mereka sudah sampai di depan bandara. Hana langsung keluar dari dalam mobil dan meninggalkan Juna begitu saja.

"Dasar Adik bucin! Kalau sudah ingat sama pacarnya, lupa deh sama Kakaknya sendiri," gerutu Juna yang melihat sang Adik meninggalkannya.

Didalam bandara Hana berlari mengelilingi semua tempat, berusaha mencari sosok pria yang sudah merebut hatinya. Tapi sampai saat ini ia belum menemukan keberadaannya.

"Kamu di mana Tuan... kenapa kamu tega meninggalkan aku? hanya sebatas itukah rasa cintamu kepadaku? batin Hana.

Karena merasa sudah terlambat, Hana pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu.

"Kenapa kau menyerah?" terdengar suara bariton dari arah belakangnya.

Deg

Saat mendengar suara pria yang ia kenal, seketika Hana pun langsung berbalik. Melihat pria yang ia rindukan, seketika senyum Hana terbit.

"Kau belum pergi?" tanya Hana dengan bola mata yang berbinar.

"Apa kau menginginkan aku pergi?" Reihan balik bertanya.

"Kenapa kau tidak memeluk ku, hem? ayo peluk aku." sambungnya lagi lalu merentangkan kedua tangannya berharap Hana akan memeluk dirinya.

Di saat itu juga Hana berlari ke arah Reihan dan memeluk begitu erat tubuh pria yang sudah mencuri hatinya. Begitupun sama halnya dengan Reihan yang juga membawa Hana dalam pelukan hangatnya.

"Jangan pergi... Jangan tinggalkan aku... Hiks... hiks..." ucap Hana menangis di pelukan Reihan.

Mendengar suara tangisan Hana, Reihan langsung mengendurkan pelukannya lalu menghapus air mata di pipi kekasihnya itu.

"Kenapa kau menangis, hm?" tanya Reihan mengerutkan dahinya.

"Aku... aku minta maaf karena tidak mempercayai dirimu, hiks..." jawab Hana sambil terisak.

"Aku tidak akan pergi, jadi jangan menangis lagi ya, sayang..." ucap juna sembari mengusap lembut pipi Hana.

"Memang siapa yang bilang aku akan pergi meninggalkanmu?" tanya Reihan ingin tau.

"Kak Jun yang bilang. Kata Kakak kau akan pergi selama tiga bulan." jawab Hana jujur.

Seketika tatapan Reihan beralih menatap tajam ke arah Juna, sedangkan Juna yang merasa di tatap tajam oleh Reihan, malah memalingkan muka ke arah lain.

"Juna, kau kan tau aku hanya pergi selama dua hari. Kenapa bilangnya tiga bulan?" ucap Reihan begitu kesal kepada asisten sekaligus temannya itu.

Mendengar ucapan Reihan yang mengatakan Juna berbohong, Detik itu juga Hana ikut menatap tajam ke arah Kakaknya.

"Jadi kau membohongiku, Kak?" tanya Hana memastikan yang di katakan Reihan itu tidak benar.

"Hanya sedikit kok, bohongnya," jawab Juna dengan cengir kudanya.

"Kakak!!!" teriak Hana yang begitu geram.

Baru saja Hana ingin membalas Juna dengan menjambak rambutnya karena telah membohonginya, Reihan langsung mencegahnya dengan menarik kembali tubuh Hana ke dalam pelukannya.

"Sudah sayang... kau tidak usah membalasnya... lebih baik kita siap-siap karena pesawatnya akan segera berangkat."

Saat itu juga fokus Hana teralih ke Reihan.

"Kita?" tanya Hana yang bingung.

"Ya... kau akan ikut denganku. Kau mau kan?" tanya Juna.

Hana menganggukkan kepalanya. " Ya, aku mau" jawab Hana begitu senang.

"Duh... yang mau jalan-jalan. Aku ikut ya?" ucap Juna yang berharap Reihan akan mengajaknya juga.

"Tidak! kau urus kantor saja." jawab Reihan lalu menarik lembut tangan Hana. "Ayo sayang,"

Mereka berdua pergi meninggalkan Juna yang masih berdiri dengan begitu lesu.

"Malang sekali nasibmu Jun... Kerja lagi... Kerja lagi, lelahnya...." keluh Juna merasa kasihan pada dirinya sendiri.

1
Andariya 💖
eh..eh main sosor sj😀😀😀🤪
Andariya 💖
wah..di bos nyosor sj
Andariya 💖
suka pada pandangan pertama, ya bossss
Andariya 💖
mampir
Michelle Rafa
ini knp GK ada lanjutannya Thor
Rini Maryani
lanjut ka
Clay Primrosse
kok gak ada lanjutannya sih, bikin penasaran aja
Clay Primrosse
lanjutkan
Susanihikmah
up lagi kakk
ice lemon tea
nyam...
ice lemon tea
siap
ice lemon tea
yay
ice lemon tea
aku suka karya mu thor pas sekali mantap
ice lemon tea
suka.......
Herman
lanjutannya mana nih...🤔
E
hadir... lanjut 👍
E
semangat 💪
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
doyan ceker ayam jg nih bayi 😀😀😀😀😀
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
makanya leo Dinda tuh jangan di sia siain dah pergi aja loe kehilangan
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
Leo kasihan dah ah dah mandi minyak wangi dah bergaya gak di lirik pula ma Dinda 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!