NovelToon NovelToon
AMNESIA

AMNESIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Mafia / Kriminal / Chicklit / Tamat
Popularitas:57.5k
Nilai: 5
Nama Author: mr. haart

Mereka memanggilku dengan dua nama.

Aku tidak memiliki kehidupan normal. Aku juga bukan manusia, aku hanyalah sebuah alat yang di gunakan untuk mencapai kekayaan dan menambah kekuasaan.

Alexa, begitu mereka memanggilku saat aku memakai wajah kebaikan.

Tapi, siapa yang menyangka? Ternyata aku tidak sebaik yang mereka pikirkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mr. haart, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 20 (YOU LOOK TERRIBLE)

Enam bulan kemudian...

BRRRAAKKKK!!! Clare melempar notebook miliknya di atas meja. Empat orang yang sedang duduk di depannya menjadi kaget.

"aku menyerah! Aku tidak sanggup lagi!" ucap Clare.

Kay, Zain, Brian, dan Arnold sedang berkumpul di satu ruangan, di markas besar yang lain. Mereka sedang membicarakan hal yang menyangkut GRAFEDI dan beberapa masalah ekonomi yang menjadi penyebab banyaknya kejahatan.

"sebaiknya kau istirahat dulu. Mungkin bisa di coba lagi besok" Arnold memberi saran.

"kau saja yang coba!!! Aku tidak mau! Aku sudah mencoba segala cara selama enam bulan!" keluh Clare.

"kalau memang tidak ada cara yang lain. Kita harus mulai mencari informasi itu dari awal" ucap Kay.

"itu tidak mungkin. Sejak ada wanita itu, semua cara yang kita lakukan menjadi sia-sia" Brian menimpali.

"ya ya, terserah kalian. Tapi, aku sudah menyerah. Kalian cari saja Alexa itu dan segera memintanya untuk membuka semua informasi ayahnya! Aku sudah muak!" Clare berbicara sambil berjalan ke arah pintu.

Mereka berempat hanya memandanginya dari jauh. Clare keluar ruangan dan menutup pintu dengan keras.

"Haaah.... Bahkan Emma tidak tau apapun. Lalu, bagaimana sekarang?" Keluh Brian.

Zain mengambil notebook milik Clare di atas meja, dia mencoba sesuatu pada benda itu.

"kau juga sudah mencobanya berulang kali" ucap Kay.

Zain hanya mengangkat sebelah alisnya. Dia berpikir untuk terus mencobanya. Di saat yang sama, ponsel milik Arnold berdering. Arnold mengangkatnya dan berbicara sesuatu pada orang di ujung telepon.

"kita harus pergi, ada pekerjaan" ucap Arnold saat telah menutup telepon.

"pekerjaan sampingan itu? Aku kaget saat tau hal itu pertama kali. Apa kalian tidak sadar? Pekerjaan yang kita lakukan selama ini sudah di luar batas. Dan kalau sampai ketahuan_" ungkap Brian.

"jangan sampai ada yang tau" ucap Kay memotong kalimat Brian.

"Aku akan memanggil Clare, lalu kalian bersiaplah. Kita akan pergi kesana sekarang. Mungkin ada satu petunjuk disana" lanjutnya sambil mengenakan jaket hitam.

Kay pergi keluar ruangan, lalu mereka segara berdiri dari duduk nyaman dan segera menyiapkan segala keperluan. Arnold memberikan gadget pada Zain yang berisi informasi.

"kita ubah rencana, kau dan Clare juga akan masuk" ucap Zain sambil memperhatikan layar.

"berikan saja tugas itu pada Arnold, aku tidak mau masuk ke kandang macan" ungkap Brian yang sedang mencari beberapa senjata.

"banyak orang yang sudah mengenalnya, tidak akan aman jika dia ikut masuk" Zain mulai memasukkan beberapa barang ke dalam tas kecuali gadgetnya.

"kau benar. Ada beberapa orang yang di kabarkan memiliki kemampuan mengamati orang. Aku juga yakin, mereka akan mengenalku dengan cepat. Walaupun aku tidak berpakaian seperti wanita" Arnold menimpali sambil memasang jaket di tubuhnya.

"sebaiknya kalian membicarakannya dulu pada Clare" ucap Brian.

Setelah semua siap, mereka segera keluar. Tidak lama kemudian, Kay dan Clare menyusul dari belakang.

"baiklah, aku setuju" jawab Clare.

Clare menyetujui dengan mudah setelah mendengar rencana dari Zain.

"aku keberatan" sanggah Kay.

"apa yang akan dia lakukan disana? Tempat itu sangat berbahaya, lagi pula kita berdua bisa menyelesaikannya" lanjutnya.

"apa maksudmu? Kau menganggapku tidak mampu?" tanya Clare.

"aku menganggap mu wanita" jawab Kay.

"apa? Heh! Bukan itu maksudku. Aku bisa melakukannya. Aku memang wanita, tapi aku berbeda dari mereka" ucap Clare.

"iya, kau memang berbeda" ucap Kay

Clare terdiam, ada perasaan yang aneh dari dalam hatinya. Dia merasa kesal dan bercampur perasaan lainnya.

"apa ini pernyataan cinta?" bisik Arnold pada Brian.

"jangan bodoh, mereka sedang berdebat. Tidak mungkin dia menyukai wanita itu" Brian membalas bisikan Arnold.

"tapi, ini terlalu berbahaya, aku tidak mau kau terluka" lanjut Kay bicara pada Clare.

"kau pikir aku suka melihat kau terluka?" Clare membalasnya.

"aku tidak pernah terluka" jawab Kay.

"benarkan, mereka sedang_" Arnold mencoba berbisik pada Brian, tetapi...

"apa kau tidak ingat kejadian di Casino?" Brian ikut menimpali pembicaraan mereka.

Zain tidak memperhatikan mereka, sejak Clare setuju dengan rencananya dia sudah beranjak dari tempat itu. Dia sedang duduk di atas bagasi mobil dan membuka beberapa informasi di gadgetnya.

"apa kalian sudah selesai? Waktu kita tidak banyak" tanya Zain.

Akhirnya mereka menghentikan percakapan itu, lalu menyetujui rencana yang di katakan Zain. Mereka pun masuk ke dalam mobil. Kay dan Zain berada di satu mobil, sedangkan tiga orang yang lain berada di mobil kedua. Mereka pergi secara terpisah.

"kau merencanakan hal ini tanpa bertanya dulu padaku?" tanya Kay di tengah perjalanan.

"lihat ini" ucap Zain dan memberikan gadgetnya pada Kay.

Kay melihat isi gadget itu. Dia melihat dua identitas di layar, satu orang adalah wanita dan seorang lagi adalah pria. Mereka adalah korban penculikan dan akan di jual malam ini. Dan EVERYTHING adalah tempat yang tepat untuk menjual kedua orang itu.

"pria tua itu akan merasa curiga jika kita membeli seorang pria. Selama ini kita hanya membeli wanita. Karena itu kita membutuhkan Clare dalam misi kali ini" ucap Zain.

"lalu, bagaimana dengan identitasnya?" tanya Kay.

"Arnold sudah mempersiapkannya. Dia juga akan mengawasi mereka dari jauh. Clare akan menggunakan kalung yang terdapat kamera di liontinnya, berguna untuk mengawasi sekitar" Zain menjelaskan.

Sementara itu, di mobil yang lain.

"kalau kalian melihat ke belakang. Aku pastikan kalian tidak bisa melihat cahaya matahari lagi selamanya" Ucap Clare.

Clare sedang mempersiapkan dirinya, dia mengganti pakaiannya di dalam mobil, dengan sebuah gaun yang merah menyala. Gaun itu memiliki lengan panjang dan rok tepat di bawah lutut, tapi tekstur kainnya sangat lentur, sehingga memperlihatkan setiap lekuk tubuh.

Arnold menutup wajahnya dengan jaket yang di lemparkan Clare padanya, sedangkan Brian menggunakan satu tangan untuk menutup sebagian pandangan, karena saat ini dia sedang menyetir dengan satu tangan yang lain.

Setelah Clare selesai mengganti pakaian, Arnold langsung pindah ke kursi belakang, dia mengeluarkan beberapa alat make up dan mulai menghiasi wajah Clare. Wajahnya di hiasi dengan berbagai macam warna yang mencolok. Serta perhiasan yang glamour dan juga high heels merah menyala.

"sempurna!" ucap Arnold saat telah selesai menghias Clare.

Brian yang mendengar kalimat itu, langsung menoleh kebelakang, dia pun kaget bukan main. Dan mobil yang mereka kendarai berbelok tajam dan hampir menabrak mobil yang lain. Untungnya Brian cepat tersadar dan mengatur setir mobil agar tetap seimbang.

"b*ngs*t!!! kau gila?!? Kalau mau mati, sendiri saja!" Arnold mengumpat saat itu juga.

Bunyi klakson dari mobil yang hampir di tabrak Brian terdengar nyaring, begitu pun beberapa mobil di belakang mereka.

"Clare, kau terlihat mengerikan!" ucap Brian di tengah keadaaan.

"aku tau. Aku lebih kaget darimu, tapi kau sedang menyetir! Kau mau mati ya?!?" bentak Clare.

"fokus saja pada jalan di depanmu!!!" lanjutnya.

Glug, Brian menelan ludahnya. Dia tau yang dilakukannya salah. Harusnya dia bisa menahan rasa penasarannya. Tapi, lebih baik dia kaget sekarang dari pada saat telah sampai di tempat itu. Karena jika ada kesalahan sedikit saja, orang disana pasti akan merubah sikap penuh kewaspadaan.

"namamu sekarang adalah nyonya Dorothy. Dia mati setahun yang lalu akibat obat-obatan. Tidak banyak yang tau tentang hal ini, karena itu kami mengambil identitasnya, sehingga bisa di gunakan pada saat seperti ini" Arnold menjelaskan.

"dia sangat tergila-gila pada pria muda, minuman dan obat. Tapi, dia terkenal dengan sifat dingin dan tidak banyak bicara. Sifatnya ini cocok dengan peranmu, sehingga kau tidak perlu berusaha lebih banyak. Aku akan mengatakan apa yang harus kau lakukan di balik alat ini" lanjutnya saat memperlihatkan alat pendengar sebesar kuku yang bisa menyesuaikan warna.

"lalu, apa yang harus ku lakukan?" tanya Brian.

"kau cukup berperan sebagai bodyguardnya. Jangan melakukan apapun tanpa perintah dariku" jawab Arnold.

...***...

1
Ceisya
aku penasaran kisah mereka selanjutnya..
Ceisya
oh no!!!
Ceisya
di tunggu kelanjutannya, thor...
Ceisya
zain tau? cocok mereka. sama2 suka simpan rahasia...
Ceisya
kirain bakal terjadi sesuatu
Ceisya
Jangan-jangan zain pergi nyusul alexa?
Ceisya
keren kak... semangat...
Kustri
q takut masa lalu zoe akan mengancam pai anaknya dewasa
Kustri
misi apa lagiii

apa akan ketemu zoe!
Kustri
fuiiih...belajarlah zoe!
Capricorn girl💫
yah and,,,😭😭...
Kustri
keren BGT...kalimatnya q suka krn unik

q tunggu yg baru thor
💪💪💪❤️❤️❤️👍👍👍
Capricorn girl💫
apa ini ujung ceritanya ??
pasti blom kan thooor ?
msa ia ga ada cerita bahagianya Zain dan Alexa..key dan Clare,,dan yg lain nya,,soalnya kyanya mesterinya msih ada, Luke siapa jga blom ada penjelasan kan
Kustri
apa sdh tamat??
Capricorn girl💫
apakah DID akan gugur
Kustri
hadeuuuh..hati² zoe!
Capricorn girl💫
Alexa msuk kandang macam
Capricorn girl💫
jebakan merajalela
Kustri
tegaaaaaang!

💪💪💪
Iqul
eaa..si author pasti nulis sambil senyum-senyum..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!