NovelToon NovelToon
Perjalanan Ke-Abadian.

Perjalanan Ke-Abadian.

Status: tamat
Genre:Action / TimeTravel / Reinkarnasi / Kultivasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:54.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Suja Andy

Novel ini adalah bentuk revisi dari novel awal yang berjudul My Journeu too Immortality yang terpaksa harus direvisi.



Kultivasi adalah jalanku

Meraih Kekuatan Keinginanku

Menembus Surga Impianku

Dengan Pedang di Tangan

Dengan Kekuatan milikku

Akan kugapai Surga

Kan Kuukir Legenda


Xi Suja, tuan muda kelima klan Xi yang terus saja sial. jalan keabadian yang dia tempuh sangat curam dan terjal, masalah datang terus-menerus bahkan sejak dia melewati kota pertama dalam pengembaraannya.

dengan bantuan para hewan kontraknya, dan keluarga serta teman-teman yang dia temui dalam perjalanan, dia mendaki gunung terjal demi meraih kekuatan.

.
.
.

jangan lupa berikan vote, komentar, like, share, dan ikuti perjalanannya yaa..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suja Andy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19 - Nggak Tau mau ngasih judul apa..

.

.

“Jendral, bagaimana situasi di dekat perbatasan?”

Di istana Matahari, Kaisar Bing Yun berada di ruang kerjanya ditemani seorang kasim kepercayaan dan juga Jendral utama Kekaisaran.

“Mohon ampun yang mulia, situasi di perbatasan barat tengah kurang kondusif akibat serangan dari sekte-sekte aliran hitam yang ada di sana. Saya sudah mengerahkan lima juta prajurit Kekaisaran di bawah 5 Jendral lainnya untuk mengamankan semua wilayah yang ada di sana.”

Kaisar Bing Yun mengangguk pelan sembari membaca gulungan-gulungan di mejanya, tak berapa lama kemudian dia berdiri dan memberikan perintah.

“Jendral, berikan tugas ke setiap sekte-sekte aliran putih dan netral untuk membantu mengamankan setiap wilayah Kekaisaran. 

Gunakan harta di perbendaharaan Kekaisaran untuk membeli sumber daya kultivasi sebagai bayaran mereka, kerahkan juga prajurit agar semakin sering berpatroli di wilayah sekitar mereka!”

“Hamba mengerti Yang Mulia!”

Jendral utama Kekaisaran kemudian meninggalkan ruangan, selepas perginya sang Jendral Kaisar Bing Yun duduk dengan memijat pelipisnya.

“Kinlun, apakah anak itu berulah lagi?”

Kinlun sang kasim kepercayaan Kaisar tersenyum canggung, “Yang Mulia. Tuan Putri Bing Lin saat ini sedang uring-uringan, apakah tidak sebaiknya kita meminta Patriark Xi Yang agar membawa putranya itu ke Istana?”

Kaisar Bing memijit pelipisnya, “biarkan saja dia. Hah, aku tidak mengerti bagaimana bisa dia memiliki perasaan pada tuan muda Xi Suja. Padahal setahuku dia tidak pernah keluar, bahkan saudara Yang juga bilang putranya itu tidak pernah datang ke Istana kecuali ke pasar saja.”

.

.

.

Kota Bulan Biru, Kekaisaran Matahari.

“Rebut kota ini! Jangan biarkan satu orangpun lolos!”

Ratusan pasukan sekte Teratai Kegelapan menerobos masuk ke dalam kota setelah membunuh pasukan yang dikerahkan untuk menghadang mereka, di dalam benteng kota pertempuran pecah antara pasukan sekte Teratai Kematian melawan prajurit Kekaisaran yang dibantu sekte Bulan Biru.

“Serang mereka! Jangan biarkan mereka merebut kota kita!”

“”””“OOOOUUUUUU…………….!!!!!!!!!!!”””””

Sekitar dua ribu murid sekte Bulan Biru mencoba menahan ribuan murid skeet Teratai Kegelapan, pertempuran para murid itu cukup imbang karena kekuatan murid sekte Bulan Biru cukup besar meskipun kekurangan jumlah karena termasuk sekte bintang 6.

“Sepertinya para murid dibiarkan saja dulu, biarkan mereka mencari pengalaman dalam pertarungan. Bukankah begitu, Matriark Wenjiang?”

“Tentu saja senior, kalau begitu mari kita lanjutkan!”

BOOOOOMMM…….!!!!

“Apakah hanya segini kekuatanmu? Ayo, keluarkan kekuatanmu Wenjiang!”

Wenjiang, gadis manis berusia 45 tahun. Matriark sekte Bulan Biru yang baru saja menduduki kedudukannya atas desakan para tetua sekte Bulan Biru terlebih dia adalah anak Patriark sebelumnya.

“Wenjiang! Menyerahlah! Jika kamu menyerah, aku akan berbaik hati dan tidak akan membunuhmu. Aku akan menjadikanmu budakku, bagaimana?”

“Cih! Sampai aku mati sekalipun, aku tidak akan pernah sudi menjadi budak bajingan sepertimu!”

Tetua sekte Teratai Kegelapan yang menjadi lawan Wenjiang menggeram marah, sebuah lesatan energi pedang dia lepaskan membuat Wenjiang yang terkena serangan itu mengalami luka yang cukup dalam.

“Teknik Pedang Bulan :  Tebasan Bulan Purnama!”

Wenjiang melepaskan sebuah jurus dengan cepat, pergerakan pedang di tangannya sangat cepat dan susah dilihat. Dari pergerakan pedangnya itu tercipta puluhan pedang energi berwarna putih yang menyatu membentuk lingkaran yang melesat menyerang musuhnya.

TRANK………!!!!

“Heh, serangan anak kecil!”

Tetua sekte Teratai Kegelapan maju menerjang Wenjiang, mendapat serangan dadakan Wenjiang menahan pedang musuhnya yang hampir saja membuat pakaiannya terkoyak.

“Dasar iblis! Matilah kau bajingan!”

Memangnya siapa sih perempuan yang mau dilecehkan? 

Wenjiang terus berusaha memberikan luka di tubuh musuhnya meskipun mengetahui bahwa itu mustahil untuknya, apalagi dengan kondisinya yang tidak terlalu prima.

Tetua sekte Teratai Kegelapan yang melawannya merupakan seorang kultivator Alam Jiwa bintang 3, sementara dia sendiri baru saja mencapai Alam Jiwa bintang 1 beberapa hari lalu.

“Heee, meskipun usiamu sudah tua tapi ternyata tubuhmu masih begitu indah. Menyerahlah sayang, dan akan kubawa kamu menikmati surga dunia hahahaha…..!!!!!”

Provokasi mentah yang dilempar dimakan bulat-bulat, Wenjiang semakin marah karena merasa dilecehkan.

Serangan berupa sebuah tebasan hampir saja mengenai tetua itu tapi dengan mudahnya dia menghindar dan tangannya meraih satu persik besar milik Wenjiang, setelah puas melecehkan musuhnya tetua sekte Teratai Kegelapan mencoba mengunci pergerakan Wenjiang namun tidak sempat.

“Jiang’er! Bajingan kau!!!!”

Seorang pria tua melesat cepat mendekati Wenjiang yang tengah dilecehkan, tetua yang melihat ada yang mengganggunya berdecak sebelum melarikan diri dengan Wenjiang yang memberontak di pelukannya.

“Lepaskan aku bajingan tua bangka!”

BOOOOOOOMMM……….!!!

Ledakan bola air yang sangat besar terdengar, tetua yang membawa Wenjiang terlempar ke bawah meninggalkan Wenjiang yang berhasil melepaskan dirinya.

“Jiang’er, kamu tidak apa-apa nak!?”

“Aku tidak apa-apa ayah, lebih baik sekarang kita membantu para murid dan tetua. Jangan sampai kota kita jatuh ke tangan mereka, atau nantinya Paman Guru Yang akan marah pada kita!”

Pria tua tadi tersentak sebelum mengangguk, mereka kemudian melesat ke tengah-tengah pertarungan dan mulai membatu murid dan tetua sekte Bulan Biru.

“Matriark! Kita tidak bisa menahan mereka lebih lama! Para murid sudah banyak yang gugur!”

Salah satu tetua mendekati Wenjiang dengan rasa cemas, itu karena dari dari 2000 orang murid yang mereka bawa sudah setengahnya yang gugur sementara musuh mereka masih memiliki 3000 murid lebih.

“Tetua Bulan Sabit, bagaimana dengan keadaan tetua Bulan yang lainnya?”

Mereka berdua berbincang di tengah kepungan musuh sembari membunuh musuh mereka, namun meskipun begitu masih banyak musuh yang datang dan mencoba menyerang.

“Tetua Bulan Hitam, dan beberapa tetua Bulan yang lainnya masih bertempur namun terluka. Tetua Bulan Purnama dan tetua Bulan Muda telah gugur!”

TRANK!

“SERANG MEREKA! JANGAN BIARKAN KOTA MILIK KITA DIREBUT MUSUH! SERAAANG……!!!!!”

“BATUAN DATAAAAAANG…….!!!!!!!”

Wenjiang dan tetua Bulan Sabit bernafas lega, sudah banyak murid mereka yang gugur untuk mempertahankan kota Bulan Sabit. 

“Siapa pemimpin pasukan!?”

Para murid sekte Bulan Biru dan prajurit kota mengarahkan komandan pasukan bantuan itu menuju Wenjiang, melihat itu dia mendekati Wenjiang tanpa memperdulikan pertempuran yang sudah hampir berakhir.

SWOOOOSSSSHHHHHHHHHH…….!!!!!!!!!

Aura seorang kultivator Alam Jiwa bintang 5 meledak membuat pertarungan berhenti seketika, aura itu membuat setiap pasukan sekte Teratai Hitam langsung tersungkur jatuh sementara pasukan sekte Bulan Biru hanya dibatasi pergerakannya.

“Siapa pemimpin di sini?”

Wenjiang dan tetua Bulan Sabit bernafas dingin, meskipun mereka berdua telah berada di Alam Jiwa bintang 1 dan 2 tapi melawan jagoan Alam Jiwa bintang 5 sama saja dengan mengantarkan nyawa mereka.

Wenjiang maju diikuti tetua Bulan Sabit lalu memberi hormat pada komandan pasukan bantuan, hormat mereka dibalas senyum ramah membuat mereka lega dan tersenyum selamat.

“Siapa nama kalian junior? Dan dari sekte mana kalian?”

“Salam senior, terima kasih telah datang membantu kami. Nama junior ini Wenjiang Matriark sekte Bulan Biru dan ini tetua Bulan Sabit, kami adalah yang tersisa dari sekte setelah penyerangan sekte Teratai Kegelapan sebelumnya.”

Komandan pasukan bantuan menatap para murid sekte Bulan Biru dengan tatapan sedih, mereka saat ini tengah duduk meratapi nasib mereka dan sebagian lagi tengah memindahkan jasad saudara se-sekte mereka. Sementara jasad prajurit kota dan pasukan musuh diurus prajurit yang dibawa oleh komandan itu.

“Maafkan kami karena terlambat datang junior, ada banyak hal yang membuat kami terhambat. Dan saya mewakili Patriark kami mengucapkan belasungkawa atas kematian banyak murid sekte kalia, sekali lagi maafkan kami karena terlambat.”

Wenjiang yang sebelumnya berdiri tegak kini menangis mengingat murid-murid sekte yang telah gugur, bisa dibilang naiknya dia sebagai pemimpin sekte adalah masa kemunduran bahkan kehancuran sekte Bulan Biru saat ini.

.

.

.

1
Mata rantai Kebencian
mengadopsi teknik budidaya immortal kelas primer yang dilemahkan banyak tingkat.

1.pemurnian qi
2.pembentukan tubuh
3.inti emas
4.jiwa baru lahir.
5.formasi jiwa
......

2 tingkat pertama tentang traformasi tubuh, sedangkan 3 tingkat terakhir tentang Trang jiwa,dalam teknik budidaya immortal kelas primer traformasi jiwa disebut sebagai traformasi essence soul atau esensi jiwa.

aku suka deskripsi kultivasi nya, gabungan antara budidaya immortal (jiwa) dan martial(gerbang).

baru kali ketemu novel sperti ini.apakah novel author berhubungan dengan novel legenda pendekar naga?heavensal,dari dunia Xiao Chen sama dengan heavensal dinovel ini?
Abi
Biasa
Abi
Buruk
Jago Ternak
lanjut thorr
Jago Ternak
lanjut pantang kendor
Jago Ternak
kalau bagianntulang ini cpatbsayanpaham soalnya udah baca 3 kalai legenda pendekar naga xio chen lnjut
sehzade_nur
ga jelas
Tobing AR
mtap
Hero Rohayadi
aneh gk da yg baca apa
Hero Rohayadi
pada kemana komen nya
Hero Rohayadi
yoss
Hero Rohayadi
ciyus
DEWA SEMESTA
up
Supi Handoko
kebanyakan narasi boss...anda tuh author, bukan narator...!!?😜🤪😝
Supi Handoko
ini seh bukan refisi thor, tp cerita baru...krn tokoh mopun alur cerita benar² b'beda dg cerita sebelum'a...dah dua kali alur ceritamu mentah ditengah jalan...gw bener² kecewa thor...!!?😪🥵🥺😡🤬
April Nando
bro novel pertama ceritanya di tengah hutan ehh balik ke lahiran kan ga nyambung banget tuh
煙草×Sebatss🚬
Lanjuttt
Nulamal
semangat thor, lanjutkan.

owh ya aku juga buat novel, kembalinya sang legenda, dibaca ya🙏
Ahmad Solikin
Thor kebanyakan minum Pill tidur .. ga update .. payah
Mungka
hadirrr!! semangat terus berkaryaa

salam dari Kasturia : Kisah Abyad Dari Anhala.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!