Audry Federica, Gadis berusia 16 tahun, ia harus pindah sekolah, mengikuti kemana kedua orang tuanya pergi, karna sang ayah yang di pindah tugaskan ke kantor pusat yang terletak di kota.
Daffa Wijaya, 16 tahun, seorang ketua Osis, tampan, tinggi dan cerdas.
Daffa seorang most wanted, playboy yang di juluki Casanova.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hartiena_19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cincin?
Mereka bertiga jalan beriringan menuju meja makan, disana sudah ada bunda Riana yang sedang menata piring dan menu sarapan untuk mereka berempat.
" Pagi Bunda." Sapa Audry dan segera mencium pipi sang bunda seperti yang dilakukannya kepada sang Ayah tadi.
"Pagi sayang." Sapa balik bunda.
"Ayo silakan duduk" Ucap Bunda lagi mempersilakan ketiganya untuk duduk. Audry segera mengambil tempat duduk ditengah kedua orang tuanya. Membuat Ayah dan Bunda menatapnya heran. Ia hanya nyengir tanpa dosa. Daffa yang melihatnya hanya tersenyum tipis melihat tingkah kekanakkan sang tunangan yang hanya ia tunjukkan jika bersama orang tuanya.
Acara makan mereka diisi dengan parcakapan antara Daffa dan kedua orang tua Audry, sedangkan Audry hanya sesekali menimpali saat Ayah atau Bundanya bertanya. Setelah makan mereka berdua pamit kesekolah. Sedangkan Ayah Danu pamit menuju kantor keluarga Wijaya.
☆☆
Sepanjang jalan didalam mobil hanya hening. Tak ada diantara mereka yang berniat mengeluarkan suara. Audry sibuk menatap jajaran bangunan pencakar langit melalui jendela. Sedangkan Daffa sendiri fokus pada jalanan. Ntah apa yang sedang mereka fikirkan saat ini. Hingga pada akhirnya Daffa mengalah dan mulai mengeluarkan suara.
"Nanti sore kamu ada acara?" Ucapnya melirik sang tunangan yang sepertinya kaget atas pertanyaannya. 'Apa dia sedang melamun tadi?' Daffa membatin.
"Hah? Kenapa?" Ucap Audry menatap Daffa bingung.
"Mama ingin mengajak mu makan malam bersama dirumah." Ucap Daffa tanpa menatap pada Audry.
"Tapi gue harus izin Ayah sama Bunda dulu." Ucap Audry mengalihkan pandangannya kearah depan.
"Aku udah kasih tau mereka tadi. dan mereka udah ngizinin." Beritahu Daffa yang membuat Audry cemberut.
'Selalu saja.' gerutu Audry dalam hati. Daffa tersenyum samar melihat sang tunangan yang sepertinya ngambek. ia tahu saat ini Audry pasti kesal dengannya.
☆☆
Sampai disekolah Audry langsung keluar begitu saja dalam mobil tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Daffa. Melihat itu, Daffa hanya menggelengkan kepala takjub melihat sisi kekanakan sang tunangan. Karena seperti yang ia tahu, Audry Federica yang ia kenal seorang gadis cuek, tegas dan juga jutek.
Daffa segera keluar dari mobil menuju ruang Osis untuk mengambil buku yang biasa ia bawa kemanapun ia pergi saat berada disekolah.
Sedangkan didalam kelas Audry sudah mulai memilih tempat duduknya dibarisan depan. Tak berapa lama ia mendengar suara langkah orang menujuh kelasnya. Ia mendongak menatap kearah pintu dan itu ternyata Serly dan David. Ia Memicingkan mata menatap mereka sedangkan serly menundukan pandangannya berbeda dengan David yang terlihat cuek.
"Udah lama Ry?"Ucap Serly Canggung dan duduk dibangku belakang Audry.
"Baru aja kok." Balas Audry berbalik arah menatap Serly.
"Elo barang siap tadi kesekolah?" Tanya serly lagi. Tak lama Manda dan Sisi pun Masuk kekelas dan dibelakang mereka ada teman sekelas mereka yang lain.
"I-itu.."Ucap Audry bingung. Ngak mungkin donk dia bilang kalau ia kesekolah bareng Ketos Resse itu. Sisi duduk disamping Audry begitupun Manda yang sudah duduk disamping Serly.
"Itu apa?"Tanya mereka bertiga kompak. Daffa masuk diantara perbincangan keempat sahabat itu.
"Eh cincin? sejak kapan jari manis elu terisi cincin?" Tanya Sisi saat matanya menatap benda bulat bermata berlian itu melingkar dijari manis sang sahabat.
"Coba liat"Serly dan Manda kompak menarik jari Audry. 'Aduh kok gue lupa sih ngelepas nih cincin. bodoh bodoh.'rutuknya pada diri sendiri. Ketiga sahabatnya menatapnya penuh tanya, membuat Audry tersenyum kikuk.
lemah
Daffa juga plin plan,gk punya pendirian
jadi kak berkesan