NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Aruna

Cinta Untuk Aruna

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:386.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

JANGAN DIBACA !!!
Cerita ini tidak akan sesuai harapan kalian. Nanti menyesal.

S1 : END

Kehilangan orang tua membuat Aruna harus berjuang demi rupiah untuk biaya hidupnya dan untuk membiayai adiknya yang masih duduk di bangku sekolah.

Berkat sepupunya akhirnya Aruna mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan yang cukup besar meskipun hanya sebagai Cleaning Service.

Namun siapa sangka dua pria tampan,putra dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja itu justru menaruh hati padanya. Dan di sisi lain ada sang sekretaris yang selalu berusaha menyingkirkannya demi mendapatkan sang pujaan hatinya.

Disinilah sebuah kisah cinta segi tiga di mulai. Hingga akhirnya kisah cinta ini membuatnya terjebak di antara dua hati. Membuatnya harus memilih cinta diantara dua cinta.

S2 : END

Hadirnya kembali sosok yang telah pergi tanpa pamit meninggalkan Aruna dan telah membawa separuh hatinya itu. Menghadirkan kebimbangan. Dan menjadi duri dalam kehidupan rumah tangganya. Akankah Aruna akan kembali ke dalam pelukannya dan mengakhiri rumah tangganya?

Ikuti kisahnya ...

ig@fhatt87


Cerita ini hanyalah fiksi. Tidak lebih hanya khayalan semata. Mohon maaf bila terdapat kesamaan tokoh,karakter,latar hingga alir cerita. Karya ini murni hasil pikiran penulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CUA Bab 21

Kini Dicko berbalik menatapnya. Sorot matanya tajam dan serius. Aruna hanya bisa menelan salivanya payah. Rupanya orang ini benar-benar serius ingin mengantarnya pulang.

"Bapak tidak perlu mengantar saya pulang, saya bisa pulang sendiri kok Pak. Tapi terima kasih atas bantuannya. Bapak hati-hati ya di jalan ya," tolak Aruna dengan sopan.

Kemudian Aruna pun segera turun dari mobil Dicko dengan perasaan yang campur aduk. Dibalik sifatnya yang dingin Aruna bisa melihat sisi lain dari seorang Dicko. Sosok yang begitu hangat dan perhatian. Tapi entahlah, mungkin itu hanya asumsinya saja.

Aruna bermaksud kembali ke trotoar. Berdiri di sana sebentar sambil menunggu ojol yang akan di pesannya melalui aplikasi. Aruna pun mulai melangkahkan kakinya menuju trotoar. Namun mendadak dari arah berlawanan sebuah pengendara motor melaju dengan kecepatan tinggi. Aruna tidak memperhatikannya dan tidak menyadari bahaya yang bisa saja mengancam keselamatannya itu.

Aruna tetap saja menyeberang tanpa menyadari pengendara motor itu kini semakin mendekat ke arahnya. Begitu dekat hingga Aruna tidak punya kesempatan untuk menghindar.

Namun tiba-tiba sebuah tangan kekar menarik pergelangan tangannya dengan cepat hingga membuatnya jatuh kedalam pelukan orang yang telah menyelamatkannya dari bahaya itu.

Kini detak jantung Aruna semakin tidak beraturan. Lagi-lagi tatapan mereka saling bertemu. Sorot mata yang selalu di lihatnya begitu tajam itu kini mendadak berubah menjadi teduh. Begitu hangat dan menenangkan. Hampir saja Aruna dibuat hanyut oleh tatapan itu. Hingga dia menyadari siapa orang yang tengah memeluknya saat ini.

Bak malaikat penolong, secepat kilat Dicko turun dari mobilnya dan menyelamatkannya dari pengendara motor yang hampir saja menabraknya itu.

Aruna pun segera menarik tubuhnya dari pelukan Dicko. Wajahnya tertunduk malu.

"Terima kasih," ucap Aruna pelan dengan perasaan gugup.

"Kamu itu selain ceroboh ternyata juga keras kepala. Kalau sampai tadi kamu ketabrak, bukan hanya tangan kamu saja yang luka. Tapi kamu akan terbaring di rumah sakit. Atau bahkan lebih parahnya lagi bisa-bisa kamu kehilangan nyawa. Dan itu semua karena kecerobohan kamu. Kalau terjadi apa-apa sama kamu gimana sa__" Dicko tidak melanjutkan lagi ucapannya. Sebab dilihatnya Aruna tampak begitu ketakutan. Karena nada suaranya yang meninggi dengan amarah yang tak tertahan lagi.

Apa? Apa yang akan di katakan Dicko tadi? Apakah dia benar-benar mengkhawatirkan Aruna? Apakah dia benar-benar tidak ingin sesuatu terjadi pada Aruna? Sejak kapan dia begitu peduli pada wanita? Bukankah dia tidak menyukai wanita? Lalu kenapa dia marah-marah tidak jelas seperti itu. Makhluk asing yang aneh.

"Maaf, saya tidak bermaksud memarahi kamu. Saya hanya ... Saya hanya tidak mau saja jadi saksi mata nanti atas kasus tabrak lari." Ujar Dicko asal.

Hah? Kasus tabrak lari? Hebat!

Sebuah alasan yang tepat untuk kemarahan yang tidak jelas asal usulnya itu. Dan alasan itu cukup masuk akal bagi Aruna jika melihat perubahan emosional Dicko yang seketika menjadi begitu berapi - api.

"Masuk ke mobil. Kali ini saya tidak mau mendengar penolakan kamu."

Dengan berat hati akhirnya Aruna pun menuruti perintah Dicko. Seperti seekor anak ayam dia berjalan mengikuti langkah kaki Dicko dari belakang. Dan yang membuatnya kaget lagi, justru Dicko yang membukakan pintu mobil untuknya.

Aruna tampak ragu-ragu naik ke mobil itu, tapi dengan isyarat matanya Dicko meminta Aruna segera naik. Dan Aruna pun langsung mengambil duduk di kursi depan tanpa membantah satu katapun.

***

Hening !

Selama perjalanan keduanya hanya saling membisu. Tidak satu patah katapun terlontar dari bibir mereka. Kecuali saat Aruna memberitahukan alamatnya. Setelah itu keduanya kembali saling diam. Keadaan pun hening seketika.

Dicko lebih memusatkan perhatiannya pada jalanan yang mulai di penuhi oleh berbagai macam kendaraan yang saling melaju di samping kiri dan kanan mobilnya. Hingga membuatnya harus lebih berkonsentrasi lagi.

Sedangkan gadis manis di sebelahnya, hanya duduk diam sambil sesekali matanya melirik ke arah Dicko.

Jujur dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya hari ini. Bisa berada dalam satu mobil bersama Dicko hingga di antar pulang, benar - benar terasa seperti mimpi baginya.

Tak butuh waktu lama untuk sampai di depan rumah sederhana tempat Aruna dan Alika adiknya menumpang hidup.

Dicko melayangkan pandangannya ke luar, melihat keadaan sekitar. Dia melihat di depan rumah berdiri seorang gadis muda yang tampak cemas menunggu seseorang.

Alika memang sedari tadi cemas menunggu kakaknya pulang. Biasanya Aruna akan mengabarinya jika dia terlambat pulang. Melihat ada sebuah mobil berhenti di depan rumahnya dan melihat Aruna yang turun dari mobil itu, seketika kecemasannya pun sirna.

"Kak Runa," seru Alika sembari berjalan menghampiri kakaknya.

"Tangan kak Runa kenapa?" tanya Alika cemas melihat tangan kakaknya yang lecet.

"Tadi jatuh dari motor."

"Ya ampun Kak ... Kak Runa tidak hati-hati sih."

Karena merasa sudah tidak ada urusan lagi, Dicko pun bermaksud pamit pada Aruna. Dicko menurunkan kaca jendela mobilnya.

"Maaf, kalau begitu saya permisi dulu." Pamit Dicko sambil memandang Aruna dan Alika secara bergantian.

"Sekali lagi terima kasih banyak Pak. Maaf sudah merepotkan anda." Kata Aruna sambil setengah membungkuk karena begitu berterima kasih nya dia pada Dicko yang sudah banyak membantunya.

Dicko menaikkan kembali kaca mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan Aruna dan Alika yang masih berdiri memandangi mobil itu sampai menghilang di belokan tak jauh dari rumahnya.

"Kak, tadi itu siapa?" tanya Alika sambil keduanya melangkah bersama masuk ke dalam rumah.

"Dia atasan Kakak. Dia sudah menolong Kakak tadi di jalan. Kakak hampir saja ketabrak motor. Untung ada dia." Jawab Aruna kemudian mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu.

"Orangnya cakep tapi serem."

Aruna menaikkan kedua alisnya, "Serem? Serem gimana?"

"Tidak ada ekspresinya. Dimana mana tuh ya, orang kalau mau pamit itu setidaknya kasih senyum, dikit aja. Sayang loh, cakep-cakep tapi serem."

Aruna tertawa kecil mendengar tanggapan Alika tentang Dicko. Bahkan Alika pun menganggap Dicko menyeramkan. Apalagi dirinya saat pertama kali bertemu dengan Dicko.

Tapi dengan kejadian tadi, Aruna merasa Dicko tidak semenyeramkan itu. Dia merasa ada sisi lain dari Dicko yang tidak pernah dia tunjukkan. Seperti saat dia sedang mengobati lukanya tadi,dia seperti melihat Dicko yang lain. Sungguh berbeda dari biasanya.

"Siapa yang cakep tapi serem?" Tanya Teddy tiba-tiba datang dan ikut duduk di sofa bersama Aruna dan Alika.

"Itu kak, orang yang tadi nganterin pulang Kak Runa," jawab Alika.

"Siapa sih? Laki - laki? Sejak kapan kamu punya pacar Run?'' tanya Teddy penasaran.

"Bukan pacar kak Teddy." Sela Aruna.

"Atasannya Kak Runa." Seru Alika.

"Siapa? Pak Bram?"

"Bram? Bram siapa?'' Aruna balik bertanya.

"Terus siapa lagi kalau bukan Pak Bram. Dari tampangnya, kayaknya dia suka sama kamu. Dia itu kan si Ja__"

Ups! Hampir saja Teddy keceplosan. Padahal dia sudah berjanji tidak akan memberitahu Aruna tentang siapa Jaka yang Aruna kenal selama ini. Jaka si OB yang dikenalnya selama ini sebenarnya adalah atasannya sendiri. Yaitu Bram.

Aruna pun mengerutkan dahinya. Menatap Teddy dengan tatapan menyelidik.

Di tatap Aruna seperti itu membuat Teddy jadi salah tingkah. Kemudian secepat kilat dia pergi meninggalkan Aruna sebelum Aruna memburunya dengan berbagai macam pertanyaan.

*

*

*

Bersambung.....

__________________________________________________

Terima kasih 🙏

SALAM HANGAT AUTHOR BUAT READERS TERCINTA.😘

JAGA KESEHATAN AGAR TERUS BISA MAMPIR DI KARYAKU YANG RECEH INI.

1
Ida
aku kurang suka dengan karakter aruna
Jong Nyuk Tjen
dugaan ku ternyata benar ya thor . Jaka itu ternyata s bram
Jong Nyuk Tjen
s jaka kyny s bram deh , anak kandung dr bos besar. Dicko hati2 nih bakal bucin kamu ke aruna /Grin/
Siti Yuliani
cinta yang rumit🤔
Siti Yuliani
jangan sampe jadi tunangan lh gk seru klo gk berjodoh
IG: Saya_Muchu
otw
Nayra Nabila
lihat notif aruna langsung cuzz..
Daryati Idar
aku tunggu kk
Erna Sikumbang
aku mampir
Yukity
Dukung di dini Thor...
like😍
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
smngt yah
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
smngt up y
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
boomlike
Yukity
mampir disini ..👍🏼😍
Darah Biru (Bangsawan)
favorit ♥️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 saling mendukung 💕
Darah Biru (Bangsawan)
❤️
Darah Biru (Bangsawan)
mantap
Darah Biru (Bangsawan)
jejak
Niswa mandailing
next
.
Sayang endingnya mlh bukan sm bram
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!