Novel ini bercerita tentang Direktur tampan yang ditinggal mati oleh sang istri, Sang istri pergi untuk selamanya, Meninggalkan satu anak yang masih berusia 1 tahun lebih.
Sebelum meninggal sang istri memberikan amanah pada suaminya, Untuk menikahi Baby sister anaknya.
Sebenarnya sang Baby sister juga sudah mempunyai kekasih, Namun karena sebuah amanah akhirnya sang baby sitter terpaksa menikahi suami majikannya.
Ntah akan seperti apa kehidupan mereka kedepannya, Penasaran ikutin yuk ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21.Mas Wisnu aku takut.
Wisnu baru saja keluar dari kamar mandi, Lalu menghampiri sang istri yang duduk ditepi ranjang dengan wajah ketakutan.
Hujan begitu lebat, Akankah terjadi sesuatu pada Diana dan Wisnu?
"Mas aku takut," Ucap Diana dengan wajah ketakutan, Wisnu duduk disamping Diana lalu menarik Diana kedalam pelukannya.
"Jangan takut ada aku disini!" Pinta Wisnu kali ini dengan nada begitu lembut tidak seperti biasanya.
Hujan begitu lebat, Petir terus bergema membuat Diana semakin takut.
"Mama, Papa, Diana takut." Batin Diana.
Diana sangat takut pada hujan dan petir bukan tanpa alasan, Tapi dulu waktu Diana masih berusia 5 tahun Diana sendirian dirumahnya, Dan itu hujan sangat lebat, Bahkan again begitu kencang, Petir terus bergema, Dan itu membuat Diana trauma Diana sangat takut pada hujan.
"Tidurlah sekarang sudah malam!" Wisnu menyuruh Diana untuk segera tidur.
"Mas kira-kira Hana rewel tidak?" Tanya Diana dengan suara pelan.
"Tidak, Kamu jangan kawatirkan Hana ya!" Jawab Wisnu agar Diana tidak merasa kawatir pada putri kecilnya.
Diana membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur, Wisnu menyelimuti tubuh Diana dengan selimut yang sediakan oleh hotel tempat mereka menginap.
Wisnu merebahkan tubuhnya disamping Diana, Sebenarnya Diana merasa gegori dan deg-degan tapi Diana berusaha menyembunyikan perasaan tersebut karena Diana merasa takut gara-gara hujan yang begitu lebat dan petir yang terus bergema, Bahkan malam ini Diana tidur sambil menggegam tangan Wisnu yang ada disampingnya, Beruntungnya Wisnu tidak memarahi atau membentaknya.
Visual Diana dan Wisnu.
Malam semakin larut hujan semakin lebat, Wisnu terbangun dari tidurnya, Wisnu tersenyum melihat Diana yang masih memejamkan matanya.
Wisnu membenarkan rambut Diana yang menutupi wajah cantiknya.
"Dia cantik kalau sedang tidur." Puji Wisnu dalam hatinya.
Wisnu kembali merebahkan tubuhnya disamping Diana, Kini Wisnu juga malah menarik Diana kedalam pelukannya.
Ntahlah kesambet dedemit mana? Wisnu hari ini benar-benar beda dari biasanya, Bahkan bicaranya juga mulai lembut tidak ketus seperti biasanya.
Keesokan harinya.
Diana merasakan berat pada bagian tubuhnya ternyata kaki Wisnu sudah menindih kaki Diana dan tangan Wisnu juga sudah mengunci tubuh Diana, Membuat Diana sulit untuk bergerak.
"Mas bangun, Sudah jam 6 pagi!" Pinta Diana sambil menggoyangkan tubuh suaminya.
Wisnu hanya bergulat dan malah menarik Diana masuk kedalam pelukannya, Diana berniat meronta namun mengurangkan niatnya karena melihat Wisnu yang tertidur begitu nyenyak jadi Diana tidak tega untuk mengusiknya.
"Andai saja Mas Wisnu bisa menerimaku sebagai istrinya, Mas perlu kamu tahu aku sudah meninggalkan orang yang aku sayang begitu saja demi amanah ini." Batin Diana yang merasa piluh.
Diana tiba-tiba teringat dengan Reno, Hati Diana begitu ingin menangis mengingat dirinya masih sangat mencintainya.
"Mas aku sudah menanti dirimu selama ini, Tapi takdir berkata lain, Sekarang aku sudah menikah dengan laki-laki yang tidak aku cinta." Batin Diana.
Tanpa tersadar buliran air mata mengalir ke dada bidang Wisnu, Merasakan tetesan air mata Diana, Wisnu langsung membuka matanya.
"Diana kamu kenapa? Apa aku melakukan hal yang salah?" Tanya Wisnu dengan raut wajah panik, Diana tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
"Katakan padaku! Kamu kenapa menangis?" Tanya Wisnu langsung, Wisnu menghapus air mata Diana dengan tangannya.
Diana terdiam tidak percaya melihat Wisnu menghapus air matanya.
"Mas Wisnu sungguh menghapus air mataku?" Batin Diana.
"Mas aku tidak apa-apa, Aku hanya merindukan Hana." Jawab Diana yang terpaksa berbohong pada Wisnu.
Diana tidak mungkin bilang pada Wisnu kalau Dia sedang memikirkan laki-laki lain, Dan laki-laki lain itu tadi Wisnu sudah bertemu dengannya hanya saja Wisnu tidak tahu kalau Reno itu laki-laki yang Diana cintai selama ini.
"Baiklah ayo kita pulang sekarang, Kita jemput Hana!" Ajak Wisnu untuk menghibur Diana.
Tiba-tiba ponsel Wisnu berdering, Ternyata telpon dari sang mama.
"Sebentar, Mama menelpon!"
Wisnu langsung mengangkat telponnya langsung dihadapan Diana.
"Hallo ma?" Sapa Wisnu.
"Wisnu, Hana biarkan dirumah mama beberapa hari ya, Soalnya mau mama ajak liburan." Ucap Mama Rita.
"Tapi ma, Mau diajak liburan kemana?" Tanya Wisnu ingin tahu.
"Ke Villa keluarga bersama keluarga besar," Jelas Mama Rita.
"Baiklah Ma, Padahal hari ini aku berniat menjemputnya ma." Ucap Wisnu.
"Nanti kalau udah pulang, Mama antar Hana kerumahmu." Jawab Mama Rita, Yang langsung mematikan saluran teleponnya.
Wisnu menaruh kembali ponselnya diatas nakas, Diana melihat Wisnu lalu langsung bertanya pada Wisnu.
"Ada apa mas mama menelpon?" Tanya Diana penasaran.
"Hana, Mau diajak mama liburan jadi kita tidak menjemputnya hari ini." Jawab Wisnu dengan tatapan datar.
Diana menganggukan kepalanya pertanda Diana mengerti.
Wisnu dan Diana, Mereka langsung bersiap-siap untuk segera pulang, Setelah selesei mandi dan bersiap-siap, Diana dan Wisnu pergi makan terlebih dahulu.
Setelah selesai makan, Wisnu langsung mengajak Diana pulang kerumahnya.
Setelah menempuh perjalanan beberapa lama, Akhirnya Wisnu dan Diana sampai dirumahnya.
Wisnu langsung pergi masuk ke kamarnya sedangkan Diana masuk kedalam kamar Hana.
Dikamar Hana.
Diana mengeluarkan ponselnya, Lalu membuka blokir no Reno.
"Mas Reno, Maafkan aku." Dalam Hati Diana hanya bisa meminta maaf.
Dirumah Reno.
Reno sedang duduk sambil melihat bingkai kecil yang berisi foto dirinya dan Diana.
"Kamu tahu Diana, Aku ingat sekali difoto ini kamu berjanji akan menungguku, Tapi apa kamu sekarang sudah bersama laki-laki lain." Ucap Reno yang langsung membanting bingkai foto tersebut.
Pranggggggg..... Bunyi bingkai foto yang dibanting oleh Reno.
"Diana bisa-bisanya kamu tidak setia denganku, Padahal kamu tahu alasanku merantau keluar negeri, Aku ingin sukses aku ingin bisa membahagiakanmu, Tapi sekarang kamu menghancurkannya begitu saja!!" Reno terus meluapkan amarah, Tangan Reno langsung menjotos pintu lemari kaca sampai hancur.
Kini tangan Reno berlumuran darah karena ulahnya sendiri.
"Diana aku membencimu, Kamu tidak setia, Kamu sama saja dengan gadis lain, Hanya karena laki-laki kaya kamu melupakan janji kita selama ini." Hati Reno terus berteriak menyalahkan Diana.
Reno tidak tahu alasan Diana yang sebenarnya, Reno juga tidak bisa menghubungi Diana sama sekali karena Diana memblokir no ponsel Reno.
Saat ini Reno hanya bisa terus menyalakan Diana.
Dirumah Wisnu.
"Diana....." Teriak Wisnu, Yang membuat Diana langsung berlari keluar dari kamar Hana.
"Iya mas kenapa?" Tanya Diana pelan.
"Apa dia sudah berubah menjadi galak lagi? Apa kelembutannya hanya berlaku semalam saja?" Hati Diana bertanya-tanya.
"Ini apa?" Cetus Wisnu dengan ketus.
Diana melihat pampers Hana ditangan Wisnu, Lalu Diana tersenyum simpul pada Wisnu.
"Maaf mas, Aku kemarin buru-buru jadi lupa membuang pampres bekas pup Hana." Dengan rasa bersalah Diana meminta maaf.
"Cepat buang sekarang!!" Perintah Wisnu dengan nada ketus.
"Ternyata kelembutannya hanya berlaku semalam saja." Batin Diana yang langsung pergi meninggalkan Wisnu.
"Dasar jorok, Bisa-bisanya dia lupa membuangnya!!"
BERSAMBUNG 🙏
Jangan lupa like,komen,vote dan rate 😊