Dijuluki sosok yang ditakuti bahkan oleh para dewa, ia menghabisi segalanya tanpa emosi selama masa hidupnya yang panjang. Tapi setelah pembantaian besar terakhirnya, sesuatu berubah emosinya yang lama terkubur akhirnya bangkit. Detik berikutnya, ia membuka mata di bumi, dalam tubuh baru, memulai kehidupan yang benar-benar berbeda dari masa lalunya yang kelam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21 : SANG PENGUASA
Saat itu juga Mahendra mengambil satu langkah dan kemudian dunia seakan akan berhenti dan setelah itu dia pun perlahan lahan berjalan
Burkkk..
Setelah memukul ke tiga puluh delapan orang itu darius pun kemudian berjalan dengan tenang dan kembali berdiri, setelah itu dia pun kembali ke aliran waktu yang normal
Bruk..
Bruk..
Bruk..
Bruk..
satu persatu orang orang yang berlari ke arah Mahendra pun berjatuhan dengan mulut yang mengeluarkan darah
Hening..
Hening..
Ke enam gadis itu dan orang yang memimpin para orang orang yang telah jatuh itu pun terbelalak
“ini..apa yang sebenarnya terjadi..?" tanya violet dengan ekspresi yang tidak percaya
"Arhk, bajingan aku akan mengingatmu dalam masalah ini.." teriak berto yang merasa salah satu kaki nya lagi sudah diremukkan oleh Mahendra
“berani nya kau membuat putri ku ketakutan, hari ini aku akan membuatmu ketakutan yang sebenarnya.." ucap Mahendra
Krak..
Krak..
Mahendra pun langsung meremukkan kedua tangan pria itu dengan kejam, dia bukan hanya mematahkan melainkan meremukkan agar tidak bisa disambung kembali
___________________
" Friska jangan takut, jika kau bersikap lembut kau akan mendapatkan masalah yang tidak akan ada habis nya jika bertemu orang orang seperti ini.." Mahendra pun berkata dengan ekspresi yang tenang dan senyum kepada putrinya
Friska yang memiliki wajah pucat itu pun langsung mematung dan dia melirik ke arah teman teman nya yang memiliki ekspresi yang sama namun berbeda dengan violet yang hanya terkejut dan sama sekali tidak takut
"Friska apa yang dikatakan benar, andai saja dia tidak datang mungkin kita tidak akan memiliki masa depan.." ucap violet
"Violet namun ini negara yang sudah diatur oleh hukum.." ucap Friska dengan sedikit takut
Violet yang mendengar itu pun menggelengkan kepala nya
"Friska suatu saat nanti kau akan tahu sisi yang berbeda dari setiap negara dan pemimpin yang lain.." ucap violet
saat itu juga Mahendra pun telah selesai membereskan Berto dan kini tampak dia sangat menyedihkan kan
"Kak apa kau bisa mengajariku menjadi lebih kuat.." Violet yang sama sekali tidak peduli dengan apa yang dilihat itu pun langsung berjalan ke arah Mahendra
Mahendra yang mendengar itu pun langsung tertegun dan kemudian dia pun menatap ke arah putrinya yang masih sedikit takut
"baiklah kita pergi dulu dari tempat ini.." ucap Mahendra dengan tenang
"Friska ayo ikut.." ucap Mahendra kepada Friska
Friska yang mendengar itu pun langsung berjalan bersama ayah nya dan Mahendra pun juga mendorong motornya hingga sampai di tempat parkiran
"Frisak ayah tahu ini sulit untuk kau terima, namun begini lah tatanan dunia yang sebenarnya, jika kau memiliki kekuatan untuk bertarung kau bisa menghancurkan siapa pun yang kau inginkan jika bermain secara baik tanpa diketahui oleh para polisi dan jika kau tidak memiliki kekuatan maka kekayaan juga bisa melakukan hal yang sama.." ucap Mahendra yang langsung menjelaskan secara tenang
"Jika kau mau ayah bisa mengajarimu seni beladiri sama seperti ibumu.." ucap Mahendra dengan lembut
Friska yang mendengar itu pun hanya menatap ke arah ayah nya dan dia pun hanya bisa menghela nafas
"ayah aku butuh waktu untuk menerima semua ini.." ucap Friska dengan tenang
namun saat itu juga violet dan keempat gadis lain nya pun tiba
“kak apa kau bisa menjadi guru ku..?"
“kak apa kau sudah memiliki pacar..?"
"Kak apa aku bisa meminta kontak webchat mu..?"
"Kak apa kau memiliki waktu malam ini..?”
"Kak kau sangat tampan.."
Kelima gadis itu pun langsung mengerumuni Mahendra Friska yang melihat itu pun langsung memasang wajah muram dan kemudian langsung berdiri di depan Mahendra
"Apa kalian ingin merebut ayah ku sehingga kalian begitu proaktif..?" Tanya friska dengan tenang
"apa..kak..tampan ayahmu..?" tania yang mendengar itu pun langsung terkejut dan merasa tidak percaya dan begitu pula dengan keempat gadis lain nya
“menurut kalian siapa lagi kalau bukan ayah ku.." ucap Friska dengan sinis
saat mendengar itu tiba tiba kelima gadis itu pun langsung tersipu malu dan ternyata orang yang dipanggil kak itu sama mereka adalah ayah dari sahabat mereka sendiri
“terima kasih semua nya karna telah berteman dengan putri ku.." Mahendra yang melihat tingkah malu para gadis itu pun langsung berinisiatif untuk berbicara terlebih dahulu
______________________
namun saat itu juga tiba tiba beberapa mobil polisi pun langsung datang dan mengepung Mahendra dan keenam gadis itu
"Putri ku pergi lah, ayah akan mengatasi masalah ini.." ucap Mahendra dengan ringan
Friska yang mendengar itu pun langsung tertegun dan setelah mendapatkan tatapan keyakinan dari ayah nya Friska pun langsung mengangguk
"Angkat tangan dan jangan lakukan sedikit pun pergerakan yang tidak tidak.." teriak salah satu petugas kepolisian yang berada di tempat itu Mahendra yang mendengar itu pun langsung mengangkat tangan nya
Saat melihat itu beberapa petugas pun langsung berjalan ke arah Mahendra dan ingin menjatuhkan nya dan langsung memborgol nya, namun usaha mereka semua sia sia karena Mahendra sama sekali tidak bergerak
"Jangan buang buang waktumu, cepat borgol dan bawah aku ke kantor polisi dan melakukan penyelidikan.." ucap Mahendra yang langsung membuat tangan nya ke belakang
Pihak polisi yang melihat itu pun hanya menatap satu sama lain dan kemudian memborgol nya, Singkat cerita sampai lah di kantor polisi
"Nama..?" seorang polisi yang berada di ruang interogasi pun langsung menanyakan nama Mahendra
“Mahendra.."
“umur..?" tanya polis lagi
“45 tahun.."
saat mendengar jawaban darius petugas itu pun langsung mengerutkan kening nya dan dia melihat bahwa penampilan darius seperti sosok pria yang berumur pria dewasa 30 hingga 35
"Jenis kelamin..?"
Mahendra yang mendengar itu pun sontak tertegun dan kemudian dia menatap ke arah petugas Polisi itu
"Kenapa kau menatapku seperti itu..?" tanya petugas polisi dengan tegas
"Entah aku yang bodoh atau kalian para petugas kepolisian, kalian jelas jelas melihat aku ini pria namun kau masih saja menanyakan aku pria atau wanita.." ucap Mahendra dengan tersenyum geli
brak...
saat itu juga meja di ruangan itu pun langsung di gebrak oleh petugas itu
"apa yang kau katakan, apa kau tahu dengan apa yang kau katakan itu kau bisa dihukum dua kali lipat karena menanyakan kinerja kepolisian dan menganggap kami bodoh.." ucap nya dengan marah
Mahendra yang melihat pria dengan seragam kepolisian itu pun terlihat tersenyum dengan tenang
“santai saja, tidak perlu marah.." ucap Mahendra dengan tenang
saat itu juga seseorang pun langsung memasuki ruangan itu dan membisikan sesuatu kepada petugas yang sebelum nya