Terjerat akan pesona CEO tampan di kantor nya membuat Amel pusing sendiri menghadapi tingkah laku bos nya yang berubah -rubah
" BOS, sadarrrr kita hanya berdua di siniii, saya tidak mau ada karyawan lain yang melihat dan salah sangka."
" untuk malam ini, saya tidak akan membiarkan mu lepas Amel."
bulu kuduk Amel seketika berdiri dan mulai berjalan mundur, namun dia terhenti karena ada meja yang menghalangi nya.
" ayoo Amel, aku sudah tak sabar."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @cece riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab.21
Hari ini adalah hari yang di nanti-nanti di mana, Amel dan bintang tengah libur kerja dan mereka tengah bersantai di apartemen milik bintang, bintang melihat semua bahan makanan sudah habis dan dia pun mengajak Amel untuk pergi berbelanja, dan Nayla, masih bermain bersama baby sitter nya.
Mereka melajukan mobilnya ke mini market, dan memilih bahan makanan.
" Capek." keluh Amel, bintang pun menyuruh Amel untuk duduk di troli.
" Enggak roboh ni, badan Segede ini naik?" tanya Amel jengah.
" Enggak, belanjaan nya juga belum terlalu banyak jadi masih bisa." ucap bintang Amel pun naik dengan menghadap ke bintang.
Bintang dengan jahil pun, mendorong troli dengan, sedikit cepat dan lihat lah Amel tengah teriak-teriak ketakutan sambil tertawa.
Bintang pun tersenyum, melihat Amel tersenyum mereka pun berhenti di dekat pembalut.
" ngapain?" tanya bintang heran.
Amel pun tersenyum, dan membisikan sesuatu " saya lagi halangan pak, jadi bapak gak dapat jatah untuk beberapa hari." goda Amel, bintang pun terdiam kaku, mencerna ucapan Amel.
" Dasar wanita aneh kita belum nikah."
" wahahah kapan ni mau halalin gak sabar ni," goda Amel jahil, bintang yang malas mendengar ocehan tak jelas dari Amel pun, hanya terdiam.
Amel, pun mengambil pembalut nya dan mereka pun, melanjutkan berbelanja.
Amel dan bintang pergi ke tempat sayuran dan mengambil beberapa sayuran.
" ni, terong kek burung." ucap Amel asal bintang pun menyentil Kening Amel yang dari tadi berbicara ngelantur.
" Amel... " tegur bintang, mungkin karna efek lagi pms Amel jadi hobi ngaur.
" punya bapak, gede gini gak?" tanya emel santai.
" mau pegang." ucap bintang santai, mungkin Amel memang perlu di kasih pelajaran biar bisa diam .
Amel pun tersenyum jahil, padahal dia hanya ingin menggoda bintang saja, namun dengan santai nya, bintang menari tangan Amel, menuju adik kecil nya.
aaaaaa teriak Amel, kencang karna terkejut, untung orang di sana sepi bintang pun tersenyum bangga.
" Demam-demam deh Lo Mel, pusing dari tadi nah kan kecoba." kekeh bintang dalam hati.
Bintang pun, menutup mulut Amel, karna tak pakai diam.
" tangan gue gak suci lagi waaaaa ." rengek Amel, histeris.
" mangka nya, jangan jahil, di jahilin balik kan." ucap bintang, Amel pun terdiam sambil memandangi tangan nya.
" gede juga." umpat Amel dalam hati sambil memegang tangan nya.
Setelah cukup berbelanja mereka pun, segera ke kasir dan lihat lah embak kasir nya tak berkedip melihat bintang.
" noh, gue colok juga tuh mata." omel Amel namun masih dengan suara pelan sehingga hanya bintang saja yang bisa mendengar nya.
Bintang, pun tersenyum untuk menjahili Amel, Amel yang melihat bintang Tersenyum ke mbak kasir pun jengkel dan menginjak kaki bintang kuat.
" awww." ringis bintang kesakitan sedangkan Amel, bersikap seperti biasa saja santai.
Setelah itu, mereka langsung ke mobil, dengan Amel yang hanya diam, bintang tau Amel sedang ngambek .
Di saat di mobil bintang, terus mencuri-curi pandang namun Amel tetap sama hanya diam, bintang pun meminggir kan mobil nya.
" masih marah?" tanya bintang sambil memegang tangan Amel.
Ayolah sejak kapan bintang jadi perhatian dan berprilaku manis kayak gini.
Amel pun hanya diam padahal dalam hati nya, tengah tersenyum gembira.
" Mel." panggil bintang sekali lagi.
Amel pun menggelengkan kepalanya, bintang pun lega dan mengeluarkan napas nya .
Bintang pun memandang lekat wajah amel, dan tersenyum sangat manis.
" makasih." ucap bintang Amel yang gram melihat tingkah bintang pun menggigit tangan bintang gemes.
" kok ada sih pesikopat, gemesin gini." kekeh Amel.
Bintang semenjak mengenal amel, dia sudah jarang untuk membunuh, dan hanya sepupu dan adik nya saja yang dia suruh untuk mengurus itu, namun jika hasrat itu muncul bintang'hanya bisa mengendalikan nya dengan bertemu dengan Amel, karna Amel bagaikan obat penenang bagi nya.
Hy gys maaf ya pendek banget, dan untuk para author yang selalu mampir makasih banyak maaf Belum sempat mampir Gara- gara lagi sibuk ujian dan setelah ini pasti mampir kok pasti 🤍 dan besok pasti crazy up makasih smua nya jangan lupa like komen sama vote ya
5/Rose/
biar lama bacanya/Facepalm/
hehe.
kembang 2 sama kopi buat sarapan
eh emang kuntu/Facepalm//Facepalm/
tapi ga bisa komentar banyak banyak ya/Sneer//Sneer/