NovelToon NovelToon
DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam
Popularitas:172
Nilai: 5
Nama Author: Stychin

Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5

   Jam alarm di kamarnya yang terus berbunyi membuat aulia terbangun dari tidur panjangnya.Jam yang sudah menunjukan pukul 05.00

  Ia duduk menyenderkan kepalanya ke divan tempat tidurnya.Matanya masih berat untuk dibuka namun hari ini ia harus tetap masuk kerja.Ia bangun dan berjalan ke arah kamar mandi meski mulutnya tak berhenti menguap.

  30 menit sudah setelah mandi,wajahnya tampak segar.Rasa ngantuk itu hilang berubah menjadi rasa semangat untuk menjalani hari ini.ia sudah mengenakan pakaian seragam kantornya,semua sudah tampak rapi mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.

   Tak lupa ia sedikit merias wajahnya dengan make up tipis tipis agar terlihat lebih segar.Aulia meraih tas yang berisi barang barang penting seperti ponsel,laptop,dompet yang berisi uang dan lainnya.

  Setelah selesai bersiap siap ia keluar dari kamarnya hendak menuju ke bawah,menemui mama papanya yang mungkin sudah berada di sana terlebih dulu.

...Benar saja dugaannya,bu wida dan pak arman tampak sedang duduk di meja makan yang sudah terisi dengan sarapan dengan sedikit berbincang.Saat bu wida membuka mulutnya hendak memanggil nama putrinya,aulia tampak sudah berdiri di sana....

"kirain masih di kamar,ayo sayang sarapan dulu"ucap bu wida sambil mengambilkan sarapan untuk anaknya.

"sayang,kamu berangkat sama papa?"tanya pak arman yang baru menyuap satu sendok berisi nasi goreng.

"nggak pa,aku bawa motor sendiri aja"

"Yakin?"tanyanya lagi.

 Aulia mengangguk dengan senyuman,meski ia sudah mempunyai mobil sendiri entah kenapa ia lebih nyaman dengan motor vespa maticnya.Jika bukan untuk bepergian jauh ia enggan untuk menggunakan mobil kesayangannya,biarkan mobil itu tampak cantik dan terawat jika berdiam di garasi rumah pikirnya.

pak arman hanya menganggukinya dengan senyuman,sudah bukan masanya lagi melihat aulia merengek karena selalu ingin di antar kemanapun aulia pergi.Sekarang anak itu sudah dewasa,sudah berani bepergian sendiri bahkan sudah jarang sekali meminta sesuatu kepada papanya.

setelah bekerja kehidupan aulia jauh lebih baik,anak itu tak mau menyusahkan kedua orang tuanya.ia benar benar menjadi gadis yang mandiri,tak mengunakan uang orang tuanya untuk menuruti gaya hidup yang serba mewah.

 "yaudah ma,pa.aku berangkat dulu ya udah siang.Takut telat datang ke kantor"ucapnya sambil mencium tangan kedua orang tuanya dengan takzim.

10 menit kemudian di susul oleh pak arman yang juga pamit untuk berangkat ke kantornya.Laki laki yang berusia 45 tahun itu mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang.kini tinggalah bu wida yang hanya sendirian di rumah yang besar itu.

 Ia bahkan tak mempunyai teman tetangga,ia tak ingin berbaur dengan seseorang yang sekalinya bertemu malah mengajaknya membicarakan orang lain.

  Ia hanya mempunyai satu teman,teman masa kecilnya yang kini masih menjadi temannya sampai sekarang.Sayangnya rumahnya yang jauh yang tak memungkinkan mereka untuk bertemu setiap saat.

  Bu wida kembali masuk dan mengunci pintu rumahnya dari dalam,ia kembali menyelesaikan pekerjaan rumahnya yang belum beres.Piring kotor yang digunakannya untuk sarapan tadi ia cuci terlebih dulu,sebelum ia melanjutkan mencuci baju.Hari demi hari pekerjaan itu ia lakukan tanpa mengeluh sedikitpun.

 Rumahnya yang besar yang seharusnya dibantu oleh pembantu rumah tangga agar bisa meringankan bebannya sedikit.Namun ia memilih untuk melakukannya sendiri,selagi ia mampu.Toh ia bukan wanita karir,ia hanya seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya ada di rumah pikirnya.

1 jam sudah aulia tiba di kantornya,berangkat awal pun tetap saja ia hampir terlambat masuk kerja.5menit lagi gerbang itu di tutup untungnya ia masih bisa masuk.

aulia memarkirkan sepeda motornya diparkiran,dimana motor teman temannya sudah berada di sana.Tampak sudah tak ada karyawan yang berlalu lalang di area sana semua sudah masuk ke dalam ruangan mereka masing masing.

"kirain lu gak bakal masuk ul"ucap dinda yang baru menyadari kedatangan temannya.

"masuk lah,padahal gue berangkat dari satu jam yang lalu tapi jalannya buset macet total"ucapnya.

"iya sih hari senin emang biasanya kayak gitu,yaudah gue lanjut kerja dulu ya"

Dinda kembali ke tempat duduknya yang jaraknya terhalang oleh satu orang saja.

Semua sudah bekerja karena jam kerja sudah dimulai,tampak tak ada suara sedikitpun.Mereka fokus pada pekerjaan mereka masing masing.

Di kantornya pak arman tengah mengecek pekerjaan pada karyawannya,ia sangat di segani karena sikapnya yang ramah tak sedikitpun memiliki sifat sombong meski ia pemilik perusahaan itu.

Seperti biasa setelah dirasa aman semua,dan tak ada jadwal bertemu klien.Ia akan pulang dan menemani istrinya di rumah.Semua ia serahkan kepada sekretaris kepercayaannya.

Karena jam masih pagi pak arman memutuskan untuk pulang sore saja.banyak berkas yang harus ia tanda tangani,jika ia bawa ke rumah tentunya akan repot karena berkas itu harus diberikan kepada sekretarisnya hari ini juga.

Setelah selesai mendatangani,ia memikirkan nama air terjun yang kemarin di ucapkan oleh anaknya.Selama ini ia tak pernah mendengar nama air terjun itu.Pak arman meraih ponsel yang berada di sakunya.Membuka google untuk mencari nama dan tempat dimana air terjun itu berada.

"kok aku kayak gak asing ya liat air terjun ini?"batinnya.Saat ia melihat gambar gambar yang muncul di ponselnya.

"mungkin pernah seliweran ya di media sosial,aku aja belum pernah ke air terjun kecuali dulu waktu masih kuliah dan kayaknya memang bukan air terjun ini,namanya aja beda kok."ucapnya lagi.

Karena ulasannya positif semua,pak arman sedikit tenang setelah mengetahui nama dan tempat air terjun yang akan di datangi oleh anak semata wayangnya itu.

ia menutup ponselnya,lalu mengecek kembali berkas yang masih berada di meja kerjanya.

...****************...

jam istirahat sudah tiba,aulia dan kedua teman perempuannya berjalan ke arah kantin.Sedangkan dua teman laki lakinya memilih untuk makan siang di warteg seberang kantor mereka.

Mereka mengambil jatah makan siang mereka yang sudah berjejer di meja kantin.Mereka tak perlu mengeluarkan uang sepeserpun karena kantin itu dibuat khusus untuk melayani karyawan yang bekerja disana.Pemilik kantor itu yang bernama pak gunawan menyediakan kantin secara gratis tanpa memungut atau bahkan memotong gaji karyawannya.

Selain kantin,pak gunawan juga menyediakan mes bagi karyawan yang rumahnya jauh.tak heran banyak orang yang berdatangan kesana untuk melamar pekerjaan jika kantor itu sedang membuka lowongan.

Suasana kantin yang penuh diisi oleh semua karyawan yang tengah berisitirahat di sana.Beruntung aulia dan teman temannya mendapat tempat untuk makan siang mereka meski harus berdesakan.

Mereka makan dengan lahap meski jam masuk masih lama,namun sisa waktu nya bisa mereka gunakan untuk bersantai sebentar.

Tak sampai 15 menit makanan dimeja itu sudah habis tak tersisa.Dinda berdiri mengambil 3 minuman dingin untuk dirinya dan kedua temannya.lalu ia kembali duduk di kursi asalnya.

"gue nanti nginep di rumah lu aja deh ul biar gak kesiangan"ucap dinda sambil memberikan minuman itu kepada aulia.

"boleh,kalo lu cit?mau nginep juga di rumah gue?"tanyanya aulia kepada teman satunya.

"ah gue gak deh kayaknya ul,malemnya ada acara sama keluarga gue"ucap citra dengan kebohongannya.Padahal ia sudah merencanakan hal yang menjijikan setelah mendengar dinda akan menginap di rumah aulia.

Citra pikir jika dinda menginap di rumah aulia,tentu saja dery akan lebih dulu menjemputnya.Secara rumah citra paling awal dari rumah rumah temannya yang lain.Ia akan gunakan kesempatan itu berduaan dengan dery.Laki laki yang menjadi incarannya,meski beberapa kali dery menolak namun citra tak berputus asa begitu saja.

Aulia menganggukinya dengan senyuman.Lalu kembali meneguk minuman yang sudah setengah gelas lagi.

Di warung seberang,dery dan martin sedang bersantai menghisap sebatang rokok di temani segelas kopi.Mereka memilih makan disana karena bebas area merokok.Sedangkan di kantin kantornya,melarang keras para karyawannya untuk menyalakan rokonya karena di anggap akan mencemari dan mengganguk pernafasan orang lain.

"Der,lu sama sekali gak tertarik sama citra?"tanya martin.

dery mengeleng dengan cepat.Lalu melirik ke arah martin.

"Tapi dia keliatan bener bener cinta banget sama lu der.gue perhatiin mata dia semalem liatin lu terus yang lagi mandang si aul"

"masa?"tanyanya yang langsung di angguki oleh martin.

"gue takut deh kalo lu terang terangan suka sama si aul,dia bakal lakuin hal yang aneh.kayak jahatin si aulia gitu tapi semoga ngak deh ya"

"itu yang gue takutin.gue jadinya serba salah tin,gue suka sama si aul.Tapi gue gak mau persahabatan mereka hancur gara gara gue"

"gue paham bro.saran gue nih ya lu kalo ada citra bersikap biasa aja sama si aulia.jangan terang terangan banget lu liatin mukanye."ucap martin sambil menyenggol lengan temannya.

"hahaha iya deh kagak lagi,bakal gue tatap dalem kalo lagi bedua"ia mengimbangi candaan martin.

Namun jelas di dalam hatinya ia memikirkan ucapan yang diucapkan oleh martin barusan.ia khawatir jika citra melukai aulia.namun dery akan menjaga aulia seperti janjinya kepada pak arman semalam.

10 menit lagi nih masuk,yo ke dalem."ajak dery kepada martin.

Laki laki itu mengekor di belakang sambil membuang puntung rokok ke tempat sampah yang berada di sisian jalan.

Secara bersamaan ia melihat rombongan aulia yang berjalan menuju ke arah pintu masuk.Sesekali ia meliriknya dengan tatapan kagum,entah kapan cintanya bisa di balas oleh gadis itu ucap dalam hatinya.

Seperti rencananya,dery bersikap biasa saja saat berpapasan dengan aulia.Untuk menghindari tatapan tajam dari citra.Jujur ia merasa risih,kenapa aulia bisa mendapatkan teman seperti citra pikirnya.Jika bukan teman aulia,mungkin dery sudah menegaskan kepada perempuan itu untuk tidak ikut campur dengan perasaannya.

Mereka duduk di kursi masing masing.Terkecuali dengan citra yang tengah menghampiri meja kerja dery.

"der,nanti pulang boleh numpang gak?"tanyanya.

"Duh maaf ya cit,gue pulang sama martin.Mau anteri dia ke klinik lagi sakit gigi dia kasian"ucap dery.

Citra melirik ke arah martin yang duduk bersebelahan dengan dery.Laki laki itu tersenyum sambil memegangi pipi kirinya.Tanpa dikasih aba aba martin pun tahu itu trik agar citra tak ikut dengan temannya.Padahal motor martin sudah terparkir sejak tadi pagi diparkiran bersebelahan dengan motor aulia.

"citra,ngapain kamu udah jam kerja masih ajak orang ngobrol"tanya pak gunawan yang tiba tiba sudah berdiri di ambang pintu.

"ah anu pak say.."

"duduk!"ucap pak gunawan dengan tegas.citra berlari kecil ke arah meja kerjanya yang berada di pojok.

"Dengar ya,kalian gak mungkin gak tau sama kerjaan kalian.Toh kalian kerja disini sudah lama.Tidak ada alasan untuk mengobrol,lain waktu kalo saya liat ada yang mengobrol lagi saya pindahin kalian ke cabang lain.Saya mau karyawan saya disiplin dalam bekerja,kurang enak apa kalian kerja disini.Dan untuk kamu citra,ini kali terakhir saya liat kamu mengobrol."Citra mengangguk lalu menyalakan komputernya.

Tampak semua menunduk dan fokus pada pekerjaannya.Tapi hati mereka berbisik lagi dan lagi masalah muncul karena citra yang terus mendekati dery.

"Kena getahnya deh,padahal dia yang selalu bikin ulah"batin salah satu karyawan.

Pak gunawan masih berdiri disana.Jika di waktu kerja ia bisa berubah menjadi garang,karena ia tak ingin jika ada klien yang datang berpapasan dengan karyawannya yang kurang disiplin.Perusahaanya akan dinilai buruk oleh mereka tentunya.

...****************...

Sedangkan di kantor pak arman,ia tengah sibuk rapat dengan para kliennya.Bahkan perutnya yang terus berbunyi belum sempat ia isi.Banyak klien yang meminta untuk bekerja sama dengan perusahaan pak arman.Rapat kali ini adalah rapat bersama dengan klien terakhir yang datang ke kantornya.

15 menit setelah rapat selesai,ia baru bisa bernafas lega.Ia meraih ponselnya yang sejak 2 jam tadi terus berdering.Banyak pesan masuk dan telpon tak terjawab dari istrinya.

"hallo ma"ucapnya saat ia menghubungi balik istrinya.

"papa lagi sibuk ya?tanya bu wida di sebrang telpon.

"iya ma,papa habis rapat.Banyak banget klien yang datang hari ini.Tadinya papa mau pulang,kepala papa sedikit pusing"ucap pak arman.

"ya allah pa,mau pulang sekarang?minta antar sama security aja pa.mama khawatir papa kenapa napa di jalan kalo nyetir sendiri"

"nggak ma,tanggung papa pulang sore aja.Ini papa mau makan siang dulu,baru sempet"

"yaudah papa makan dulu ya,minum obat juga.Kalo ada apa apa kabarin mama ya"ucap bu wida yang tampak khawatir dengan pak arman.

"iya ma,yaudah udah dulu ya"

Sambungan itu pun di akhiri,kepalanya kembali berdenyut.Ia meraih telpon khusus di kantornya.Menghubungi salah satu OB di kantornya.

"masuk"ucap pak arman saat mendengar ketukan pintu.

"Tolong belikan saya makan sama obat pusing ya,pake motor kantor aja kembaliannya ambil buat kamu"

OB itu mengangguk lalu pamit pergi mencarikan makan dan obat untuk bosnya.15 sudah ia kembali membawa nampan.Piring yang berisi nasi dan lauk pauk dan gelas yang berisi air hangat juga 2 tablet obat pusing yang dipesannya tadi.

"makasih ya"ucap pak arman yang di anguki oleh OB itu.

Dengan lahap pak arman menyantap makanan itu,lalu meminum obat yang berwarna putih.Sebentar ia merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang berada di ruangannya.Sambil mengirimi sebuah pesan untuk sekretarisnya.

[Jangan ada yang ganggu saya dulu,saya mau tidur sebentar di ruangan]

[baik pak]

Pesan itu langsung di balas oleh regina sang sekretaris pak arman yang usianya baru menginjak 28 tahun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!