NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja 2

Pewaris Makam Para Raja 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Beranjak dari takhtanya sebagai penguasa berdarah di perbatasan selatan.

Lin Xiao kini melangkahkan kaki ke dalam pusaran konspirasi mematikan Kota Awan Suci, tempat di mana eksistensi Jiwa Murni berkeliaran layaknya prajurit biasa dan Empat Sekte Suci mengendalikan langit.

Di musim kedua ini, tirai misteri Makam Para Raja perlahan ditarik lebih lebar melalui sebuah ekspedisi menegangkan ke dalam reruntuhan dimensi kuno yang tidak hanya menguji batas kekuatannya untuk menembus ranah Jiwa Murni, tetapi juga menguak luka, penyesalan, serta masa lalu dari para roh kaisar yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Ditemani oleh Xue Mingyue, raksasa setia Meng Shan, dan seorang gadis bercadar misterius yang menyimpan rahasia terdalam dari pusat benua, Lin Xiao harus menyeimbangkan ambisi penaklukannya dengan ikatan emosional yang semakin kuat, membuktikan bahwa di balik arogansi dan kekejaman seorang Kaisar Bayangan, terdapat jiwa manusiawi yang terus berjuang mendobrak takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Udara malam yang dingin di gang belakang balai lelang itu perlahan berubah menjadi luar biasa panas dan menyesakkan.

Yan Huo memutar bola api di kedua tangannya, memancarkan senyum bengis yang memperlihatkan deretan giginya yang rapi.

"Kau berani menatapku dengan mata sombong itu, anjing jalanan?" ejek Tuan Muda Sekte Api Nirwana itu melangkah maju.

"Setelah aku membakar seluruh kulitmu, aku akan memaksamu menonton saat aku bersenang-senang dengan wanita esmu ini!"

Mendengar hinaan yang berulang kali dilontarkan tersebut, Xue Mingyue menggertakkan giginya dengan kuat.

Hawa dingin yang menusuk tulang meledak dari tubuh gadis pewaris es utara itu, menciptakan lapisan bunga es di atas jalanan marmer.

Sss.

"Kau memiliki mulut yang sangat kotor untuk ukuran seorang bangsawan dari pusat benua." desis Xue Mingyue mengangkat pedangnya.

"Aku akan memastikan lidahmu membeku dan hancur menjadi serpihan sebelum kau mati malam ini."

Lin Xiao merentangkan tangan kirinya, menahan bahu Xue Mingyue agar gadis itu tidak melesat maju terlebih dahulu.

"Simpan tenagamu untuk mengurus kroco-kroco di belakangnya, Xue'er." ucap Lin Xiao dengan suara bariton yang berat namun luar biasa tenang.

"Bocah berambut merah ini adalah jatah makan malamku."

Yan Huo tertawa keras mendengar pembagian tugas yang menurutnya sangat konyol tersebut.

"Bunuh pria bertopeng itu! Jangan biarkan sedikit pun debu dari tubuhnya tersisa!" raung Yan Huo memberikan perintah kepada ketiga pengawal Jiwa Murninya.

Tiga kultivator elit berjubah merah itu langsung melesat menembus udara, mengayunkan pedang pusaka mereka yang menyala oleh api spiritual tingkat tinggi.

Wush.

Serangan gabungan dari tiga ahli tingkat Jiwa Murni Awal itu menciptakan gelombang panas yang bisa melelehkan batu karang menjadi lahar.

Namun, pemuda bertopeng rubah yang menjadi target mereka sama sekali tidak berkedip atau mengambil langkah mundur.

Deteksi fluktuasi energi membunuh. Sinkronisasi Niat Pedang Haus Darah dan Kecepatan Ilusi mencapai seratus persen.

"Mari kita lihat seberapa jauh kalian bisa berlari dari kematian." batin Lin Xiao menyunggingkan senyum psikopat.

Sring.

Lin Xiao mencabut pedang peraknya dari sarung dalam satu tarikan napas yang sangat halus dan tanpa cela.

Tubuhnya langsung menghilang dari pandangan mata, melebur menjadi kegelapan malam yang absolut di jalanan sepi tersebut.

Tiga pengawal Jiwa Murni itu membelalakkan mata mereka saat serangan api mereka hanya mengenai bayangan kosong yang perlahan memudar.

"K-kemana perginya bajingan itu?!" jerit salah satu pengawal memutar kepalanya dengan panik mencari sosok Lin Xiao.

Cras.

Sebuah garis perak yang sangat tipis melintas di udara, memotong tenggorokan pengawal yang berteriak tadi dari arah belakang.

Kepala pengawal itu terlepas dari pangkal lehernya dengan rapi, darah segar menyembur seperti air mancur ke udara malam.

"Dia di belakang kita! Formasi pertahanan mela—" teriak pengawal kedua sebelum kalimatnya terputus secara permanen.

Jleb.

Pedang perak Lin Xiao telah menembus dada pengawal kedua itu dari sisi kiri, menghancurkan jantungnya secara instan tanpa perlawanan.

Hanya dalam hitungan kurang dari dua detik, dua ahli elit dari Sekte Api Nirwana jatuh tak bernyawa ke atas jalanan batu giok.

Pengawal ketiga yang tersisa mundur dengan kaki gemetar, wajahnya pucat pasi melihat rekan-rekannya dibantai layaknya ayam potong.

"I-iblis... kau adalah iblis dari neraka!" ratap pengawal itu membuang pedangnya dan mencoba melarikan diri ke arah Yan Huo.

Lin Xiao muncul dari balik bayangan dengan jubah hitam yang berkibar pelan, tidak ada setetes darah pun yang menempel di pedangnya.

"Di tempat asalku, iblis adalah panggilan kesayangan untuk seorang raja." bisik Lin Xiao mengangkat tangan kirinya ke arah pengawal yang berlari.

"Domain Ilusi Bintang: Tarikan Gravitasi Absolut." rapal Lin Xiao dengan datar.

Brak.

Tubuh pengawal ketiga itu mendadak tersedot ke belakang dengan kekuatan raksasa, seolah-olah ada lubang hitam mini yang terbuka di telapak tangan Lin Xiao.

Pengawal itu terbang melayang dan lehernya mendarat tepat di dalam cengkeraman tangan kiri Lin Xiao yang kokoh seperti baja.

Krak.

Lin Xiao meremas leher pengawal itu hingga tulang rawan di dalamnya hancur berkeping-keping.

Pemuda itu kemudian melemparkan mayat pengawal terakhir tersebut tepat ke ujung sepatu Yan Huo yang kini berdiri mematung dalam kengerian.

"Tiga anjing penjagamu sudah tertidur pulas." ucap Lin Xiao menepuk tangannya dengan santai seolah baru saja membuang sampah.

"Sekarang, tunjukkan padaku trik kembang api apa yang kau banggakan itu, Tuan Muda Yan."

Sementara Lin Xiao menghabisi para komandan, di sisi lain jalan, Xue Mingyue sedang berdansa dengan kematian.

Gadis es itu melesat di antara lima belas kultivator tingkat Inti Emas puncak dengan keanggunan yang luar biasa mematikan.

Trang. Trang.

Pedang esnya menangkis setiap serangan api yang diarahkan padanya, membalasnya dengan tusukan mematikan yang membekukan aliran darah musuhnya.

"Mati kau, jalang!" raung dua orang elit mencoba menebas Xue Mingyue dari arah belakang.

Xue Mingyue hanya memutar tubuhnya dengan gemulai, matanya memancarkan cahaya biru yang menembus batas malam.

"Teratai Es Sembilan Kelopak: Mekar Kematian." bisik gadis pewaris utara itu mengentakkan kakinya ke tanah.

Sss.

Ribuan duri es berukuran raksasa meledak dari dalam tanah di sekitar tubuh Xue Mingyue, menembus tubuh kelima belas elit Inti Emas itu secara serempak.

Mereka semua tertusuk dan membeku seketika, menciptakan sebuah taman patung es berdarah yang sangat mengerikan di tengah jalanan tersebut.

Yan Huo menelan ludahnya dengan susah payah, seluruh pasukan elit kebanggaannya telah dimusnahkan dalam waktu kurang dari satu menit.

Pemuda berambut merah itu akhirnya menyadari bahwa dia tidak sedang menjebak mangsa, melainkan berjalan masuk ke dalam mulut monster.

"S-siapa kalian sebenarnya?!" jerit Yan Huo menunjuk Lin Xiao dengan jari yang gemetar hebat.

"Tidak mungkin pengelana tanpa nama memiliki kekuatan setingkat ini! Faksi mana yang mengirim kalian untuk membunuhku?!"

Lin Xiao melangkah pelan mendekati Yan Huo, ujung pedang peraknya bergesekan dengan jalanan batu dan menciptakan suara decitan yang menyayat hati.

"Aku adalah mimpi buruk yang datang untuk memastikan bahwa pernikahanmu dengan Nona Yue tidak akan pernah terjadi." jawab Lin Xiao dengan sangat jujur.

Mendengar nama Putri Suci disebut, mata Yan Huo melebar menyadari motif di balik serangan ini.

"K-kau... kau adalah bajingan rendahan yang melarikan diri bersamanya ke makam bintang itu?!" tebak Yan Huo dengan suara serak.

"Ternyata tebakanku benar! Jalang itu lebih memilih menyerahkan tubuhnya pada pengelana kotor sepertimu daripada melayaniku!"

Amarah dan kecemburuan membuat Yan Huo melupakan rasa takutnya untuk sesaat.

Pemuda itu menggigit ujung lidahnya dan memuntahkan darah segar ke kedua telapak tangannya.

"Aku mungkin akan mati, tapi aku akan memastikan kalian berdua ikut hangus terbakar bersamaku!" raung Yan Huo dengan wajah urat-urat yang menonjol.

Wush.

Yan Huo meledakkan seluruh Inti Emas di dalam Dantiannya secara paksa, membakar esensi nyawanya sendiri untuk memanggil api nirwana tingkat tertinggi.

Sebuah pilar api raksasa berwarna hitam keunguan meledak ke angkasa, menelan separuh jalanan gelap itu ke dalam lautan api yang melelehkan batu giok.

"Mati dan jadilah abu di bawah Keagungan Api Pemusnah Nirwana!" teriak Yan Huo mendorong lautan api itu lurus ke arah Lin Xiao dan Xue Mingyue.

1
VirgoRaurus 31Smile
cincin kan di pakai di jari... kenapa Meng Shan pakai peluk mayat segala, kalau cuma mau ambil cincin....
VirgoRaurus 31Smile
emangnya orang koma itu pasti tubuhnya kaku ya ..
Muh, Manan
mc lemah banyak ngomong..
VirgoRaurus 31Smile
menikah dg siapa... bukankah calon pengantin pria sudah mati...?
Salafudin
lanjut....
Hironimus Dachi
cadassss
aliff mocet
bagusssss
sutrimo trimo
semangat thir lanjut💪💪💪💪
Hironimus Dachi
mantaps
Bambang Hartono
lanjut Thor... semangat
VirgoRaurus 31Smile
mati aja belum kok terbaring kaku... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
mencabut pedang es nya ke arah leher MC... maksudnya gimana Thor...?
Ironside
Request tambahkan makam raja insect Kak /Smile/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Busetttt, ditunggu insect nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!