NovelToon NovelToon
Istri Untuk Pewaris Pengganti

Istri Untuk Pewaris Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Banyak sekali yang harus dilakukan Ananta Shakira sebagai bukti baktinya pada orang tuanya. Demi mendapatkan simpati publik, papanya memasukkannya sebagai tenaga pengajar di sebuah Taman Kanak Kanak.yang sudah terkenal dedikasinya dalam menelurkan anak anak pintar yang berbakat.

Kemudian dia juga harus mau dijodohkan dengan Arsen Angkasa, pewaris pengganti yang sedang naik daun, karena pewaris sebelumnya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Pewaris pengganti itu butuh power keluarganya yang merupakan pengusaha lokal dan salah satu wakil ketua dewan yang terhormat untuk memperkuat posisinya. Sedangkan keluarganya membutuhkan pewaris ini untuk bisa sejajar di kalangan bisnis dengan menjadikannya sebagai menantu keluarga konglomerat itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Keluarga Arsen

Ananta dan orang tuanya akhirnya tiba di rumah neneknya Arsen. Ananta baru tau sekarang kenapa orang tuanya sangat ingin menjadi besan mereka. Rumahnya saja sangat besar dan arsitekturnya juga sangat berkelas dan mewah.

"Ini rumah neneknya Arsen?" Gumamnya pelan tapi masih bisa didengar mamanya.

"Mewah dan luas, kan? Masih ada rumahnya yang lain yang semewah ini. Banyak," bisik mamanya sangat dekat di telinganya.

Ananta menghembuskan nafasnya.

Mamanya menjadikannya komoditi buat diekspor.

"Kamu akan menjadi pemiliknya setelah menikah dengan Arsen. Karena Arsen cucu tunggalnya," bisik mamanya dengan banyak pendar di matanya.

"Berusahalah mendapatkan hati cucunya. Kabarnya dia akan memberikan semua yang dimilikinya pada Arsen. Apalagi nanti kalo kalian sudah punya anak."

"Mamaaa....," ringis Ananta. Dia ngga berpikir sampai ke sana.

"Kenapa?" Mamanya tersenyum penuh makna sambil menatapnya.

"Tujuan menikah memang punya anak, kan? Seperti mama dan papa yang punya kamu," lanjutnya sambil membuka pintu mobil. Santai dan tanpa beban.

Ananta terpaku. Jantungnya berdebar keras dan cepat.

Dia dan Arsen akan punya anak?

Ananta menggelengkan kepalanya dengan wajah pucat.

Tidak. Dia tidak pernah berpikir sampai ke sana.

Ananta menutup mulutnya dengan tangan yang gemetar.

Tapi kemudian dia teringat pertemuannya dengan Arsen.

Dia mulai bisa menenangkannya. Dia yakin Arsen tidak menginginkan anak lewat pernikahan yang berdasarkan kepentingan ini. Mungkin nanti mereka akan bercerai dan Arsen akan menikah lagi dengan istri yang dia suka.

Pemikiran itu membuatnya agak lega dan mulai tenang saat keluar dari dalam mobil.

*

*

*

Arsen belum datang.

Dia ngga serius, kan, dengan pernikahan ini?

Mungkin nanti laki laki itu akan mengajukan kontrak pernikahan, seperti drakor atau sinetron yang serimg dia tonton.

Hati dan pikiran Ananta semakin lega dan tenang.

"Acara sekolahmu sukses, ya, Ananta. Hari ini nenek tidak sempat datang. Tapi besok pasti akan datang," puji Widari Bintani dengan tulus. Banyaknya respon positif yang didapat Ananta membuat dia cukup bangga dengan calon istri Arsen.

"Oh iya, nek. Akan saya tunggu kedatangannya, Nek," jawab Ananta cepat.

Widari Bintani tersenyum mendengarnya.

"Video mu viral," sela Sekar sambil mengamati Ananta dengan serius.

Ananta hanya tersenyum. Dia tau tau karena Tante Dita yang memberitaunya.

"Tapi viral yang positif," tambah Yusril.

Ananta tersenyum lagi menanggapinya.

"Ngga sulit, ya, mendidik.anak anak usia pra sekolah?" tanya Annette ikut bersuara.

"Kebetulan anak anak di sana menyenangkan, tante. Jadi agak mudah mengarahkan mereka," sahut Ananta tenang.

Mereka mengangguk anggukkan kepalanya.

"Arsen masih belum datang?" Danisa yang bertanya sambil melihat jam tangannya. Tadinya dia keukeh ngga mau datang, tapi Tante Sekar menjemputnya dan memaksanya ikut bersamanya

Sementara suaminya lebih memprioritaskan mantannya. Hal itu membuat hatinya panas.

Terdengar suara derap langkah sepatu yang teratur.

"Maaf, saya terlambat."

DEG

Ananta mengenal suara berat itu. Arsen, serunya dalam hati. Tadinya dia berpikir Arsen ngga akan datang mengingat pada kencan mereka, laki laki itu datang lebih dulu darinya. Padahal Ananta sempat berpikir perjodohan ini akan dibatalkan.

Tatap mereka sempat bertemu sebelum Ananta memutuskan dengan menundukkan kepalanya.

"Kamu terlambat lima menit, Arsen," agak ketus Widari Bintani menyahut. Tatapnya tajam pada cucunya. Dia tidak suka dengan sikap yang ngga ontime.

Dalam hati Annette mengomel.

Sudah dikasih tau jangan telat.

"Kamu harus minta maaf dengan tamu, Arsen," perintah Yusril merasa menang karena ada celah untuk menyalahkan cucu adiknya.

Arsen mengangguk.

"Iya, opa." Kemudian dia menatap orang tua dan Ananta--gadis yang akan dijodohkan dengannya.

"Om, tante, Ananta, maafkan saya," ucapnya sopan dengan tatapan teduh.

"Tidak apa apa, Arsen." Gala Aghia yang menyahut. Baginya yang penting pemuda ini datang. Dia juga bisa memaklumi keterlambatan yang hanya lima menit. Kesibukan Arsen pasti luar biasa.

Prameswari tersenyum ramah meresponnya. Tadi hatinya sempat ketar ketir mengira Arsen membatalkan niatnya untuk menikahi putrinya. Sekarang degup jantungnya sudah normal lagi.

"Makasih, om."

"Ayo, duduk." Papinya menunjukkan kursi di sampingnya.

"Arsen terlalu banyak meeting hari ini. Itu pun sebagian sudah ditunda, ma," jelas Latif Jaffar membela putranya.

"Hemm ....," respon Widari tetap ngga suka. Kemudian matanya melirik pada asisten yang berdiri di sampingnya.

"Keluarkan makanannya sekarang."

Asistennya menganggukkan kepalanya. Dia kemudian berjalan ke arah kepala koki yang sudah siap menunggu perintah.

"Kita makan dulu sebelum membicarakan kapan Arsen dan Ananta akan dinikahkan," ucap Widari tenang tapi mengerikan di telinga Ananta. Kepalanya makin dalam menunduk.

Walaupun berada di rumah, penyajian makanannya seperti sedang makan di restoran mewah.

Ada makanan pembuka, lanjut makanan utama dan diakhiri dengan makanan penutup.

Selama makan, Ananta merasa tatap tajam Arsen menyorot padanya, hingga dia agak kesulitan untuk menelan makanan yang ada di dalam mulutnya. Kunyahannya juga sangat pelan karena merasa gugup. Belum lagi tatapan mamanya Arsen dan mamanya almarhum Ega. Kedua wanita itu seolah sedang mencari celah keburukannya.

Hingga ngga lama setelah makan malam selesai, obrolan berlanjut ke arah yang mengerikan sekaligus mendebarkan buat Ananta.

"Kalo kalian setuju, aku ingin pernikahan ini terlaksana sebelum ulang tahun grup perusahaan. Jadi satu minggu lagi," ucap Widari tegas, seolah ngga menerima bantahan.

"Aku terserah mama aja," jawab Latif Jaffar cepat. Makin cepat Arsen menikah, makin baik menurutnya. Karena dia akan menikah setelahnya.

"Saya juga setuju," sahut Gala Aghia setelah kakinya disenggol istrinya karena belum memberikan jawaban.

Prameswari sekarang sudah bisa tersenyum. Tujuh hari lagi, status sosialnya akan makin menjulang dan suaminya akan mendapatkan mega proyek.

"Arsen, Ananta, kalian bagaimana?" Sekar bertanya sambil melihat wajah keduanya bergantian.

"Saya terserah, nenek," jawab Arsen.

"Saya juga." Ananta terpaksa mengiyakan karena dia merasakan cubitan kecil mamanya di pahanya.

Arsen tersenyum miring mendengarnya. Dia kemudian menatap neneknya dengan serius.

"Nek, setelah menikah, bolehkah kami langsung tinggal berdua saja di apartemen?"

DEG

Ananta ingin menolak. Dia ingin mereka tinggal di rumah orang tuanya dulu

"Tentu saja boleh. Bahkan harus. Kalian harus cepat memberikan nenek cicit."

Ananta terbatuk mendengarnya hingga dia menerima gelas yang berisi minuman dingin dari mamanya.

"Minum dulu, Ananta," titah mamanya pelan dengan wajah ngga enak pada keluarga calon besan yang sedang menatap putrinya.

Kenapa harus batuk, sih, omelnya dalam hati.

Arsen tersenyum miring melihatnya.

"Jangan malu, Ananta. Kalo sudah menikah memang yang dipikirkan oleh pasangan adalah secepatnya punya anak. Umur kalian juga sudah lebih dari cukup." Sekar tersenyum dengan kegugupan Ananta.

Ananta makin ngga tenang mendengarnya. Dia bahkan ingin menangis karena belum siap lahir batin.

"Lagi pula kalian dijodohkan. Perkenalan kalian juga sangat singkat. Dengan tinggal berdua saja, jadi bisa lebih cepat mengakrabkan diri," timpal Widari.

"Betul itu." Yusril ikut menimbrung. Dia penasaran, berapa lama pasangan muda ini bisa bertahan dari konflik.

"Tenang saja, Ananta. Arsen akan menjagamu dengan baik." Latif Jaffar tersenyum melihat kegugupan di wajah calon menantunya.

Kemudian dia beralih pada Arsen.

"Iya, kan, Arsen?"

Arsen mengangguk sambil menatap Ananta yang masih menunduk. Batuknya sudah tidak terdengar lagi.

"Iya, papi. Tentu saja."

"Om lega mendengarnya." Gala Aghia ikut menanggapi dengan wajah cerah.

1
anggita
iklan☝like👍👌
Ernaaaaa
sabar ananta
Dewy Aprianty
ya ampun arsen🤭
Ernaaaaa
edannn sikutukupret
Ernaaaaa
terimakasih Thor...makin penasaran aku
Lia Kiftia Usman: penasaran karakter ananta yang penurut ... 🤭
total 1 replies
Ernaaaaa
makasih Thor
Ernaaaaa
buset main hati Kabeh xixixi
Alia Chans
Hadir thor.. ceritanya keren
semangat😉
Rahma AR: 😊😊....
total 1 replies
Ernaaaaa
alkhamdulillah maraton aku bacanya...lanjut Thor
Ernaaaaa
baru bisa Baca novel barunya..maksih Thor
Rahma AR: sama sama😊
total 1 replies
Titi Liana
suka
Lia Kiftia Usman
ananta...oh ananta...
Dewy Aprianty
lanjut thorr
hiro_yoshi74
meresahkan ini ma belum juga halal ar 🤭🤣🤣🤣
anggita
👍☝ like iklan
Gibran AnamTriyono
Bau Bau nya Nanti Bakal Calon Berbesan sama EZrA ini 😄✌️
Herman Lim
nah aku bgg ne keluarga sapa coba ada Arsen
Rahma AR: cerira baru🤭
total 1 replies
Siti Nur Rohmah
betul..kenbodohan yang haqiqi😄
Lusi Hariyani
latief gentle jg
Khey Rachmat
di luar keluarga airlangga sm artha mahendra ka????
cerita keluarga baru apa?
Love You Z♥️: semangat thoooorrrr 💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!