Hai readers sekalian, ini novel author yang selanjutnya.
Season 1
Novel ini mengisahkan seorang gadis desa yang merantau ke kota mencari kehidupan yang lebih baik, tapi naas sebelum sampai ke kota dia beserta adiknya mengalami kecelakaan sayangnya pula dia meninggal di tempat sedang sang adik tak sadarkan diri.
Beralih ke tempat lain yaitu di tengah hutan terdapat dua orang pria sedang membawa satu jasad yang sudah tak bernyawa.
Kembali ke tempat kecelakaan sang gadis desa yang mulanya tak bernafas perahan membuka matanya.
Terdapat juga sebuah sistem transparan dan hanya terlihat oleh si pemilik.
Dea yang di wajibkan untuk menjalankan misi-misi yang semakin sulit membuat Dea merasakan sedih, senang bercampur aduk.
Ayo ayo penasaran...
Baca ya...
Gambar cover bersumber dari Pinterest
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nor Laila Rahmah Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1.21
Brukkkk
Dengan emosi Rio menggertak meja membuat seisi kelas terkejut, Dea pun juga, belum sempat dia duduk, jantungnya sudah maraton akibat terkejut, kenapa adiknya itu, entahlah Dea tak memikirkannya, yang penting dia duduk sekarang, dia juga gak menghiraukan teman sebangkunya yang mungkin tidur, tapi dia tak terganggu sama sekali dengan keributan tadi? Wah luar biasa banyak tuh kotoran telinganya mungkin.
Guru hanya menegur biasa karena dia tahu jika Rio orang kaya dan juga termasuk pangeran sekolah, dia tak ingin menyinggung dan membuat dirinya rugi. Rio pergi ke luar dengan marah.
Pangeran sekolah terdiri dari lima orang mereka adalah Rio, Morgan, Louis, Radit, dan Angga.
Mereka berada di kelas dan tingkat yang berbeda, kecuali Rio, Angga dan Morgan yang satu kelas. Mereka tidak akrab karena memang beda kelas dan tingkat.
Rio dan Morga di kelas 11 A, Louis di kelas 12 A, Radit di kelas 11 B. Mereka bukan hanya tampan tapi juga cerdas.
Meskipun Dea tahu informasinya, tapi dia tidak tahu dengan jelas wajah masing-masing nama pangeran sekolah.
Rio itu marah karena dia mendengar bisik-bisik yang menjelekkan kakaknya, dia tidak terima dan daripada rencana mereka hancur lebih baik dia menghindar dan keluar untuk meredakan emosinya.
...
Bell istirahat pun berbunyi, Dea membereskan buku-bukunya, tau. walaupun dia hanya iseng-iseng aja.
Dia segera menuju kantin, karena dia sudah merasa banyak menatapnya tajam, kan gak seru kalau hanya di dalam kelas acara pembully nanya, jadi di bergegas ke kantin.
Hanya ada satu meja kosong kecil tersisa, memang ada meja besar tapi di atas mukanya sudah tertulis jika itu meja lara pangeran yang di sediakan para penggemarnya, Dea segera menuju meja kecil di pohonan setelah mengambil makanannya.
Mulanya masih tenang dan dengan nyamannya makan, sampai saat mulai masuknya satu-persatu para pangeran sekolah yang mana di antara mereka ada Rio yang wajahnya sangat dingin berjalan di akhir.
"Wah Rio emang cocok jika bermuka dingin seperti itu. Eh siapa tuh yang di depannya wajahnya nampak habis bangun tidur," batin Dea bangga dan menatap seseorang di depan Rio.
Dea melanjutkan makannya dengan tenang tanpa menghiraukan teriakan para siswi.
Semua siswa maupun siswi terdiam saat Rio melewati meja yang biasa dia duduki. Betapa terkejutnya semua murid termasuk para pangeran sekolah melihat Rio yang duduk semeja dengan siswi culun jelek dan kumal.
Hujatan-hujatan para murid pun terdengar di telinga Rio, tapi Dea biasa aja tuh.
Tapi dengan tiba-tiba tangan Rio menutupi kedua telinga Dea yang sedang asik makan.
Dea mendongak, dengan wajah sok polosnya Dea kebingungan.
Para siswi semakin histeris marah melihat adegan itu.
Dea tersenyum dan bergumam "Mantap, pesona mu dik, lanjutkan akting mu," yang masih terdengar Rio.
Rio bukannya ingin menjalankan rencana mereka, tapi memang dia tidak ingin kakaknya mendengarkan hinaan.
Flashback
Rencana mereka yaitu mencari murid-murid yang sering membully dengan umpannya Dea sendiri.
"Rio nanti kau pura-pura mendekatiku ya, aku ingin mencari pelaku-pelaku pembully an," ucap Dea.
"Tapi kan bahaya, mereka itu ganas," cemas Rio.
"Tenanglah, kau kan kenal kakakmu ini bagaimana," ucap Dea.
Rio pun pasrah dan akan mengikuti rencana Dea. Off
Kembali ke kenyataan dimana sekarang Rio telah memerankan perannya sebagai seseorang yang tertarik dengan Dea yang sekarang menyamar menjadi Nova si siswa baru.
Setelah adegan perhatian yang di berikan Rio dan Dea waktu istirahat berakhir dan semua murid masuk ke kelas masing-masing.
Pelajaran berlanjut dan pada jam istirahat kedua, Dea mendapat notifikasi dari sistem bahwa dia mendapatkan misi.
Di layar monitor terpampang tulisan 'Bantu seorang gadis yang bersekolah di SMA Internasional,'
"Kebetulan sekali ya Zon kita di sekolah yang sama dengan gadis di misi, tapi apakah kau tahu penjelasan sebaiknya tentang siapa namanya? Kelas berapa? Atau dirinya?" tanya Dea melalui batin.
Zon pun menjelaskan detail tentang identitas gadis yang merupakan anak panti asuhan yang mendapa beasiswa untuk masuk ke sekolahan elit ini. Misinya yaitu menolongnya dari terjerumus ke hal negatif akibat membutuhkan uang untuk kebutuhan anak-anak panti asuhan yang menampungnya.
Sudah mendengar penjelasan Zon, Dea masih saja betah di dalam toilet, karena jika dia keluar maka dia akan di bully, sekarang ini dia sedang sembunyi. Belum waktunya dia kena bully, karena waktu masih lama untuk mengakhiri semua penyamaran ini, kan gak asik kalau Dea hilang kesabaran dan membuka penyamarannya akibat kena bully mulu, jadi lebih baik menghindar dulu.
Dia akan pulang setelah semua orang pulang.
...
Akhirnya Dea dapat kembali ke rumah dengan selamat.
Hari-hari berlanjut dengan terus-terusan bersembunyi setelah menunjukkan kemesraan dengan Rio di kantin. Sudah hampir satu minggu lebih Dea/Nova main kucing-kucingan dengan penggemar para pangeran sekolah, yang pastinya penggemar Rio.
Sekarang sudah tiba waktunya Dea/Nova untuk tidak bersembunyi lagi.
Dengan santai Dea berjalan di koridor sekolah. Banyak cemoohan yang di dengannya. Banyak di temukannya masalah-masalah yang terdapat di sekolahan elit ini ternyata. Bukan hanya pembully an, tapi juga palakan yang di lakukan oleh murid laki-lakinya.
Dea sangat geram, kalau bukan karena dia tidak tahu siapa pemilik setengah saham sekolah itu, dan tidak dapat di bulunya sudah tua para pembuat onar di keluarkan dari sekolahnya. Tapi apa lah daya karena pemilik setengah saham juga menyembunyikan identitasnya seperti Dea.
Dea dapat membeli setengah saham juga karena menawarkan harga tinggi pada setiap pemegang saham kalau tidak dia tidak akan mendapat setengah saham itu.
Dengan tenang Dea duduk di bangku taman yang lumayan sepi, karena jarang ada yang datang.
Dea sih sengaja mau cari tempat sepi agar beraksi lebih leluasa.
"Heh Nova, eh gak cocok deh kalau dipanggil dengan nama sebagus itu," ucap Fresia yang datang dengan geng nya.
Dengan wajah yang nampak polos dan tak berdaya Dea menatap takut-takut Fresia and the geng.
"Bawa dia ke gudang," ucap Fresia memerintah bawahannya.
Dea pun di bawa ke gudang belakang sekolah.
Bughh
Dea terjatuh karena di lempar Ke dalam. "Dea menyeringai, mari kita mulai permainannya," gumam Dea.
"K kalian m mau apa?" ucap Dea terhadap ketakutan, sebenarnya sih dalam hatinya tertawa.
"Kau itu ya sudah jelek, miskin lagi, kenapa kau mendekati Rio. Dia itu tidak cocok denganmu yang jelek ini. Dia cocoknya dengan aku," ucap Fresia sambil mencengkram dagu Dea.
"Ugh, sial lumayan sakit juga," batin Dea.
Dea berusaha melepas kan cengkeraman Fresia dengan menggenggam tangan Fresia.
^
^
^
Happy Reading