NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi Sang Dewa

Jalan Kultivasi Sang Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Adit

Di sebuah desa kecil yang terlupakan dunia, seorang anak pemburu hidup dalam kemiskinan sambil merawat ibunya yang sakit parah. Setiap hari ia mempertaruhkan nyawanya di hutan demi bertahan hidup, tanpa mengetahui bahwa takdir besar sedang menunggunya.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, sang ibu mengungkap rahasia yang selama ini disembunyikan—ayahnya masih hidup, dan berada di Dunia Atas, tempat para kultivator kuat menguasai langit dan bumi.
Dengan tekad untuk menemukan ayahnya dan mengubah nasibnya, pemuda itu memulai perjalanan kultivasi dari dunia paling bawah. Bersama teman yg ditemui Nya waktu dia masih kecil, ia menghadapi monster, sekte, pengkhianatan, dan perang antar dunia demi mencapai puncak kekuatan.
Sebuah perjalanan dari seorang pemburu desa… menuju penguasa langit tertinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 - Para Penguasa Benua Bawah

Pagi yang perlahan mendekati siang membawa suasana hangat ke seluruh penjuru desa. Setelah melewati malam yang tenang di tengah hutan, Cang Xuan, Tuan Xin, dan Ling Yue akhirnya tiba di desa berikutnya yang berada di jalur perjalanan mereka.

Begitu melewati gerbang desa, Cang Xuan langsung memperhatikan keadaan di sekelilingnya dengan penuh rasa ingin tahu. Desa ini memang lebih besar dibandingkan desa yang mereka kunjungi sebelumnya, meski suasananya tidak seramai desa tempat restoran milik Ling Yue berada.

Jalan-jalan utama dipenuhi penduduk yang sibuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Beberapa pedagang membuka lapak di pinggir jalan dan menawarkan berbagai barang dagangan, mulai dari bahan makanan, hasil buruan, hingga berbagai kebutuhan perjalanan. Sesekali terdengar suara tawar-menawar yang membuat suasana desa terasa hidup.

Di area yang lebih terbuka, sekelompok anak-anak berlarian sambil bermain tanpa memedulikan kesibukan orang dewasa di sekitar mereka. Tawa mereka terdengar riang dan membuat suasana desa terasa hangat.

Cang Xuan memperhatikan semua itu dengan antusias. Meskipun sudah meninggalkan Desa Awan Timur beberapa hari yang lalu, ia masih belum terbiasa melihat tempat-tempat baru yang begitu berbeda dari desa tempat ia dibesarkan.

Di sampingnya, Ling Yue berjalan dengan tenang sambil sesekali memperhatikan berbagai bangunan yang mereka lewati. Sementara itu, Tuan Xin tetap memimpin perjalanan di depan dengan langkah santai seolah ia sudah mengetahui arah tujuan mereka sejak awal.

Sambil berjalan menyusuri jalan utama desa, Tuan Xin mulai menjelaskan rencana perjalanan mereka untuk beberapa hari ke depan. Dengan langkah santai dan kendi arak yang masih tergantung di pinggangnya, ia berkata, "Jarak antara desa ini dan desa berikutnya sebenarnya cukup dekat. Kalau tidak ada hambatan, hari ini kita bisa melewati dua desa sekaligus. Setelah itu kita akan tiba di sebuah kota besar."

Mendengar itu, perhatian Cang Xuan langsung tertuju padanya.

"Kota itu adalah pusat kekuasaan Penguasa Benua Timur," lanjut Tuan Xin.

Mata Cang Xuan seketika berbinar. Itu berarti tujuan pertama perjalanan mereka sudah tidak terlalu jauh lagi.

"Tuan Xin."

"Hm?"

"Aku penasaran, tingkat kultivasi Penguasa Benua Timur itu apa?"

Tuan Xin berpikir sejenak sebelum menjawab, "Kemungkinan berada di antara Ranah Ling Hai hingga Ling Wang."

Jawaban itu membuat Cang Xuan sedikit terkejut.

"Itu cukup tinggi juga."

"Memang."

Tuan Xin mengangguk pelan.

"Kebanyakan penguasa benua berasal dari Dunia Tengah. Mereka adalah kultivator yang gagal bersaing di Dunia Tengah. Karena tidak mampu mencapai puncak di sana, mereka turun ke Dunia Bawah dan menjadi penguasa wilayah. Di Dunia Bawah mereka dianggap sangat kuat, tetapi di Dunia Tengah mereka hanyalah kultivator biasa."

Penjelasan itu membuat Cang Xuan kembali menyadari betapa luasnya dunia kultivasi yang selama ini belum pernah ia lihat. Semakin banyak hal yang ia pelajari, semakin ia memahami bahwa kekuatan yang dimilikinya saat ini masih sangat kecil.

Tak lama kemudian, sebuah pertanyaan lain muncul di benaknya.

"Lalu..."

Ia menoleh ke arah Ling Yue yang berjalan di sampingnya.

"Kalau begitu Ling Yue sangat hebat, kan? Dia sudah berada di Ranah Ling Yuan Bintang 2. Berarti kau juga bisa menjadi salah satu penguasa. Padahal Tuan Xin pernah bilang padaku bahwa energi spiritual di dunia ini sangat tipis. Lalu bagaimana kau bisa mencapai tingkat seperti itu?"

Begitu mendengar pertanyaan tersebut, langkah Ling Yue nyaris terhenti.

Untuk sesaat, ia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa.

Ia tentu tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya adalah putri seorang Kaisar Dunia Atas. Ia juga tidak mungkin menjelaskan bahwa sebagian besar kultivasinya telah diperoleh sebelum datang ke Dunia Bawah.

Berbagai jawaban muncul di kepalanya, tetapi tidak ada satu pun yang cocok untuk diucapkan.

Untungnya, sebelum suasana menjadi semakin canggung, Tuan Xin tiba-tiba menunjuk ke arah depan.

"Oh?"

Nada suaranya terdengar seolah baru menemukan sesuatu yang menarik.

"Lihat itu."

Cang Xuan dan Ling Yue langsung mengikuti arah yang ditunjuknya.

"Sepertinya ada warung."

Kemudian Tuan Xin tersenyum.

"Ayo kita membeli bekal terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan."

Perhatian Cang Xuan langsung teralihkan.

"Oh iya."

Ia mengangguk setuju.

"Kita memang harus membeli makanan."

Di sampingnya, Ling Yue diam-diam menghela napas lega. Ia melirik Tuan Xin sesaat dan langsung memahami bahwa lelaki tua itu sengaja menyelamatkannya dari pertanyaan yang sulit dijawab.

Tidak lama kemudian, mereka bertiga berjalan menuju warung tersebut. Setelah membeli beberapa makanan kering, roti perjalanan, serta persediaan air yang cukup untuk beberapa hari ke depan.

Setelah membeli bekal dan memastikan semua kebutuhan perjalanan telah terpenuhi, mereka kembali berjalan menyusuri jalan utama desa. Suasana di sekitar masih cukup ramai. Para pedagang terus menawarkan dagangan mereka, sementara penduduk lalu-lalang menjalankan aktivitas sehari-hari.

Namun tidak lama kemudian, sebuah kejadian tak terduga terjadi.

Brukk!

Seseorang tiba-tiba melompat turun dari atap sebuah rumah dan mendarat tepat di depan mereka, menghalangi jalan yang hendak mereka lewati.

Cang Xuan refleks menghentikan langkahnya.

Tatapannya langsung tertuju pada sosok asing tersebut.

Untuk sesaat, matanya membesar karena terkejut.

Ini adalah pertama kalinya dalam hidupnya melihat seseorang dengan penampilan seperti itu.

Tubuhnya memang menyerupai manusia, tetapi sebagian wajahnya masih memiliki ciri-ciri seekor kera. Bulu halus tumbuh di beberapa bagian tubuhnya, sementara kedua matanya memiliki warna keemasan yang terlihat cukup mencolok.

Di sampingnya, Ling Yue juga tampak sedikit terkejut.

"Siluman Kera?" gumamnya pelan.

Mendengar itu, Cang Xuan langsung menoleh ke arahnya.

"Siluman Kera?"

Ling Yue menganggukkan kepala.

"Aku pernah membaca tentang mereka."

Tatapannya masih tertuju pada sosok yang berdiri di depan mereka.

"Dahulu ada banyak ras yang hidup berdampingan dengan manusia. Namun setelah Perang Bola Inti terjadi, sebagian besar ras mengalami kehancuran."

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

"Ras Siluman Kera termasuk salah satu ras yang hampir punah."

Penjelasan itu justru membuat Cang Xuan semakin bingung.

"Perang Bola Inti?"

Ia belum pernah mendengar istilah tersebut sebelumnya.

"Itu apa?"

Begitu pertanyaan itu keluar, Ling Yue langsung menyadari kesalahannya.

Ia hampir saja membahas sesuatu yang seharusnya tidak diketahui oleh orang biasa di Dunia Bawah.

Dengan cepat ia menjawab, "Aku hanya pernah membacanya di buku sejarah."

Kemudian ia menambahkan dengan tenang, "Itu saja."

Meski rasa penasaran memenuhi pikirannya, Cang Xuan tidak sempat bertanya lebih lanjut.

Karena pada saat itu, sosok Siluman Kera yang berdiri di depan mereka sudah mulai memperhatikan mereka bertiga dengan tatapan penuh minat, seolah kemunculannya di tengah jalan memang memiliki tujuan tertentu. Suasana yang tadinya santai langsung berubah menjadi sedikit tegang, sementara para penduduk di sekitar diam-diam mulai memperhatikan apa yang sedang terjadi.

End Chapter 21

1
asri_hamdani
tangkap 1-2 kan bisa untuk ganjel perut lapar 🤔
.: karena menurut Cang xuan menangkap hewan hewan kecil seperti kelinci ataupun kucing hutan itu hanya membuang-buang waktu karena hewan tersebut memiliki pergerakan yg cukup lincah Apalagi walaupun berhasil menangkap dia hanya mendapatkan koin yg sedikit apalagi dia mempunyai waktu terbatas yaitu jangan sampai malam hari karena banyak monster abbys yg berkeliaran oleh karena itu daripada membuang buang waktu ke hewan yg memiliki nilai koin yg sedikit menurut Cang xuan lebih baik mencari hewan yg ukuran nya cukup besar dan mendapatkan koin yg lebih banyak dibandingkan harus bersusah payah menangkap hewan ukuran kecil
total 1 replies
Kevandra
B🌻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!