NovelToon NovelToon
ANOMALI SEKTOR LIAR

ANOMALI SEKTOR LIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:792
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

Dunia yang tidak hanya dihuni oleh manusia, kini juga terdapat "Astra" yang dapat membantu setiap orang mencapai kesuksesan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERLINDUNGAN PARA RAKSASA

​Aroma tajam cairan antiseptik memenuhi ruang rawat VVIP Nomor 104 di Rumah Sakit Khusus Akademi Astra Nusantara. Sore itu, tirai jendela besar dibiarkan terbuka, menampilkan semburat cahaya jingga sisa matahari Hari 3 yang mulai tenggelam di balik megahnya kubah stadion utama.

​Arkan duduk bersandar di atas ranjang rumah sakit dengan kaos hitam polos. Lengan kiri hingga ke pergelangan tangannya tampak dibungkus rapat oleh perban kompresi termal spiritual berkekuatan tinggi. Saraf internal tubuh manusianya mengalami kelelahan otot mikro akibat menahan hantaman 3 cakar Harimau Bayangan Level 14 dalam kondisi 60% resonansi petir murni tadi pagi. Di samping ranjang, Volt yang berada dalam wujud aslinya yang besar sedang berbaring malas, kepalanya diletakkan di atas paha Arkan sambil sesekali mendengkur halus.

​Sky duduk di kursi kayu di sisi kanan ranjang, jemari lentiknya dengan telaten mengupas sebutir buah apel untuk Arkan. "Dokter spiritual bilang struktur wadah jiwamu sama sekali tidak retak, hanya mengalami syok transmisi listrik. Dalam waktu 12 jam, pengondisian fisikmu akan kembali menyentuh angka 100%."

​Arkan menerima potongan apel dari Sky dengan tangan kanannya yang bebas. "Tubuhku baik-baik saja, Sky. Kemampuan pasif kubus kuno itu memulihkan jaringan sel manusiaku jauh lebih cepat daripada obat medis apa pun."

​BRAAK!

​Pintu geser otomatis ruang rawat mendadak didorong terbuka secara kasar dari luar, memutus ketenangan di dalam ruangan. Sosok Ignis dengan setelan jas merah marunnya yang elegan melangkah masuk dengan angkuh. Dua orang pengawal pribadi dari cabang keluarga Flamewing berjaga di depan pintu dengan tatapan waspada.

​Ignis berjalan mendekat, sepasang mata merahnya menatap perban di lengan Arkan sebelum akhirnya mengeluarkan tawa kecil yang sarat akan penghinaan. "Lihatlah dirimu, Arkan. Baru menghadapi faksi sampah seperti Kevin saja tubuh manusiamu sudah hancur dan berakhir mengenaskan di ranjang rumah sakit seperti ini. Manusia jalanan tanpa garis darah murni yang memaksakan diri menyentuh 60% resonansi elemen, pada akhirnya hanyalah lelucon yang menunggu waktu untuk cacat permanen!"

​Sky langsung berdiri dari kursinya, kipas peraknya berderit tajam saat dia memicu 30% elemen angin manusianya hingga membuat tirai kamar rawat bergoyang hebat. "Jaga bicaramu, Ignis! Ini ruang rawat rumah sakit, dan kamu tidak punya hak untuk memprovokasi rekan timku di sini!"

​"Aku hanya menyampaikan fakta, Sepupu," Ignis tersenyum sinis, menatap Sky dengan pandangan meremehkan. "Di babak Semifinal lusa, tim Flamewing milikku yang akan menghentikan langkah kalian. Di hadapan kobaran api murni kami, petir pincang milik rekan jalananmu ini akan langsung padam. Ingat kata-kataku, Arkan, aku sendiri yang akan menghancurkan wadah jiwamu di arena nanti."

​Arkan hanya mengunyah potongan apelnya dengan santai, sama sekali tidak mengubah ekspresi wajahnya menjadi panik atau marah. Dia menatap Ignis dengan pandangan yang teramat datar. "Kalau begitu, pastikan apimu cukup panas lusa nanti, Ignis. Karena jika tidak, aku yang akan memastikan namamu berakhir di daftar pasien ruangan sebelah."

​"Kamu—!" Ignis menggeram marah, hawa panas murni mulai merembes dari telapak tangannya hingga menyentuh suhu 45°C di sekitar ruangan.

​Namun, sebelum Ignis sempat melangkah lebih dekat, atmosfer di dalam ruang rawat VVIP tersebut mendadak berubah total secara ekstrem dalam waktu seperseratus detik.

​DEG!

​Udara di dalam ruangan mendadak membeku. Tekanan spiritual yang begitu luas, masif, dan tak berdasar tiba-kira turun mengunci seluruh pergerakan molekul udara di tempat itu. Ignis yang awalnya memancarkan hawa panas murni langsung memucat drastis, seluruh tubuh manusianya gemetar hebat hingga lututnya hampir lemas menahan beban gravitasi spiritual tak kasat mata yang mendadak menekan pundaknya. Dua pengawal faksi Flamewing di depan pintu bahkan langsung jatuh terduduk di lantai dengan napas terengah-engah akibat kehabisan oksigen spiritual.

​Pintu kamar rawat kembali terbuka pelan tanpa suara.

​Marsekal Wirya—sang Kepala Akademi yang merupakan Kontraktor Mitos—berjalan masuk terlebih dahulu dengan ekspresi wajah yang sangat berwibawa. Namun, dia tidak berjalan di tengah, melainkan sedikit bergeser ke samping untuk memberikan jalan bagi sesosok pria paruh baya berjubah putih polos yang berjalan di belakangnya dengan santai.

​Grandmaster Joshua. Salah satu dari 3 Kontraktor Nirwana tertinggi di Indonesia.

​"I-Ignis dari cabang Flamewing... memberi hormat kepada Marsekal Wirya dan Grandmaster Joshua!" Dengan sisa tenaga manusianya yang gemetar, Ignis langsung membungkuk sedalam 90 derajat, wajahnya yang semula angkuh kini dipenuhi oleh keringat dingin yang bercucuran deras ke lantai marmer. Dia benar-benar syok dan tidak mengerti mengapa dua raksasa penguasa negara ini bisa berjalan bersama memasuki ruang rawat kelas bawah seperti ini.

​Marsekal Wirya melirik Ignis dengan tatapan dinginnya yang tajam. "Anak muda dari Flamewing, waktu besuk untuk pasien umum sudah habis. Jika kamu tidak ada kepentingan medis lagi di sini, silakan tinggalkan ruangan sekarang juga."

​"B-Baik, Marsekal! Saya permisi!" Tanpa berani menengadah sedikit pun, Ignis langsung membalikkan badinya dan setengah berlari keluar dari ruangan rawat tersebut, menyeret kedua pengawalnya yang masih lemas dengan penuh rasa malu yang luar biasa.

​Setelah pintu bergeser menutup rapat, tekanan spiritual yang mencekik tadi lenyap seketika, mengembalikan kesegaran udara di dalam ruangan. Sky segera membungkuk hormat dengan penuh takzim ke arah kedua petinggi tersebut, sementara Arkan mencoba untuk turun dari ranjangnya.

​"Tetaplah di tempatmu, anak muda. Tidak perlu memaksakan protokol formal di depan orang tua seperti kami," Grandmaster Joshua berucap dengan nada suara yang sangat ramah dan menenangkan. Pria tingkat Nirwana itu berjalan mendekat, lalu berdiri tepat di samping ranjang Arkan. Sepasang matanya yang sedalam lautan bintang menatap tajam ke arah perban di lengan kiri Arkan.

​Grandmaster Joshua perlahan mengulurkan tangan kanannya, menyentuh perban Arkan dengan ujung jarinya. Seketika itu juga, seberkas cahaya emas murni yang sangat hangat merembes masuk, mengalir melintasi jalur energi saku jiwa Arkan. Rasa nyeri dan kelelahan saraf yang dirasakan Arkan sejak tadi pagi langsung sirna total dalam waktu 2 detik, digantikan oleh aliran energi spiritual baru yang terasa berkali-kali lipat lebih padat dan bersih.

​"60% resonansi petir di usia 16 tahun adalah sebuah anomali fisik yang belum pernah kusaksikan selama 40 tahun terakhir di Indonesia," Grandmaster Joshua tersenyum tipis, menarik kembali tangannya. "Saraf manusiamu menahan beban tersebut karena kamu membiarkan energi listriknya mengendap di satu titik otot. Jika kamu ingin menggunakannya lagi tanpa melukai dirimu sendiri, alirkan sisa listriknya keluar melalui pori-pori kulit secara konstan dalam bentuk aura statis. Itu akan bertindak sebagai katup pelepas tekanan."

​Arkan tertegun, merasakan instruksi kultivasi tingkat tinggi dari seorang Kontraktor Nirwana langsung bekerja menyempurnakan sirkulasi saku jiwanya. "Terima kasih atas bimbingannya, Grandmaster Joshua."

​Marsekal Wirya melangkah maju, melipat tangannya di depan dada sambil menatap Arkan dan Sky secara bergantian. "Joshua sengaja memintaku untuk mengantarnya ke sini karena dia sangat tertarik dengan performa kalian berdua tadi pagi. Penampilan kalian tidak hanya mengejutkan akademi, tapi juga memberikan pesan yang sangat bagus bagi faksi-faksi elit asing yang mulai bertingkah sombong di tanah kita."

​Grandmaster Joshua mengangguk pelan, matanya beralih menatap Volt yang kini mendongak menatap sang Kontraktor Nirwana tanpa rasa takut sedikit pun—sebuah bukti mentalitas serigala petir yang luar biasa kuat setelah menyentuh Level 12.

​"Turnamen ini baru berjalan 3 hari, dan jalut masa depan kalian masih sangat panjang," ucap Grandmaster Joshua dengan nada penuh arti sebelum melangkah mundur menuju pintu keluar bersama Marsekal Wirya. "Sembuhkan dirimu malam ini, Arkan. Aku akan tetap berada di tribun VIP hingga Hari 7 nanti untuk melihat seberapa jauh anomali petir dan angin milik kalian berdua mampu mengguncang tatanan dunia yang kaku ini."

​Setelah kedua sosok legendaris tersebut meninggalkan ruangan, suasana kamar rawat VVIP itu mendadak hening kembali. Sky menatap Arkan dengan mata yang melebar penuh rasa tidak percaya.

​"Arkan... kamu tahu apa artinya ini, kan?" Sky berbisik dengan suara yang sedikit bergetar karena emosi yang meluap. "Pertemuan ini... perlindungan tidak langsung dari Grandmaster Joshua secara resmi telah membuat posisi kita tidak tersentuh oleh konspirasi kotor faksi luar seperti Flamewing di luar arena. Sekarang, satu-satunya tempat bagi Ignis atau siapa pun untuk menyentuh kita hanyalah di atas pasir arena pertandingan!"

​Arkan mengepalkan tangan kirinya yang kini sudah tidak lagi merasakan sakit sama sekali. Dia merobek perban termal yang melilit lengannya, memamerkan kulit manusianya yang telah pulih 100% sempurna berkat berkah energi emas tadi. Saku jiwanya berdenyut sangat kencang, memancarkan aura biru statis yang kini mengalir luwes di permukaan kulitnya sesuai dengan petunjuk Grandmaster Joshua.

​"Itu sudah lebih dari cukup, Sky," Arkan tersenyum dingin, matanya menatap tajam ke arah jendela luar yang kini telah sepenuhnya gelap ditelan malam. "Besok pagi adalah Hari 4, panggung kategori Solo 1vs1 untuk babak Perempat Final. Mari kita selesaikan bagian kita di sana, sebelum kita benar-benar membakar habis kesombongan Flamewing di semifinal lusa nanti."

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Salam Segitiga ∆ 🚬🗿
Zapdos: ∆ nguengg~
total 1 replies
Zapdos
Jangan lupa dibaca, Update bab setiap hari!
pukul 12.00 Wib dan 15.00 Wib. Saran dan dukunganmu sangat membantu karya ini menjadi lebih baik!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!