NovelToon NovelToon
Simpanan CEO Muda

Simpanan CEO Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aulia risti

Siapa sangka, niat Amira cuma mau bantu temannya nganter kopi ke ruang CEO malah jadi awal dari malam paling gila dalam hidupnya.

Amira Shalwanissa. Karyawan biasa yang terjebak lembur di kantor karena menggantikan temannya yang sakit.
Zian Ardana. CEO muda, anak pemilik perusahaan, terkenal kejam dan nggak punya hati buat karyawannya.

Malam itu, ruang kerja CEO yang biasanya sepi berubah jadi tempat paling berbahaya.
Zian jatuh pingsan. Amira panik dan menolong. Tapi demam tinggi membuat Zian kehilangan kendali.

“Lepaskan saya, bapak mau apa!”
“Shutt, apa kamu nggak bisa diam... kepalaku sakit.”

Amira melawan. Dia menendang, berlari, bersembunyi di bawah meja. Tapi bayangan Zian terus mengejarnya, dengan tawa rendah yang bikin bulu kuduk merinding.

Malam itu menjadi saksi bisu awal dari segala malapetaka dalam hidupnya.
Apakah Amira bisa lolos? Atau dia benar-benar akan jadi... simpanan CEO muda itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia risti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

“Maaf mengganggu tuan, diluar ada yang mencari anda” Kata seorang penjaga.

Amira dan Zian menoleh bersamaan.

“Siapa?”

“Evan, namanya tuan.”

“Evan” Gumam Amira. Gadis itu segera beranjak keluar. Ada sedikit helaan nafas dari amira karena ia tak perlu berlama-lama dalam situasi canggung tadi bersama zian.

Melihat sosok tinggi itu Amira tersenyum dan langsung memeluk adiknya. Evan dan Amira hanya berjarak tiga tahun. Evan baru saja masuk kuliah di Surabaya. Sebagai satu-satunya keluarga, Amira sangat menyayangi Evan melebihi apapun bahkan dirinya sendiri. Sejak mama meninggalkan dan ayah nya yang tidak tahu kemana. Evan adalah satu-satunya keluarganya bagi Amira.

“Evan, gimana kabar kamu dek?”

“Aku baik mbak. Seperti yang mbak lihat”

“Alhamdulillah. Maaf buat kamu jadi bingung gini pasti kamu tadi ke kontrakan dulu ya?”

Evan tersenyum kepala mengangguk kecil menjawab perkataan Amira.

“Aku senang mbak. sekarang mbak udah ada yang jaga aku jadi aku nggak perlu khawatir lagi ninggalin mbak sendirian. Karena ada mas zian.

Amira tersenyum masam, mata nya melirik pada zian yang kini berdiri di sampingnya.

“Masuklah Evan.” Ucap zian.

“Makasih mas zian. Balas Evan tersenyum

Mereka bertiga masuk dan duduk dimeja makan bersama. Disaat seperti ini kehangatan terasa, Amira tersenyum pahit, membayangkan keluarganya juga dulu sangat hangat sebelum akhirnya ke hangatan itu membawa rasa dingin yang tak terlupakan.

“Mbak, ayo makan kok malah bengong “ ucap Evan.

Amira tersadar dia langsung mengangguk dan melahap makanannya. Sementara zian yang duduk di samping Amira melihat kesedihan dalam mata gadis itu.

_____

Setelah makan malam selesai zian pergi ke ruang kerjanya sementara Evan sedang membersihkan dirinya. Amira melirik ke arah Bu Ratna yang masih berdiri rapi di dekat pintu dapur.

"Bu... boleh aku bantu?" tanya Amira pelan.

"Ah, Nyonya, jangan. Ini tugas saya."

"Tugasnya berat kalau dikerjain sendiri, Bu," Amira tersenyum kecil.

"Lagipula aku juga belum ngapa-ngapain di rumah ini."

Bu Ratna ragu, melirik ke arah kepergian Zian seolah minta izin tanpa suara. Akhirnya dia mengangguk pelan.

"Kalau begitu... terima kasih, Nyonya. Nama saya Ratna."

"Senang ketemu, Bu Ratna," Amira mengangguk.

"Panggil aku Amira aja ya, Bu. Aku nggak biasa dipanggil Nyonya."

Bu Ratna tersenyum tipis, ada kehangatan di matanya.

"Baik, Nona Amira."

Mereka pun berjalan ke dapur bersama. Suara air mengalir dan denting piring jadi satu-satunya suara di mansion yang terlalu sepi itu. Sambil mencuci, Amira mencoba basa-basi.

"Bu Ratna udah lama kerja di sini?"

"Sudah 12 tahun, Nona," jawab Bu Ratna pelan. Tangannya tidak berhenti menggosok piring.

"Sejak Tuan Zian masih muda."

"Saya senang Tuan Zian bisa kembali tersenyum. Dulu dia nggak seperti sekarang."

Amira menghentikan tangannya.

"Maksud Ibu?"

"Dulu, waktu saya pertama kerja di sini, Tuan Zian masih sekolah. Dia anak yang baik, murah senyum, dan ceria. Dia juga suka jail sama saya. Tapi itu sampai ibunya meninggal... karena penyakit jantung."

"Setelah itu, adiknya ketahuan punya penyakit jantung bawaan juga. Sejak hari itu, perhatian Tuan Besar hanya tertuju ke adiknya. Obat, jadwal kontrol, semua untuk adiknya."

"Tuan Zian selalu bilang. “Nggak apa-apa, saya baik-baik aja” Padahal saya lihat sendiri. Ulang tahunnya aja dia habiskan di dapur, makan roti sendirian. Prestasinya, nilai bagus, hal-hal yang mungkin harusnya dibanggakan... kadang nggak terlihat di mata Tuan Besar."

"Sejak saat itu, senyumnya hilang pelan-pelan, Nona. Dia tumbuh dengan rasa takut. Takut nggak cukup baik, takut ditinggalkan."

1
Blu Lovfres
lampir sinting😁🤣
Blu Lovfres
nyesek y ternyata nasibnya zian
Blu Lovfres
hadehh amira terlalu lebay banget 😁🤣
Blu Lovfres
😁🤣
Blu Lovfres
next thor
Blu Lovfres
ceo tolol o'on lebih tolol lagi astinnya, 😁
keven sekelas asisten buru di perkampungan yg ga tau kecangian, ceo ga bisa tau kelakuan mis yg sering menghukum amira, di kernakan amira bukan barang berharga buat zean karna itu don't care
Blu Lovfres
y udah datangkan saja mba kunti bibir merah untuk zian thor 🤣🤣🤣🤣
Blu Lovfres
ga tau kelanjutannya pernikahan amira dn zian
Ni Cristi
yuk yukk pernah baca dimana nihh alur yang mirip nya
Blu Lovfres
Kayak nya ada pernah baca deh alur novel ini ,
Blu Lovfres
mampir kesini thor 😘
Ni Cristi: Welcome 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!