NovelToon NovelToon
Menua Bersama

Menua Bersama

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:671k
Nilai: 4.7
Nama Author: heni

Kehidupan setiap orang tidak sama, jodoh, maut rezeki. Semua orang mendapatkan kadar yang berbeda.

Syaren, terpaksa menikah dengan Dimas, demi melindungi kakaknya, Yumna. Dia tahu, pernikahan ini bukan hal yang indah, Dimas hanya menginginkanya, hanya untuk bersenang-senang.

Bagaimana nasib Syaren? Apakah dia bisa menua bersama Dimas? Atau garis kehidupannya mengujinya lebih kejam lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Makan Malam Part 5

"Itu Syaren yang memasak!" Seru Reyhan

"Huk! hukkk hukk!" Dimas terbatuk, Syaren langsung memberikan segelas air putih untuk Dimas. Dimas segera minum.

"Wah ... tante ngga nyangka, calon menantu tante pintar masak!" Seru Citra.

"Ah, enggak pintar juga tante, cuma bisa sedikit!" Sahut Syaren.

"Sayang, kamu mau makanan yang mana lagi?" Tanya Syaren pada Dimas.

"Aku mau makanan yang kamu masak Sayang," sahut Dimas.

Syaren melayani Dimas dengan manis. Mereka semua mulai makan bersama, makan malam mereka, dihiasi dengan pembicaraan santai, Reyhan, Yumna, Joan dan tante Citra. Sedang Dimas dan Syaren hanya fokus memandangi piring makanan mereka. Selesai dengan makan malam mereka, Reyhan mengajak semuanya, untuk bersantai di ruang keluarga.

Joan meminta izin untuk bicara pada semua orang, setelah mendapat izin, Joan mulai bicara. "Untuk akad nikah nanti, akan di langsungkan jam 9 pagi, nah malamnya, langsung di adakan resepsi," ucap Joan.

"Semua persiapan bagaiman Jo?" Tanya Citra.

"Semua siap tante." jawab Joan.

"Bagus, kalau semua perencanaan sudah beres," seru Citra.

Citra memandang ke arah Dimas. "Cincin nikah, kalian sudah beli?" Tanya Citra

"Besok mah." jawab Dimas, dia terlihat santai.

"Kalian buat daftar, siapa saja dan sebanyak apapun yang ingin kalian undang, tulis nama dan alamat mereka, nanti undangan akan kirimkan," seru Joan.

"Siap, secepatnya akan kami kirim, nama yang akan kami undang," seru Reyhan

"Kalian semua, sudah kami siapkan kamar untuk istirahat nanti, di hotel tempat acara berlangsung. Masing-masing menepati satu kamar. Tapi, terserah kalian, ingin menginap atau ingin langsung pulang," terang Joan.

Pembicaraan tentang pernikahan telah selesai, mereka mulai mengisi malam dengan obrolan santai, sambil mengulur waktu.

Citra sangat kagum dengan Reyhan, dia seperti Dimas yang sangat menyayangi adik-adiknya, hanya saja Dimas arogan dan bisa di kategorekan penjahat wanita, mengingat Dimas suka berganti-ganti wanita, seenak yang dia mau. Sedang Reyhan sosok yang baik dan tegas, juga penuh kasih sayang.

jam menunjukkan jam 11 malam, Citra izin pamit untuk pulang, mereka berjalan ber iringan, posisi paling belakang ada pengantin. Syaren berjalan santai di samping Dimas.

Citra dan joan sudah masuk mobil terlebih dahulu, sedang Dimas masih mematung, berdiri di samping Syaren.

Dimas mendekatkan wajahnya ke telinga Syaren. "Cium aku didepan mereka!"

Mata Syaren melotot. "Tdak mau!" Jawabnya.

"Baiklah, kalau kau tidak mau, akan aku katakan, alasanmu hingga mau menikah denganku, pada kakak lelakimu!" Bisik Dimas.

Dimas mulai berjalan ke arah mobilnya, posisi Dimas berdiri, tepat di depan Reyhan.

Syaren panik, dia langsung berlari dan memeluk Dimas, di depan semua orang, sebelum Dimas mulai buka mulut.

"Sayang ... kau belum mengucapkan salam perpisahan padaku," Syaren masih memeluk Dimas.

Cups!

Satu kecupan lembut dari bibir Syaren, mendarat di pipi kanan Dimas.

Dimas tersenyum, berhasil mengerjai Syaren.

Reyhan melotot melihat kelakuan Syaren, dia langsung menarik Syaren yang masih memeluk Dimas.

"Kamu ini! Jadi perempuan kok ganjen banget!! Kalian belum sah!! Nanti kalau udah sah! Kakak nggak akan larang kamu!" bentak Reyhan.

Yumna sedari tadi menutup mulutnya yang menganga dengan dua telapak tangannya, melihat kelakuan Syaren.

"Terima kasih kak Reyhan, aku tak tahu harus bicara apa padanya, agar menjaga jarak denganku, kita belum sah, sabar sayang,"Dimas mentoel hidung Syaren dengan jari nya.

Apa!!! Harusnya aku sadar dia hanya mengerjaiku, rese! Batin Syaren

Dimas tersenyum penuh kemenangan, dia yakin, Syaren merasa tertekan karena hal barusan "Dia selalu begitu sejak tadi malam kak Reyhan. Tapi jangan marahi dia, cukup nasehati. Syaren ... sabar sedikit ya sayang ... setelah sah, kamu mau apapun padaku, tak ada lagi batasan antara," Dimas pergi menuju mobilnya.

Syaren masih melotot memandangi Dimas, dia sangat geram, di permalukan seperti ini di depan kedua kakaknya. Syaren langsung berlari maksuk kedalam rumah, dia mengunci dirinya dalam kamarnya.

Yumna melihat kekesalan di wajah Reyhan. "Kak ... jangan marahi dia, dia sudah mau nikah, biar aja!"Lirih Yumna.

"Rasanya ingin ku gorok leher anak itu!" Gerutu kekesalan Reyhan

"Ya sudahlah, kita tidur saja, jangan lupa undang siapa saja yang mau di undang, teman-teman kakak, biar kaka saja yang nulis," seru Reyhan.

"Iya kak ... selamat malam ...." seru Yumna.

Dalam mobil yang melaju di jalanan.

"Mama suka sama Syaren dan kakak-kakaknya," seru Citra.

"Iya mah," sahut Dimas

"Dimas ...." panggil Citra.

"Hem ...." sahut Dimas

"Dimas ... apakah Syaren selalu manis seperti tadi padamu?" Tanya Citra.

"iya mah, Syaren sangat agresif padaku," sahut Dimas.

"Mama harap, kamu tidak lagi berkencan dengan peliharaanmu yang lain, Syaren wanita yang baik sayang, ukir kisah baru dengan Syaren, Dia seperti----"

"Cukup mah! Jangan bangitkan kenangan wanita itu!" Dimas berusaha menahan emosinya, jika teringat Mey yang meninggalkannya begitu saja.

"Aku akan melepasnya jika aku bosan. Aku menikahinya, karena dia tak mau melayaniku sebelum ikatan pernikahan, tenang saja, jika aku bosan, aku juga akan melepasnya," Seru Dimas.

"Sayang, dengan kau menyakiti wanita lain tak akan mengurangi rasa sakitmu, mama mohon, berhenti sayang," lirih Citra.

Dimas Diam tak menanggapi kata-kata Citra, Citra benar, dia sering menumpahkan rasa sakitnya pada beberapa wanita, tapi hatinya tetap Hampa.

1
Dewy Sakha
si aira bodoh dan tega banget sih,knp g jujur aja,bikin greget
Dewy Sakha
si aira bodoh dan tega banget sih,knp g jujur aja,bikin greget
Jasmine
yahhh meskipun happy ending tp pd dasarnya keluarga carut marut koq dpt kebahagiaan sempurna
Jasmine
yg belakangan nikah mlh cetakannya lbh dulu jd...tuh kmn aja cetakannya dibuat
Jasmine
aihhh....hebat jg perawatan mey kanker otak bisa bertahan hidup sampai puluhan tahun
Jasmine
segitu aja????
gampil bingittt
Jasmine
cepat amat memaafkannya...jgn kasih restu dimas...ntar masa lalumu karma buat dina putrimu
Jasmine
membuka lembaran baru...klu jodoh tak kmn...lgian itu teguran jg krn nathan dan nara udh jdan masa disusul kakak kandung yg sm mau dinikahkan
Jasmine
kmn perginya dina koq ga ada kbr
Jasmine
obsesi celia pd jamal tingkat dewa sampai nekat mau membunuh jamal
Jasmine
jgn sampai salah pasangan ya jamal, tama...
Jasmine
etah teh kudu cari di tempat lain sok..jgn ditempat hajatan nikahan...pasti ada cemcemannya
Jasmine
blm baca isi undangannya udh senang aja cel
Jasmine
klu celia tahu dina ada sdra kembar pasti menangis bombai acha..acha...keciannnn
Jasmine
bisa teman satu kuliah beda profesi...hrsnya dina dan jamal sama2 dokter..
Jasmine
alamat pd sold out nih anak2nya joan dan syaren...tp nathan cari yg lainlah masa dina dan nathan mertua yg sama
Jasmine
mirip tapi tak sama...dona dan dina...siapakah yg akan jd jodohnya
Jasmine
wah emang bisa kk dan adik beriparan terus..apalagi sodara sekandung kecuali td sepupuan bolehlah spt dimas syaren, teyhan aira
Jasmine
sptnya kisah ini khusus tuk syaren doang...sementara awal cerita aku pikir mereka 3 bersaudara terus dimunculkan dan bisa menghadapi konflik yg dtg ke tengah kebahagian keluarga msg2
Jasmine
zay akhirnya halal mencetak mentari pagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!