tari seorang gadis miskin yang bekerja menjadi pembantu rumah tangga bersama ibunya harus terusik saat dia bekerja sendiri dengan tuan Angga seorang pria muda yang mapan dan juga tampan namun memiliki sikap yang kasar dan tempramen kerena masa lalunya yang kelam
awalnya tari pikir hidupnya akan berubah menjadi lebih baik dan bisa mewujudkan mimpinya untuk hidup layak namun tuan Angga sering memperlakukannya dengan kasar dan menyiksa tari secara fisik dan batin dengan ancaman
siapa sangka ternyata benih cinta secara diam diam mulai tumbuh mengiringi kebersamaan mereka yang selalu berbeda sikap, saat tuan Angga mulai termakan cemburu buta dia memperkosa tari
menjadi korban pemerkosaan oleh tuan Angga telah merubah perilaku tari yang mulai menyukai kehidupan sex bebas tuan Angga hingga menariknya pada jurang kehancuran
dan hamil diluar nikah.
padahal disisi lain ada pria lain yang mencintai tari secara tulus tuan jagad sahabat tuan Angga sendiri
.
apakah tari dan Angga masih bisa menemukan kebahagian yang sejati? dan seperti apa kisah itu akan berhenti ? saat cinta sangat sulit terlihat sebab tertutup oleh rasa sakit hati dan benci
" aku tidak suka dibantah " Angga
" aku tidak suka kau mengekang diriku " tari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tra lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penguntit.... ( sedikit area dewasa )
" Tari apa kau sendiri akan menerima semua keadaan ini secara suka rela ? "
" Maksudnya ? "
" Itu alasannya kau memilih tinggal disampingku iyakan ? "
" Siapa yang bilang, apa tuan pikir aku ini robot yang tidak bisa rusak saat kau pukul, kau tendang kau caci kau maki kau tampar ? aku bertahan karena aku merasa kasihan pada tuan yang sendirian "
" Jangan sok akrab, kau tidak tahu apa apa tentang diriku "
" Lalu apa tuan takut kalau aku ingin lebih mengenal tuan ? secara dekat "
tanya tari pada tuan Angga.
Kini jarak mereka berdiri begitu dekat dan seperti hampir bersentuhan tuan Angga dapat mencium aroma tubuh tari yang khas mengusik hidungnya dengan tajam mengantarkan getaran listrik yang mulai menyebar keseluruhan tubuhnya.
Sementara untuk tari kedekatan mereka membuat tari bisa mencium nafas segar dari mulut tuan Angga yang menerpa wajahnya dengan hangat , pandangan mata mereka begitu dalam dan saling mengunci.
Membawa mereka tenggelam dalam pikiran masing masing dan saat tuan Angga ingin merasakan lembutnya bibir tari yang coklat kemerah-merahan tiba tiba sebuah suara memanggil namanya berkali kali.
" Tuan ,tuan , tuan Angga , ...... maaf tuan ini makan siang anda "
Panggil Arif mencoba menyadarkan tuan Angga dari lamunannya sehingga membuat tuan Angga kaget sekaligus canggung.
" Oh ...... "
" Maaf tuan, ini makan siang anda "
" Iya terimakasih kau boleh keluar "
Jawab tuan Angga sembari beranjak dari tempat duduknya menuju kamar kecil untuk cuci muka dan tangannya sementara Arif yang penasaran dengan tingkah bosnya yang tadi melamun begitu dalam mencoba melirik isi video yang masih online diponsel tuan Angga.
Sekilas sebuah senyum mengembang diwajah Arif sembari keluar dari kantor tuan Angga,
Tuan Angga tidak habis fikir kenapa dirinya sampai bisa melamunkan tari seperti itu.
* Ini sangat memalukan bagaimana bisa aku menghayalkan seorang pembantu padahal kalau dipandang dari sudut manapun lebih cantik vita tapi kenapa pikiranku malah lebih memikirkan gadis lusuh itu ? *
Pikiran tuan Angga kembali melayang mengingat kembali awal pertemuan mereka di rumah Vita senyuman ramah yang menyambut kedatangannya untuk pertama kali membuat tuan Angga sedikit memperhatikannya.
Tuan Angga masih ingat dengan jelas bagai mana gadis itu mencuri curi pandang padanya saat dia sedang memberikan jamuan makan malam yang diklaim oleh nyonya besar bahwa itu semua adalah ide masakannya.
Alhasil tuan Angga menyukai rasa hidangan itu sehingga secara tidak sengaja dia meminta pada ibunya untuk berbicara dengan nyonya besar mengenai pegawainya.
Umpan yang tuan Angga sebar telah dimakan dan gayung pun bersambut maka akhirnya tuan Angga berhasil membawa gadis itu masuk kedalam dunianya yang penuh peraturan.
Uamun untuk beberapa kali gadis itu selalu melakukan hal yang sering membuat tuan Angga merasa marah dan juga kesal serta sedikit tersinggung karena gadis itu berani melawan dirinya bahkan secara terang terangan dia menolak saat tuan Angga meminta dirinya untuk pergi.
Sementara dirumah**********
Tari sudah melakukan semua pekerjaan yang terjadwal di agenda dengan teliti, dia bahkan sudah membersihkan garasi mobil tuan Angga yang super besar ternyata didalam nya diisi dengan beberapa jenis mobil mewah yang terparkir didalamnya.
Bahkan tari juga sudah membersihkan kolam renang sampai membuatnya harus mandi dua kali karena baju seragam yang dia pakai basah, karena waktu memasak masih lama makanya tari sedikit berbuat nekad didepan cermin sembari tersenyum senang dan mempermainkan beberapa bagian tubuhnya yang seksi didepan cermin.
Tari tidak sadar kalau kegiatannya telah direkam dan dipandang oleh orang lain dengan bebas hingga membuat si penguntit merasakan resah yang luar biasa pada tubuhnya.
Setelah beberapa jam melakukan sesuatu yang kurang bermanfaat alis mager mulai dari mengelilingi rumah besar itu untuk sedikit berolahraga biar tidak bosan serta menari bebas untuk mengusir suntuk dari musik yang tari putar dari home teather tuan Angga yang berada diruang santai dan membongkar isi ruang ganti tuan Angga yang super lengkap dan penuh dengan barang barang mewah.
Akhirnya jam kerja tari untuk memasak makan malam tiba namun saat tari tengah memanaskan air untuk membuat sup tiba tiba api kompornya mati.
* Oh sial kenapa harus sekarang sih ? gasnya harus habis, apa nggak bisa ya satu uuuuuuu hari saja aku bebas dari Omelan dan amukannya tuan Angga, nasib nasib*
gerutu tari dalam hati.
Tari mulai memikirkan cara untuk mengatasi masalah ini secepatnya sebelum tuan Angga pulang, tari sempat mencari dilemari kitchen set milik tuan Angga apakah memiliki kompor listrik apa tidak namun sepertinya nihil.
Kemudian tari berniat untuk memasak menggunakan rise cooker untuk masak supnya tapi di catatan tuan Angga suka nasi panas, kalau dia memasak menggunakan alat itu sama saja tuan Angga tetap akan marah padanya.
Sementara tari tidak memiliki nomer telpon tuan Angga untuk memintanya mengirimkan seseorang untuk membeli gas akhirnya dengan sangat terpaksa tari memutuskan untuk tidak memasak, tari tahu kalau keputusan ini bagai memakan buah simalakama nggak ada jalan keluar.
Waktu yang ditunggu-tunggu oleh tari pun tiba dia sudah bersiap menunggu kepulangan tuan Angga di depan pintu menyambut pria tampan itu dengan senyuman manis diwajahnya meski hatinya saat ini sedang bergemuruh.
Tari menerima tas kerja serta jas tuan Angga biasanya sebelum tuan Angga naik keatas menuju kamarnya dia akan sedikit bertanya tentang keadaan rumah yang sepi.
" Apa kau sudah melakukan semua pekerjaan mu tari ? "
" Sudah tuan "
" Apa ada masalah selama aku pergi "
" Ada tuan, bisa tidak kalau malam ini kita makan malam diluar "
jawab tari nekad mengajak tuan Angga untuk makan malam diluar.
" Apa ? "
Tuan Angga hampir tertawa karena tidak percaya akan apa yang baru saja dia dengar.
" Iya sebab saya hari ini saya tidak memasak tuan, kebetulan gasnya habis "
" Gas ? apa yang sedang kau bicarakan ?"
Tanya tuan Angga mulai tidak sabar.
" Iya tuan, gas didapur kebetulan habis jadi saya tidak bisa menghubungi siapapun karena nomer telepon tuan saja saya tidak punya, tidak mungkinkan saya harus lompat pagar sambil membawa tabung gas sebesar itu? .... sementara pintu gerbangnya dikunci secara otomatis."
Jawab tari memberitahu yang sebenarnya terjadi pada tuan Angga dengan gamblangnya tanpa menunjukan rasa takut sedikitpun saat berbicara berbeda sekali dengan kemarin
" Jadi kau menyalahkan aku ?"
" Tidak tuan, ................ saya hanya sedang mengkritik aturan yang terlalu ketat kadang sering membuat kita repot "
sindir tari.
" Berani sekali kau bicara seperti itu ?!"
" Itu memang benar tuan, .... apa tuan tidak merasa bosan harus memakai baju yang sama warna yang sama di hari yang sama secara terus menerus memang tuan anak TK."
"Setahuku begitu banyak warna indah disini kenapa malah tuan memilih hidup monoton dan juga membosankan "
" Berani sekali kau !"
bentak tuan Angga marah karena tari telah mengejeknya.
" Saya tidak berani tuan tapi saya hanya mengatakan yang sebenarnya dari dalam hati, kenapa tuan mengurung saya dengan peraturan yang konyol seperti ini ? kita bukan anak teka lagi ? yang harus patuh "
" Saya ingin kebebasan dan saya rindu hidup normal seperti yang lain "
" Apa selama kau kerja sekarang kau kurang bebas ? "
" Aku ingin kebebasan untuk pribadiku sendiri seperti bebas memakai pakaian yang aku mau sesuai suasana hatiku ,aku ingin memasak makanan yang aku ingin makan sesuai selera ku dan aku jujur tuan aku rindu semua itu ,aku ingin semua kenikmatan itu kembali,....... apa tuan Angga tidak mau melakukan hal itu menjadi manusia normal ?"
" Aku membiarkan dirimu bicara dengan bebas tanpa menyentuh dirimu sedikit pun itu hanya untuk hari ini,............. karena besok aku tidak suka kau berbicara lancang seperti ini lagi padaku ! "
" Apa kau lupa peraturan yang aku katakan padamu ? "
" Tidak tuan "
Tuan Angga langsung masuk kedalam dan menuju ke kamarnya untuk bersih bersih
disepanjang perjalanan tuan Angga berpikir akan sikapnya yang tadi, dia merasa heran meski merasa kesal karena harus mendengarkan keluhan tari tapi tuan Angga tidak emosi bahkan tidak merasa tersinggung sama sekali.
Tari mengikuti tuan Angga dari belakang seperti ekor dan sesampainya didalam kamar tari langsung menyiapkan semua keperluan tuan Angga dan meletakkannya diatas tempat tidur.
Lalu tari keluar kembali ke tempatnya yang berada disudut yang gelap, tari duduk dikursi dapur untuk menentramkan hatinya yang sempat bergemuruh karena telah berani berbicara mengenai peraturan yang tuan Angga tetapkan dirumah ini,
* Peraturan aneh ,ah....... sendiri lagi *
Keluh tari dalam hati , tari merasakan perutnya yang lapar jadi berhubungan tak ada makanan tari terpaksa memasak pop mie pakai air panas dari dispenser , baru tari ingin menikmati mie itu saat tuan Angga datang ke dapur mengagetkan dirinya.
" Tari sedang apa kamu ? "
" Saya masak pop mie tuan untuk mengganjal perut yang lapar "
ucap tari sembari menunjukkan pop mie miliknya diatas meja.
" Terimakasih "
Jawab tuan Angga tiba tiba sembari mengambil pop mie itu dan membawanya keluar menuju meja makan dan mulai menikmatinya pelan pelan.
* Dasar bos kurang ajar bilang kek kalau mau kan bisa aku buatkan dua bukannya asal ambil aja.*
Umpat tari kesal yang hendak mengambil pop mie lagi didalam lemari penyimpanan makanan.
" Tari ! mana minumnya ?! "
" Iya tuan sebentar ,.sedang saya ambil "
* Oh gagal deh acara makannya ..........*
Ucap tari dalam hati sembari keluar dari dapur sambil membawa minuman untuk tuan Angga.
Terimakasih untuk para pembaca yang sudah mau mampir, boleh tinggalkan jejak ke cerita ini biar lebih seru lagi kedepannya berupa like komen dan vote serta tanda love biar penulis dapat rengking ok makasih.
.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu