Gadis cantik dan ramah yang hidup dengan Ayahnya, namanya Alira, dia dijodohkan dengan duda anak satu sebelum wisuda, setelah wisuda mereka menikah, perjodohan ini ada karena ada amanah dari almarhum Papah Reja. Sahabat Ayah Alira. Namun sebelum pernikahan berlangsung, Reja dan Alira membuat kesepakatan, yaitu, mereka akan menikah tetapi selama dalam dua bulan tidak ada tumbuh ya cinta, mereka akan resmi berpisah, Tanpa ada yang keberatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syakira edianwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan.
Setelah selesai di depan rumah Clara,
"Kami langsung pulang yah, gak enak udah malam nih," ucap Rendi.
"Iyah mas, hati-hati ya, Lagian Alira udah kecapean tuh," ucap Clara melihat Alira yang bersandar di sandaran tempat duduk mobil.
Clara menyalim tangan Rendi, dan Alira menyalim tangan Clara. Rendi segera melajukan mobilnya ke arah rumah ya.
Setelah sampai di rumah Rendi, memasukkan mobil ke bagasi sementara Alira terlebih dahulu masuk ke rumah.
Alira duduk di sofa ruang tamu, memain kan handphone ya. Rendi melihat Alira yang belum istirahat.
"Loh kok belum masuk kamar? udah malam loh, entar masuk angin loh," ucap Rendi.
"Iyah Pah, Alira duluan ya," ucap Alira dan pergi meninggalkan Rendi.
dan Rendi pun masuk ke kamar ya, mengistirahatkan tubuh ya,
Didalam kamar Alira, sudah siap membersihkan diri dan membaringkan tubuhnya di kasur.
"Huff, aku udah wisuda Bu, pasti ibu juga senang liat keberhasilan Alira, Alira sedih ibu tidak mendampingi aku sekarang, tapi aku gak sedih kok Bu, sekarang ayah sudah lebih pengertian dan perhatian sama Alira, dan juga Tante Clara yang akan jadi sosok ibu untuk Alira, semoga pilihan Ayah tidak salah," batin Alira. Dan akhirnya dia tertidur.
...----------------...
Pagi harinya, seperti biasa, Alira terlebih dahulu menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua.
"Pagi Alira," sapa Rendi yang baru turun.
"Pagi juga Yah, sarapan dulu yok, udah siap nih," ajak Alira.
Rendi duduk di kursi depan Alira. Mereka menikmati sarapan masing-masing.
"Nak, kamu masih ingat kan pembahasan kita enam bulan lalu, bagaimana pendapat kamu nak?" tanya Rendi.
"Alira masih ingat kok Ayah. Demi Ayah Alira akan menikah, karena pilihan Ayah tidak mungkin salah, kalau itu yang terbaik, Alira akan lakuin," jawab Alira.
"Terimakasih yah nak, Ayah bangga sama kamu," ucap Rendi.
"Sama-sama Ayah," ucap Alira tersenyum.
"Bagaimana kalau Nanti siang Ayah undang mereka kesini, lebih baik kamu kenal dulu sama keluarga mereka," ucap Rendi.
"Terserah Ayah saja, Alira ikut saja," ucap Alira.
Rendi pun tersenyum, dan mengambil handphone yah.
"Halo," ucap Rendi.
"Halo mas, ada apa?" tanya Clara.
"Kamu bisa kan kesini, keluarga calon suami Alira bakalan bertamu ke sini nanti siang kesini, kamu bisa bantu-bantu Alira siap-siap kan?" tanya Rendi.
"Bisa kok mas, aku langsung berangkat yah, sama Fina," ucap Clara dan memutuskan hubungan telepon.
Rendi mengutak-atik handphone yah, dan menelpon seseorang.
"Selamat pagi," ucap Rendi setelah panggilan di jawab.
"Selamat pagi pak, ada apa yah nelpon pagi-pagi seperti ini, ada masalah kerjaan pak?" tanya Reja.
"Tidak kok, saya mengundang keluarga kamu ke rumah bapak, mengenal kan putri saya, dan membicarakan rencana kita selanjutnya," ucap Rendi.
"Oohh gitu yah pak? kalau begitu saya dan keluarga saya akan kesana," ucap Reja.
"Oke baiklah hati-hati di jalan nak," ucap Rendi.
Clara telah sampai di rumah Rendi,
"Sudah sampai?" tanya Rendi.
"Sudah mas, Alira ya mana?" tanya Clara.
"Seperti yah, di kamar susul aja gih," ucap Rendi.
"Ya udah mas, aku masuk dulu ya, ayok Fin," ajak Clara.
"Enggak mah, disini aja," ucap Fina.
"Ayok masuk, jangan ngebantah Mulu," ucap Clara.
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya
terimakasih telah mampir, segini dulu yah up yah
di tunggu up selanjutnya.