NovelToon NovelToon
Dayuh Sigadis Supernatural

Dayuh Sigadis Supernatural

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Mata Batin / Tamat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mawarhirang94

Dayuh sigadis Indigo atau supranatural, dia memiliki kelebihan itu semenjak umur batita, Yang diturunkan oleh kedua orang tuanya. Terutama Ibu Dayuh yang memiliki kelebihan yang cukup istimewa itu dari keturunan sebelumnya. Jika Ibunya memiliki anak atau keturunan, dengan berjalannya waktu dan bertambahnya umur anak tersebut maka kelebihan Ibunya akan berkurang. Maka tugas selanjutnya adalah anaknya yang melanjutkan. Jika tidak memiliki penerusnya maka kelebihan tersebut akan terus dimilikinya dan berkembang.
.
Ibu ingin menceritakan pengalaman yang Ibunya alami selama ini. Mungkin nanti Ibunya akan menceritakan secara pelan-pelan.

Akan kah Dayuh menerima semua kelebihan nya atau sebaliknya melepaskannya?

Yuk simak cerita nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawarhirang94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10 Mengamati Pergerakan Noah

Pagi itu, cahaya matahari menembus celah jendela penginapan dengan lembut, membangunkan udara sejuk yang menyejukkan kota kecil di sekitar kediaman Noah. Di kamar penginapan, Dayuh dan Sitara masih terlelap, tubuh mereka kelelahan setelah malam-malam panjang penuh observasi. Saga duduk di meja, menata catatan dan sketsa jalur yang mereka dapatkan dari malam sebelumnya, sesekali menengok keluar jendela untuk memastikan situasi masih aman. Leo, seperti biasa, masih berjaga, duduk di kursi dekat jendela kamar yang menghadap jalan utama.

Namun, ada satu sosok yang sudah aktif sejak pagi buta, Dru. Dia berdiri di balkon rumahnya, beberapa blok dari kediaman Noah, memegang teropong, matanya fokus pada gerakan di halaman depan rumah Noah.

Dru memperhatikan dengan cermat. Ia tahu Noah bukan orang biasa. Segala gerakannya selalu terencana, tak ada yang terjadi secara spontan. Dan pagi ini, ia melihat Noah keluar dari rumahnya, mengenakan setelan rapi berwarna gelap, dasi terikat sempurna, wajahnya tampak tenang—seolah sedang menjalani rutinitas biasa, padahal ada rahasia kelam yang disembunyikan di balik senyum itu.

Dru menahan napasnya, matanya menelusuri gerakan Noah. “Ke kota B, pasti ada rencana besar hari ini… mungkin peresmian toko barunya,” bisik Dru pada dirinya sendiri. Namun, ia tidak tahu secara pasti. Jalanan masih sepi, hanya beberapa kendaraan yang lewat, tapi setiap langkah Noah tampak hati-hati, setiap gerakan dipertimbangkan agar tidak ada yang mencurigai.

Noah berjalan menuju mobil mewah yang terparkir di garasi. Dengan gerakan yang lancar dan tenang, ia membuka pintu, memasukkan tas kecil yang mungkin berisi dokumen atau alat pribadi, dan masuk ke kursi pengemudi. Mesin mobil menyala dengan halus, suara yang nyaris tak terdengar di pagi yang sunyi itu.

Dru tetap mengamati. Ia tahu, kalau ia melewatkan satu detik pun, bisa jadi Noah berhasil menjauh tanpa diketahui. Dengan teropong, Dru mengikuti mobil yang keluar dari halaman rumah, menelusuri jalan-jalan kecil menuju jalan utama. Setiap belokan, setiap lampu lalu lintas, diperhatikannya dengan cermat.

Sementara itu, di penginapan, Saga menoleh ke jendela, memperhatikan jalan dari kejauhan. Ia belum menyadari Noah keluar, karena fokusnya masih pada catatan dan sketsa jalur bawah tanah. Leo duduk di kursi, menyesap kopi panas, matanya tetap waspada, menandai setiap gerakan orang yang lewat.

Dru menggerakkan tangannya memberi sinyal pada seseorang melalui radio kecil. “Noah bergerak. Mobilnya meninggalkan rumah. Tujuan pasti belum diketahui, tapi kemungkinan besar ke kota B. Tetap pantau dari jauh. Jangan sampai kehilangan jejak.”

Noah tampak tenang di dalam mobilnya, sesekali menoleh ke spion, memastikan tidak ada yang mengikuti. Setiap gerakan dihitung, setiap rute dipilih agar paling aman. Tidak ada yang bisa menebak bahwa di balik rutinitas normalnya, ia menyimpan rencana licik dan rahasia yang mengerikan.

Di dalam pikirannya, Noah sudah menyiapkan peresmian toko baru di kota B. Toko roti dan café yang didesain khusus untuk bersantai-santai, tempat yang terlihat ramah, hangat, dan mengundang. Semua pengunjung akan melihatnya sebagai sosok sukses, pekerja keras, dan penuh keramahan. Tidak seorang pun yang bisa menebak bahwa kekayaannya berasal dari kejahatan luar biasa.

Dru terus mengikuti dari kejauhan, matanya menempel pada mobil yang bergerak pelan namun pasti. “Dia selalu tahu risiko… tapi kita harus tetap waspada. Sekali Noah sadar ada yang mengawasinya, semuanya bisa gagal.”

Sementara itu, di penginapan, Dayuh dan Sitara akhirnya terbangun, menguap panjang, dan merasakan ketegangan pagi yang berbeda. Mereka belum mengetahui pergerakan Noah, tapi ada naluri aneh yang membuat mereka segera memeriksa sketsa jalur dan catatan malam sebelumnya. Leo dan Saga menjelaskan situasi—bahwa Dru sedang memantau Noah dari kejauhan, dan Noah kemungkinan besar akan meninggalkan kota kecil itu menuju kota B.

Dayuh menatap peta dan sketsa jalur, matanya fokus. “Kalau Noah ke kota B hari ini, mungkin dia akan berada di luar rumahnya beberapa jam. Ini kesempatan kita untuk observasi lebih dekat. Tapi tetap harus hati-hati. Kita nggak bisa mendekat tanpa perhitungan matang.”

Sitara mengangguk. “Benar. Kalau kita bergerak terlalu cepat atau salah langkah, Noah pasti curiga. Kita harus gunakan waktu ini untuk mempersiapkan malam observasi berikutnya, buat catatan jalur bawah tanah lebih lengkap, dan pastikan semua peralatan siap.”

Saga menambahkan, “Aku bisa buat peta tambahan, menandai titik-titik yang sebelumnya belum kita lihat dari penginapan. Kita bisa menghitung jalur aman, titik observasi tambahan, dan jalur cepat kalau harus mundur.”

Leo menepuk bahu mereka berdua. “Kita tidak bisa tergesa-gesa. Noah bergerak seperti orang normal, tapi kita tahu, dia sangat berhati-hati. Kalau mau mendekat atau cek jalur bawah tanah, harus saat dia tidak ada. Hari ini adalah kesempatan kita buat persiapan maksimal.”

Dru, di sisi lain, tetap setia mengamati. Setiap belokan mobil Noah dicatatnya, setiap lampu lalu lintas diperhitungkan. Ia tahu, Noah selalu menjalankan rencana dengan sempurna, tetapi satu detik kelengahan bisa memberi mereka keunggulan.

Seiring mobil Noah meninggalkan kota kecil itu, bayangan pohon apel, gundukan tanah, dan rumahnya tetap tersisa di pengamatan Dru, serta membekas di pikiran Dayuh dan Sitara. Mereka tahu, sementara Noah menjalani kehidupan normalnya di kota B, mereka memiliki kesempatan untuk mempersiapkan langkah selanjutnya: mendekati ruang bawah tanah, mengumpulkan bukti, dan memastikan bahwa rahasia kelam Noah tidak akan terus tersembunyi.

Hari itu, pagi yang tampak biasa, berubah menjadi titik penting bagi rencana Dayuh, Sitara, Leo, dan Saga. Mereka belajar bahwa walaupun Noah terlihat normal—berseri-seri dengan peresmian toko, menikmati kesuksesan, dan menyiapkan pernikahan—kegelapan yang ia ciptakan tetap mengintai di baliknya. Dan untuk menghadapinya, mereka harus lebih cermat, lebih waspada, dan selalu selangkah lebih maju.

Dengan semua informasi yang mereka peroleh dari Dru dan catatan malam sebelumnya, rencana observasi malam nanti mulai tersusun. Mereka akan menggunakan setiap detik untuk memetakan jalur, menandai titik aman, dan mempersiapkan strategi masuk ke ruang bawah tanah Noah, sambil memastikan tidak ada gerakan mereka yang terdeteksi.

Sementara itu, di kota B, Noah melaju dengan mobilnya, senyum tersungging di wajahnya. Di pikirannya, peresmian toko dan café barunya akan menjadi tontonan sempurna bagi publik—seolah ia hanya seorang pebisnis sukses dan tunangannya hanyalah pasangan yang beruntung. Semua orang akan memandangnya sebagai pria normal, penuh prestasi, dan tampak aman. Namun di balik semua itu, rencana kelamnya tetap berjalan, rapi, dan jauh dari jangkauan siapapun.

Dru menelan ludah, menurunkan teropong sejenak, lalu menegaskan dalam hatinya.“Kita harus terus mengawasinya… setiap gerakan Noah adalah kunci. Sekali dia sadar, semua bisa hilang. Tapi kalau kita sabar… kita bisa mendapatkan bukti dan menghentikan kejahatan ini.”

Matahari semakin tinggi, dan kota kecil di sekitar rumah Noah mulai hidup. Sementara Noah menjalankan rutinitas hariannya, tim di penginapan kecil itu mulai menata strategi baru. Hari itu adalah persiapan. Persiapan untuk malam observasi berikutnya, persiapan untuk mendekati jalur ruang bawah tanah, dan persiapan untuk menghadapi pria yang terlihat normal, namun sebenarnya menyimpan kegelapan yang luar biasa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!