Rubby Hania, Gadis cantik yatim piatu yang di asuh sang paman dan Bibi. Namun sayang sang Bibi begitu kejam memperlakukan nya.
Suatu malam tepat setelah sang paman di makamkan, Rubby di usir sang Bibi. Rubby bertemu seorang pria bule yang sedang melintas. Marco Tarance hampir saja menabarak nya. Marco sempat memakinya. Namun anak laki-laki Marco yang berusia 6 tahun Avalon Tarance, malah menolong dan membawa Rubby pulang.
Akhirnya Rubby menjadi pengasuh Avalon. Suatu malam Marco hampir memperkosa Rubby, dan Avlon yang memergoki sang Ayah yang hendak berbuat aib, maka ia memaksa Marco agar menikahi Rubby.
Bagaimana kisah selanjutnya Antara, Rubby, Marco dan Avalon. Sorry, I Love you.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. bukan Tipe Laki-laki Playboy
"Neng, Ibu rasa. Tuan Marco memang sungguh-sungguh ingin menikahi Neng Rubby. Selama dua tahun Tuan Marco tak pernah satu kali pun membawa perempuan ataupun berpacaran.
"Yang betul Bu? tapi Tuan Marco itu tampan, gagah, pria bule dan mapan. bukankah biasanya pria bule itu Syahwatnya besar Bu? wah berarti Tuan Marco hebat dong Bu, dapat menahan hasratnya pada perempuan selama 2 tahun," ucap Rubby
"Betul Neng! karena Tuan Marco hanya akan mabuk dan kalaupun mabuk ia akan pulang ke rumah, paling dia membanting barang- barang yang ada di dekatnya, kalau sedang marah." jawab Muria terlihat kesedihan dari wajah Muria.
"Kalaupun Tuan, dengan perempuan pasti setidaknya Ibu tahu, walaupun hanya 1 atau 2 kali, tapi sepertinya tidak sama sekali," ucap Muria kembali.
"Iya sih Bu!" seru Rubby pelan "Tapi, Marco punya Apartemen dan mungkin saja....ah sudahlah, Itu urusan Marco dengan Allah," ucap Rubby dalam batinnya.
"Tuan itu baik, ia majikan dan Bos yang penuh kasih sayang sebetulnya, walaupun terlihat dingin namun untuk Anak dan istrinya dia begitu baik dan penyayang serta hangat," tutur Muria.
"Begitu beruntung nya nyonya Rubby, dicintai Tuan Marco sebegitu hebatnya, hingga ia Tuan Marco tida tergoda dengan perempuan manapun," ucap kagum Rubby.
"Ya sepertinya Tuan Marco itu bukan tipe laki-laki Playboy! sebetulnya yang suka dengan Tuan Marco itu banyak, salah satunya sahabat dari Nyonya Rubby sendiri," ucap Muria.
"Seorang sahabat Nyonya Ruby, menyukai Tuan Marco?" tanya Rubby tak percaya.
"Yah betul dan setelahnya Nyonya Rubby menikah ternyata perempuan itu betul-betul ingin menghancurkan hubungan Tuan Marco dengan Nyonya Rubby. kecelakaan yang merenggut nyawa Nyonya Rubby pun masih diselidiki hingga saat ini, karena menurut Polisi yang menangani kasusnya, ada kejanggalan dengan mobil yang di kendarai Nyonya Ruby." Tutur Muria.
"Astagfirullah. Semoga segera terungkap kebenaran nya ya Bu," ucap Rubby.
"Aamiin, semoga Neng," timpal Muria.
"Neng kalau saran Ibu, pikirkan kembali tawaran Tuan Marco! Ibu sangat mendukung Neng Rubby, jika Neng menikah dengan Tuan Marco," ucap Muria. Rubby sedang mencerna kata-kata Bu Muria
"Terimakasih Bu! besok pagi adalah jawaban Rubby dan malam ini Rubby akan memikirkan nya dengan baik," jawab Rubby.
"Baiklah Neng, sejak Neng rubby masuk ke rumah ini, rasanya rumah ini kembali bersinar, kembali hangat dan penuh dengan warna kebahagiaan! ya walaupun Ibu tahu terkadang Tuan Marco memang seperti dingin cuek dan ketus tapi nyatanya dia baik," ucap Bu Muria.
"Ya Bu, Marco baik sekali! dan ibu tahu tidak? tadi siang Rubby mendapatkan tantangan untuk menyalip beberapa mobil besar dan kecil di jalan tol dengan kecepatan tinggi dan Rubby berhasil Bu, memenangkan tantangan itu dan sekarang mobil yang dipakai Tuan Marco sudah menjadi milik Rubby Bu," tutur Rubby dengan binar bahagia.
"Ibu ikut senang mendengarnya, Neng," ucap Muria. "Tuan Marco telah betul-betul berubah lebih baik. Apalagi sajak Neng Rubby tinggal di sini. Tuan Marco lebih banyak senyum Neng! padahal dulu Ibu tidak membayangkan apa yang akan terjadi dengan Tuan Marco kedepannya. Neng Rubby membawa perubahan baik pada dirinya," ujar Muria.
"Tuan Marco meninggalkan segala bisnis nya di Skotlandia, ia putuskan untuk kembali ke Indonesia setelah Tuan Vallon di culik dan Tuan Marco merubah kewarganegaraannya menjadi warga negara Indonesia karena Ibu Tuan Marco masih ada keturunan Indonesia.
"Satu tahun lalu Tuan Marco betul-betul terpuruk, perusahaan nya hampir saja bangkrut, akibat Tuan Marco sudah tak peduli lagi dengan semuanya. Hidup Tuan Marco betul-betul kacau," ucap Muria sembari menitikan Air mata.
"Maka dari itu ia pun jauh dari Tuan Vallon. Enam bulan pertama setelah kepergian Nyonya Rubyy, kelakuan Tuan Marco hanya mabuk-mabukan." tutur Muria dengan linangan air mata.
"Ya Allah, sampai segitunya Bu? berarti Tuan Marco sangatlah menyayangi Almarhumah, lalu Tuan Marco itu asalnya dari negara mana?" tanya Rubby.
"Tuan Marco itu dari Asalnya Inggris lahir di Inggris besar di Skotlandia, Ibunya masih ada darah Indonesia. Waktu bertemu dengan Nyonya Rubby itu di Amerika saat sama-sama menghadiri launching produk kecantikan dan Tuan Marco salah satu pemilik saham dari perusahaan tersebut," ucap Muria.
"Ouh, berarti Nyonya Rubby bekerja untuk Produk kecantikan itu ya Bu?" tanya Rubby.
"Waktu itu Nona Ruby sebagai leader team ambasador dari produk kecantikan tersebut. Tuan Marco itu memang suka dengan wanita Indonesia yang menurut nya wanita Indonesia itu ramah-ramah, cantik, ayu dan tubuh nya yang mungil, maka dari itu mungkin Tuan Marco jatuh hati pada pandangan pertama," tutur Muria.
"Iya, lalu?" tanya Rubby semakin penasaran
"Selang perkenalan mereka, setelah tiga bulan , Tuan Marco memilih mualaf atas kehendak nya. Dan satu bulan setelah mualaf, tuan Marco melamar Nyonya Rubby. Dua bulan berikutnya mereka menikah," ucap Muria wajahnya terlihat bahagia.
"Pernikahan yang bahagia ya Bu," ucap Rubby
"Ya begitulah Neng, Tuan Marco begitu sayang dengan Nyonya Rubby. Hingga akhirnya Nyonya Rubby hamil Tuan Vallon dan Nyonya Rubby kembali ke Indonesia, hingga melahirkan Tuan Vallon. Tuan Marco meminta Nyonya Rubby untuk tidak bekerja, hingga usia Tuan Vallon kurang lebih empat tahun, Nyonya Rubby vakum dari dunia kerja dan menjadi Ibu juga Istri yang baik," tutur
Muria.
"Tuan Marco akan pulang dan pergi Indonesia- Skotlandia-Amerika dalam satu bulan, dua atau tiga kali. Perusahaan saat ini yang ia pimpin belum lama ia rintis," ucap Muria.
"Lalu orang tua Tuan Marco saat ini di mana?" tanya Rubby.
"Mereka di menetap di Skotlandia, namun dalam dua atau tiga bulan sekali mereka akan pulang ke Indonesia untuk bertemu Tuan Marco dan Tuan Vallon," jawab Muria.
Saat mereka tengah asyik mengobrol tiba-tiba Vallon menghampiri mereka.
"Nona Rubby, ayok Sholat ini sudah adzan Ashar," ucap Vallon.
"Baik Tuan, Masya Allah anak pintar," ucap Rubby. "Hai apa kau habis menangis? Apakah Ayahku yang menyakiti mu?" tanya Vallon saat melihat mata Rubby sembab.
"Tidak Tuan, hanya habis tertawa dengan Bu Muria higga keluar air mata," elak Rubby.
Vallon masih mengamati keadaan sekitar, tadi Ayahnya berkirim pesan ia bilang jangan mengganggu Rubby karena Rubby tidak Enak badan dan sedang istirahat di kamar Marco.
Akhirnya Vallon memilih percaya pada ucapkan pesan Marco. Kini ia dan Rubby menuju ke kamarnya untuk shalat.
****
Malam pun tiba..
Setelah Marco mengadakan pertemuan dengan Nara dan beberapa orang lainnya tentang pekerjaan, maka mereka berdua membicarakan tentang perempuan yang dulu di jebloskan ke penjara karena menjadi otak penculikan vallon.
Ia ingat pesan Nara, "Sir, sebaiknya Anda menghindari perempuan itu! sepertinya malam ini akan datang ke pesta itu," ucap Nara tadi di restoran.
"Tenang saja, kali ini aku akan berhati-hati! Aku pastikan akan aman darinnya," ucap Marco.
"Perempuan itu, semoga aku tidak bertemu dengannya malam ini. Kalau bukan karena ini client Kakap, aku malas datang ke tempat ini. Lebih baik aku bersama dengan Rubby dan Vallon," ujar Marco dalam hatinya.
Kini Marco sudah berada di pelataran parkir dam ia segera memarkirkan mobilnya, atau tepatnya mobil yang telah menjadi milik Rubby.
"Hai Tuan Marco Selamat datang," ucap si empunya pesta.
"Terima kasih, kabar baik!" ucap Marco ketika baru saja masuk ke ruang pesta ia disambut hangat oleh si pemilik pesta.
Marco tak menyadari dua orang wanita sedang mengamatinya dari jarak yang tidak begitu jauh namun tidak terlihat oleh Marco.
"Cepat lancarkan saja aksinya saat ini, sebelum terlalu ramai orang di pesta ini. Lebih baik aku membawanya paksa dan bersenang-senang di kamar hotel, pesta ini membosankan," ucap salah satu perempuan itu.
Bersambung....
msak orang baik harus d madu
tpi gpp udah ending juga
gemes q ma emily
pngen uwel uwel mak AUTHORRRRRRRRRR
Q GA HARUS nunggu up nya buat tahu kejutan krna pas q baca udah tamat
tpi tetep aja masih deg deg an
pa lagi yg part 1 walah 3kli baca ga bosen
ampe klo dngar bacaan Ar-Rahman q pasti inget ustad afnan
smangat bunda