"Kau tahu, kau tak pantas untuk menjadi bodyguard ku tapi kau lebih pantas menjadi kekasih kecilku." Ucap Riana Saraswati Candra.
"Nona muda, tolong jangan katakan itu lagi." Ucap Jeremi.
Bagaimana rasanya jika seorang pria tampan menjadi bodyguard seorang wanita yang genit dan centilnya minta ampun, akankah dia tahan dengan godaan dari majikannya itu atau malah sebaliknya.
Penasaran, langsung di baca yah
👇👇👇👇👇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ati Nurhayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertengkaran
Riana dan Sarah saling menatap dengan tatapan penuh kebencian. Sedangkan Jeremi merasa heran dan tertegun melihat keduanya saling menatap.
Sambil mendorong. "Hey, loe ngapain datang ke kamar gue." Ucap Riana sambil menjambak baju Sarah.
Sambil melepaskan tangan Riana. "Heh. Kalau gue tahu ini kamar loe, gue gak akan pernah sudi ada di sini." Ucap Sarah sambil menatap ke arah Riana.
Jeremi benar-benar kebingungan, dia tidak mengerti dengan apa yang terjadi di antara mereka berdua. "Sudahlah kalian bukan anak kecil lagi. Kalian tidak perlu bertengkar seperti ini." Ucap Jeremi sambil berusaha melerai.
Riana begitu emosi melihat Jeremi berada di antara mereka. "Heh, kamu ngapain sih bawa wanita j....g ini ke kamar kita." Ucap Riana sambil melihat kearah Jeremi.
"Tadi saya melihat Dia tengah di ganggu sama 3 pria yang berusaha memperkosanya. Dan dia terluka." Ucap Jeremi.
Sambil mengeretkan gigi. "Jadi kamu belaian dia, dari pada aku." Ucap Riana dengan nada tinggi.
"Saya tidak bermaksud untuk membela dia. Tapi...." Ucap Jeremi terhenti.
Sambil mengangkat tangannya. "Sudah cukup, aku gak butuh omong kosong kamu. Sekarang aku kasih kamu dua pilihan, aku atau dia." Ucap Riana dengan lantang.
Jeremi benar-benar kebingungan dengan pilihan yang Riana berikan. Di satu sisi Riana adalah anak dari majikannya dan di sisi lain Sarah membutuhkan pertolongannya karena dia terluka.
"Bingungkan!" Ucap Riana sambil melihat kearah Jeremi.
Jeremi tak menjawab pertanyaan Riana dan dia langsung membawa kotak P3K untuk mengobati Sarah.
Sedangkan Riana benar-benar merasa kecewa dengan pilihan yang Jeremi ambil. Dan nampak Sarah tengah menjulurkan lidahnya untuk meledek Riana.
Riana semakin emosi dan dia memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua. Jeremi tak menghiraukan kepergian Riana, dia tetap khusu mengobati Sarah.
"Aw.. sakit mas." Ucap Sarah.
"Maaf, tahan dulu sebentar." Ucap Jeremi sambil meniup lukanya.
Sarah merasa jatuh hati kepada Jeremi pada pandangan pertama. Dan dia merasa bahagia bisa bertemu dengan Jeremi. "Kamu berbeda dengan laki-laki lain." Ucap Sarah sambil tersenyum dan tak bisa memalingkan pandangannya.
Jeremi tak menghiraukan perkataan Sarah. Dia tetap mengobatinya dengan lembut dan hati-hati.
Akhirnya Jeremi selesai mengobatinya dan dia membereskan semuanya. "Ok, semuanya sudah selesai dan saya akan mencari kamar untuk anda." Ucap Jeremi sambil beranjak pergi.
"Tunggu." Ucap Sarah sambil memegang tangan Jeremi.
Sambil melepaskan tangan Sarah. "Iya, ada apa?" Ucap Jeremi.
"Mas, saya mau mengucapkan terima kasih. Tapi saya tidak mau jauh dari kamu." Ucap Sarah.
"Maaf Nona, saya tidak bisa menemani anda seterusnya." Ucap Jeremi.
"Tapi, saya jatuh cinta sama kamu. Dan wanita kamu juga sudah pergi dari sini, jadi kamu gak perlu cari kamar lagi buat saya." Ucap Sarah sambil tersenyum.
"Maaf Nona, tolong jaga batasan anda. Saya menolong anda karena saya kasihan." Ucap Jeremi dengan tatapan tidak suka.
"Tapi tadi kamu lebih memilih saya dari pada wanita itu." Ucap Sarah.
"Sekali lagi saya bilang sama kamu. Saya hanya merasa kasihan." Ucap Jeremi dengan kesal.
Sarah dengan seketika bangkit dari tempat duduknya. "Kamu tahu, saya tidak pernah di tolak sama lelaki. Dan saya pasti akan membuat kamu tergila-gila sama saya. Camkan itu." Ucap Sarah sambil pergi meninggalkan Jeremi dengan kaki pincang.
Jeremi mengacuhkan Sarah. Dan dia segera mencari Riana yang tengah marah kepadanya. "Kemana dia." Ucap Jeremi dengan penuh rasa cemas.
Setelah Jeremi berkeliling di sekitar penginapan, dia tak menemukan keberadaan Riana. Di saat Jeremi tengah berjalan di lobi, dia melihat anting yang tergeletak di lantai.
Sambil mengambil. "Riana." Ucap Jeremi sambil memegang antingnya.
jgn marah ya thor !
cm ksh masukan doang. 😁