NovelToon NovelToon
Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Pengantin Pengganti / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Assifaatulqalbi

Semua masih terasa tak masuk akal bagi Ningsih. setahunya ia hanya menjadi pengiring pengantin di acara pernikahan Tania, sepupunya. Tapi bagaimana bisa, ia yang sedari tadi hanya dikurung di dalam kamar entah untuk apa, kini mendengar dengan jelas namanya yang disebut dengan lantang pada pengucapan Ijab Qabul?

Mohon komentar yang sopan yah😊
jangan nagih juga, karena walaupun nggak ditagih insyaa Allah aku up nya tiap hari😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Assifaatulqalbi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Satu

"Kak Juna?!" panggil Ningsih saat memasuki kamarnya. Dilihatnya Juna yang sedang tidur di atas ranjang dengan tangan yang masih memegangi handuk. Ningsih menggelengkan kepalanya pelan, "apa dia terlalu capek?" gumamnya.

Ia mendekati Juna, mengambil dengan sepelan mungkin handuk yang berada di tangan Juna, berusaha agar jangan sampai suaminya itu bangun.

Ia menatap Juna lama, perlahan matanya mengembun saat melihat wajah teduh Juna yang tertidur.

"Jujur aku bingung dan ragu Kak, akan pernikahan kita. Terlebih dengan perasaan Kakak. Kakak selalu memperlakukan aku seakan Kakak mencintaiku, tapi aku tahu kalau Kakak ngelakuin itu hanya karena menghargaiku sebagai istri. Aku yakin perasaan Kakak belum berubah pada Kak Tania karena waktu kalian menjalani hubungan bukanlah waktu yang sebentar, atau mungkin perasaan Kakak masih milik perempuan di masa lalu Kakak itu" Ia menjeda sejenak, lalu menghapus air matanya yang jatuh. Sebenarnya, Ningsih selalu merasa bersalah karena sering merespon perlakuan manis Juna dengan keketusannya. Bahkan sampai saat ini, ia masih belum siap memenuhi semua tanggung jawabnya sebagai seorang istri.

"kalau saja Kakak tahu, aku memang masih mencintai Kak Noval sampai saat ini, tapi aku sedikit ragu apa perasaanku masih sepenuhnya atau tidak. Sikap Kakak, perlakuan manis Kakak, kadang membuat aku takut! Aku takut jatuh cinta pada Kakak, tapi ternyata Kakak masih mencintai perempuan di masa lalu Kakak" Air matanya semakin deras. Ia tahu semua yang ia katakan sia-sia, karena memang Juna tak mendengar perkataannya dan memang itu tujuannya. Ningsih yakin sampai kapanpun, ia tak akan pernah berani mengatakan ini pada Juna dalam kondisi pria itu sedang sadar.

"Aku...aku sedikit ragu pada hatiku sendiri. Karena pada kenyataannya saat ini, getaran untuk Kak Noval juga aku bisa rasakan bersama Kakak. Aku...aku terlalu takut Kak" Ningsih mulai terisak.

Ningsih membeku saat merasakan ada yang mengusap air matanya. Juna sudah bangun dan melihatnya menangis, hanya itu yang terfikirkan olehnya sekarang. Dan juga....apa Juna mendengar semua yang ia katakan?

"Dek, kenapa nangis. hmm?" tanya Juna lembut.

Ningsih diam-diam menghembuskan nafas legah karena pertanyaan Juna, itu tandanya pria tersebut tak mendengar semua kalimatnya tadi.

"Dek, kok diam?" tanya Juna sekali lagi membuat Ningsih kembali tersadar. Ia menggeleng pelan sebagai jawaban pertanyaan suaminya.

Juna memicingkan matanya, menatap curiga pada Ningsih. "Dek, Kakak itu suami kamu. Sekarang kamu adalah tanggung jawab Kakak. Jadi kalau ada masalah, atau terjadi sesuatu, cerita sama Kakak! Jangan nanggung masalah kamu sendirian Dek. Kalaupun Kakak nggak bisa bantu, seenggaknya Kakak bisa ngedukung kamu juga bisa menjadi sandaran untuk kamu!" nasehat Juna lembut. Ia menarik Ningsih ke dalam pelukannya, membuat isakan gadis itu semakin menjadi.

"Kok dipeluk malah makin nangis?" goda Juna sambil mengelap kembali air mata Ningsih dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya sedang memeluk bahu gadis itu.

"Dek, kita shalat dulu yah? udah azan maghrib tuh!" ujar Juna saat mendengar suara Azan yang sudah berkumandang. Ningsih mengangguk dalam pelukan Juna, namun ia sama sekali belum beranjak dari sana membuat Juna terkekeh. Mereka memang sedari tadi hanya diam sambil menikmati pelukan kenyamanan yang muncul di diri masing-masing.

"ngangguk-ngangguk aja, tapi masih nyaman meluk Kakak!" candanya. Ningsih segera tersadar dan langsung melepas pelukannya pada pinggang Juna. Ia mencibir dalam hati, 'kenapa pelukan Kak Juna menenangkan dan bikin aku nyaman yah?'

"issh apaan sih, siapa juga yang nyaman! aku kayak gitu hanya karena aku ngantuk, jadi nggak nyadar aja kalau masih meluk Kakak!" elaknya tak terima.

Juna tertawa melihat wajah Ningsih yang bersemu merah. Ia kembali melanjutkan menggoda Ningsih, "Oooh" Ningsih mengangguk mendengat jawaban Juna "Jadi saking nyamannya yah, sampai bikin kamu ngantuk dan nggak sadar posisi?" tambah Juna, membuat Ningsih yang sedari tadi mengangguk langsung terdiam dan menatapnya kesal.

"Isshh, ngesalin banget sih Kak. Dari dulu sifat ngeselinnya nggak ilang-ilang" ucapnya sambil melemparkan bantal ke arah Juna, lalu ia berlari menuju kamar mandi meninggalkan Juna yang sedang meringis sakit karena lemparannya.

"RASAIN, SIAPA SURUH JAILIN AKU TERUS!" teriaknya dari dalam kamar mandi.

Juna tersenyum lebar. Bukan, bukan karena teriakan Ningsih. Tapi, mengingat kalimat terakhir Ningsih sebelum ia menghapus air mata gadis itu. yah, ia sebenarnya tidak tidur. Niatnya hanya ingin berpura-pura agar Ningsih tak curiga kalau Juna sudah membajak ponselnya. Tau-tau Juna dapat keberuntungan mendengar semua isi hati Ningsih. Juna yakin, sebentar lagi cintanya akan terbalas. Dia hanya perlu berjuang lebih keras lagi agar bisa meluluhkan hati istri labilnya itu.

1
timbuljaya
dah seh jujur aja juna...
timbuljaya
jujur aja napa seh juna...belibet dah. jd ningsih salah faham kan.
timbuljaya
cinta monyet juna niiy sptnya si ningsih. mknya senang nikah sm ningsih tp juna blm jujur sm ningsih. jgn" tania rela pergi krn tau juna cinta nya sm ningsih
Nurwana
dari awal mmang Juna sudah salah.....
Nurwana
nggak keberatan kok Thor.... lanjut saja.
Nurwana
silahkan berpusing ria Juna... kan kamu jga yg bkin.
Nurwana
ya salah kamu sendiri Juna... katanya cinta sama Ningsih tp masih pacaran jga sama Tania,... ya wajarlah kalau Ningsih akan benci sama kamu setelah tau semuanya. bisa bisa surat cerai langsung otw Juna.
Nurwana
makanya Juna,. klu dah punya istri jgn suka ditempelin cewek.... klu nda dilihat sis langsung, nda mungkin kan kamu akan jujur ditempelin cewek.
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
udah punya suami juga ternyata, tapi kenapa dengan santainya gelantungan di lengan suami orang 🙄🙄🙄😵
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
wajar kalo Sisi kesel lihat suami dikekepin sama orang lain 🙄🙄🙄 walaupun belum ada rasa apa-apa dihatinya
di rumah merayu dan meyakinkan Sisi dengan berbagai cara tapi diluar seenaknya digelayuti cewek bak lengketnya permen karet 🙄🙄😠😡😡
Ari Peny
sdh d ambil org baru mau berjuang hhh bodoh
Ari Peny
salah tania sendiri y
Ari Peny
juna udah suka ningsih dr dulu y
Dwi Estuning
flash back nya kok bbrp episode...
Nurul Afidah Oemari
ampun
sabar jak juna
zfsjjl🌈
gokil banget ternyata kisah cinta nya wita sama noval😂
zfsjjl🌈
berasa ardi yang jadi penulis alur nyaa😂
zfsjjl🌈
kirain wita mau dipasangin sama vino sekretaris nya juna
zfsjjl🌈
memperjuangkan istri orang maksudmu...😂
N13
pertanyaan yg aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!