NovelToon NovelToon
Dua Cincin

Dua Cincin

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:475.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ina Ambarini (Mrs.IA)

Tak sedikit perempuan di luar sana setuju dengan istilah bahwa orang ketiga itu adalah perusak, perebut, atau mungkin penghancur.

Banyak dari mereka berkata, bahwa yang berstatus istri kedua itu tidak selalu memiliki "image" buruk.

Ada beberapa alasan mengapa seorang perempuan memutuskan untuk berada di tengah-tengah pasangan yang menikah, bisa jadi karena paksaan, desakan, keserakahan, atau mungkin salah satunya balas jasa.

Itulah yang dialami oleh Rissa, ia harus merelakan kebahagiaanya demi membalas sebuah jasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina Ambarini (Mrs.IA), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diantara Kalian

*Hal yang tersulit dalam hidup bukanlah memilih, melainkan bertahan pada pilihan.

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁*

Rissa menatap keluar jendela, merasakan hawa dingin yang begitu menusuk tulangnya.

Rissa sadar betul posisinya saat ini, tak banyak yang bisa ia lakukan. Apa yang bisa di harapkan dari pernikahannya, bahkan untuk mendapat pengakuan saja itu suatu hal yang sulit.

Entah kenapa, Rissa merasakan perasaan beda di hatinya. Walaupun ia tahu keberadaanya yang tak pernah di harapkan, namun dalam hati kecil ia percaya bahwa akan ada sebuah kebahagiaan untuknya.

Lamunam Rissa buyar, suara ketukan dari luar kamarnya begitu mengganggu.

Rissa berjalan menuju pintu, berniat untuk melihat siapa yang menemuinya.

Rissa tampak sedikit terheran, ketika melihat sosok yang kini berdiri di depannya.

"Mbak Melati. A-ada apa Mbak?" Tanya Rissa.

Melati melenggang masuk ke dalam kamar Rissa, lalu ia mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang.

"Tidak apa-apa, aku hanya ingin memberikan ini." Melati menyodorkan sebuah papper bag pada Rissa.

"Ini apa Mbak?" Tanya Rissa.

"Buka saja," pinta Melati.

Rissa menurut, dan mengeluarkan sesuatu yang ada di dalamnya.

Rissa menatap penuh tanya, mengapa Melati memberikan benda itu padanya.

"Mbak, ini maksudnya apa?" Tanya Rissa.

"Kemeja itu untukmu," ucap Melati.

Rissa terkejut, "tapi ini kan punya Mbak, kenapa di berikan padaku?" Tanya Rissa.

"Aku tahu sebenarnya baju itu sengaja Mas Dion belikan untukmu," ujar Melati.

Rissa kembali terkejut, apa yang membuat suaminya berani memberitahu bahwa sebenarnya kemeja itu Dion beli bukan untuk Melati.

"Maksud, Mbak?" Tanya Rissa lagi.

"Tadi Mas Dion sudah cerita semua," ucap Melati.

Rissa terdiam, bertanya-tanya apa yang telah suaminya ceritakan pada Melati.

***

Flashback on.

Di dalam kamar, ketika Melati tengah membereskan baju-baju yang baru saja di belinya.

Dion dengan ragu, mencoba untuk memberitahu tentang kemeja yang ia belikan untuk Rissa.

"Sayang," panggil Dion.

"Iya kenapa, Mas?" Tanya Melati sembari melipat baju-bajunya.

"Sebenarnya... Kemeja yang tadi itu bukan untukmu," ujar Dion dengan terbata.

Melati menoleh, ia terdiam seakan meminta penjelasan.

"Begini, aku tadi lihat Rissa memilih-milih baju. Tapi dia tidak membeli apapun, aku merasa tidak enak saja. Kamu belanja banyak baju dan sepatu, masa Rissa tidak di belikan apapun. Jadi aku berinisiatif untuk membelikan satu baju buat Rissa," tutur Dion. Berharap Melati menerima penututannya.

Melati menatap kemeja yang ia pikir itu adalah untuknya, sebenarnya Melati sangat menyukai kemeja itu.

"Aku kira itu untukku," sahut Melati dengan nada kecewa.

"Bukan, sayang. Maaf," ucap Dion sembari memasang wajah bersalah di hadapan istrinya.

Melati tak tega melihat Dion yang memelas, "tidak usah minta maaf, Mas. Kamu gak salah, kok. Aku saja yang terlalu heboh," jawab Melati.

"Ya sudah habis ini, aku kasih kemejanya ke Rissa. Dia pasti senang," imbuh Melati.

"Terima kasih, sayang. Kamu memang istri yang baik."

Dion merasa lega, akhirnya ia bisa memberikan baju itu untuk istri keduanya.

Flashback Off.

***

"Aku minta maaf ya, Sa. Aku pikir tadi itu untukku," ujar Melati.

Rissa segera duduk di sebelah madunya, "kalau Mbak suka, bajunya boleh kok buat Mbak Melati saja."

Melati menggeleng cepat, "tidak, ah. Itu untukmu saja," tolak Melati.

"Tidak apa-apa, Mbak. Buat Mbak aja," sahut Rissa.

Melati kembali menolak, "pakai sama kamu saja, Sa. Pasti kelihatan lebih cantik."

Rissa terdiam, sebenarnya ia juga memang menyukai kemeja itu. Ia bersyukur suaminya bisa membujuk Melati, dan memberikan baju itu untuknya.

"Terimakasih, Mas. Walaupun sebenarnya aku ingin kamu yang langsung memberikannya, tapi ini juga sudah cukup." Rissa bergumam.

"Sa, aku mau bertanya boleh?" Tanya Melati.

Rissa mengangguk, "mau tanya apa, Mbak?"

Melati menghela nafasnya, ia sebenarnya tidak ingin menanyakan hal ini pada Rissa. Namun Melati juga tak bisa jika terus menahan diri untuk memendam semua sendirian.

"Kamu sudah punya pasangan?" Tanya Melati dengan segan.

Rissa tercekat, ia tengah mencari tahu jawaban apa yang akan ia katakan pada Melati.

"Kenapa Mbak tanya itu?" Tanya Rissa.

"Emm tidak apa-apa, hanya ingin tahu saja. Gimana, sudah punya?" Tanya Melati.

Rissa menundukkan wajahnya, memainkan jemarinya dengan bingung.

"Aku tidak tahu, Mbak." Rissa menjawab dengan ambigu.

Melati mengerutkan keningnya, ia merasa tidak puas dengan jawaban Rissa.

"Kenapa tidak tahu?"

"Aku takut jika ketika aku menjawab kalau aku sudah memiliki pasangan, tetapi nyatanya seseorang itu tidak menginginkanku," ujar Rissa dengan getir.

Melati menatap dalam Rissa, mencoba untuk memahami ucapan wanita yang sebenarnya adalah madunya.

"Apa lelaki itu mencampakkanmu?" Tanya Melati dengan ragu.

Rissa terdiam, membalas menatap madunya yang kini tengah menggenggam erat tangannya.

"Aku tidak tahu, Mbak. Aku bingung," jawab Rissa dengan suara lirih.

Entah mengapa Melati berhambur memeluk Rissa dengan erat, ia seakan merasakan apa yang tengah di rasakan oleh madunya itu.

"Sabar, Sa. Kamu perempuan baik, aku yakin itu. Hanya laki-laki bodoh yang telah memilih untuk mencampakkanmu," ujar Melati.

Rissa tiba-tiba saja tak dapat menahan air matanya, membalas pelukan Melati tak kalah erat.

"Makasih, Mbak. Yang aku tahu, Allah selalu menghadirkan hal baik di balik kejadian buruk dalam hidup kita, termasuk tentang jodoh."

Melati melepas pelukannya pada Rissa, tangannya kini menyentuh kedua pipi Rissa yang telah basah karena air mata.

"Sa, aku yakin kamu akan mendapat kebahagiaan lebih dari sekarang. Aku yakin akan ada laki-laki yang jauh lebih baik untukmu, seperti Mas Dion yang sangat memperlakukan aku dengan sangat baik. Aku senang bisa mendengar ceritamu, Sa. Jadilah teman baikku," ucap Melati.

Rissa tertegun, hatinya begitu sakit mendengar ucapan madunya.

"Mbak, kamu baik sekali. Aku telah dengan jahatnya masuk kedalam rumah tangga kalian, bahkan aku telah rela menjadi istri kedua dari suamimu. Maafkan aku Mbak, maafkan aku..."

Rissa hanya mengulum senyum tipis, ia tak dapat menjawab apapun saat ini. Ia di liputi rasa bersalah pada Melati, bagaimana jadinya jika Melati tahu yang sebenarnya. Rissa benar-benar merasa menjadi perempuan perusak kebahagiaan wanita lain, ia mengutuk dirinya sendiri.

"Kamu tidak pantas mendapat perlakuan baik ini dari Mbak Melati, Sa. Kamu jahat!"

Di luar kamar, tepat di balik pintu. Dion mendengar semua percakapan antara kedua istrinya, ia juga tak dapat menahan air matanya. Begitu baik hati kedua istrinya itu, dan karena keegoisannya, ia telah dengan nyata menyakiti hati kedua wanita itu.

"Ya Allah, begitu jahatnya aku. Begitu kejamnya aku yang telah menyakiti hati kedua istriku, ampuni aku. Ampuni aku ya Allah..."

1
Eva Rubani
dion serba salah dlm kehidupan ny
Eva Rubani
makin ribet nii aduh seruu banget.
Eva Rubani
kasian di Dion..
Eva Rubani
ya mau ny di melati sadar diri dong.
Eva Rubani
lanjut
Eva Rubani
sabar ya Dion.
Eva Rubani
selamat Rissa hamil
Eva Rubani
dah isi ni si Rissa
Eva Rubani
seruuu
Eva Rubani
ya lanjut seruu
Eva Rubani
lanjut
Eva Rubani
cerai dulu dgn dion br bs dokter dekat dgn Rissa
Eva Rubani
ciee ciee.
Eva Rubani
mudah mudahan bs bareng Rissa di rmh.
Eva Rubani
cemburu ni yeeee
Eva Rubani
dek dek an..
Eva Rubani
lanjut
Eva Rubani
bagus klu melati denger lg pun status pembantu ngak mungkin nolak majikan suruh..
Eva Rubani
kok ada perempuan baik kyak Rissa
Eva Rubani
kasar jg ni si Mas dgn Rissa belum bucin kali yaa..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!