Bagaimana tiba tiba nama mereka tidak terdaftar di asrama ?
Sebuah kampus memiliki asrama . Setiap Maba . Sebagai anak Rantau wajib tinggal Asrama
Tetapi harus mendaftar lebih dulu . Karena setiap kamar sudah di perhitungkan
" Atas nama Zero Alfa Pratama "
" Saya atas nama Soraya Arawinda "
Keduanya saling tatapan satu sama lain ketika nama yang di sebutkan tidak ada di daftar tempat tinggal asrama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dineefff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2 Syarat Soraya
Zero pindah hotel dari Seoul ke tempat yang paling terdekat dari rumah Soraya . Ia ingin setiap hari bersama
Bahkan Zero juga memperpanjang di Korea dari 2 minggu menjadi sebulan
Tentu saja Oma yang mendengar itu terkejut . Kenapa Cucu nya tidak mau pulang ? Ada apa di korea sampai cucu nya itu betah
Oma juga selalu menawarkan tambahan uang jajan untuk Zero . Walaupun cucu nya selalu bilang cukup . Oma terus terusan mengirimkan uang untuk cucu nya
Malam itu Zero ke Cafe RR membawa makan malam untuk Soraya . Sudah 2 minggu ini Zero pindah di hotel terdekat rumah Soraya . Ia juga sering mampir Ke Cafe RR untuk bertemu dengan Soraya
" Kok gak balik ke Indonesia? " Tanya Soraya
Pasalnya Soraya perhatikan. Zero sudah cukup lama berada di Korea . Apakah tidak mau bekerja ?
" Emang kenapa sih ? Ngusir ya ? Gak boleh ada di korea terus ? " Tanya Zero
" Bukan begitu . Maksudnya emang kamu lulus kuliah engak mau kerja ? Gak mau berpenghasilan ? " Tanya Soraya
" Tenang aja . Oh iya ini makan malam buat kamu Ray " katanya
Soraya menerima nya . Ia mengucapkan terima kasih
" Sebentar lagi aku pulang . Makanan ini boleh kan aku bawa ke rumah ? " Tanya Soraya
" boleh Ray " jawab nya
Zero memilih duduk di bangku kosong . Sedangkan Soraya memberikan minum yang biasa Zero minum
Beberapa jam kemudian . Cafe tutup. Zero siap mengantar soraya pulang kerumah
" Ray ... sebentar... "
Zero memberhentikan langkah nya . Di dalam tas yang ia bawa ada bunga dan coklat . Barang itu pertama kali Zero sampai di korea
Bunga yang sudah layu dan coklat sebentar lagi exp
" Ray ... terlalu cepat aku mengungkapkan perasaan ini . Aku mau bertanggung jawab sama apa yang pernah aku alami sebelum kamu berangkat ke korea . Menurut kamu aku cowok brengsek , cowok gak bener dan selalu bikin kamu tambah benci sama aku . Ray . Izinin aku untuk selalu ada di samping kamu " ucap Zero menundukan kepalanya
Tangan Zero masih memegang dua benda itu . Ia tahu Soraya menatap nya
" Masa nembak cewek kasih bunga nya layu . Gak modal banget " jawab Soraya
" Kamu mau bunga baru ? Aku carikan dulu" ucap Zero
Zero berniat untuk pergi . Tapi Soraya menahan nya . Di jalan yang sepi serta gelap ini . Zero mau meninggalkan nya
" Jangan ... aku bercanda ..."
Zero menghela nafas . Ia menundukan kepalanya . Tangan nya pun masih memegang kedua benda itu
" Mau bertanggung jawab ? Atas sudah yang kamu perbuat ? Sebelum aku berangkat ke kesini? " Tanya Soraya
Zero menganggukan kepalanya . Wajahnya sangat menyesal dulu pernah melakukan di luar pikiran
Seharusnya Zero paham . Tindakan itu membuat Soraya tambah membencinya
" Pulang lah ke Indonesia. Aku gak mau punya cowok pengangguran dan tak jelas penghasilan nya dari mana "
Perkataan itu membuat Zero mengangkat kepalanya. Apakah itu tandanya Soraya meminta Zero untuk pulang ke Indonesia
" Ray ... aku mau memperjuangkan cinta aku . Aku belum mau pulang sebelum kamu bisa menerima aku lagi " ucap Zero
" Ya makanya kamu kerja . Aku gak mau punya cowok pengangguran "
" Kalo aku bekerja . Kamu mau menerima aku ? "
" Tergantung ! " jawab Soraya
Zero mengerutkan keningnya
" Okey . Aku bakalan pulang ke Indonesia . Aku bakalan kerja dan membuktikan sama kamu "
" Dan satu lagi . Aku mau kamu juga lanjutin pendidikan kamu S2 . Setelah kamu lulus S2 . Baru kita bahas lagi "
Zero menghela nafas lagi
" Kamu bilang tadi minta aku buat bekerja . Sekarang nambah lagi persyaratan nya " protes Zero
Soraya melipat kedua tangan nya di atas dada
" Ya sudah kalo tidak mau . Tidak papa . Gak maksa juga . Aku cuma minta dua syarat kamu tidak mau bukan ? "
" Bukan begitu Ray "
Soraya menganggukan kepalanya. Ia paham dan menahan tangan nya di dada Zero
" Cukup sampai di sini pendekatan kita . Kamu tidak perlu mengantar aku . Dan kamu tidak perlu bertanggung jawab . Lagi pula kejadian nya juga sudah lama bukan ? Anggap saja ini kesalahan aku . Karena sudah membuka pintu kost dan membiarkan orang lain masuk kedalam kostan " jelas Soraya
Zero menggeleng kepalanya
" Ray ...aku mohon . Jangan Ray ..."
" Makasih berhari hari ini kamu selalu datang ketemu aku dan selalu mengajak aku makan di luar " jawab nya lagi
Soraya berniat pergi. Zero menahan lengannya kemudian Zero memeluk wanita itu
" Okey ... aku kerja dan aku melanjutkan pendidikan aku . Aku bakalan bertanggung jawab Ray . Tolong jangan bilang seperti itu . Sudah cukup aku selalu menyesali perbuatan aku di masa lalu "
Soraya terdiam . Ia tidak membalas pelukan itu
" Aku kasih kesempatan sekali lagi . Kalo sampai kamu bikin aku kecewa untuk kedua kalinya. Aku tidak bisa menerima kamu kembali " jawab Soraya
Zero melepaskan pelukan nya itu . Ia berikan bunga dan juga coklat yang sudah lama ia simpan untuk Soraya
Zero mengeluarkan juga satu kotak kecil berisi dua cincin itu . Ia memasangkan cincin itu kepada Soraya
" Sebagai tanda kalo aku bakalan mengikuti syarat kamu . Tapi kamu juga bisa kan turutin syarat aku ? Anggap cincin ini adalah cincin tunangan. Kamu tidak boleh menerima laki laki lain "
" Gak bisa kaya gitu dong ! " Ucap Soraya
Zero terdiam menatap nya . Kemudian ia memegang kepala Soraya . Lalu ia kecup bibir itu membuat Soraya menutup matanya takut
" Kamu bisa memberi syarat , kenapa aku tidak bisa ? " Tanya Zero
Soraya menghela nafas
" Yaudah ... iya ... satu aja syarat nya ya . Lagi pula aku gak gila cowok . Seperti kamu yang gila sama wanita "
Zero menghela nafas lalu ia tersenyum
" Maaf untuk kejadian itu. Kita ubah dengan masa depan . Kita buat cerita baru untuk aku dan kamu . Okey ! Mbak Soraya Arawinda calon istri Zero Alfa Pratama " ucap nya mengedipkan mata nya genit
Dih !
" Udah lah . Aku mau pulang! " keselnya