Aku terpaksa menikah dengan anak teman ibuku, awalnya bagai mimpi buruk, hingga aku menyadari bahwa dia adalah pilihan terbaik dari ibuku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ivia putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MAHASISWI BARU
Hasil Ujian membuatku mudah diterima di kampus negeri mana saja, bukannya sombong, tapi memang aku mendapat nilai memuaskan kali ini.
Namun nasib berkata lain, aku diarahkan lebih tepatnya di paksa untuk masuk kampus swasta tempat Kak Rey mengajar.
Hari ini masa orientasi mahasiwa baru. Budaya corat coret muka, ataupun mengenakan barang barang aneh sudah tidak ada di kampus ini, yang ada hanya diwajibkan memakai pakaian hitam putih dengan rambut terikat.
Aku berangkat ke kampus bersama Putri dan Indah, yah yang pasti atas persetujuan Kak Rey.
" gak nyangka sekarang status kita mahasiswi." ucap Indah sambil meloncat kegirangan.
"noraaak lu." celetuk Putri.
Kami semua kompak berseragam putih dan rok hitam selutut.
...............
Acara pertama perkenalan, tiap siswa memperkenalkan diri masing masing.
Hingga giliranku memperkenalkan diri.
" perkenalkan nama saya, SYAFINA NURAINI, saya dari SMA PUTRA BANGSA." ucapku lantang.
Kulihat beberapa mahasiswa nampak tersenyum memperhatikanku.
" seperti pernah lihat mereka sebelumnya." gumamku dalam hati
Selesai perkenalan kami diajak berkeliling kampus.
Tiba tiba ada seseorang yang berteriak memanggilku.
" syavina, tunggu." ucap seorang pria
" ya kak, ada apa ya?" jawabku
" pasti lupa yah sama aku?"katanya sambil menunjuk wajah imutnya itu
" ehm,, siapa ya?" ucapku sambil mencoba mengingatnya.
" kenalin aku Kevin, kita pernah ketemu lo di busway." jawabnya santai
" oh,, kakak yang itu, maaf kak aku lupa." ucapku setelah mengingat pria yang pernah mengajaknya ngobrol di busway.
" gak nyangka kamu bakal kuliah disini juga." ucap Kevin lagi.
" memang kenapa kak? " tanyaku aneh
" gakpapa, kita bakalan sering ketemu, yuk jalan lagi ." jawabnya sambil mengajaknya kembali mengikuti mahasiswa lain.
" ya kak." aku pun berjalan mengikutinya.
.............
" lu abis nyasar kemana? " tanya indah penasaran.
"abis dari toilet." jawabku berkilah.
Selesai berkeliling kampus, kita diperkenalkan dengan dosen pembina.
Aku lihat Kak Rey dan Mona jalan berdampingan.
" mereka dosen pembinanya?" tanya putri sambil melirikku
" entahlah, Kak Rey gak pernah cerita." jawabku datar.
" perkenalkan ini Bu Mona dan Pak Reyhan, mereka dosen pembina selama kalian orientasi, jika ada sesuatu hal bisa ditanyakan kepada saya ataupun mereka." penjelasan dari kakak pembimbing.
" ya kaaaak." suara serentak dari para mahasiswa baru.
Aku lihat Kak Rey begitu dekat dengan Bu mona , bahkan dia juga belum melirikku sama sekali, padahal dia tau kalau aku salah satu mahasiswi baru.
Itu membuatku kesal padanya.
" oke aku ikutin permainannya." batinku kesal.
Disebelah lain ku lihat Kak Kevin melemparkan senyum padaku, aku pun ikut membalas senyumannya.
Kegiatan hari ini berjalan dengan baik dan lancar, sampai tak terasa waktu sudah senja.
Ku buka ponselku, ternyata ada pesan masuk dari Kak Rey.
((tunggu kakak, sebentar lagi kakak selesai, kita pulang bareng))
" kirain udah lupa sama aku." gerutuku setelah membaca pesan dari Kak Rey.
(( hari ini aku pulang bareng Indah))
Balasan pesanku.
" ndah lu hari ini naik busway kan?" tanyaku memastikan.
" ehm sory Vin, gue ada urusan jadi gak langsung pulang." jawab Indah gugup
" mau kemana sih, udah sore tau." ucapku
" ada urusan pokokny, gue pergi dulu ya, ." jawabnya lalu berlari meninggalkanku.
" yah, masa sendiri lagi sih." jawabku kesal.
Terpaksa aku naik busway sendirian, gengsi kalau harus menghubungi kak Rey lagi.
Aku menunggu di Halte dekat kampus.
" vina? " teriak seseorang.
" kak Kevin. " jawabku sambil menyapa panggilannya.
" gak nyangka ketemu lagi, berasa dejavu ya, " ucap Kevin sambil mengingat pertemuannya dengan Vina dahulu.
" kakak selalu naik busway dari sini ?" tanyaku.
" iya." jawabnya
Lalu kami segera masuk saat busway tiba.
Dijam segini busway penuh sesak, aku dan kak kevin berdiri di dekat pintu.
Belum lagi jalanan yang macet, membuat busway kami tertahan begitu lama.
" Vin liat deh, itu kan dosen kita." ucap Kevin sambil menunjuk seseorang di dalam mobil.
" mana?" jawabku sambil menjinjitkan kakiku.
Bagai teriris belati, rasanya sakit, setelah melihat dalam mobil kak Rey, ada seseorang wanita duduk di sampingnya.
" itu Pak Rey kan? " tanyaku spontan.
" iya, mereka memang rumornya pacaran, jadi wajar pulang bareng." jawab Kevin lagi.
" bukanya tadi dia ngirim sms ngajak pulang bareng? Apa itu salah kirim." batinku mulai kesal
Sungguh hatiku seperti tertusuk pisau. Baru kali ini aku merasakan sakit hati yang begitu sakit.
" vin, vin lu kenapa? Kok bengong." ucap kak rey lagi.
" eh gak papa kak. " jawabku singkat.
Sungguh menjadi awal yang menyakitkan sebagai mahasiswi baru. Bukan perkara bullying ataupun senioritas, melainkan melihat suami bersama wanita lain.
*istri bebas dekat dan perhatian dengan pria lain
*pebinor harus diperlakukan baik
*istri tidak pernah salah, dia bebas dengan pria lain
coba suami kalian yang minta maaf tidak bisa antar wanita lain pulang dan dia merasa bersalah dan berjanji ganti dengan main kerumah wanita itu, bagaimana perasaan kalian, lucu novel ini
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya. 😉✨
jangan lupa mampir di cerita ku yah
"ISTRI Ku"
terimakasih
aku bawa 5 rate dan bom like yah kak