NovelToon NovelToon
Bibit Penggoda

Bibit Penggoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Zahma

"Aku Eve, akan ku pastikan kamu ada di genggamanku, Kak"
.
.
.

Bagaimana kisah Revalina Diharjo mengejar cinta Sahabat Kakaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan salah paham

"Mau ninggalin Aku tanpa pamit kak? Salahku apa? "

Eve tak kuat lagi jika harus terlihat tegar, sedangkan hatinya hancur. Ya, sebegitu berharganya seorang Arya untuk dirinya. Walaupun Lelaki dihadapannya ini tidak pernah membalas perasaannya, namun sikapnya selama ini adalah hal yang diharapkan oleh Eve. Dan itu sudah cukup. Perihal memiliki dan dimiliki, itu bisa diperjuangkan kemudian.

Arya tidak mengatakan apapun. Mau mengatakan apa memangnya?

"Apa kakak tidak bisa tetap bertahan? Kenapa harus pergi?". Tanya Eve sekali lagi.

Arya melirik ke arah gerbang, ada Raja di depan sana. Walaupun terlihat abai, Kakak Eve itu pasti sedang menunggu untuk tindakan jika sikapnya pada sang adik tidak sesuai.

"Kakak akan mengurus bisnis Mertua..". Jawab Arya seadanya.

Sejak tadi dia sudah mau pergi saja, mengingat bertemu dengan Eve adalah sesuatu yang harus dihindari. Namun menilik kembali sifat Eve yang terkadang random, jika dia pergi begitu saja, dia takut malah anak itu akan berbuat nekat. Mendatangi kediaman mertuanya, misalnya. Tentu saja itu bukan hal yang dia inginkan.

Eve menggeleng. Dia tahu, Lelaki dihadapannya berbohong.

"Jangan berbohong, Kak Arya mau menghindari Aku kan? Kenapa kak Arya lebih memilih dia??!!".

Suara Eve naik satu tingkat saat mengatakan kalimat terakhir. Dia begitu emosional, karena itu berkaitan dengan Dewi. Saingannya. Kenapa Perempuan itu tidak bersaing dengan sehat?

Arya melongo. Tidak habis pikir dengan pertanyaan tak masuk akal Eve. Dia paham siapa 'dia' yang dimaksud Eve. Tentu saja merujuk pada Dewi Isteri nya.

"Sepertinya kamu sedang tidak sehat, Ev.. Pulanglah.. Mobil jemputan Kakak sudah menunggu di depan !".

Arya meraih kopernya, dan berlalu dari hadapan Eve. Baru dua langkah dia berjalan, Eve menghentikan langkahnya dengan memeluk Lelaki itu dari belakang.

"Shitt !!". Umpatan itu meluncur begitu saja dari mulut Arya.

"Jangan pergi Kaakk.. Aku sayang kakak.. Tolong jangan tinggalin aku".

Eve menangis sejadi - jadinya.

"Aku akan bersikap lebih tenang, asal Kakak tidak pergi. Aku mohon". Diantara tangisnya, Eve masih berusaha menahan Arya pergi.

Sopir yang menjemput Arya, dan Raja kakak Eve, melihat ke arah Arya yang sedang dipeluk oleh Eve dari belakang.

"Jangan bertingkah seperti ini Ev.. Tolong..".

Arya melepas kaitan tangan Eve dengan paksa. Tanpa mengatakan apapun, Dia langsung berjalan dengan cepat membawa kopernya. Sampai di gerbang, dimana ada Raja dan Sopir jemputan, Arya berhenti. Dia menyerahkan koper ke Sopir jemputan.

"Pak minta tolong taruh koper saya, dan tunggu di dalam mobil".

Tanpa banyak kata, si sopir menuruti perintah Arya, yang dalam hal ini menantu majikannya. Dia dikirim ke sini atas perintah Mertua Arya.

Setelah sopir pergi, Arya baru berani mengatakan sesuatu.

"Jangan salah paham Ja.. Aku tidak pernah memberi harapan apapun ke adikmu. Aku sudah menyuruh dia berhenti, dan sepertinya adikmu itu tidak mau mendengarkan".

Raja mengangguk beberapa kali.

"Apakah selama ini Kak Arya tidak meladeni tingkah Eve?".

Arya terdiam, ya selama ini dia selalu memberi perhatian ke Eve. Tetapi itu murni karena Eve adalah adik Dimas, dan dia sudah menganggap Eve sebagai adiknya juga.

Yah.. Mungkin itulah kebodohannya.

"Pergilah kak.. Pada akhirnya nanti Eve akan terbiasa".

Akhirnya Raja mempersilahkan Arya pergi.

"Thank ya Ja.. Aku titip Eve ".

Raja hanya mengangguk, saat Arya tersenyum dan menepuk pundaknya, sebelum akhirnya pergi.

'Bilangnya orang jangan salah paham, tapi bilang titip Eve.. Hadeeh...' batin Raja.

Tanpa bilang pun, sudah pasti Raja akan menjaga adiknya dengan sepenuh hati. Dia jadi sangsi, dan berpikir mungkin selama ini Arya senang dengan apa yang dilakukan Eve. Mereka sama saja. Saling menyukai, namun yang satu tidak menyadarinya.

Raja beralih ke adiknya yang masih melamun di depan sana. Dia hanya bisa menggeleng. Ditinggalkan bukan berarti akhir dari segalanya. Namun adiknya itu, tampak seperti dunia sudah berakhir. Hmm..

Raja menghampiri Eve, dan tanpa basa basi langsung menyeret adiknya itu menuju mobil. Setelah memasukkan adiknya ke dalam mobil dan memakaikan sabuk pengaman, Dia bergegas masuk mobil juga. Dia sudah jengah jika harus menghadapi Eve yang sedang patah hati.

Mobil melaju dengan kecepatan sedang, hingga beberapa waktu kemudian mobil sudah sampai di halaman rumah Keluarga Diharjo.

Selama perjalanan, Eve tidak mengatakan apapun, dia terus menatap keluar jendela mobil. Menyadari sudah sampai di Rumah, Eve langsung melepas sabuk pengaman, dan keluar dari mobil Raja. Dia langsung masuk ke dalam rumah, tanpa sepatah kata apapun.

Raja yang dicuekin adiknya sendiri, tidak begitu ambil pusing. Dia menyusul masuk ke dalam rumah juga.

.

.

Lanjutt

1
Protocetus
kapan lanjut lagi
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Frontier
Zahmaa: siappp
total 2 replies
Protocetus
kapan up lagi /Grievance/
Zahmaa: siap kakak /Smile/
total 3 replies
Protocetus
up thor
Protocetus
waduh seneng sama abg 😂
Protocetus
kunjungin ya thor novelku Bola Kok dalam Saku
Zahmaa: okeee
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!