Uranus dan sang Hakim saja tidak serta Merta di katakan takdir abadi. Tapi mereka tetap berharap di kala melihat bintang jatuh. Demikian pula aku berjuang tanpa lelah mencintaimu.
-Bisik Naga Api mitologi -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eukar sahabat karib rasi Bintang
Sosok yang menuntun Uranus agar menjalankan misi menghidupkan sang Hakim yaitu sang burung hantu mistis Eukar sahabat karib sang Hakim. Dia datang demi mengembalikan sang rasi Bintang. Hakim telah memberikan banyak Pelajaran berharga darinya dan membuat dia menjalani hari dengan kehidupan yang lebih baik. Menggunakan kekuatan kuno berlandas magis, dia dapat berpindah di alam nyata dan lainnya.
Simbol kekuatan maut, pertanda datangnya marabahaya di ganti kekuatan penghidupan Hakim yang telah pergi. Dia menunjuk salah satu tempat yang jaraknya sedikit dekat dengan perbatasan ujung langit dan perbatasan padang hijau. Sebuah wilayah yang mirip dengan hutan tropis di balut tempat persinggahan dedaunan sebagai alas peristirahatan.
Meskipun tubuhnya sama halnya dengan burung hantu pada umumnya. Dia juga dapat berubah bentuk menjadi manusia. Sosok tubuh makhluk yang berwarna putih, rentang sayap mencapai tujuh kali lipat membentang mengibas segala bencana.
“Apakah aku tetap mempercayai mu? baru saja aku melihat mu merenggut beberapa nyawa makhluk dalam satu kibasan sayap. Untuk apa kau menyuruh ku bersusah payah mencari jiwa makhluk siluman yang berkeliaran di padang hijau kalau kau saja mampu melakukannya?”
“Ahahahhh! Uranus. Apakah kau tida sabar bertemu Kembali dengan kekasih mu? ternyata kerinduan mu berkali lipat tidak terkira tanpa mengabaikan keingintahuan sebab akibat yang terlaksana. Jadi, kau menyuruh ku mengambil paksa tujuh jiwa siluman tanpa perjuangan mu? apakah kau lupa dari mana aku berasal? Kau merelakan darah menghitam yang di pegang dari tangan ku menghidupkan kekasih mu. Hakim akan terbentuk atas sihir kegelapan! Ahahah!”
“Tidak! Aku tidak mengetahui semua itu. Aku yang akan segera mendapatkannya dan menemui mu.”
“Kau perlu tau, menanyakan rahasia alam saja kau meminta hal yang terlarang dengan memaksakan kehendak mu. Apakah kau tidak takut umur mu semakin berkurang?”
“Jika itu bisa menyelamatkan Hakim. Aku tidak menyesalinya___”
“Hanya makhluk sebentuk sama pemikiran kegelapan yang bisa sejalan dengan mu. Terutama makhluk yang mematuhi perintah membunuh atau bencana yang di hembuskan. Apa yang di buat sang rasi Bintang sehingga kau secara suka rela mau menghidupkannya?”
“Sepanjang perjalanan atau di kehidupan berikutnya baru kau menemukan jawabannya. Ingat, Ketika kau memasuki wilayah yang aku tunjuk. Bukan berarti seutuhnya aku menguasainya. Di perbatasan itu lebih banyak maut yang menantang. Kemungkinan kecil kau bisa menemui ku lagi. Ahahahah!”
“Licik!” gumam Uranus mendengus kesal.
Meski harus mempertaruhkan nyawa, Uranus merasa setiap perjalanan ada kekuatan atau sinar kecil mengikutinya. Dia mengabaikan kondisi tubuhnya yang melemah. Seharusnya dia memakan ramuan tumbuhan herbal yang berada di kediaman Hakim. Atau meneguk inti sari dedaunan hijau. Dia sedikit pusing berjalan memasuki gerbang utama.
......................
Aksi yang menantang maut, di sisi lain Rumi berjuang mempertahankan keselamatan sang naga api. Mendorong sang naga ke sisi tebing, mengeluarkan seluruh kekuatan spiritual menyegel tempat jatuhnya sang naga agar tidak ada pasukan pembatas langit menemukannya. Kekuatan terakhir melempar Banyu dan Gen menggunakan fortal penghubung memasuki negeri padang hijau.
Seluruh pasukan tempur mengarahkan senjata padanya. Teriakan sang putri sesampainya di pinggir tebing wilayah hutan menyemai kilatan petir. Dia berteriak memerintah pasukan dan sang pendamping utusannya membunuh Rumi.
“Cepat musnahkan dia! Aku mau membakar kepala penjaga Rumi sambil tertawa terbahak-bahak!”
“Perintah di patuhi putri!” teriak pasukan.
Di malam itu, kekuatan Karak sang siluman hutan yang mengorankan diri memberikan seluruh jiwa dan kekuatannya untuk Rumi melebur ke dalam pembuluh darahnya. Penampilan Rumi lebih menakutkan, dia bisa melayang dan melemparkan semua pasukan tempur dengan satu tusukan pedangnya.
Kruppp__
“Argghh!” sang pendamping utusan putri terbunuh dengan sepasang mata yang melotot.
“Kalian semua harus mati!” ucap Rumi menyorot mata tajam.
“Dasar wanita rendahan. Kau berani melepaskan naga itu dan tidak mematuhi ku!”
“Hahhh! Kau putri liar yang berselubung jabatan atas kekuatan kaisar pembatas langit. Kau yang mencuri jiwa naga apinya. Jadi, apa kau sudah bisa terbang ke kerajaannya? Bahkan kau lebih hina dengan memanipulasi keadaan, kau menuduh sang naga sehingga masuk kurungan para penjaga di negeri padang hijau. Kau harus mati!”
“Tidak! Sekali saja kau berani menyakiti ku. Jiwa mu tidak akan tenang! Pasukan! Bunuh dia dengan senjata besar!” ucap sang putri ketakutan bernada bergetar.
Panah raksasa menembus tubuh Rumi, dia berbaring kesakitan seolah sedang di jemput ajal. Menatap langit tanpa Bintang, harapan terakhirnya tetap saja. Keselamatan sang naga api mitologi. Tidak terkira rasa sakit dari senjata mematikan itu. Dia muntah darah hitam. Namun, keajaiban seolah-olah berpihak padanya. Di dalam kekuatannya, ada jiwa dan energi dari Karak yang menghidupkannya Kembali. Rumi bangkit meraih pedang miliknya.
“Kenapa? Aku benci kau bisa kuat melawan rasa sakit. Kenapa senjata hebat ini tidak mempan membunuh mu! tuan penjaga perbatasan langit! Tolong aku!”
Dalam panggilan yang terdengar sang penjaga inti mengambil keduanya. Banyu tidak sanggup meraih tubuh Rumi menggunakan kekuatan warisan ayahnya. Rumi di kurung di dalan perbatasan langit. Kekuatannya tiba-tiba melemah, di dalam kurungan ada sang putri yang belum puas melampiaskan amarahnya.
Libasan cambuk yang di pinjam dari sang ketua melukai sekujur tubuh Rumi. Sang putri tertawa terbahak-bahak pergi menutup keras pintu. Setiap hari Rumi di siksa di dalam kurungan, hawa api yang sangat panas sengaja di lempar sang putri di siang dan malam.
“Untung saja kekasih ku sang naga api memberikan ku batu jiwanya. Dia menancapkan tanda naga sehingga kobaran api merah dan api biru neraka ini tidak memanggangku hidup-hidup. Apakah naga naga api Beijing sudah membenci ku? Ya, itu lebih baik. Dia harus meneruskan hidupnya. Aku tidak menyesal berakhir seperti ini” gumam Rumi membayangkan wajah sang naga.
“Masih hidup? Bagaimana bisa seorang penjaga pelatih makhluk supranatural bertahan dari siksaan putri? Dia bisa aku manfaatkan menjadi tentara ku untuk melawan sang kaisar langit” gumam penjaga utama.
Dia berjalan memasuki ruangan rahasia, melatih kekuatan inti spiritualnya menggunakan dara pengorbanan dan jiwa siluman terkuat. Selama ribuan tahun mengumpulkan banyak alat penggerak sebagai tentara membantunya merampas tahta kekuasaan perbatasan langit.
Siapa yang menyangka sang penjaga utama bekerja sama dengan mahluk iblis siluman hitam demi melancarkan rencananya. Kekuatan yang tersimpan did alam sebuah wadah yang melayang di atas api. Kepulan asap hitam selalu haus darah.
“Aku menunggu janji mu. Bersatu memasuki tubuh mu penjaga utama.”
“Sebelum rencana ku terkabul. Kau belum bisa mengambil jiwa dan tubuh ku. Kau harus menepati janji mu memberikan kekuatan yang tidak terhingga untuk menjatuhkan kaisar perbatasan langit!”
“Ahahah! Kau tidak bisa mengancam ku. Aku raja iblis terkuat, rahasia langit aku ketahui. Kau tidak pantas meragukan ku!”
Hubungan antara Rumi dan Beijing yang kompleks, dari ketidakpastian hingga kedekatan emosional, membuat pembaca terikat dengan karakter-karakter ini. Bagaimana mereka saling memengaruhi dan berkembang bersama sangat menyentuh
Rencana Banyu dan Seza untuk mengelabui putri iblis menambahkan elemen ketegangan dan strategi yang membuat pembaca penasaran. Bagaimana mereka akan menghadapi tantangan ini? Sangat menarik untuk dinantikan.
Naga api sangat lembut dan baik memperlakukannya. Dia memberikan semangkuk madu segar dan memijat telapak kaki Rumi. Terdiam tanpa kata, perasaan yang tidak akan pernah menghilang. Naga api merasakan dirinya mendapatkan hadiah dan anugerah terbesar. Kembalinya sang kekasih yang sangat dia cintai.
Banyu sangat Bahagia berhasil melakukan uji coba dari panduan buku kuno para makhluk spiritual. Di menggendong singa sambil mengusap tubuhnya. Di dedaunan hijau tempat tinggal Rumi dahulu, banyu mengubahnya menjadi bentuk dedaunan raksasa dan di kelilingi berbagai macam bunga yang indah. Dia menyegel tempat itu, sehingga dari pandangan luar hanya tampak berbentuk batu usang.
Meskipun ada banyak adegan aksi yang seru, saya juga berharap ada lebih banyak momen kecil antara karakter untuk mengembangkan kepribadian mereka secara lebih mendalam. Itu akan membuat saya lebih terhubung dengan mereka.
. nggak cocok dia hidup di negeri perbatasan langit dan menjabat kedudukan tinggi.
perjalanan karakter utama, terutama Uranus dan sang Hakim. Bagaimana mereka akan mengatasi semua rintangan dan konflik yang dihadapi? Saya harap ada pembahasan lebih lanjut tentang perasaan dan hubungan mereka.