NovelToon NovelToon
My Secret Lover

My Secret Lover

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintamanis / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: Shn_Bryy

Sebuah tragedi menimpa keluarga gadis berusia 18 tahun bernama Larissa Haninda. Sang Ibu dimasukkan ke dalam jeruji penjara oleh Adiknya sendiri. Wanita itu menuduh Ibu Larissa telah membunuh Kakaknya yang tak lain suami atau Ayahnya Larissa. Si Bibi pun mengusir keponakannya dari rumah, dia tidak peduli dengan apa yang akan terjadi pada gadis tersebut diluaran sana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shn_Bryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chap 21

Seminggu berlalu, Larissa sudah kembali normal seperti biasa. Dia juga menginginkan untuk masuk sekolah lagi. Pada esok harinya ketika sampai di sekolah gadis itu langsung disambut oleh Mentari CS. Mereka berlima menanyakan keberadaan Larissa yang tidak masuk belakangan ini. Dia bersama keempat teman-temannya selalu datang ke kelas Larissa hanya untuk melihatnya.

“Maaf ya, kemarin-kemarin aku ada urusan.”

“Oh...”

Mentari merangkul Larissa, melepaskan tasnya lalu diberikan pada Siska. Para gadis itu mengantarkannya ke kelas, Larissa merasa tidak enak dia seperti diperlukan bak seorang putri. Ditambah dengan tatapan murid lain, banyak dari mereka yang terus berbisik-bisik tentang perlakuan pentolan sekolah.

Sesampainya di kelas, Kenan menatapnya tajam. Cowok itu melihat Larissa dari atas sampai bawah. Mentari yang sadar langsung melemparkan kipas ke arah cowok tersebut. Kenan beralih menatap dirinya, Mentari maju sambil memegang kedua pinggangnya. “Apa? Mau marah hah?!” Kenan menghela napas dia malas bertengkar dengan gadis itu.

Bel masuk berbunyi, Mentari CS pamit pergi ke kelasnya pada Larissa. Sebelum guru datang, ketua kelas memerintahkan teman-temannya untuk mengumpulkan tugas yang diberikan kemarin. Mereka semua satu persatu maju ke meja guru menyimpan buku kecuali Larissa. Gadis itu melihat kanan kiri, hanya dirinya seorang yang tidak mengerjakan.

“Lu nggak masuk selama seminggu, nanti datang ke ruang guru,” seru si ketua.

Larissa mengangguk pelan. Meminta maaf karena tidak memberitahu sekolah sebelumnya. Kenan yang tadinya hanya diam akhirnya berbicara. Dia berkata pada si ketua kelas jika salah satu keluarga Wardhana ada yang meninggal dunia. Semua terkejut, sebab tidak ada berita apapun di televisi yang memberitahu.

Seketika kelas menjadi ramai, beberapa siswi menghampiri meja Larissa mengucapkan bela sungkawa sekaligus bertanya siapa anggota yang meninggal itu. Setahu mereka dalam keluarga Wardhana hanya ada 4 anggota 5 ditambah dengan Larissa. Murid-murid itu menduga-duga jika Riko yang tiada karena pria tersebut akhir-akhir ini jarang terlihat. Larissa membantah dugaan teman sekelasnya, dia memberitahu jika orang yang meninggal adalah Ibu kandungnya.

“Mertua Pramudita Wardhana kan?” ucap Pram pelan. Omongannya itu langsung membuat Larissa melototkan mata. Untung saja orang lain tidak mendengar. Dia menatap Kenan dengan penuh pertanyaan.

Larissa gemetar, dia takut identitasnya sebagai seorang istri terbongkar. Kenan tersenyum melihat gadis di sampingnya ketakutan. Dia tahu dari Ayahnya, saat pemakaman kemarin sang Ayah datang. Dia menghormati keluarga Wardhana sebagai rekan bisnis. Bagaimanapun juga dirinya sudah kenal lama dengan keluarga tersebut. Hanya saja Kenan tidak pernah bertatap muka langsung dengan Pram, Riko maupun Bona.

Saat istirahat tiba, Larissa menarik tangan Kenan ke roof top untuk bicara berdua tentang ucapannya ketika dikelas. Dalam perjalanan menuju lantai atas, keduanya terus diperhatikan oleh murid-murid lain tak terkecuali Mentari CS. Di atas sana, Larissa bertanya bagaimana Kenan tahu jika yang meninggal mertuanya.

“Gue tahu kalo lu dan Pram itu bukanlah adik kakak yang seperti orang-orang kira. Kalian suami istri kan?”

“Maksudnya?”

“Udah nggak usah pura-pura lagi gue tahu semuanya.”

“Aku mohon sama kamu jangan beritahu orang-orang tentang ini. Iya aku udah menikah tapi itu semua hanya kontrak.” Kenan tak menggubris, dia malah pergi meninggalkan Larissa yang masih mematung di tempatnya.

Tak lama datanglah Mentari, dia bertanya apa yang Kenan bicarakan bersamanya. Larissa menggeleng, pergi tanpa menjawab pertanyaan dari temannya itu. Dalam kelas dirinya terus diam memikirkan bagaimana jika Kenan membongkar semuanya pada guru dan teman-teman sekolah. Pasti dia akan di keluarkan karena sudah menikah.

Merasa tidak nyaman dengan perasaannya, Larissa mengirimkan pesan pada Sania. Mumpung masih jam istirahat gadis itu pasti sedang bermain ponsel. Padahal sebenarnya Sania kembali membolos, dia pergi berjalan dengan Gavin berdua. Ketika Larissa mengirimkan pesan Sania tengah ke toilet. Gavin terdiam setelah membacanya, cowok itu menunggu temannya datang.

“Maksudnya apa ini? Larissa udah menikah?” tanya Gavin tanpa basa-basi.

“Apa? A—aku...”

“Jelasin San, Larissa menikah sama siapa? Kenapa kamu nggak bilang ke aku?”

Sania terpaksa menceritakan semuanya. Dia sebenarnya ingin merahasiakan itu dari Gavin, namun sekarang cowok di depannya telah mengetahui. Gavin terlihat tidak percaya bahwa gadis yang selama ini dia sukai telah menjadi milik orang lain. Padahal dirinya akan segera mengungkapkan perasaannya lagi ketika mereka bertemu.

“Kakak nggak papa kan? Aku juga baru tahu tiga hari yang lalu. Kalau saja suaminya Larissa nggak datang dan jemput mungkin aku juga nggak bakal tahu kayak kak Gavin. Seminggu yang lalu Tante Linda meninggal dan kondisi Larissa buruk.”

“Tante Linda meninggal? Kenapa?”

“Nggak tahu aku juga, saat datang ke sana jenazahnya udah di makamkan.”

“Kamu bisa antar aku ke rumah Larissa? Aku hanya ingin mengucapkan bela sungkawa dan mengatakan sesuatu padanya, penting.”

“Tapi...., aku nggak enak pasti ada suaminya Larissa nanti.”

“Kalo gitu kasih alamatnya biar aku yang pergi sendiri.”

Sania terdiam, dia bingung harus berbuat apa. Jika memberikan alamat rumah Larissa takutnya terjadi sesuatu di sana nanti antara Pram dan Gavin. Terlihat jelas raut wajah cowok di depannya seperti menahan kesal. Namun jika tidak diberikan, Gavin akan tetap nekat datang mencarinya sendiri.

“Baiklah.”

Maya terbangun dari tidur siangnya. Napasnya tersengal-sengal baru saja mengalami mimpi buruk. Dia melihat ke sekeliling ternyata masih berada di rumahnya. Wanita tua itu bermimpi jika dirinya ada di sel penjara, Pram, Riko dan sang suami memasukkannya ke sana sambil tersenyum puas.

“Aku nggak mau masuk penjara. Semuanya bukan salah aku, Larissa, benar aku harus segera meminta maaf padanya agar mau memohon pada Pram agar tak melapor pada polisi. Dia gadis baik pasti akan membantu,” gumamnya.

1
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
thor lanjut opo stop nih...... padahl aku tunggu tunggu loh kelanjutany
Yustikarini Susanti
kayaknya cerita ini gantung smpk disini....dn TK lanjut up nya
Yustikarini Susanti
lanjut
Sofi Sofiah
saya juga ikutan
tehNci
Bona....gajah kecil berbelalai panjang. punya teman namanya Rongrong🤭. Namanya mirip nama hewan lucu di komik majalah kesukaanku waktu kecil
tehNci
Mampir nih Kak....kayaknya bakalan mampir lama deh...🤭
Nuryanti 94
lnjt kk
sabil abdullah
punya pembatu single dan janda muda tu pr banget
elza cantika
awas aj u thor klu ad acara keguguran n larissa celaka
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
awas aja kl berhasil masa kalah sama pembantu
Ira Sulastri
Cakep pak Wardhana demi menjaga calon pewaris keluarga, karena Riko belum menikah 😇
Rita
Bener jgn ditinggalin
Nuryanti 94
hdr kk
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
pembantu mu tuh pram mata mata bella....
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
hans sama bella jadiin satu tuh.... cocok iblis sama jin
Nina_ Ei Rimiri{minami♤♡
mangat
elza cantika
aku.pling bnci klu mlhat pmran utama keguguran udh basi ug krn setiap crta hmpir sm psti keguguran
elza cantika
thor jgn ad drama2 larisa keguguran y thor
Rita
sakit jiwa fiks
Rita
dikira lgsg bikin lgsg jadi dasar Pram
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!