NovelToon NovelToon
Pendekar Kelabang Dewa

Pendekar Kelabang Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan / Fantasi Timur / Pusaka Ajaib
Popularitas:174.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: ihsan halomoan

Di bumi pertiwi yang penuh pergolakan, Senjaya mengemban takdir sebagai Pendekar Kelabang Dewa. Kekuatan mistis Kelabang Dewa mengalir dalam dirinya, menyatu dengan kelihaiannya memainkan Pedang Jagabodas. Dengan keberanian membara, ia menapaki kerasnya dunia persilatan, dari desa terpencil hingga pusat kekuasaan yang korup. Setiap langkahnya adalah tantangan bagi para penguasa lalim dan kaki tangan kejahatan. Senjaya hadir sebagai harapan, menebar keadilan dan menumpas angkara murka yang mencengkeram jagat raya, demi memulihkan kedamaian di tanah airnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ihsan halomoan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makhluk Terkutuk Bag 4

Iringan itu pun terkejut dengan raungan yang mengerikan itu. Mereka menghentikan langkahnya. Lalu menerka-nerka raungan apakah itu. Tapi mereka belum pernah mendengar raungan yang menyeramkan itu. Bulu mereka pun meremang. Raungan itu mendekat. Lalu seketika mereka tertegun melihat ketika seekor makhluk bermata hijau melompat dari pohon ke pohon menuju ke arah mereka.

Lutut mereka pun bergetar kecuali Ki Jagat Purba. Belum pernah mereka seumur-umur melihat Makhluk yang menyeramkan seperti itu.

"Ohhh apa itu? Setan kah? Demit kah..?" Lalu Ki Jagat Purba mencoba untuk menguatkan batin mereka.

"Jangan takut. Makhluk itu terlihat oleh mata kita. Maka pedang kita pun bisa menyentuhnya.." Tetapi makhluk itu pun akhirnya tiba

Dari atas sebuah pohon makhluk itu menyeringai tajam kearah Ki Jagat Purba dan anak buahnya. Matanya hijau bersinar. Kukunya runcing menyeramkan. Lalu ia meraung dengan kuatnya. Terlihatlah gigi-giginya yang tajam.

"hoarrrrrrrggghhh.."

Jantung mereka pun berdebar-debar. Mereka bersiap-siap dengan nyali yang menciut. Pedang telah dikeluarkan dari sarungnya. Makhluk itu pun meloncat dan menghamburkan diri ke arah mereka dengan kuku-kuku yang tajam. Suara berdesing pedang beradu dengan kuku-kuku itu menyibak suasana hutan yang sepi.

Tapi serangan makhluk itu bagai membabi-buta. Cakarnya menghujam ke segala arah bagai kilat menyambar. Pedang-pedang berpentalan. Suara erang kesakitan terdengar dimana-mana. Darah bermuncratan. Daging terkoyak-koyak. Makhluk itu bagai tak terbendung. Kebuasannya membuat ciut nyali yang melihatnya. Melompat dan menghujam. Menghindar lalu menerkam.

Ki Jagat Purba tercekat melihat pemandangan yang menyeramkan itu. Wajahnya pucat pasi. Tangannya gemetar menggenggam pedang.

"Makhluk buas apa yang kutemui ini? Aku tak pernah memimpikan pemandangan yang menyeramkan ini. Habis sudah anak buahku dicabik-cabik makhluk itu. Oh tuhan selamatkan lah diriku.." Masih juga sempat manusia bejad itu menyebut nama tuhan.

Bulan sabit merah kembali menaungi hutan yang gelap. Makhluk buas itu pun kini menatap tajam ke arah Ki Jagat Purba. Ia melangkah mendekati dengan cakarnya yang bersimbah darah.

"Hoaaargghhhh.."

Dalam keadan gemetar. Ki Jagat Purba mencoba menyiapkan pisau-pisau racunnya. Setelah makin dekat. Ia pun melempar pisau-pisau itu. Makhluk itu tak bergerak dan tak menghiraukannya. Pisau-pisau itu pun menancap ditubuhnya. Kembali makhluk itu meraung keras lalu balas menyerang dengan cakarnya yang tajam dan beracun. Ki Jagat Purba tak sempat menghindar karena serangan itu bagai kilat menyambar.

Darah meleleh dari luka yang menganga di dadanya. Racun pun bekerja cepat menyerang pusat-pusat syaraf. Luka itu mengepulkan asap. Lalu seluruh tubuhnya menghijau karena racun yang ganas. Kiyai itu pun mengerang lirih kesakitan. Tampak busa berbuih keluar dari mulutnya. Itulah akhir hayat Ki Jagat Purba. Ia tak menyangka mati secara mengenaskan seperti ini.

Lalu makhluk itu seperti mencari-cari sesuatu disekitar tempat itu. Tak lama Ia mendengar detak jantung dari balik pohon.

Ya..Ayuni yang ketakutan telah bersembunyi sejak ia melihat makhluk itu menyerang dengan buasnya. Akan tetapi makhluk itu telah menemukannya. Ayuni tercekat nyalinya ketika melihat makhluk itu mendekat. Ia segera meraih kayu kering yang ada didekatnya lalu menunjuk-nunjuk makhluk itu agar tidak mendekat.

"Pergi..pergi kau. Jangan dekati aku..pergiiii...."

Tapi makhluk itu makin mendekat. Lalu ia pukul wajah makhluk berkali-kali. Tetapi ayuni terheran. Makhluk itu tak bergerak dan tak membalas. Malah ia hanya menatapnya saja. Ketika awan telah bergeser melewati bulan. Cahaya itu pun masuk menerobos dedaunan dan menerpa wajah sang makhluk.

Ayuni pun tertegun ketika Ia mengenali wajah itu. Wajah orang yang sangat di cintai nya. Ayuni pun menangis lalu berkata sambil terisak-isak.

"Kakang.. Kau kah itu kakang?. Ohhh kakang.." Lalu makhluk itu mencoba mengeluarkan suaranya. Tapi terdengar kasar dan parau.

"Ayuu..nii..." Tiba-tiba makhluk itu limbung lalu pingsan dipangkuan ayuni.

1
Lembu Sora
senjayanya mana
Lembu Sora
capriknya
rajes salam lubis
aahh ceritanya gak greget
rajes salam lubis
lanjut
rajes salam lubis
mantap
rajes salam lubis
gsssgasskann
rajes salam lubis
lanjut
rajes salam lubis
mantap
rajes salam lubis
ok juga
rajes salam lubis
gsssgasskann
rajes salam lubis
lanjut
rajes salam lubis
ok
rajes salam lubis
vote meluncur
rajes salam lubis
ok juga
rajes salam lubis
lanjut terusss
rajes salam lubis
lanjut
rajes salam lubis
lanjut terusss
rajes salam lubis
truss yg lahir mana??
Windarti Winds
bagus lanjutan crita nya kok lama tdk update lagi
PuMa
jurusnya Jiraiya sama Naruto anjiirr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!