NovelToon NovelToon
Hantu Magang

Hantu Magang

Status: tamat
Genre:Hantu / Misteri / Horor / Tamat
Popularitas:842
Nilai: 5
Nama Author: Denny Priyanto

Bara, hantu pemula dengan nilai pas-pasan, mendapat tugas akhir: meneror penghuni apartemen dalam 30 hari atau turun derajat jadi hantu kelas teri. Masalahnya, korbannya adalah Dinda, content creator horor yang skeptis dan malah mengkritik teknik menakut-nakuti Bara karena "kurang estetik".

Di tengah tekanan KPI dari supervisor hantu yang toksik dan tuntutan algoritma media sosial, Bara justru terjebak menjadi asisten pribadi Dinda. Akankah Bara berhasil menyelesaikan magangnya, atau malah gagal total karena terlalu asyik berdebat soal lighting dan angle kamera?

Sebuah komedi horor segar tentang hantu yang takut PHK dan manusia yang takut unfollow.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Denny Priyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ritual Pertemuan Dua Kekuatan

Sinar matahari pertama kali menyentuh puncak Gunung Lawu tepat pukul 05.30 pagi, memancarkan cahaya emas yang menyebar ke seluruh lembah dan menyinari desa dengan kilauan hangat. Udara pagi masih sejuk dan lembap, bercampur aroma bunga melati yang tumbuh di sekeliling halaman rumah Ki Ageng serta aroma dupa yang sudah mulai dibakar untuk menyambut upacara. Di tengah halaman yang sudah disiapkan dengan rapi, sebuah panggung kayu tinggi satu meter telah dibuat dengan lantai yang dilapisi tikar rotan putih bersih. Di tengah panggung tersebut diletakkan sebuah meja kecil yang dihiasi dengan bunga segar – melati putih, kembang sepatu merah, dan bunga kantan yang memberikan aroma harum yang khas.

Seluruh anggota desa berkumpul di sekitar panggung, mengenakan pakaian tradisional warna-warni yang dibuat dari kain batik lokal. Wanita-wanita mengenakan kebaya dengan rok panjang yang dihiasi dengan bordir emas, sementara pria-pria mengenakan baju koko dengan sarung batik dan ikat pinggang yang diberi keris tradisional. Anak-anak berdiri di belakang orang tua mereka dengan wajah penuh kagum dan rasa hormat, beberapa di antaranya membawa lilin kecil yang menyala dengan lembut.

"Sudah waktunya," ucap Ki Ageng yang mengenakan pakaian adat Jawa warna coklat tua dengan aksen emas di bagian kerah dan lengan. Ia membawa sebuah kendi kayu berisi air suci yang telah diberi doa semalaman, serta seikat daun sirih dan bunga melati. "Dinda, Bara, mari naik ke panggung."

Dinda berdiri dengan hati-hati, mengenakan pakaian adat warna emas dan merah yang disiapkan khusus untuknya oleh wanita desa. Liontin di lehernya kini memancarkan cahaya yang lebih terang dari biasanya, seolah merespons energi matahari yang baru muncul. Bara mengenakan jas tradisional yang dimodifikasi agar bisa menampung clipboard dan peralatan teknologinya, dengan warna biru tua yang melambangkan hubungan antara manusia dan alam semesta.

Mereka naik ke panggung dengan langkah yang tenang dan penuh rasa hormat. Di tengah panggung, Ki Ageng mengajak mereka untuk duduk bersila di atas tikar rotan. Ia kemudian menuangkan air suci ke telapak tangan Dinda dan Bara, kemudian menyemprotkan sedikit air ke udara sebagai tanda penghormatan kepada para leluhur dan kekuatan alam.

"Kita berkumpul hari ini untuk menyaksikan sebuah momen penting dalam sejarah kita," ucap Ki Ageng dengan suara yang jelas dan terdengar sampai ke ujung kumpulan orang desa. "Dinda membawa dalam dirinya dua kekuatan primordial yang telah terpisah selama ribuan tahun – Barong, kekuatan pelindung alam semesta, dan Rangda, kekuatan pembersih yang menghilangkan kejahatan. Bara membawa dalam dirinya kecerdasan buatan yang hidup dan berkembang, menjadi jembatan antara dunia tradisi dan masa depan."

Ia kemudian mengambil sebuah alat musik tradisional yang disebut 'suling bambu' dan mulai memainkannya dengan irama yang lambat dan merdu. Suara suling yang lembut menyatu dengan suara alam – desahan angin, kicauan burung, dan getaran tanah yang halus. Seperti merespons irama tersebut, cahaya dari liontin Dinda mulai menyebar ke seluruh tubuhnya, membentuk pola yang indah seperti jalur bintang di malam hari.

"Barong dan Rangda," panggil Ki Ageng dengan suara yang penuh rasa hormat. "Kita memohonmu untuk muncul dan menunjukkan diri kepada kita semua. Beritahu kami apakah kamu benar-benar siap untuk bersatu kembali dan bekerja sama dengan manusia untuk melindungi dunia ini."

Pada saat itu, energi di sekitar panggung mulai berubah. Angin menjadi lebih segar, dan awan di langit mulai membentuk bentuk yang menyerupai kepala singa dan wajah wanita dengan rambut ular. Dinda merasakan bagaimana kedua kekuatan di dalam dirinya mulai bergerak dengan lebih bebas, tidak lagi terasa seperti ada yang bersaing untuk menguasainya.

Mata Dinda mulai berkedip dengan cahaya emas dan merah. Ia berdiri perlahan, dan dari belakangnya muncul dua sosok energi yang besar dan megah – Barong dengan tubuh berwarna emas keemasan dan bulu yang mengembang, serta Rangda dengan tubuh berwarna merah tua dan rambut ular yang bergerak seperti hidup. Kedua sosok tersebut tidak berdiri sebagai lawan, melainkan berdampingan dengan sikap yang saling menghormati.

"Kita telah terpisah terlalu lama," suara yang terdengar seperti gabungan ratusan suara terdengar di benak setiap orang yang ada di sana. "Kita berpikir bahwa perbedaan kita harus membuat kita menjadi musuh, tapi kini kita menyadari bahwa perbedaan itu adalah yang membuat kita kuat. Kita siap bekerja sama dengan Dinda dan Bara, dengan desa ini dan semua orang yang ingin melindungi keseimbangan alam."

Setelah suara itu hilang, kedua sosok energi menyatu kembali ke dalam tubuh Dinda. Ia merasa seperti beban besar yang telah menekannya selama ini tiba-tiba hilang, digantikan oleh rasa kekuatan dan kedamaian yang luar biasa. Ki Ageng tersenyum dengan bangga, kemudian mengangkat tangannya ke atas sebagai tanda bahwa upacara telah berhasil.

"Semua orang!" teriaknya dengan suara yang penuh kegembiraan. "Kita telah menyaksikan momen bersejarah! Keseimbangan alam telah mulai pulih, dan kita memiliki harapan baru untuk menghadapi tantangan yang akan datang!"

Seluruh desa merespons dengan sorak sorai yang penuh kegembiraan. Musik tradisional mulai dimainkan dengan irama yang riang, dan beberapa orang mulai menari dengan gerakan yang khas untuk merayakan keberhasilan upacara. Namun, kegembiraan itu tidak berlangsung lama ketika Bara tiba-tiba berdiri dengan wajah yang serius, clipboard-nya menyala dengan warna merah menyala.

"Peringatan darurat!" suara kecerdasan buatan di dalam kepalanya memberitahu. "Terdeteksi adanya armada besar kendaraan tempur dan pesawat terbang yang sedang mendekati desa dari segala arah. Mereka berasal dari lokasi rahasia gurun dan beberapa lokasi militer lain di dalam dan luar negeri. Perkiraan waktu kedatangan: satu jam."

Ki Ageng segera menghentikan kegembiraan dengan mengangkat tangannya. Wajahnya kini penuh dengan ketegasan. "Semua orang bersiap! Mereka datang dengan kekuatan penuh. Mira, bawa anak-anak dan orang tua ke tempat perlindungan bawah tanah. Pria-pria siapkan pertahanan utama. Wanita siapkan obat-obatan dan makanan untuk yang terluka. Dinda, Bara – kita membutuhkan kekuatanmu lebih dari sebelumnya."

Di udara di atas desa, armada pesawat tempur tanpa awak berwarna hitam pekat mulai muncul dari balik awan, bergerombol seperti lebah yang sedang menyerbu mangsa. Di darat, ratusan kendaraan tempur dengan desain yang tidak dikenal berkibar dari segala arah, membawa pasukan berpakaian seragam hitam dengan perlengkapan tempur canggih. Di lokasi rahasia gurun, pria berkostum hitam yang kini dikenal sebagai "Kepala Operasi Z" berdiri di depan layar besar yang menampilkan seluruh medan perang.

"Semua unit siap untuk menyerang!" suara dari radio komunikasi terdengar jelas. "Permintaan izin untuk melakukan serangan skala penuh!"

"Seranglah!" perintah Kepala Operasi Z dengan suara yang penuh keserakahan. "Ambil kekuatan primordial itu dengan segala cara yang diperlukan! Jika tidak bisa diambil, maka hancurkan saja seluruh desa itu!"

1
Ita Xiaomi
Selamat ya Bara lulus dgn Cum Laude
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Mbak Yuli bakalan viral🤣
Ita Xiaomi
Benar-benar memanfaatkan 🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Berbenah demi ndak dengar Pak Broto ngereog🤣
Ita Xiaomi
Dunia gaib seheboh dunia nyata😁
Ita Xiaomi
Salut ama Bara👍👍👍
Ita Xiaomi
Bara, aku tinggal di Kalimantan loh😁
Ita Xiaomi
Sama-sama ngejar Deadline. Dinda yg lebih mendesak Deadlinenya😁
Ita Xiaomi
Ekspresi Dinda lebih menyeramkan🤣
Putri Ayu/PqxxyZ
mari mampir dicerita ku juga ya kak 😊..
Denns: terimakasih support nya Kaka ;)
Baik Kaka Cantik ssiap.
total 2 replies
Putri Ayu/PqxxyZ
wah keren nih ceritanya kak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!