Bercerita tentang Aretha yang mempunyai hubungan dengan kekasihnya yaitu Bagas. Pria yang sangat di cintainya. Namun kedua orang tua Aretha tidak merestui hubungan itu. Karena alasan yang tepat.
Aretha tidak bisa meninggalkan kekasihnya yang membuat sang ayah Alvian yang menjodohkannya dengan seorang Dokter bernama Arryan. Terjadi penolakan dari Aretha. Namun dia tidak bisa membantah perjodohan itu.
Aretha yang mencintai kekasihnya. Memilih lari di hari pernikahannya. Meninggalkan calon suaminya. Namun apa yang di lakukan Aretha membuat bencana dalam hidupnya yang menjadikan kehidupannya berubah 180 derajat.
Sampai akhirnya 2 tahun kemudian Aretha yang akhirnya di pertemuan kembali dengan Pria yang di tinggalkannya di hari pernikahannya.
Bagaimana kelanjutan pertemuan mereka saat keduanya di hadapkan dengan permasalahan yang rumit dan perasaan yang bercampur?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21 Kedatangan Aretha.
Mentari pagi kembali tiba. Aretha yang keluar dari kamarnya yang terlihat rapi dengan menggunakan dress peach lengan panjang yang sampai di atas mata kakinya.
"Kamu sudah bangun Aretha. Ayo sarapan bersamaku dulu," sahut Lia dengan tersenyum.
"Kamu tidak pulang dari semalam?" tanya Aretha.
"Mana mungkin aku bisa pulang dan meninggalkan kamu dalam kondisi seperti itu. Bagaimana jika kamu melakukan hal yang aneh-aneh," jawab Lia.
"Kamu berlebihan," sahut Aretha.
"Oh iya kamu mau ke mana pagi-pagi seperti ini. Kamu mau ke toko. Ya ampun Aretha. Kamu sebaiknya istirahat dulu deh. Nggak usah kerja dulu," sahut Lia memberikan saran.
"Aku mau kerumah sakit. Mau menemui Arryan," jawab Aretha.
"Arryan, maksud kamu Dokter Arryan?" tebak Lia.
"Kamu mengenalnya?" Tante Aretha.
"Ya kan dia calon suami kamu yang tidak jadi yang kamu tinggalkan di hari pernikahan kamu," jawab Lia dengan cepat.
"Hmmm, maksudku," Lia meralat kata-katanya takut Aretha akan tersinggung.
"Ya maksudku aku mengenalnya. Dia itu Dokter di rumah sakit Pelita," jawab Lia.
"Untuk apa kamu menemuinya?" tanya Lia.
"Aku mengenalnya. Aku mengenalnya setelah kembali ke Jakarta dan aku tidak percaya ternyata dia adalah laki-laki yang akan dinikahkan denganku. Aku ingin minta maaf kepadanya dan juga kepada keluarganya secara langsung dengan kebodohannya sudah aku lakukan dan juga ikut mempermalukan keluarga mereka," jawab Aretha.
"Kamu yakin mau melakukannya?" tanya Lia.
"Iya. Aku harus menemuinya dan juga keluarganya," jawab Aretha
"Ya sudah kalau begitu langsung ke rumahnya saja biar sekalian bertemu dengan keluarganya dan memang ada baiknya kamu minta maaf langsung. Jika pak Alvian belum bisa memaafkan kamu dan bukan berarti keluarganya tidak bisa memaafkan kamu," sahut Lia menyarankan.
"Kamu memang tahu rumahnya?" tanya Aretha.
"Iya sih. Aku belum cerita pada kamu. Jadi pacar aku sepupu Dokter Arryan. Jadi aku tahu rumahnya," jawab Lia.
"Begitu rupanya," sahut Aretha singkat yang tidak tertarik bertanya lebih banyak lagi.
"Ya sudah jika kamu ingin meminta maaf kepada keluarganya. Aku sebaiknya ikut. Biar aku menemani kamu ke rumahnya," ucap Lia.
"Ya sudah!" sahut Aretha yang setuju. Karena memang Lia tahu di mana rumah Arryan. Jadi tidak ada masalah bagi Aretha.
*********.
Kediaman rumah Arryan.
Keluarga tersebut sedang melakukan sarapan seperti biasanya.
"Eyang tahu tidak jika tadi malam Tante yang menangis itu adalah tante cantik," ucap Loli yang memulai membuka pembicaraan dengan pernyataan yang mengejutkan. Mendengarnya membuat Arryan menghela nafas. Lagi-lagi Loli yang membuka semuanya.
"Tante cantik maksud kamu?" tanya Mira.
"Tante yang Loli sering ceritakan sama Eyang. Tante itu yang menabrak Loli 2 kali dan sudah meminta maaf kepada Loli dan memberikan Loli cake strawberry!" jelas Loli.
"Jadi kamu pernah bertemu dengannya," sahut Shela.
"Iya mama. Tanya saja Om Arryan. Kita juga pernah ke tempat tokoh Tante itu dan makan bersama," sahut Loli yang terlalu jujur yang membuat spekulasi yang berbeda-beda.
"Jadi pantes saja Arryan tadi malam terlihat shock dan bukan karena melihat Aretha sebagai calon istrinya yang meninggalkan dirinya di pernikahan. Tetapi justru karena wanita yang ditemuinya ternyata wanita dijodohkan dengannya," batin Mira
"Sudahlah jangan membahas hal itu. Itu tidak penting," sahut Arryan sepertinya memang tidak ingin membahas masalah Aretha. Mungkin saja Arryan terlihat marah dengan Aretha atau kecewa yang berlebihan.
"Tuh mama dengar sendiri apa yang dikatakan Arryan barusan. Jika Arryan juga tidak mau membahas wanita itu," sahut Shela.
"Benar mbak nggak usah membahas seseorang yang tidak penting," sahut Wulan yang tidak ikut bicara. Maka tidak akan puas.
"Permisi Bu!" sahut Bibi yang langsung menghampiri keluarga yang sedang sarapan itu.
"Ada apa Bi?" tanya Mira.
"Ada tamu yang ingin menemui bapak dan Ibu," jawab Bibi.
"Siapa pagi-pagi seperti ini bertamu?" tanya Matteo.
"Assalamualaikum!" sapa suara lembut seorang wanita yang membuat mata semua melihat ke arah suara tersebut.
Aretha dan Lia yang memang benar-benar datang ke rumah Arryan dan kedatangan Aretha yang mengejutkan semua orang yang berada di meja makan itu. Arryan yang membalikan tubuhnya dan juga kaget melihat kedatangan Aretha.
"Aretha!" sahut Mira.
"Tante strawberry," sahut Loli yang pasti sangat mengenali Aretha.
"Untuk apa dia datang kemari?" batin Arryan.
"Kenapa wanita ini datang kerumah ini," desis Wulan yang melihat ke arah Shela. Shela mengangkat kedua bahunya yang juga tidak tahu kenapa Aretha datang.
Namun Mira sepertinya orangnya memang sangat baik dan sangat humble langsung berdiri dan menghampiri Aretha.
"Aretha kamu tahu dari mana rumah ini?" tanya Mira heran m
"Aku tahu dari Lia dan sebelumnya aku juga pernah datang kerumah ini mengantarkan kue ulang tahun dari pesanan Bu Shela," jawab Aretha.
Aretha memang baru menyadari hal itu. Mungkin karena pikirannya banyak. Jadi tidak sampai sana.
Shela mengkerutkan dahinya yang terlihat mengingat-ngingat.
"What serius itu dia?" batin Shela tampak kaget.
"Begitu rupanya! Lalu Ada apa Aretha Kenapa datang pagi-pagi seperti ini?" tanya Mira.
"Maaf. Jika kedatangan saya mengejutkan semua orang dan juga mengganggu sarapan kalian. Saya datang ke rumah ini secara pribadi memohon maaf atas kejadian 2 tahun lalu," ucap Aretha dengan menyatukan kedua tangannya yang benar-benar tulus meminta maaf kepada keluarga yang sudah dikecewakan itu.
Wulan langsung berdiri dan menghampiri Aretha.
"Apa kamu bilang barusan minta maaf. Astaga begini nih kalau wanita yang menjadi anak satu-satunya di keluarga kaya. Anak manja yang membuat onar tanpa berpikir dan sekarang meminta maaf dengan seenaknya," sinis Wulan yang mengeluarkan kata-kata pedasnya kepada Aretha.
"Wulan!" tegur Mira.
"Apa sih mbak. Jangan bilang Mbak memaafkan wanita ini. Mbak orang tuanya saja tidak mau memaafkannya karena tahu sifat anaknya yang tidak benar. Mbak juga jangan lupa dengan perlakuan dia dan tindakan dia pada keluarga kita yang malu. Sampai sekarang keluarga kita pasti masih diingat-ingat dengan atas apa yang terjadi," oceh Wulan.
Aretha hanya diam dan mungkin memang atas tindakannya banyak yang terjadi tanpa disadarinya dan dia tidak bisa membela dirinya.
"Heh. Kamu itu seharusnya bersyukur di nikahkan dengan anak dari keluarga ini. Kamu harus tau, banyak wanita yang menginginkan untuk menjadi istri Arryan. Tapi malah kamu yang di pilih, gadis manja yang tidak bisa melakukan apa-apa selain hanya mempermalukan orang tua!" hina Wulan dengan mulutnya memang sangat tajam.
"Wanita ini siapa sih sebenarnya. Kenapa dari tadi mulutnya tidak bisa diam. Aku rasanya ingin mengambil cabai dan masukkan ke dalam mulutnya supaya mulutnya diam," batin Lia yang jadi emosi.
"Saya tahu kesalahan saya dan mungkin kesalahan saya tidak bisa dimaafkan begitu saja. Saya memang manja dan karena saya selalu merasa hidup saya begitu sempurna di tengah keluarga saya. Saya merasa semua akan baik-baik saja dengan tindakan saya tanpa memikirkan satu keluarga yang menanggung akibatnya," sahut Aretha dengan menyadari kesalahannya.
"Jika orang tua saya belum bisa memaafkan saya dan masih marah kepada saya. Tapi saya sangat memiliki harapan yang banyak untuk keluarga ini bisa memaafkan saya kesalahan saya yang sangat besar," ucap Aretha.
"Tante saya benar-benar minta maaf!" Aretha menyatukan kedua tangannya dengan wajahnya yang penuh dikasihani meminta maaf dengan ketulusannya kepada Mira dengan harapan Mira memaafkannya.
Bersambung