NovelToon NovelToon
Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Office Romance
Popularitas:25.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Lztari

"Siapa bilang hidup tak seindah drama Korea. hidup jauh lebih indah dari drama ketika memiliki cinta"

ini adalah lika-liku kehidupan seorang gadis untuk menemukan jodoh/cinta sejatinya. karena terlalu terobsesi dengan karakter oppa-oppa yang ada di drama Korea, ia sampai tidak bisa jatuh cinta pada laki-laki yang ada di kehidupan nyatanya hingga usia ke 26 tahun. usia yang sudah cukup matang untuk menikah.

lalu suatu hari, sang Ibu berinisiatif untuk menjodohkannya dengan seorang pemuda, anak dari teman arisannya. padahal Yuna tidak menginginkan perjodohan, ia berharap bisa menemukan cinta sejatinya sendiri. namun, mengingat bahwa hidup tak seindah drama Korea, alhasil ia memutuskan untuk menerima perjodohan itu.

apakah Yuna berhasil menemukan jodohnya melalui perjodohan itu?
yuk! ikuti kisahnya 💃.

oh iya, jangan lupa tinggalkan jejak. like, komen, vote dan hadiah ☺️
bila berkenan berikan kritik dan saran juga ✌️
jazakumullahu khairan 🙏
🌹🌹🌹

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Lztari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengajari Wisnu

"Aku tidak cemburu. Aku hanya iri!." tegasnya pada diri sendiri. Ia masih mondar-mandir tidak jelas.

"Iya, aku cuma iri karena gadis itu sangat beruntung bisa menemukan laki-laki seperti Lio, selain sholeh, mandiri dan gagah, ternyata dia juga tahu bahasa Korea. Pasti menyenangkan jika bisa nonton drakor sama-sama." ucapnya menyakinkan diri. Namun sayangnya, hatinya tidak ingin diajak kompromi, ia merasa semakin sakit dan sesak dengan kebohongan ini. Sepertinya dia memang menyukai dan jatuh cinta pada Lio.

Ia pun segera menghentikan langkahnya lalu duduk di meja riasnya. Ia meraih benda pipih kesayangannya lalu mengaktifkan layarnya. Ia masuk ke peramban dan mulai menelusuri sebuah artikel.

Tanda-tanda orang yang jatuh cinta :

1. Jantung berdegup kencang

2. Senang namun gugup

3. Dia menghantui pikiranmu

4. Hidupmu terasa lebih menarik

5. Cemburu

6. Kamu simpati dan empati kepada dia

7. Kamu mencoba menjadi pribadi yang lebih baik

8. Kamu jadi lebih terbuka

jika diingat-ingat, hampir semua poin memang ia alami. hanya saja ia tidak terbuka, karena kejadian tadi siang yang menjadi pertanyaan Lio tidak mampu ia ungkapkan alasannya.

Ia pun tertunduk lemas dengan kenyataan itu. Apakah dia benar-benar menyukai atasannya itu? Sejak kapan?.

Ia semakin frustasi, ia menenggelamkan kepala di atas meja dengan dekapan kedua lengan.

"Kenapa aku harus jatuh cinta sekarang, disaat aku memutuskan untuk serius menerima Wisnu? Dan kenapa aku jatuh cinta pada Lio yang sudah memiliki kekasih? Kenapa aku tidak jatuh cinta pada Wisnu saja? Ya Allah bagaimana ini.?" rintihnya.

Setelah sekian lama ia menantikan dirinya untuk jatuh cinta, namun mengapa cinta itu jatuh pada pemuda yang sudah memiliki kekasih dan ia sudah memutuskan menerima perjodohannya? Bukankah lebih baik jika cinta itu jatuh pada Wisnu saja agar semuanya tidak serumit ini?. Namun siapa yang bisa mengatur cinta itu jatuh untuk siapa? Semua terjadi sesuai dengan kehendak sang pemilik semesta.

Drrrttt~

Ponselnya bergetar singkat. Ada sebuah pesan chat yang masuk. Ia mengalihkan lamunan kepada benda pipih itu agar dapat meredam sedikit rasa frustasinya.

[Assalamualaikum Yuna, ini Bu Wati. Maaf ya Yuna kalau selama perkenalan ini Wisnu sangat merepotkan mu. Maka dari itu Ibu juga mohon bantuanmu untuk bisa mengajar Wisnu agar menjadi lebih baik lagi.]

Yuna menghela napas panjang. Ia berniat menatap ponselnya agar dapat meringankan sedikit rasa frustasinya, kini ia malah semakin bertambah frustasi. Lagipula jika Bu Wati sudah tahu Wisnu merepotkan, kenapa ia malah meminta dirinya untuk mengajarinya menjadi lebih baik? Bukankah itu lebih membuatnya repot lagi? Ada-ada saja!.

---ooo---

Mampu mengatasi sedikit rasa frustasinya, Yuna kemudian menelepon Wisnu dan memintanya untuk datang ke rumahnya. Benar ia masih bimbang dengan perasaannya, namun ia sudah pernah bertekad untuk serius dengan perjodohan. Jika saat ini perasaannya condong kepada Lio, namun nyatanya pemuda itu juga telah memiliki kekasih. Tidak mungkin ia akan mempertahankan perasaannya demi seseorang yang sudah memiliki pasangan lalu bertindak gegabah menolak seseorang yang saat ini sudah susah payah ia terima kehadirannya.

Di ruang santai, Wisnu baru saja mendarat bokong di meja mini bar.

"Tumben kau memintaku datang? Kangen ya?." tanya Wisnu menggoda.

"Bukankah sejak awal kau selalu antusias mengajakku ketemuan agar lebih cepat akrab. Tapi belakangan kamu selalu hilang kabar. Aku tau kamu sibuk, tapi setidaknya kamu mengirimkan chat kepadaku." omel Yuna, ia sedang sibuk meracik kopi lalu di masukkan ke dalam mesin espresso.

"Iya, bukannya aku tidak mau mengirim chat. Aku takut kamu terganggu." jelas Wisnu. ia tidak menatap Yuna, ia hanya memainkan jarinya di atas meja.

Yuna menarik perhatian dari mesin kopi ke arah pemuda itu, ia sedikit terkejut dengan jawaban Wisnu. Apakah pemuda itu merasa jika selama ini ia memang terganggu dengan kehadirannya?. Pertemuan malam ini pun tidak murni karena keinginan hatinya, melainkan karena chat dari Bu Wati yang meminta agar dirinya mengajari Wisnu hal-hal yang kurang benar ia lakukan dalam berinteraksi dengan orang lain.

"Terganggu? Maksudmu?." ia memastikan.

"Aku tau kau juga capek karena seharian kerja, jadi aku berusaha untuk tidak menganggu waktu istirahatmu untuk sementara." jawab pemuda itu. Yuna bernapas lega. Oh syukurlah, dia pikir Wisnu akan mengungkapkan tentang sikapnya yang terkesan risih dengan kehadiran Wisnu. Jika soal lelah karena kerjaan, sudah pasti dia memang sedikit berotak.

Padahal di balik hilangnya Wisnu, bukan hanya sekadar sibuk dengan kerjaan. Namun karena harus mengurus pacarnya yang sedang rewel.

"Oh, syukurlah kalau ternyata kau mengerti. Tapi, bisa kan kamu berkata maaf?." Yuna kembali melanjutkan aktivitasnya. Ia meraih gelas dari mesin kopi yang suda terisi lalu meletakkan di depan Wisnu. Sedangkan ia masih sibuk membuat teh untuk dirinya sendiri.

"Berkata maaf?."

"Iya. Ya ampun kau ini sudah cukup tua, tapi kau tidak pernah berkata maaf dari kesalahan yang kau buat!." seru Yuna. Kehadiran Wisnu malam ini memang harus menerima ocehan sekaligus pelajaran ini dari Yuna.

"Memangnya aku melakukan kesalahan apa?."

"Kau tidak merasa bersalah karena tidak mengirim chat kepadaku? Harusnya sih laki-laki merasa bersalah jika menghilang tanpa kabar seperti ini." sergah Yuna. Ia duduk di hadapan Wisnu dengan menenteng segelas teh hangat.

"Memangnya begitu?." Wisnu menatap Yuna dengan pandangan heran. Meskipun selama ini pemuda itu sudah menjalin hubungan dengan Amel beberapa tahun, namun nyatanya pemuda itu memang tidak pernah mengungkapkan rasa penyesalan dengan kata maaf pada Amel. jika ia menghilang beberapa hari karena sibuk dengan kerjaan atau apapun, maka gadis itu akan datang kepadanya dengan merajuk, namun karena Wisnu langsung melontarkan kata "sayang" pada gadis itu, ia pun luluh dan akhirnya melupakan masalah yang terjadi. Sehingga Wisnu pun merasa jika kata maaf memang tidak perlu dalam sebuah hubungan.

Yuna mendengus lalu menepuk jidatnya, "jadi selama ini kamu menganggap dirimu selalu benar sehingga kau tidak pernah berkata maaf?."

"Bukankah selama ini kau bekerja di bank? dan orang-orang yang bekerja di sana pasti akrab dengan kata maaf, apalagi jika berkaitan langsung dengan nasabah. oh, aku tahu, kau memang direktur tapi seharusnya kau bisa lebih sopan jika sering menggunakan kalimat ini." oceh Yuna. Wisnu membisu, ia tampak merenungi kata-kata Yuna.

"Aku tahu tidak ada manusia yang sempurna, aku juga tahu jika ini adalah karakter dan kebiasaanmu. walaupun aku menginginkan pasangan yang sopan dan sholeh, aku melakukan ini tidak serta-merta karena keegoisanku tapi ini pasti baik untukmu juga. Jadi aku minta maaf kalau aku terkesan mendikte mu dan ini juga menjadi salah satu syarat untuk menerima kamu." jelas Yuna, ia merasa kasihan dengan keadaan Wisnu yang tertunduk seperti anak kecil yang diomeli Ibunya. Jelas saja ia kasihan, walaupun raganya dewasa dan mulai menua namun nyatanya ia seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa.

"Jadi, kamu bisa langsung menerimaku kalau aku bisa melakukan keinginanmu ini?." Wisnu mengangkat wajah dengan antusias.

"Kalau kau berubah, tentu saja. Oh iya. biasakan juga untuk memberi salam dan menjawab salam." tambah Yuna, ia mulai menyesap tehnya. Saking asyiknya mengomel ia jadi lupa pada secangkir teh yang sudah menyapa dirinya sejak tadi.

"Seperti yang ku ucapkan kepada ayahmu tadi kan?." pemuda itu memastikan. Ia memang sudah mengucapkan salam ketika masuk ke rumah ini.

"Memangnya kau bilang apa?." Yuna menautkan dahi. Sepertinya salam yang dimaksud Wisnu adalah salam yang didengar Yuna tadi, dan itu jauh berbeda.

"Selamat malam."

1
Bilqies
hai Thor salam kenal yaa dariku...
aku mampir niih, jangan lupa mampir juga di karyaku yaa..
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
⭐⭐⭐⭐⭐ untukmu thor
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
luar biasa
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
1 iklan untuk Wanda, smg dia jodohnya Kasim😍
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
sekuntum 🌹untuk Wanda😍😍🫰
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
😭😭😭😭😭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
aku menghela nafas, sesak rasanya, hanya karena bosan lalu berpaling mencari cinta yang lain, enak ya jadi laki laki☹️

semangat Wanda, sekuntum 🌹 untukmu😍
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
sekuntum 🌹buat author yang telah mengobati rasa rinduku,
kutunggu lagi updatenya😍🫰
Anita Jenius
3 like mendarat buatmu thor. semangat ya thor
Sri Lestari: Terimakasih banyak. terimakasih sudah mampir di cerita receh aku 🥰🌹
total 1 replies
Anita Jenius
Salam kenal thor..
Sri Lestari: salam kenal balik kak Anita 🙏
total 1 replies
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
lanjut thor😍👍
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
sekuntum 🌹 untuk author 👍😍
Sri Lestari: dengan ucapan yang sama kak. maaf lahir batin 🙏
total 3 replies
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
setangkai 🌹untuk author😍
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
amat sangat setuju sih kalo Wanda sama Kasim jadian, 😍👍
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: Asiaap thor😍
total 2 replies
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
Semangat thor 💪, semangkai 🌹 untukmu
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 🫰🫰🫰🫰🫰
total 2 replies
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
Asyik Yuna ada pawangnya, gak sendirian lagi ngelawan Denis
Sri Lestari
Wkwkwk gak sampe bgtu
Sri Lestari
sebelum Yuna ikut perjodohan lagi, harus gercep 😂
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
Yuna 👍
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
hadir thor
Sri Lestari: makasih kak selalu setia hadir di ceritaku. padahal aku jarang nongol. nongol cuma buat up aja hhhe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!