Perjodohan antara Arjuna dan Bella berjalan lancar di mata kedua orang tua mereka.
Namun, kenyataannya Arjuna yang berprofesi sebagai dosen di universitas tempat Bella menempuh pendidikan sudah memiliki seorang kekasih sebelum dirinya menikah dengan Bella.
Bella gadis yang baru beranjak dewasa yang awalnya sangat membenci Arjuna kini sangst terobsesi kepada lelaki itu, gadis itu mengejar cinta suaminya dan membuktikan bahwa hanya dia satu-satunya wanita di hidup Arjuna.
Namun, Bella harus menelan kenyataan pahit saat melihat suaminya bersama dengan mantan kekasihnya sedang berpelukan dengan erat!
Apakah Bella akan tetap bersikeras memperjuangkan rumah tangganya? Atau gadis itu menyerah dengan kenyataan bahwa suaminya masih mencintai wanita dari masa lalunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faustina Maretta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Birthday Party Yudha
"Bella, Mas Yudha dateng," bisik Anggi sembari memberi kode kepada sahabatnya yang sedang menyantap makanan di hadapannya.
Bella menoleh ke belakang dan melihat Yudha yang tersenyum manis, lelaki itu menglangkah mendekati Bella dan kedua sahabatnya. Gadis itu juga tersenyum membalas senyuman kakak tingkatnya itu.Yudha duduk di bangku sebelah Bella. Gadis itu menawari Yudha untuk makan, tapi lelaki itu menolaknya dengan sopan.
"Oh iya, nanti malam datang ya," ucap Yudha mengundang ketiga gadis itu untuk datang ke acara ulang tahunnya di sebuah club malam.
"Pasti! Kita bertiga pasti datang," sahut Gita sembari menganggukkan kepalanya.
"Hah? Kemana?" tanya Bella yang kebingungan dengan ajakan kakak tingkatnya itu.
"Aduh hancur deh hati aku, hari ini hari ulang tahun aku, Bella," sahut Yudha dengan memasang wajah sedih yang bermaksud menggoda Bella.
Bella memang tidak tahu kapan hari lahir kakak tingkatnya itu, dia meminta maaf kepada Yudha dan lelaki itu memaafkan Bella dengan mengelus ubun-ubun Bella yang membuat gadis itu tidak berkutik.
"Tapi kenapa harus di club, Mas?" tanya Bella yang pasti tidak akan di izinkan oleh Arjuna.
"Kamu ngga tahu Bella? Mas Yudha anak pemilik club terkenal di sini?" sahut Gita yang membuat Yudha terkekeh.
Bella memikirkan bagaimana cara agar bisa datang ke acara ulang tahun Yudha. Gadis itu bangkit berdiri dan pamit untuk ke toilet, tapi sebenarnya dia melangkah menuju ruangan Arjuna. Dari kejauhan, Bella bisa melihat suaminya karena pintu ruangannya tidak ditutup. Bella langsung menyelonong masuk ke dalam sehingga membuat Arjuna mendongakkan kepalanya dan menatap istrinya.
"Ada apa?" tanya Arjuna dengan tatapan polosnya.
Bella menatap suaminya, tiba-tiba saja pikirannya malah teringat kejadian tadi pagi. Dengan canggung dia duduk di kursi yang berada di depan meja kerja Arjuna.
"Aku nanti malam mau pergi, boleh?" tanya Bella dengan setengah berbisik karena tidak ingin orang lain tahu.
"Kemana?" Arjuna bertanya balik sembari melanjutkan pekerjaannya.
"Ke pesta ulang tahun Mas Yudha di club apa itu namanya lupa nanti aku tanya lagi," jawab Bella langsung menyebut nama Yudha dan membuat Arjuna menghentikan gerakan tangannya.
Arjuna tampak berpikir. "Tidak boleh," ucap Arjuna singkat.
Jawaban Arjuna membuat mata Bella membola, bagaimana mungkin dia tidak mengizinkan dia pergi untuk ke acara ulang tahun? Bella mendengus kesal. Tanpa sadar gadis itu menendang kaki Arjuna dan membuat lelaki itu mengaduh kesakitan.
"Nanti aku bilang Mama Nita ya kalau kamu pergi ke club!" ancam Arjuna yang memegangi kakinya karena sakit.
"Dasar dosen tukang ngadu!" maki Bella, gadis itu berdiri dengan perasaan kesal.
Saat gadis itu hendak melangkah keluar, ponsel Arjuna berdering. Bella melihat nama Ganesh di layar ponsel suaminya. Gadis itu langsung meraih ponsel suaminya dari meja dan mengangkat telepon dari Ganesh, Arjuna berusaha untuk merampas ponselnya kembali tapi Bella menghindar dengan sempurna.
"Kamu kemana aja sih Juna? Aku telepon terus dari tadi?" ucap Ganesh di ujung telepon. "Nanti malam jadi kan kamu antar aku? Juna kamu dengar aku ngga sih?" sambung Ganesh karena tidak ada jawaban dari Arjuna.
Bella menatap tajam suaminya. Lelaki yang tidak mengizinkannya untuk pergi tapi dia malah mempunyai rencana pergi dengan selingkuhannya.
"Nih, selingkuhan kamu may ngajak pergi nanti malam! Nyesek aku minta izin sama kamu," ucap Bella, gadis itu langsung melangkah pergi meninggalkan suaminya.
Bella terus melangkah, gadis itu sangat kesal dan dia menyesal telah menghampiri lelaki itu. Bella melangkah dan kembali bergabung dengan sahabatnya.
"Mas Yudha nanti sore jemput aku ya," ucap Bella begitu dia duduk di bangku yang dia tinggalkan tadi.
Anggi dan Gita saling menatap kebingungan dengan tingkah sahabatnya itu. Anggi memicingkan matanya ke arah Bella gan gadis itu menggelengkan kepalanya pelan.
***
Arjuna menghela napas berat setelah melihat Bella melangkah pergi menjauh lelaki itu menempelkan ponselnya di telinga kanannya.
"Ganesh, maafkan aku sepertinya aku tidak bisa mengantarmu malam ini. Maafkan aku," lirih Arjuna langsung mengakhiri teleponnya sebelum gadis itu membantah ucapannya.
Arjuna melangkah keluar mencari keberadaan istrinya, dia menoleh ke kanan lalu ke kiri tapi tidak menemukan gadis itu. Kakinya terus melangkah ke arah kantin dan melihat Bella yang duduk bersebelahan dengan Yudha. Gadis itu tampak tersenyum manis dan tertawa lepas saat bersama dengan Yudha. Arjuna memalingkan wajahnya dan kembali ke kantornya. Anehnya, ada sesuatu yang menganggu lelaki itu tapi dia tidak tahu apa itu.
Arjuna kembali berkutat dengan pekerjaannya, apa lagi jadwalnya hingga sore sangat padat,, ada kelas dan harus membimbing mahasiswa yang sedang menyusun skripsi.
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul empat sore dan semua pekerjaan lelaki itu sudah selesai. Dia membereskan meja kerjanya lalu melangkah keluar dari gedung fakultas ekonomi menuju parkiran mobil. Lelaki itu langsung mengindak pedal gasnya dan menuju pulang ke rumah.
Arjuna membelokkan mobilnya masuk ke dalam perumahan tempat dia tinggal, mobilnya berpapasan dengan sebuah mobil dan istrinya duduk di bangku sebelah bangku kemudi. Sontak Arjuna menghentikan mobilnya di bahu jalan. Dia menelepon istrinya, tapi gadis itu tidak mengangkatnya.
"Bella ... Bella, kenapa kau selalu membantahku," guman Arjuna dengan kesal, lelaki itu melanjutkan perjalanan sampai di rumah. Arjuna menutup pintu mobilnya dengan kasar, lelaki itu sangat kesal kepada Bella yang tidak menuruti perintahnya.
***
Bella dan Yudha sampai di sebuah club yang sudah di sewa oleh kakak tingkat Bella itu. Mereka berdua masuk dan di dalam belum terlalu banyak orang. Ini pertama kalinya Bella masuk ke sebuah club. Alunan musik dj membuat gadis itu terkejut tapi lama kelamaan dia terbiasa dan mengikuti irama musik dj itu.
"Wah, pacar baru ya Yudha?" tanya seorang lelaki yang tiba-tiba menyapa Yudha dari belakang.
Bella dan Yudha langsung menoleh ke arah sumber suara. Yudha merangkul lelaki yang tangannya kanan dan kirinya penuh dengan tato itu. "Rio! Hai, kenalin nih Bella," sahut Yudha.
Bella menatap takut ke arah lelaki yang di panggil Rio itu. Dia menjabat tangan lelaki itu, dan lelaki itu tersenyum yang seperti akan menerkam gadis itu.
"Dia teman SMA," bisik Yudha kepada Bella dan gadis itu hanya menganggukkan kepalanya saja.
Untung saja tidak lama kemudian Anggi dan Gita datang menghampiri Bella yang memakai sebuah dress pendek berwarna merah menyala. Mereka bertiga mengobrol seperti biasa.
"Bella, laki-laki itu terus menatapmu," bisik Anggi kepada Bella yang merasa aneh karena Rio terus menatap gadis itu.
Bella mengangguk pelan lalu mencuri mata untuk memastikan siapa yang terus saja menatapnya. "Dia teman SMA Mas Yudha, tadi sudah sempat kenalan," sahut Bella kepada sahabatnya.
***
Arjuna sedang mempelajari sebuah jurnal saat ponselnya berdering. Dahinya berkerut karena tidak mengenali nomor itu.
"Halo?" ucap lelaki yang memakai kacamata itu. "Apa?! Kantor polisi?! Baik saya segera ke sana!" sambung Arjuna. Lelaki itu langsung meraih dompet dan kunci mobilnya untuk segera pergi ke kantor polisi.