NovelToon NovelToon
Mertua Dan Menantu

Mertua Dan Menantu

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:399.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: LaQuin

Lyra mencoba untuk bertahan meski ia terluka oleh kenyataan pahit yang baru saja ia ketahui setelah 6 bulan lamanya. Suami tercinta tega menduakan cintanya dan bermain api dengan Ibunya sendiri.

Rumah Tangga seumur jagung bagai neraka untuk Lyra. Lantas bagaimana ia harus menghadapi situasi ini?

Baca kisahnya yuk readers...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Upaya Penyelamatan

Bab 21 Upaya Penyelamatan

(POV Author)

Dalam kamar yang seperti kapal pecah, Lyra menghela napas berat. Apa yang di sarankan Teguh memang perlu di lakukan untuk kepentingannya kedepan kelak. Tapi dalam hati Lyra merasa muak harus melihat dua orang terdekatnya saling memadu kasih.

Dengan hati berat, Lyra terpaksa membuka aplikasi CCTV onlinenya. Lyra mencari-cari tempat di mana ada mereka berdua. Dan tentu saja Lyra dapat menemukannya dengan mudah. Apalagi ini sudah malam pastinya mereka sedang berada di peraduan meluapkan asmara.

Di dalam kamar sang Mama, pergulatan panas itu sedang terjadi. Lyra memalingkan wajahnya. Rasa sakit hati kembali membuatnya meneteskan air mata. Lyra kembali teringat akan kata-kata Teguh. Ia pun mencari fitur yang dapat merekam siaran langsung itu.

Handphone ia letakkan di atas tempat tidur dengan keadaan menyala sambil di charger. Pergulatan itu terekam selama 7 menit dalam handphone Lyra. Tanpa membuang waktu, video itu segera ia kirim kepada Teguh. Setelah itu Lyra mencoba memejamkan mata meski rasa sesak menghimpit di dada.

***

Di tempat berbeda.

Sebuah video berhasil terkirim dalam handphone Teguh. Melihat siapa yang mengirim video itu, Teguh segera membukanya.

"Astagfirullah... Astagfirullah... Umiiiii....! Mata anakmu yang ganteng ini ternoda Miii...." Jerit Teguh tak karuan setelah melihat adegan panas dalam video yang di kirimkan Lyra padanya.

"Ya Allah, pasti sakit banget hatinya lihat beginian. Gue janji, Gue bakalan nolongin Elo Cil. Sabar ya..." Gumam Teguh.

Teguh yang melihat video itu tidak dapat membayangkan bagaimana sakitnya perasaan Lyra. Dada lelaki itu terasa ngilu jika membayangkan dia berada di posisi Lyra.

"Kok ya Tega Ibumu berbuat keji begini sama Elo Cil?"

Teguh masih tidak habis pikir dengan masalah yang di hadapi Lyra. Dalam hati lelaki itu pun berjanji akan membuat Lyra bahagia. Eh... Ini maksudnya apa?

Keesokan harinya. Teguh meluangkan waktunya untuk menjemput Lyra bersama dengan Mita.

"Kalau ortunya nggak ngijinin dia keluar kamar gimana Bang?"

"Kalau gitu, Lo aja yang masuk kamarnya. Alasan apa gitu yang kira-kira nggak bakal di tolak oleh mereka."

"Abang nggak ikutan masuk? Terus kalau aku juga di kunci mereka gimana Bang?"

"Pecahin aja kaca jendela kalau ada, terus keluar dari sana. Bilang Lyra, Gue pengacaranya. Gue akan lindungin kalian."

"Bener ya Bang?"

"Pengacara nggak akan ingkari janjinya." Ucap Teguh yakin.

Kriminal nggak sih Gue, ngajarin para Bocil ini cara kabur. Batin Teguh.

Rencana A dan B pun telah di persiapkan. Dengan percaya diri mereka meluncur menuju rumah Lyra.

Keadaan rumah tampak sepi dari luar. Mita mencoba mengirimkan pesan kepada Lyra agar sahabatnya itu bersiap akan kedatangannya.

Mita : Gue udah di depan rumah Lo

Lyra : Gue udah siap lahir batin☹️

Mita : Gue mau ngajak kabur Ndoro, bukan ngajakin nikaaaah...😏

"Dia udah siap Bang. Kalau gitu Gue masuk dulu."

"Gue tunggu disini."

Bukannya Teguh takut untuk masuk ke dalam rumah. Tapi sebisa mungkin, Teguh tidak ingin Ibu dan suami Lyra tahu kalau Lyra sudah menyerahkan kasus ini di tangan pengacara. Teguh ingin mereka merasa tenang tanpa curiga. Namun begitu waktunya tiba, maka mereka harus bersiap bersimpuh di kaki Lyra.

Mita menahan rasa tegang dalam dirinya. Ia menarik napas panjang dan mengeluarkannya perlahan untuk menetralkan degub jantungnya.

"Ting Tong...!"

Bel pintu pun ia pencet. Bersabar dia menunggu, namun tidak ada yang membukakan pintu.

"Ting Tong...!"

Lagi, Mita memencet bel pintu rumah itu.

Sambil menunggu, Mita mengirim pesan kapada Lyra.

Mita : ada orang ga sih? Gue udh mencet bel ga di bukain 🙄

Lyra : Gue liat CCTV dulu.

Menunggu balasan Lyra, Mita kembali memencet bel pintu dan menunggu untuk di buka.

Lyra : Mereka di ruang tengah. Sengaja ga bukain pintu. Gimana dong 😭

Mita : Kamar Lo jendela yang mana?

Lyra : Lo liat jalan di samping. Jendela ketiga, itu kamar Gue

Mita : Barang2 yang mau Lo bawa dah siap?

Lyra : Sekoper doang

Mita : Ada kursi ga dalam kamar Lo?

Lyra melihat kursi kayu jati yang biasa ia pakai untuk duduk merias diri

Lyra : ada, emg knp?

Mita : pecahin jendela Lo pakai kursi itu. Gue tunggu dekat jendela

Lyra : Gila, serius ini Tong😰

Mita : Buruan! Mau kabur ga😤

Lyra segera beranjak dari tempat tidur yang ia duduki. Mengangkat kursi kayu dan melemparnya ke jendela dengan sekuat tenaga.

"PRAAANG!!"

Suara jendela yang pecah begitu nyaring dan membuat gaduh.

"Buset dah tuh anak piyek! Seriusan mereka pecahin jendela?!" Gumam Teguh yang menunggu dalam mobil dan bersiap dengan menghidupkan mesin kendaraannya.

"Suara apa itu?!" Tanya Kamila yang langsung bangun saat ia merebahkan dirinya di pangkuan Andi.

Andi sejenak tampak berpikir. Kemudian ia terlihat panik dan langsung berdiri tiba-tiba. Lalu ia bergegas melangkah menuju kamar Lyra.

"Ada apa sayang?" Tanya Kamila yang mengikuti langkah Andi di belakang.

"Sepertinya dia mencoba kabur."

Seketika wajah Kamila mendadak tegang setelah mendengar ucapan Andi.

Sementara itu, di kamar Lyar sudah berhasil mengeluarkan kopernya. Dan ia pun sudah mulai berusaha keluar dengan hati-hati menghindari sisa-sisa kaca yang masih menempel namun sudah pecah.

"Klek! Klek!"

"Hah?! Gawat!! Mereka lagi buka pintu kamar!" Ujar Lyra yang mulai panik ketika mendengar suara pintu yang berusaha di buka.

"Ih, kelamaan!!" Protes Mita yang langsung menarik tubuh Lyra hingga akhirnya terjatuh ke luar bersama dirinya.

"Aaww!!"

Lengah Lyra terkena goresan pecahan kaca sehingga mengeluarkan darah.

"Lo nggak apa-apa kan? Nnti baru ngaduh sakitnya. Sekarang bangun, kita kabur dulu!" Ujar Mita yang mulai ikutan panik.

"Lyra mau kemana kamu?!!"

Begitu mendengar suara Andi yang sudah masuk ke dalam kamar, tiba-tiba tenaga Lyra seperti terisi penuh. Ia pun segera bangkit dan menyeret kopernya berlari sekuat tenaga menuju keluar rumah di susul Mita.

"Buset Gue di tinggalin!!!" Protes Mita.

Mereka sudah dekat dengan mobil Teguh ketika Andi juga berhasil keluar dari jendela yang pecah dan mengejar mereka.

"Mati kita Ndoro!!" Kata Mita panik ketika melihat Andi mengejar mereka. "Buruan Ndoro, buruan!!"

Lyra membuka pintu mobil dan langsung melemparkan kopernya ke dalam begitu saja. Dan ia pun ikut masuk didorong Mita dan di susul wanita itu.

Hancur dah mobil Gue. Batin Teguh merana.

Andi semakin dekat dengan mobil yang mereka tumpangi.

"Bang buruan!!" Desak Mita kepada Teguh.

Teguh pun menginjak pedal gas dengan sedikit kencang hingga mereka tidak dapat dikejar oleh Andi yang nyaris saja menggapai mobil Teguh.

"AAAARRGGHH!! SI*AL!!!"

Teguh melihat dari sepion mobilnya. Tampak Andi sangat murka hingga lelaki itu memegang kepalanya dengan mulut yang komat kamit.

Lyra dan Mita yang ikut melihat kebelakang menarik napas lega bersamaan. Keduanya duduk tersandar di jok belakang dan terbengong napas yang masih naik turun.

Baik Mita maupun Lyra sama-masa masih tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka lakukan.

Teguh mengamati keduanya dari sepion tengah mobil.

"Jadi pakai plan B?" Tanyanya pada Mita.

"Plan C Bang." Jawab Mita yang masih terlihat mengumpulkan nyawanya.

"Plan C? Emang ada?" Tanya Teguh bingung sambil tetap fokus menjalankan mobilnya.

"Ada Bang, dadakan. Jadi Lyra doang yang mecahin jendelanya. Baguskan Bang? Gue jadi nggak melakukan tindak pengrusakan properti orang."

"Hehehe..."

Teguh terkekeh.

"Tapi Bang, Ndoro Gue mau taruh dimana? Dirumah Gue keknya nggak bisa. Kak Sita mendadak mau di lamar. Jadi mungkin rumah penuh di isi keluarga. Sorry ya Ndoro, Gue juga baru tahu tadi pagi." Ungkap Mita.

Lyra tampak sedih. Setelah berhasil kabur, malah kini ia tidak jelas akan kemana. Kerumah saudara Mamanya ia takut mereka malah membela sang Mama. Mau ke rumah saudara Papanya, ia tidak kenal.

Lyra tampak sedih, dan men*de*sah pasrah. Satu-satunya sahabat pun sedang sibuk dengan keluarganya. Bantuan dari Mita hari pun sudah lebih baginya. Jadi ia tidak mungkin ingin merepotkan Mita lebih banyak lagi.

"Nggak apa-apa sih kalau Lo mau kita tidur rame-rame." Ujar Mita kembali yang melihat kesedihan di wajah sahabatnya.

"Sementara tinggal di Apartemen Gue aja, mau? Minggu depan Gue mau ke Kalimantan 3 hari. Dan sebelum harinya tiba, Gue bisa tidur di kantor. Paling Gue balik buat ambil baju bersih aja." Ujar Teguh.

"Nggak ngerepotin Bang?" Tanya Lyra.

"Kan Gue juga dah janji mau nolongin Lo. Jadi santai aja Cil."

Akhirnya keputusan pun telah di ambil. Untuk sementara waktu Lyra akan tinggal di apartemen Teguh sampai masalahnya selesai.

Bersambung...

1
Ulfayanty Syamsu Rajalia
tolol nangis aj trus sampai kiamat bego banget si knp gk manggil warga bego
Deuis Hilmatussa'dah
Kecewa
Deuis Hilmatussa'dah
Buruk
74 Jameela
manusia berhati iblis tuuh andi😠
74 Jameela
lyra...cemungut yooooo..
hempaskn para bunga bangkai itu
74 Jameela
kyok jallang dech jd ny si clara..
maksain diri amiiiittttt
74 Jameela
waduh..gaswat..
salah sangka..tiwas berbunga hati tryt berbunga bangkai
74 Jameela
Luar biasa
74 Jameela
kaget aq
Vindy swecut
uuwwooowww/Gosh//Gosh//Gosh/
Vindy swecut
sumpah ngakak banget...lucu banget si onta timur ini...gemes deh/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ristieriswanharti
terbangun haus air minum lewat depan kamar mamah dapur suara desahan miling 😂
Sivia
/Facepalm/
Akbar Razaq
Rasain di culik bener bener ya gak bs di bilangin di cemasin orang gak bs jaga diri juga tapi ngeyel sukurin.
Akbar Razaq
mendadak minta di kawinin gatal ya...urusan aja lo gak bs apa apa klo gak ada temem sama teguh.duh lemot amat ya Si Lyra gemes deh
Akbar Razaq
untung ketemu orang baik klo enggak habis lo.agak kesal sih sama Lyra yg agak.bodoh juga.
Akbar Razaq
Nah kenapa gak sekalian.lo undang orang orang buat lihat secara life kelakuan mereka.li bodoh juga sih
Akbar Razaq
Bodoh.mereka jadi hati hatikan??
harus nya selidiki diam diam saat mereka mengira kamu gak curiga klo gini kan mereka waspada dasar. Polos apa goblok. gregeten akunya 😄
Akbar Razaq
Beneran Lyra mmg terlalu polos harusnya di selidiki mana ada maling yg ngaku.dodol?
Akbar Razaq
Ya ampun ternyata othor belum kasih jalan smua ini blum terkuak.😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!