Daily, 00:06 WIB / Libur: Setiap hari Jumat dan hari besar 🙏
Sinopsis:
Di era perang, Nolan seorang putra sulung dan calon pewaris dari keluarga bangsawan ternama harus menghadapi sebuah kenyataan pahit.
Sebuah Karunia Ketrampilan yang tidak berguna harus diterima oleh Nolan yakni Constructor System.
Malah, Karunia Ketrampilan yang diharapkan keluarga nya jatuh kepada Adik tirinya, Paul.
Sehingga membuat Nolan diasingkan ke Wilayah perbatasan yang dimana terkenal tandus dan tidak ada kehidupan manusia disana.
Setibanya disana,Karunia Ketrampilan milik Nolan bangkit dan dia pun membangun desa di wilayah tersebut.
Sebuah desa yang memiliki fasilitas lengkap, gedung yang tinggi dan pasukan yang kuat.
Ini lah kisah dari seorang Putra Bangsawan yang terasingkan, Nolan Lionheart.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 19 | Upgrade dan Pemandian umum
...Chapter 19 | Upgrade dan Pemandian umum....
...# Hari ke -70....
Di pagi hari yang cerah, Nolan berjalan-jalan pelan mengelilingi desa Oasis. Di dalam benak nya, dia sama sekali tidak menyangka bahwa desa Oasis mampu berkembang begitu cepat.
Meski, Nolan memiliki cheat pada desa Poin nya namun, Nolan lebih memilih untuk mengunakan nya dengan bijak dan tidak berlebihan.
Lalu, Nolan pun menyadari bahwa jalan di desa nya sangat lah tidak nyaman. Dia pun membuat jalan berbatu atau cobblestone road sepanjang desa.
Dan, hanya dalam waktu sehari Nolan berhasil membangun nya.
...Ding!...
...[Anda telah mengunakan total 760 DP untuk membangun jalan berbatu. Saldo: 9.999.520.]...
Semua warga yang ada disana takjub melihat Nolan yang mengkonstruksi jalan seorang diri dan dalam waktu singkat.
Selain jalan, Nolan juga membangun kanal disepanjang desa yang terhubung pada parit yang mengelilingi dinding desa.
...Ding!...
...[Anda telah mengunakan total 150 DP untuk membangun kanal panjang. Saldo: 9.998.970.]...
...# Hari - 71....
Pada hari ini juga Nolan masih fokus dalam pembangunan desa nya terutama saat memiliki menu sistem Custom. Banyak hal yang dia ingin ubah.
Salah satu nya menara pengawas yang mana Nolan memperluas ruang, menambah penutup kaca.
...Ding!...
...[Anda telah mengunakan 70 DP untuk renovasi menara pengawas. Saldo: 9.998.900 DP.]...
Miya yang melihat kinerja Nolan, dia pun menghampiri Nolan.
"Selamat siang, Tuan Kades!" sapa Miya.
"Siang juga Miya. Bagaimana keadaan mu?" jawab Nolan.
Miya yang mendengar itu, dia menghela nafas panjang seraya menurunkan bahu nya.
"Ahufuu ... Seperti yang anda lihat. Saya sedikit lelah karena banyak nya orang yang ingin membuka karunia skill mereka tapi, untuk nya banyak yang membantu."
Nolan pun memegang bahu kanan Miya dan memberikan senyuman kecil.
"Maaf, Miya. Saya sudah merepotkan dan terimakasih."
Sikap Nolan seperti itu membuat wajah Miya memerah.
"Tidak. Ini sudah menjadi kewajiban saya yang memiliki karunia skill Holy Magic Master," ucap malu-malu Miya yang masih menundukkan kepalanya.
Lalu, Miya pun terpikir sesuatu.
"Kades, bolehkah hari ini saya menemani pekerjaan anda?"
"Eh? Apakah itu tidak menganggu pekerjaan mu?"
Miya menggelengkan kepalanya, "Tidak. Hari ini gereja cukup sepi dan saya ingin istirahat sejenak."
"Baiklah, ayo!"
Miya pun tersenyum lebar.
Setelah itu, Nolan yang ditemani Miya pergi ke dinding tanah desa. Nolan berencana memperkuat dinding dengan ketrampilan baru nya.
Pertama-tama, Nolan memegang dinding dan merubah nya menjadi bahan yang berbeda yakni batu.
"Custom. Change Material. Stone."
...Ding!...
...[Dalam perubahan material dari keseluruhan dinding akan memakan biaya 300 poin. Apakah anda ingin menindaklanjuti? Iya / Tidak.]...
Tanpa ada keraguan, Nolan memilih [Iya].
...Ding!...
...[Anda telah mengeluarkan 300 DP untuk renovasi dinding desa. Saldo: 9.998.600.]...
Sesaat memilih itu, seluruh dinding yang awalnya kayu berubah dalam sekejap menjadi batu.
Miya dan beberapa warga yang lain terkejut dengan apa yang mereka lihat dan berbagai komentar pun terdengar oleh Nolan termasuk Miya.
"Tuan Kades, anda lagi-lagi membuat saya terkagum-kagum dengan anda. Kemampuan anda memang luar biasa!" puji Miya.
Nolan pun tersenyum dan menoleh kearah Miya.
"Terimakasih, Miya dan kamu juga memiliki Karunia yang luar biasa. Aku bangga."
Miya menundukkan kepalanya dengan senyuman kecil serta rapihkan rambut yang menutupi telinganya.
Seusai merubah dinding menjadi batu, Nolan melanjutkan renovasi nya dengan meningkatkan tinggi dinding yang awalnya 2 meter kini menjadi 3 meter.
...Ding!...
...[Anda telah mengeluarkan 500 DP untuk renovasi tinggi dinding desa. Saldo: 9.998.100.]...
Dengan ini renovasi dinding desa selesai.
...# Hari ke - 72....
Desa Oasis sedang mengalami kesulitan untuk membasuh diri karena kurang nya kamar mandi dan sumur yang mana kamar mandi diluar sering menjadi antrian bagi beberapa warga. Oleh sebab itu, Nolan memutuskan untuk membangun pemandian umum.
Beberapa hari ini, Nolan mendapatkan gambaran dari sebuah pemandian umum yang mana pemandian itu memiliki kolam air panas.
Maka, Nolan pun membangun pemandian umum.
...Ding!...
...[Anda telah mengunakan 250 DP untuk membangun pemandian umum. Saldo: 9.997.850.]...
Sesaat kemudian, sebuah bangunan panjang muncul dihadapan Nolan dan kali ini, dia bersama Ronald lantaran rumah nya tidak jauh dari lokasi pembangunan pemandian umum.
"Kades, bangunan apa ini?" tanya heran Ronald.
"Ini pemandian umum," jawab Nolan dengan senyuman kecil.
"Pemandian umum? Apa itu?"
Sesaat memahami Ronald yang belum mengetahui pemandian umum, Nolan langsung membuat rencana agar Ronald menjadi mediator tentang pemandian umum yang mungkin saja memang banyak orang yang belum tahu akan fasilitas ini.
Sedangkan, pemandian umum memang hanya ada di rumah besar dari seorang bangsawan dan para rakyat sangat jarang mengetahui fasilitas ini.
Tapi, tidak dengan Desa Oasis. Nolan tidak akan pernah membeda-bedakan status sosial di desa nya itu.
"Baiklah, mari kita masuk kedalam! Aku akan memberitahumu."
"Iya."
Nolan dan Ronald pun masuk kedalam pemandian umum yang dimana ada dua rute terbangun dengan tulisan pria ke arah kiri dan wanita ke arah kanan.
Melihat itu, Ronald menebak sesuatu.
"Pria dan wanita beda rute? Mungkin kah ini kamar mandi?"
Nolan tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.
"Bukan, ini lebih dari itu. Bagaimana kalau kita mencoba nya sendiri?!"
"Baik, Tuan Kades," jawab Ronald seraya menundukkan kepalanya.
Setelah itu, Nolan dan Ronald melanjutkan langkah ke dalam rute pria dan tiba di kamar ganti pria.
"Ruangan ini adalah kamar ganti. Jadi, kita harus melepas semua pakaian dan mengunakan handuk putih untuk ke ruangan berikut nya."
"Begitu kah? Baiklah, saya mengerti."
Nolan dan Ronald pun melepaskan pakaian mereka dan berganti ke handuk yang menutupi bagian bawah mereka. Sesudah itu, pergi ke ruangan yang ada di seberang pintu masuk.
Nolan dan Ronald masuk ke ruangan berbeda yang dimana mereka disambut oleh bak besar dengan desain kayu.
"Kades, apakah kita akan berendam di bak itu?"
"Belum saat nya, kita harus mengisi air nya terlebih dahulu," jawab Nolan.
Lalu, Nolan pun menghampiri bak lantaran dia melihat sesuatu yang aneh bagi nya yaitu kran.
"Sekertaris, itu apa?"
...[Jawab. Itu kran. Alat untuk mengalirkan air ke sebuah tempat yang diinginkan.]...
Pada masa itu, kran belum lah ada namun bangunan sistem sudah memiliki beberapa alat modern.
Meski begitu, Nolan yang sangat pandai beradaptasi. Dia coba memutar kran yang dimana keluarlah air panas dari kran itu dengan deras.
Ronald yang juga baru melihat kran, dia pun terheran.
"Kades, benda apa itu?" tanya Ronald dengan menunjukan jari kearah kran.
"Kran. Alat untuk mengalirkan air," jawab santai Nolan.
"Oh, apakah sejenis benda sihir?"
Nolan yang tidak mau memperpanjang, dia menganggukkan kepalanya.
Tidak membutuhkan waktu lama, bak besar terisi air panas.
"Bak nya sudah terisi. Lalu, apakah kita langsung berendam?"
"Tidak. Sebelum berendam, kita harus membasuh diri dan mencuci bersih dengan sabun," ucap Nolan seraya mempraktekkan nya.
Beruntung saat itu, sabun sudah tersedia hingga Nolan dengan mudah mempraktekkan nya.
Ronald yang melihat itu, dia pun mengikuti nya.
Seusai semua itu, mereka masuk kedalam air panas dan merasakan sensasi kenikmatan nya.
"Wuahh .... Nyaman nya," gumam Nolan.
"Benar sekali. Ini benar-benar menenangkan jiwa," sambung Ronald.
"Aku harap, kalian semua bisa merasakan hal yang sama," ucap Nolan.
Ronald yang mendengar itu, dia terkejut.
"Tuan Kades, apakah maksud anda kami sebuah bisa mengunakan pemandian umum ini?"
Nolan menoleh kearah Ronald.
"Tentu saja. Aku membangun ini untuk digunakan secara bersama-sama."
Ronald sontak menitihkan air mata nya.
"Benarkah? Kalau begitu, saya mewakili warga yang lain mengucapkan terimakasih banyak, Tuan Kades. Kami akan bekerja sungguh-sungguh demi pembangunan desa ini," ucap Ronald dengan menundukkan kepalanya.
"Sama-sama. Aku juga senang bisa menikmati fasilitas ini bersama-sama."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
soal uda terlanjur suka nih dg karyanya
karyamu type gw bwuangettt...
semoga next up nya tdk mengecewakan 🥲