Pernikahan bukanlah akhir dari kebahagiaan. Tapi pernikahan, adalah awal dari kehidupan yang sesungguhnya.
Cinta tak selamanya indah, ketika apa yang di pertahankan dan di pertaruhkan kini menjadi alasan untuk di tinggalkan.
Bagaimana kisah kelanjutan pasangan muda mantan aktor ternama dengan seorang gadis yang selalu di manja oleh keluarganya.
Mampukah mereka menghadapi lika liku perjalanan rumah tangga yang sesungguhnya?
Ikuti terus kisah Batara dan Zefanya...
jangan lupa follow akun Noveltoon Mommy ya...
IG : Mommy_Ar29
Tiktok : Mommy_Ar95
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
...~Happy Reading~...
“Kenapa?” Zefanya mengerutkan dahi nya saat melihat kedatangan Batara dengan keadaan yang sedikit lemas dan lesu.
“Gak tahu kenapa,” jawab nya semakin lirih, bahkan kini laki laki itu langsung merebahkan kepala nya di atas meja sambil matanya menatap sayu pada sang istri yang masih menatap nya dengan penuh kebingungan.
“Dih, bisa begitu. Kamu darimana? Pagi pagi udah ilang aja, pergi gak pamit. Gak tahu apa aku nyariin! Orang tuh harusnya mikir, sekarang kamu itu udah punya istri Bat! Jangan seenak nya aja, kaya seolah kamu masih single. Semalam juga, ngapain kamu gangguin aku tidur, tapi nya abis itu kamu ngilang gitu aja, emang nya kamu pikir aku—“
“Ssttt Sayang, aku lagi gak mau di omelin. Aku maunya di sayang sama kamu,” Batara langsung menarik tangan istrinya dan mendudukkan wanta itu di pangkuan nya sambil kepala nya bersandar manja di dada sang istri.
Menghela napas dengan sedikit kasar, sebenarnya Zefanya masih begitu kesal kepada suaminya. Kemarin sore, ia sudah bilang bahwa malam itu mereka akan libur, dalam artian libur melakukan seperti itu. Dan Batara pun mengiyakan, maka dari itu zefanya memperbolehkan Batara untuk keluar dan begadang dengan Alvin, agar dirinya bisa istirahat dan tidur cepat.
Tapi... siapa sangka. Lewat tengah malam, saat Batara kembali ke kamar usai bercakap dengan Alvin. Justru dirinya mendapatkan serangan tiba tiba, semula yang awalanya seperti mimpi tapi nyatanya benar nyata. Dan yang lebih membuat Zefanya kesal, usai melakukan seperti itu, Batara pergi begitu saja ke kamar mandi hingga berjam jam.
Zefanya yang memang sudah lelah tidak ingin berdebat, akhirnya memutuskan untuk tidur lagi. Tapi ... lagi lagi ia di buat kesal, lantaran saat ia terbangun ia sudah tidak menemukan suaminya di kamar bahkan rumah.
Dan sekarang, setelah ia menunggu cukup lama. Batara pulang dengan wajah lesu, lemah dan lunglai nya, yang mana hal itu semakin membuat Zefanya kesal.
“Kalau maunya di sayang, makanya sayang aku juga. Bukan seenaknya kaya gini!” balas Zefanya ketus.
“Iya iya maaf!” Batara bergumam pelan sambil terus mengendus aroma harum dari tubuh istrinya, terlebih apalagi posisi nya kini menghirup aroma tempat yang sangat ia sukai.
“Tadi itu aku ke kantor polisi. Aku habis ketemu sama Ben, soalnya—“
“Kamu kangen sama dia? Karena habis ninggalin dia liburan? Makanya kamu pagi pagi buta langsung ke sana?” ucap Zefanya panjang lebar langsung memotong perkataan Batara, “Sumpah ya Bat, aku ngerasa jadi selingkuhan disini. Bisa bisa nya, kamu ninggalin aku gitu aja Cuma demi nyamperin Ben.”
“Bukan gitu sayang!” bibir Batara memanyun, laki laki itu semakin mengeratkan pelukan nya pada sang Istri, “Semalam tuh, Alvin cerita sama aku.”
Akhirnya, Batara pun menceritakan semua yang di ceritakan oleh Alvin padanya. Tak lupa, Batara juga memberitahu Zefanya tentang percakapan nya beberapa saat lalu dengan Ben, yang mana hal itu membuat zefanya langsung terdiam dengan dahi yang sedikit mengerut.
“Bagaimana menurut kamu? Aku pusing banget, tapi aku juga penasaran, tapi juga sedikit kecewa. Kenapa Ben harus bohong sama aku?” gumam Batara lagi meluapkan rasa kecewa dan penasaran nya.
“Aku yakin, Ben pasti punya alasan tersendiri akan hal ini. Dan ya, kalau menurut aku, kamu ikuti saja permintaan Ben. Dia minta kamu diem dan jangan ikut campur, ya sudah, diem aja kalau gitu. Kita tunggu saat dia keluar dan bebas dari penjara. Seperti yang dia katakan, bahwa dia akan cerita semuanya, maka kita tunggu saja waktu itu tiba.” Ucap Zefanya panjang lebar.
Walau sebenarnya ia sendiri juga sangat penasaran dengan alasan Ben menutupi identitas asli nya. Tapi, ia mencoba memberikan ruang untuk Ben, memberikan kesempatan dan menunggu dengan sabar hingga waktu yang di tentukan tiba.
Karena Zefanya yakin, Ben bukanlah type orang yang munafik dan ingkar janji. Meskipun Ben terlihat keras, bawel dan juga sedikit heboh. Tapi zefanya tau bahwa laki laki itu adalah sosok yang tegas.
...~To be continue .... ...
,/Grin//Grin/