NovelToon NovelToon
INDIGO

INDIGO

Status: tamat
Genre:Spiritual / Mata Batin / Horor / Tamat
Popularitas:533k
Nilai: 5
Nama Author: ARSY AL FAZZA

Penglihatan menembus dimensi ghaib. Tidak hanya di alam nyata, dalam pandangan lain bahwa sosok Indigo ketika berada alam bawah sadar itu sukmanya bisa terlepas keluar dari badannya. Berjalan-jalan menembus ruang dan waktu dunia lain. Setiap malam dirinya di kejar kematian yang mengancam. Para Indigo yang meninggal nanti ada dua kemungkinan. Yang pertama takdir dari Yang Maha Kuasa atau yang kedua karena tidak dapat kembali ke wujud tubuhnya di alam dunia. Simak kisahnya..!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Tabir Pergantian alam ghaib

Sangat jelas sekali kalau makhluk lain tidak akan berhenti mengganggu. Sebagian garis besar anak indigo tidak mau disebut menjadi anak yang pembangkang. Dia bisa menghentikan batas kepergian di alam manusia tapi tidak di alam lain. Tidak ada yang mengetahui apa yang di rasakan anak Indigo. Berada yang di posisi tersulit bernafas di bumi.

Sejarah panjang terpotong pada lembaran kertas berita di perpustakaan lama. Renovasi besar-besaran setelah masa penyelamatan kerajaan Mandra Sukmo. Benda-benda peninggal masa lalu yang tidak berarti apapun. Sepeninggal ibu suri dari ratu Mahaswari, nilai-nilai benda pusaka dan simbol negeri lenyap begitu saja.

Penghuni Istana berpendapat jika Perpustakaan tidak di jaga. Tapi ucapan itu di patahkan sang putri melihat lebih dekat bahkan pernah menjelajah waktu dunia mistis. Perpustakaan yang terlihat bertingkat atau luas. Bangunan ruang kecil bergaya klasik bersarang jaring laba-laba dan serangga yang sesekali lewat di antara buku.

Krekkk_

“Putri, mari saya temani” Pati datang dari belakang.

“Aku ingin membaca buku dan melihat-lihat di dalamnya sendiri. Tinggalkan saja aku, engkau beristirahatlah..”

Sang putri tersenyum menggiringnya keluar. Pati menunggu di balik pohon berharap dia tidak mengalami hal yang sama semasa kecil. Ingatan yang terhapus kejadian yang membingungkan puluhan dayang mencarinya.

“Pati, engkau masih ingat kalau sang ratu tidak akan memaafkan para dayang jika tidak sanggup menjaganya? Sebaiknya kau menjadi pengikut ku, aku akan menobatkan mu sebagai pejabat tertinggi.”

“Maaf hamba harus pergi Yang Mulia___”

Ogok tidak henti mencuci pikirannya, menunggu pondasi penjaga istana goyah supaya mudah memusnahkannya. Mengunci sang putri dari luar dua penjaga di suap dengan beberapa koin emas supaya tutup mulut.

“Hahaha, malam akan semakin larut dan kau akan di makan setan” umpat Ogok berlari meninggalkan Istana.

Keluar masuk istana sesuka hati, orang luar tidak akan berani masuk kalau penghuni tidak memberikan izin. Ogok mengetahui seluk beluk jalan pintas istana dan memiliki kunci cadangan. Di sisi lain, sang putri terperangah melihat isi ruangan bagai di negeri dongeng. Seekor burung hantu berdiri tegak menghentakkan kaki di depannya. Tubuh sang putri sedikit terhempas, kepakan melibas angina di sekitar.

“Selamat datang sang putri. Hamba adalah Owel si penjaga semua benda kerajaan baik di dalam maupun ruangan. Maaf hamba membuat putri terkena hempasan angin dari sayap hamba. Maaf pula hamba tidak bisa mengantarkan ke semua bidang tiap bilik rak buku. Tapi hamba akan datang jika putri membutuhkan sesuatu. Dimana pun putri berhenti di ruangan ini maka hamba mengetahuinya.”

Suara makhluk penjaga terdengar menyeramkan. Dia membungkukkan tubuh memberi hormat, menekuk tangan kanan membuka lebar sayap. Sang putri membalasnya dengan membungkuk. Sang putri perlahan di bantunya tegak bersandar di dekat pilar.

“Tidak apa-apa, saya hanya terbentur kecil. Saya akan berjalan-jalan menikmati tempat yang mengagumkan ini. Aku pasti akan memanggil mu jika membutuhkan sesuatu..”

Suasana tidak jauh berbeda ketika menembus alam lain. Seribu anak tangga raksasa meliuk-liuk berlantai sedingin es beku. Dari selipan ventilasi udara, kelelawar putih berterbangan menembus lubang

udara. Persis di penglihatan indera ke enam, salah satu hewan jelmaan makhluk halus itu di sebut sebagai hewan penjaga. Sorot sepasang mata menyala melihat sang putri, Aluna siap siaga melihat hewan-hewan itu mengawasinya.

Dia meneruskan langkah ke bagian atas anak tangga. Patung-patung berjajar terpahat bahan kayu bercampur lapisan emas. Pemandangan paling menantang melihat kepala hewan bertanduk di bagian dinding. Luna mendekat ke salah satunya, banyak hewan-hewan kecil menggeliat di dalamnya.

“Luna..Luna..”

Panggilan suara menggema, Luna menjauh berlari ke sisi bagian ruangan bercat nuansa hijau.

Mengarungi penglihatan ghaib, Luna terhenti di pojok baca yang terdapat meja dan kursi ukiran merak. Dia mendengar lagi suara yang tadi memanggil, wanita memakai pakaian kerajaan tersenyum berjalan duduk di kursi. Sampai lagi di garis takdir yang tidak terbaca. Perpustakaan itu membuka energi memperjelas mata bati dalam berpindah ke kehidupan berikutnya.

......................

Masehi tergantung bulan purnama bersinar teramat terang benderang. Kaki mungil berjalan tertatih menangis tersedu-sedu mencari tempat persembunyian. Tubuhnya yang berkeringat, di basuh sang ibu yang semakin panik menyentuh badan anaknya sangat panas.

“Tidak bisa di sanggah, apa yang di lihat Luna sedikit banyak mempengaruhi kesehatannya..”

Wanita berperawakan ramping itu di sebut dengan buyut. Kulitnya kuning langsat, rambut tipis di ikat menggunakan kain perca yang di gulung berbentuk sanggul. Empat puluh sebelum menjelang kematiannya, buyut memberikan pesan supaya lebih memperhatikan penjagaan pada Aluna.

Aluna ku ini tidak bisa bahagia menjalani hidup normal. Tapi percayalah dari atas sana buyut akan tersenyum bahagia melihat semua impian dan cita-citanya di masa depan terkabul. Tolong jaga Aluna ku, Mahaswari.

Pesan yang tidak selalu di ingat terucap ketika ibu menyekar tempat peristirahatan terakhir buyut.

Masa-masa sulit Aluna di masa lampau tidak mengurungkan semangatnya mencari tau dan menggali ilmu keinginan tahuan apapun aktivitas sehari-hari. Daya ingat motorik meningkat pesat. Di umur lima tahun, Aluna menangis menunjuk dua orang anak sekolah yang berjalan melewati rambu-rambu lalu lintas.

“Bu_Bu_” suara bocah cilik yang menggemaskan.

Andika dan Dewi mencubit kecil pipinya. Luna menepis lalu menggelengkan kepala saat gangguan kejahilan lain dari kedua sepupunya. Sepulang dari TPU, mereka beristirahat di ruangan TV. Mahaswari yang sibuk mengemasi barang-barang terhenti mendengar pengaduan dari Dewi.

“Dewi melihat Luna menunjukkan pada anak sekolah itu tante. Luna bilang mau sekolah..”

“Sekolah? Kata sekolah tidak pernah terucap. Bagaimana dia bisa tau kata itu? Kamu salah dengan kali Dew”

“Saya nggak salah dengar. Andika juga dengar, terus tadi Luna senyum ke jalan yang sepi..”

“Dewi, kamu taukan sepupu kamu bisa lihat makhluk halus. Sudah cepat kemasi koper kamu, Andika sudah selesai tuh” ucap Mahaswari melihat air mukanya yang masam.

Andika yang terlebih dahulu selesai berkemas. Dia menyiapkan dua hari sebelum hari kepulangan. Mahaswari terkejut mendapati Aluna berada di atas lemari hias. Ukuran Lemari yang tinggi dekat lampu gantung membuatnya berteriak sekuat-kuatnya.

“Argghh! Aluna! Kenapa kamu bisa sampai sana nak?”

“Ada apa bu? Atas mana?” Ukran terbangun mengusap mata.

Secepatnya mengambil tangga, membujuk Luna untuk tidak bergerak. Tidak terkira ketakutan mereka menyaksikan Luna merangkak turun bak spiderman yang menempel di dinding. Di bawah, Mahaswari dan kedua keponakan memasang posisi menangkap. Ukran melompat dari tangga, dia menggapai tubuh anaknya. Tidak terkira lagi ketakutan seisi rumah.

“Luna, sekali lagi kamu tidak boleh memanjat benda apapun tanpa seijin dari ibu. Paham?” kata Mahaswari sedikit membentak.

Gerimis menggenangi wajahnya, isak tangis tanpa suara. Di dalam pelukan Mahaswari mengusap punggung anaknya.

1
Manda
selamat lebaran
milki
detik lebaran disini
Rina 〇△☆☂
♥️♥️
Rina 〇△☆☂
♥️
Komunitas basket SMANSA
indigo 😍😍😍
rindu
Kisah ini begitu menakutkan, membuat bulu kudukku berdiri sejak awal hingga akhir. Atmosfir gelap dan misterius benar-benar terasa, membuatku merasa seolah-olah aku sendiri berada di kerajaan Mandra Sukma. Saya benar-benar merinding membayangkan Aluna menghadapi semua rintangan mengerikan itu sendirian. Tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya sungguh membuatku merasa cemas. setaann
rindu
Aluna mendapati dirinya terperangkap di dalam ruangan gelap dengan bayangan menakutkan yang mengintai di sekelilingnya, saya hampir merasakan ketakutan yang sama seperti yang dia rasakan. Bola-bola api yang melayang di langit malam memberikan sentuhan supernatural yang menambah ketegangan cerita. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya berada di tempat Aluna, dikelilingi oleh kegelapan dan misteri.
𓆩❤𓆪
Ketika Aluna mendekati pulau yang dikelilingi oleh cahaya biru yang menyilaukan, saya merasa seolah-olah saya sendiri ikut terbawa dalam kegelapan dan ketakutan yang menyelimuti tempat itu. Saya hampir tidak bisa menahan napas menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sosok-sosok yang tak jelas bergerak di sekeliling Aluna membuat bulu kuduk saya merinding. Saya merasa seperti saya sendiri berada di sana, merasakan ketegangan dan ketakutan yang melanda Aluna.
zatu
Ketika Aluna akhirnya menemukan bangunan kuno yang menjulang tinggi di tengah pulau, saya hampir tidak berani membayangkan apa yang mungkin menantinya di dalamnya. Rasanya seperti sebuah pembukaan menuju neraka yang menakutkan. istana keramat yang menyeramkan membuat saya benar-benar merasa seolah-olah saya sendiri berada di sana, menghadapi semua ketidakpastian dan bahaya yang menyertainya. Sungguh cerita yang sangat menegangkan!
mella
Aluna menghadapi berbagai rintangan yang mengerikan dengan keberanian yang luar biasa, dan saya tidak bisa tidak terkesan oleh kekuatan dan keteguhannya dalam menghadapi situasi yang begitu mencekam. Saya hampir tidak berani membayangkan bagaimana rasanya berada di tempat Aluna, dihadapkan pada semua misteri dan bahaya yang mengancam. Cerita ini benar-benar berhasil membuat saya merasa takut dan tegang sepanjang perjalanan.
Febri
Saat Aluna mendekati pintu istana kuno yang menyeramkan, saya merasa seolah-olah saya sendiri berdiri di sana, menunggu dengan ketegangan yang tak tertahankan untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Sungguh pengalaman membaca yang memikat dan mendebarkan. Bayangan-bayangan menakutkan yang mengintai di dalam ruangan gelap dan sosok-sosok tak jelas di sekeliling Aluna benar-benar memberikan sentuhan horor yang membuat bulu kuduk saya merinding. Saya hampir tidak berani membayangkan berada di tempat Aluna, menghadapi semua ketakutan itu sendirian
Banyuwangi
Suara-suara aneh yang menggema di lorong-lorong gelap dan bola-bola api yang melayang-layang di langit malam benar-benar menambah intensitas ketegangan dalam cerita. Saya merasa seperti saya sendiri berada di dalam dunia yang misterius dan menakutkan itu. Ketika Aluna memutuskan untuk terus maju meskipun dihadapkan pada bahaya yang mengancam, saya merasa terinspirasi oleh keberaniannya. Cerita ini bukan hanya sekedar cerita horor biasa, tetapi juga memiliki pesan tentang keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi rintangan.
kapulaga
Dalam momen-momen seperti ini, penggunaan detail-detail sensorik menjadi sangat penting untuk membawa pembaca lebih dalam ke dalam aliran cerita. Dari suara gemetar Tumang hingga aroma tanah basah yang menciptakan suasana yang semakin mencekam, setiap detail memberikan warna dan nuansa yang mendalam pada narasi. Ini memungkinkan pembaca untuk benar-benar terhubung dengan perasaan dan pengalaman karakter utama, sehingga mereka bisa merasakan setiap getaran dari ketakutan yang dialami.
Bukan cilook
🌹Deskripsi yang mendetail dan cerita ini benar-benar menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan bagi pembaca. Aq merasa seolah-olah saya sendiri berada di dalam kerajaan Mandra Sukma, merasakan setiap ketegangan dan ketakutan yang dirasakan oleh Aluna. Dari momen-momen gelap di lorong-lorong yang gelap hingga ketegangan yang melanda di dalam ruangan tersembunyi, aq tidak bisa tidak terhanyut oleh cerita ini. Bahkan ketika Aluna mendekati pulau yang dikelilingi oleh cahaya biru yang menyilaukan, saya merasa seperti saya sendiri ikut terbawa dalam perjalanannya, menunggu dengan napas tertahan untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Keberanian Aluna dalam menghadapi segala rintangan yang menakutkan benar-benar menginspirasi, dan cerita ini berhasil menangkap esensi dari horor psikologis yang membuat bulu kuduk merinding. Aq sangat terkesan dengan cara cerita ini membangun ketegangan secara bertahap hingga mencapai puncaknya di dalam istana kuno yang menyeramkan. Keseluruhan, cerita ini tidak hanya menawarkan hiburan yang menegangkan, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan tentang keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi ketakutan.
Tante godang
⭐⭐⭐⭐⭐
nobon
elemen-elemen mistis dengan ketegangan dan petualangan yang seru. Saya penasaran dengan nasib Aluna dan bagaimana dia akan menghadapi tantangan selanjutnya.
Penggambaran suasana dan detail dalam cerita ini sangat kuat, membuat pembaca seolah-olah ikut merasakan ketegangan dan ketakutan yang dirasakan oleh Aluna.
nobon
suka bagaimana cerita ini menunjukkan bahwa kekuatan tidak selalu membuat seseorang merasa aman, tetapi bisa menjadi beban dan tanggung jawab yang besar. Konflik internal Aluna juga menambah dimensi yang menarik dalam cerita ini. Dia harus berjuang antara melindungi dirinya sendiri dan membantu orang lain. Teman-teman hewan Aluna memberikan sentuhan yang menyentuh hati dalam cerita ini, menunjukkan bahwa dukungan dan persahabatan bisa datang dari tempat yang tidak terduga.
Zona nyaman
Teman-teman hewan Aluna memberikan sentuhan yang menyentuh hati dalam cerita ini, menunjukkan bahwa dukungan dan persahabatan bisa datang dari tempat yang tidak terduga.
Saya penasaran dengan bagaimana Aluna akan menemukan solusi untuk menghadapi bencana yang akan datang, dan apakah dia akan berhasil mengubah nasibnya.
Pesan tentang pentingnya keberanian, persatuan, dan harapan dalam menghadapi tantangan hidup sangat menginspirasi.
nina
Setiap langkah Aluna melalui kegelapan dan rintangan menghadirkan perasaan yang intens bagi saya. Saya bisa merasakan ketegangan dan keputusasaan yang dirasakannya, tetapi juga keberanian dan tekadnya untuk tidak menyerah. Cerita ini benar-benar membuat saya merenung tentang arti sebenarnya dari kekuatan. Saya belajar bahwa kekuatan sejati bukan hanya tentang kekuatan fisik atau magis, tetapi juga tentang keberanian, keteguhan hati, dan kemampuan untuk tumbuh dan belajar dari setiap pengalaman hidup.
Seroja
Ketika Aluna bertemu dengan wanita tua yang memberinya harapan dan kekuatan baru, saya merasa seperti ada sinar terang di ujung terowongan gelap. Deskripsi tentang keberanian dan ketulusan hati Aluna sungguh menggugah perasaan. Saya sangat terkesan dengan kekuatan Aluna untuk tetap berjuang meskipun dihadapkan pada kegelapan yang menakutkan. Dia adalah contoh yang menginspirasi tentang bagaimana kita bisa melawan ketakutan dan keputusasaan meskipun segala sesuatunya terasa sia-sia.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!