Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.
Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.
Gabriella Calista,
mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....
ikuti karya baru aku.....
" BIEL..... "
SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 16 kerja
Jam di dinding menunjuk angka sepuluh,
suara dentuman musik di tempat kerja Biel terdengar kian memekakkan telinga.
" pesanan anda bos...." ucap Biel sambil mendorong segelas minuman memabukkan hasil racikannya.
Itu adalah minuman racikannya yang terakhir malam ini.
Jam kerjanya selesai beberapa menit yang lalu,
Tapi karena sebuah pesanan, ia memilih menyelesaikan lebih dulu pesanan itu sebelum mengakhiri pekerjaannya hari ini.
Usai menyerahkan minumannya, Biel segera berlalu dari sana dan Scarlet pun masuk menggantikannya.
Keduanya bertos ria ketika mereka bertemu dan saling berpapasan.
Biel memang supel dan memiliki hubungan baik dengan semua rekan kerjanya.
Meski wajah dan tatapannya seringkali terlihat datar dan tajam.
Biel terus melangkah ke arah ruang istirahat sembari melepaskan celemeknya.
" tempat sampah di depan ruanganku....
25 kg,
Bandar Siera diskotik pukul satu....." Jokey tiba tiba datang dan berbisik di telinganya.
Seolah paham arti ucapan sang bos, Biel mengangguk.
Bandar Siera......
Nampaknya Kali ini pekerjaannya sangat menantang.
Jika sebelumnya ia mengantarkan paket ke tempat tempat sepi seperti perahu kosong di sebuah dermaga yang masih berada di area tempatnya tinggal.
Atau sebuah gudang kosong,
Sekarang.....
Bandar Siera.....
Sebuah club malam terkenal di pusat kota yang cukup jauh dari tempatnya tinggal saat ini.
Dan tempat itu.......
cukup dekat dengan kota tempat di mana ia di lahirkan.
Biel sempat termangu sejenak setelah Jokey pergi meninggalkannya.
Bayang bayang masa kecilnya bersama sang ibu kembali berputar di kepalanya.
" Bee.....
hati hati....." tiba tiba Jokey kembali dan membuat Biel terkejut.
karena bukan hanya bersuara saja, laki laki itu juga menepuk pundaknya.
" hemm.....
jangan khawatir bos, percayalah jika terjadi sesuatu padaku aku tidak akan pernah menyeretmu " jawab Biel.
" bukan itu maksudku.....bagaimanapun kau harus kembali dengan selamat.
ingat,
Ada seseorang yang harus kau perjuangkan " jawab Jokey dan sukses membuat Biel terdiam.
( Cryssy......) desisnya di dalam hati
" Cryssy menunggumu Bee.....kau harus kembali untuknya....."
ucap Jokey,
Jokey memang tahu tentang Cryssy, dan memang sedekat itu hubungan mereka berdua di belakang hubungan karyawan dan bos.
🍀
Motor sport Biel melaju kencang menyusuri jalan raya beraspal yang sepi pengendara.
Pukul dua belas malam,
Dengan motornya Biel berada di jalan raya sepi yang berada di tengah tengah hutan. Jalan sepi yang ia lalui ini adalah jalur alternatif menuju kota tempat yang ia tuju.
Ia tak mau mengambil resiko dengan nekat melewati jalan perkotaan dengan beban paket yang ia bawa.
Walau karena itu,
Ia harus melewati jalan sepi dan cenderung gelap.
Lampu lampu jalan yang ia lalui tidaklah seterang lampu lampu jalan di perkotaan. Bahkan penerangan di jalan yang ia lalui cenderung redup.
Biel terus melajukan motornya dengan tingkat kewaspadaan tinggi.
Ia paham betul resiko melewati tempat ini. mungkin di sini ia tidak akan bertemu dengan polisi yang memang sengaja ia hindari.
Tapi bukan tidak mungkin ia malah akan bertemu dengan mara bahaya yang lain,
yakni begal......
Dan benar apa yang Biel pikirkan,
Butuh sekitar seperempat perjalanan lagi untuk ia sampai di tempat tujuannya,
di depan sana...
ia melihat sesuatu yang cukup besar tergeletak begitu saja di tengah jalan dan tentu itu menghalangi jalan.
Ia tak mungkin mengabaikan hal itu dan terus melanjutkan perjalanannya dan melewati sesuatu itu.
Biel terpaksa menghentikan motornya karna hal itu.
Sebuah batang kayu yang cukup besar membentang di tengah jalan. Dan itu jelas menghalangi jalannya.
Baru saja Biel turun dari motor dan berniat menyingkirkan batang kayu itu. Semak semak di kedua sisi jalan itu nampak bergoyang.
Tiga orang keluar dari semak semak itu, Biel menarik nafas panjang.
Ia kembali menegakkan punggungnya.
" apa yang kalian mau ?! " tanya Biel dengan nada dingin.
Tiga orang laki laki bertubuh kekar di hadapannya nampak kaget mendengar suaranya.
" kau perempuan ?! " cicit salah satu dari tiga orang itu dengan nada dan ekspresi yang sangat terkejut.
Biel menatap tajam kepada tiga orang di hadapannya itu dari balik kaca hitam helmnya.
" memangnya kenapa jika aku perempuan ?! " ucapnya lagi dengan nada dingin.
Tiga orang di hadapannya itu menyeringai dan saling menatap.
" tentu tidak apa apa nona,
justru itu adalah hadiah nomplok untuk kami....
kau tahu sendiri, akhir akhir ini udara sangatlah dingin....
apalagi saat tengah malam seperti ini. Tapi kami yakin.....
Hal itu tidak akan lagi kami rasakan sebentar lagi karena ada kamu....
kamu siapkan menghangatkan kami ?!
ha ha ha.........!! " tawa menggelegar dari ketiga orang itu sontak memecah kesunyian malam.
" jadi.....lepaskan helmu sekarang sayang.....
dan tentu saja dengan semua yang juga melekat padamu.
Kami ingin sekali melihat seberapa menggairahkannya tubuhmu itu....
biarkan kami mencari kehangatan dari tubuhmu itu, dan rasakan kenikmatan yang akan kami berikan padamu hemmmm .......!! " ucap yang lain menimpali ucapan temannya.
Dan tentu saja dengan kata kata yang terdengar begitu menjijikkan di telinga Biel.
Biel masih diam dan berdiri tegak di tempatnya dengan netra yang tak berkedip sama sekali memperhatikan setiap gerakan orang orang di hadapannya itu.
Tiga orang itu bergerak memutarinya dan salah satu dari mereka mendekat kepadanya dengan tangan yang terulur ke arah helmnya.
" kemari cantik ....biar aku bantu kau melepas Helmu itu " ucap laki laki itu sambil tertawa menyeringai dan melangkah mendekat kepadanya dengan tangan yang terulur.
Biel masih tenang ketika laki laki itu melangkah mendekat dan mengulurkan tangannya kepada wajahnya, namun ketika tangan kekar itu hampir sampai pada helmnya.
Tiba tiba Biel menangkap tangan laki laki itu, mencengkeramnya kuat dengan kedua tangannya.
Biel memutar tubuhnya dengan kedua tangan yang mencengkeram salah satu tangan laki laki itu.
Sontak tubuh laki laki itu menekuk sebelum akhirnya ia jatuh tersungkur di aspal jalan. Tak berhenti di sana,
Dengan masih mencengkeram tangan salah satu begal itu.
Biel menginjak kepala laki laki itu.
" brengsek.... lepaskan !! " teriak begal itu dengan menahan sakit.
Ia meronta berusaha melepaskan diri tapi semakin kuat ia berusaha melepaskan diri maka Biel pun semakin kuat memlintir tangan laki laki itu dan semakin kuat juga ia menginjak kepala laki laki itu ke aspal jalan.
Yakinlah...
saat ini wajah laki laki itu sudah terluka karena terkena gesekan dengan aspal jalan.
Biel tersenyum remeh dengan netra yang menatap tajam kepada dua orang yang lain.
Dua orang laki laki itu nampak terkejut bukan main.
" lepaskan dia atau....." hardik begal begal itu.
" atau apa ?! " jawab Biel menantang.
" Jika kalian mampu, lepaskan dia sendiri dariku " ejeknya.
Biel bukan Gabriela gadis kecil yang sepuluh atau lima belas tahun lalu menjadi korban siksaan orang orang di sekitarnya.
Sejak tiga tahun yang lalu, lebih tepatnya sejak kecelakaan orang tuan angkatnya merenggut nyawa mereka.
Biel yang sejak itu terpaksa harus hidup di jalanan membekali dirinya dengan ilmu beladiri demi keselamatannya.
Berawal dengan latihan asal sebelum akhirnya ia bertemu dengan Jokey karena di perkenalkan oleh Samy.
Jokey yang nota bene memang akrab dengan dunia gelap melihat potensi luar biasa dari Biel.
Ia pun mengenalkan Biel pada seseorang yang juga memiliki kemampuan luar biasa di bidang karate.
Dan dari sanalah pribadi Biel yang dingin dan tak tersentuh berawal.